Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 25 - The Person who left behind


__ADS_3

(Y/n) P.O.V.


Huft... Ruangan ini benar-benar tempat yang sempit bagaikan labirin... Nggak sempit juga sih... Tapi tempat ini juga bisa membuat seorang terjatuh jika tidak tenang, hal ini dapat terlihat dari Midoriya yang sempat jatuh 3 kali... Kalau begitu aku harus benar-berhati-hati, apa sebaiknya aku menggunakan jalan di bawah? Karena jika aku berlari di atas sana... Aku akan merusak beberapa properti karena tekanan yang kuat... Baiklah, sudah kuputuskan!


"Siap, Mulai!"


3 R.d. Person P.O.V. //Di sisi Penonton


"Hey, hey! Mau taruhan?" tanya Toru kepada Mina. "He? Boleh juga tuh!" balas Mina. "Kalian ini, ada-ada saja" ucap Jiro sambil tertawa kecil. "Jadi menurut kalian siapa?" tanya Tzuyu pada mereka berdua. Hal itu membuat mereka merenung sejenak, dikarenakan kelompok 2 terdiri dari (Y/n), Todoroki, Kirishima, Yaomomo, dan Uraraka.


"Semuanya sama-sam kuat sih kalau boleh jujur" ucap Toru pada mereka. "Kalau di kalangan laki-laki\, tentu saja Kirishima paling tidak diuntungkan dengan quirknya... Jadi jika dibandingkan dengan Todoroki pasti Todoroki lebih unggul dibandingnya. Lalu di kalangan perempuan\, (Y/n) ataupun uraraka-san pasti memiliki peluang yang tinggi... Dan.." kemudian ocehan Deku itu memenuhi sesuasana\, hal itu membuat yang lain merasa canggung. Terkecuali Bakugou yang kesal dengan tingkahnya yang seperti itu\, "JANGAN BERGUMAM SEPERTI ITU KUTU BUKU SIALAN!?! BERISIK *****!" protesnya.


"Ah! Maaf!" balas Midoriya kepadanya. 'Ah kami baru ingat kalau keadaan kelas memang selalu begini' batin para perempuan. "APA MAKSUDMU MEMINTA MAAF SAMBIL BERGUMAM BEGITU HAH?! JAUH-JAUH LAH DARIPADAKU!?!"


"Kalau begitu aku akan bertaruh untuk (y/n)!" ucap Mina secara mendadak. Hal itu membuat Bakugou sedikit tersentak dan menghentikan amarahnya kepada Midoriya. "Aku juga deh, kero" balas Tzuyu. Sedangkan Jiro yang sedang memperhatikan keadaan itu menyadari tingkah aneh Bakugou, '(Y/n)... Sudah kuduga, sepertinya kau memang punya masalah sama Bakugou ya?' batin Jirou. "Jirou?"


"Ah, iya!" jawab Jirou secara mendadak. "Kenapa kau kaget begitu?" tanya Toru. "Ah... Nandemonai yo (Tak ada masalah kok)!" balas Jirou sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggerakan tangannya dengan tanda tidak terjadi apa-apa.


"He? Kok aku jadi curiga sih?" ucap Mina sambil memasang wajah curiga padanya. "Hahaha.. Gak ada apa-apa kok" ucap Jirou sambil berusaha untuk mengembalikan ekspresi wajahnya. "Kalau begitu aku tidak ikut bertaruh" lanjut Jirou sambil mengalihkan pembicaraan. "Hee?! Kenapa?" ucap Toru dan Mina secara bersamaan.


"Siap, mulai!" ucap All Might kepada kelompok 2. "Udah mulai tuh" ucap Jirou dengan santai. "Kalau begitu, semangat (y/n)-chan kero!" tak lama dari Tzuyu mengatakan itu, mereka melihat bahwa (y/n) menjatuhkan dirinya ke bawah.


"(Y/n), ngapain?" tanya Toru. Kemudian Midoriya ikutan nimbrung pembicaraan para perempuan, "Kalau dugaanku, (y/n) dia mencari jalan pintas lewat bawah... Jika dia menggunakan jalur atas, yang pasti dia akan merusak banyak properti sekolah" ucap Midoriya. "Iya juga, kero" balas Tzuyu.


"He? Kenapa kalian malah melihat itu sih?" tanya Kaminari yang ikutan nimbrung. "Karena seru" jawab Midoriya dengan singkat padat dan jelas sambil membuka bukunya.


"Lah\, terus kamu ngapain ikutan nonton?" tanya Jirou padanya. 'Sebenarnya sih mau cuci mata liat (Y/n)... Mataku hari ini sepertinya benar-ben' perkataan Kaminari dalam hati itu terpotong oleh Mineta yang blak-blakan. "YANG PASTI OP***!?! YAHAHAH MATAKU BENAR-BENAR TERBERKA-" ucapan Mineta terpotong oleh tusukan telinga Jirou yang memberikan efek setruman. Tidak hanya Mineta\, tetapi Kaminari juga... "Mesum!" ucap Jirou dengan kesal.


'Kok gw kena juga sih?!' batin Kaminari yang sekarang ikutan kena serangan dari Jirou. "Eh, (Y/n) kemana ya?" ucap Mina sambil melihat ke arah layar dan tidak menemukan (y/n). Hal itu membuat Jirou jadi menghentikan serangan dan kembali melihat ke layar, "Eh iya kemana ya?" tanya Jirou.


//Di sisi (Y/n) - 3 R.d. Person P.O.V.


Di saat All Might memberikan aba-aba mulai kepada mereka, (Y/n) langsung terjun ke bawah dan memulai tugasnya. Meletakkan kedua tangannya dibawah saat sudah mendarat di bawah, mengalirkan quirk cahayanya ke seluruh lantai.


Kemudian tanpa orang lain sadar, dia menghentikan waktu dan detik jarum jam di seluruh dunia yang saat itu sedang berdetak. Waktu pun berhenti, di saat ia memberhentikan waktu ia dapat merasakan semua emosi, mendengarkan kata-kata yang terhenti, suara musik yang terhenti, dan gravitasi bumi yang tiba-tiba melemah...


Detak jantung, dan suara nafas pun terdengar dengan jelas di telinganya. (Y/n) menyangka bahwa hanya dialah yang dapat merasakan semua itu, tetapi hal itu meleset dari pemikirannya.


'Hah? Kenapa mereka semua berhenti bergerak? Dan ada apa dengan lantai ini sialan!?!' seperti yang kita ketahui... Bakugou sama sekali tidak terpengaruh oleh quirk penghentian waktu (y/n), setelah itu dia dapat melihat cahaya berderang yang muncul dari tanah. 'Apa yang dilakukan oleh gadis bodoh itu?' batin Bakugou secara sekilas.


Saat (Y/n) menemukan keberadaan All Might, (Y/n) langsung membuat tekanan di tanah yang lumayan besar. Hal itu membuat tanah bergetar bagaikan gempa bumi, hal itu juga membuat kendali nya terhadap sebagian kegiatan yang ia hentikan kembali berjalan. Kegiatan layar merupakan salah satu dari sebagian kegiatan, Midoriya yang melihat sekilas tolakan (Y/n) dari tanah menuju All Might...


Sebagian kegiatan yang (y/n) lepas kendali adalah kegiatan Bakugou dan juga midoriya, setengah dari orang di dunia, keluarga besarnya, dan pihak musuh Yukami.


Setelah sampai di tempat All Might, (Y/n) mengembalikan waktu seperti semula... 'Apa maksudnya ini- SEJAUH APA AKU SUDAH TERTINGGAL SIALAN?!' batin Bakugou yang makin menyesal dengan kegiatan yang ia lakukan selama seminggu di agensi Best Jeanist.


Tetapi... Perlakuan (y/n) itu tak terlepas dari Price to Pay yang harus dia berikan, detakan jantungnya yang tiba-tiba cepat, sirkulasi dan sistem saraf yang secara mendadak tidak terkendali, dan pernafasan yang tidak teratur itu membuat All Might khawatir secara mendadak.


"(Y/n)-shounen! Apa kau tak apa?!" tanya All Might yang langsung mendekati (y/n) yang tak berdaya di tanah. Di sisi lain, All Might pun kaget dengan keberadaan (Y/n) yang cepat bagaikan teleportasi.


Kemudian (Y/n) dengan cepat mengembalikan energinya dengan tenaga cadangan dan juga fotosintesis energi sekitar. Kemudian dengan ragu, All Might langsung menadahkan tangannya ke kepala (y/n) yang panas bagaikan matahari. Hal itu membuat All Might langsung reflek menarik tangannya, "(Y/n)-shounen!" kemudian (y/n) langsung tersadar dan membuka matanya, "Saya tidak apa-apa, sensei! Ini hanyalah gejala sampingan setelah saya menggunakan quirk saya" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Tapi, apa tidak salah? Badanmu panas seperti-" kemudian All Might menghentikan ucapannya karena melihat (Y/n) yang menggeleng dan tertawa...


"Itu hal yang wajar, Sensei! Karena saat ini saya sedang mengumpulkan energi panas dari sekitar untuk memulihkan energiku" ucap (Y/n) sambil tersenyum.


"Kalau begitu, baguslah... Dan selamat untukmu ya, (y/n)-shounen!" ucap All Might padanya. "Eh? Aku?" tanya (y/n) yang tidak sadar. "Iya, kau pemenangnya!" ucap All Might sambil mengapresiasi kerja keras (Y/n).


Hal itu membuat (y/n) menunduk dan melihat tanah, wajahnya yang merona itu tidak bisa ia kendalikan... "Yukatta ne!" ucap (y/n) sambil tersenyum ceria. Kemudian (Y/n) yang tersenyum itu tertangkap di kamera, sehingga layarnya itu menampilkan wajah (y/n) yang elok dan cerah itu.


//Di sisi Penonton - 3 R.d. Person P.O.V.


Kemudian para penonton terpesona terhadap senyum (y/n) nan cerah yang terpampang di layar, namun ada satu yang tidak memerhatikan dan memedulikan itu... Siapa lagi kalau bukan Bakugou yang benar-benar kesal dengan (y/n) yang berani mencuri start darinya?


"Berkah setelah malapetaka" gumam Kaminari dan Mineta secara bersamaan. "Hah... Terserah deh" balas Jirou yang pasrah dengan mereka berdua.


//Di sisi lain - 3 R.d. Person P.O.V.


"Loh? Udah Beres ya?" ucap Todoroki dengan polos saat sampai di garis finish.


*** 3 R.d. Person P.O.V. ***


"Latihan yang cukup sulit, ya" gumam Satou kepada yang lainnya di kamar ganti laki-laki. "Kelas pertama ini, membuatku berkeringat loh" balas Aoyama. "Aku harus melatih pergerakanku lagi" balas Kirishima dengan kecewa.


"Kau harus mengimbangi itu dengan mengumpulkan informasi" ucap Tokoyami. "Itu membuatku tertinggal di belakang" balas Kaminari. "Aku iri dengan orang seperti dirimu dan Sero" jawab Kaminari.


'Apa yang akan dikatakan All Might, ya? Itu terdengar sedikit seram' batin Midoriya. "Hei, Midoriya!" panggil Mineta padanya. "Aku menemukan sesuatu yang asoy! Kemarilah!" sambungnya.


"Lihatlah lubang tebusan ini! Mungkin ini adalah berkat usaha dari pendahulu kita! Ruangan sebelah sini, kau tahu, kan? Ruang loker cewek!" ucapan Mineta itu membuat yang lain tersentak.


"Mineta-kun, hentikanlah! Mengintip adalah tindakan kriminal yang jelas!" ucap Iida yang kesal itu dengan tegas padanya. "Mineta kEcilku memang sudah kriminal!" ucap Mineta sambil menyobek kertas yang tertempel di dinding.


"B*** ideal\, (Y/n)! Dada *****k\, Yaoyorozu! Pinggang ramping\, Ashido! S***** melayang punya\, Hagakure! Tubuh indah\, Uraraka! Dada mencengangkan punya\, Asui!" ucapan mineta yang kini sudah penuh dengan air liur itu tertusuk oleh telinga jirou yang dikombinasikan dengan cahaya kecil yang yang tajam milik (y/n).  Kemudian Mineta memekik kesakitan karena itu...


"Earphone Jack dan cahaya milik Jirou-san dan (y/n)-san! Kombinasi brutal antara presisi, kemampuan serangan kejutan sekaligus cahaya yang menyilaukan yang sangat kuat!" kata Midoriya yang kaget dengan serangan itu.


"Oui~! Kalau kau begitu lagi aku akan menambah komposisi cahayanya loh! Kau ini sudah besar! Jangan suka ngintip!" ucap (Y/n) dari sebelah ruangan yang terdengar sampai di ruangan sebelah.


"Trimakasih, (Y/n)-san! Kyoka-san!" ucap Toru kepada mereka berdua. "Nista sekali, ayo cepat kita tutup" ucap Yaomomo dengan tegas. "Biar aku saja yang menutupnya" ucap (Y/n) sambil mengeluarkan quirk pembuat partikelnya. "Baiklah, (y/n)-san! Terimakasih banyak!" jawab Yaomomo kepadanya.


Di sisi lain, Jirou bete karena namanya tidak disebut... 'Hanya aku yang nggak dia sebutin' batinnya. Hal itu membuat (Y/n) menepuk punggungnya, 'Bukankah kau terbebas dari perkataan mesum, Jirou-san?' ucap (y/n) padanya lewat telepati. 'Eh, (Y/n)?' batin Jirou kaget. 'Yap! Jadi abaikan saja!' ucap (y/n) lagi padanya lewat telepati.

__ADS_1


'Entah mengapa suaranya itu sangat lembut dan menenangkanku' batin Jirou sambil melihat ke arah (Y/n). Kemudian (y/n) yang sadar akan tatapannya tersenyum ceria, "Kalau begitu... Jirou-san, bisakah kau menarik earphone jack milikmu? Aku akan menutupi celah ini dengan semen, hehe!" ucap (Y/n) secara blak-blakan.


"Ah baik" ucap Jirou langsung melepaskan efeknya pada Mineta yang langsung jatuh setelah kena serangan itu. Setelah itu mereka sadar akan perkataan (y/n), "Eh... Semen?!" pekik mereka.


"Kebetulan disini ada partikel yang bisa kukreasikan menjadi semen... Jadi, aku akan menutup dinding ini" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Lagipula, kasihan kelas lain jika mereka tidak tahu soal ini" kata (Y/n) merendah.


Karena kasihan (Y/n) memberikan efek healing kepada mata Mineta yang baru tertusuk oleh Jirou, cahaya yang barusan ikutan menusuk itu pun langsung memulihkan efek kejang...


"Eh? Dipulihkan?" gumam Midoriya yang sedikit tercengang. "Baguslah kalau begitu, Mineta-kun! Tapi lain kali kau tidak boleh seperti itu!" balas Iida. Sedangkan Mineta dia sedikit terpesona dengan penyembuhan yang diberikan (y/n), "(Y/N)!?! KAU MEMANG DEWI?!" ucapnya dengan sedikit keras.


Hal itu membuat (Y/n) sedikit tersenyum sembari menutup dindingnya dengan semen instan buatannya. "BERISIK ANGGUR SIALAN!?!" protes Bakugou yang hari ini tidak mau mendengar nama (y/n) keluar dari mulut siapapun itu.


Setelah itu celah itu tertutup dengan sempurna, seolah tidak ada lubang sebelumnya. "Gila keren, ini (y/n) kah yang membuatnya?" ucap Kirishima yang tiba-tiba melihat dinding itu.


"Iya, (y/n)-san yang menutupnya" jawab Sero. Kemudian Bakugou menutup dengan kasar lokernya dan berjalan keluar karena sudah selesai. "Tidakkah kau merasakan amarah Bakugou yang seram?" ucap Kirishima kepada mereka. Tokoyami mengangguk, "Setelah magang dia menjadi lebih emosional dibandingkan sebelumnya" katanya yang ikutan nimbrung.


'Apakah Bakugou dan (Y/n) belum berbaikan sampai sekarang?' batin Todoroki.


'Apa aku harus menanyakan pada (y/n) soal keadaannya? Rasanya setelah dia dihukum oleh Aizawa-sensei, ida terlihat seperti kehilangan sesuatu... Apa itu karena Bakugou? Masa Bakugou mengancamnya? Nggak mungkin kan?' batin Jirou.


"Sudah selesai, yey!" ucap (Y/n) dengan nada ceria. "Wah, rasanya seperti tidak ada celah" ucap Jirou yang terkagum-kagum dengan bakat (Y/n). "Hahaha, biasa aja kok!" ucap (y/n) sambil tersenyum canggung.


Kemudian Jirou kembali terpikirkan hal yang barusan ia pikirkan, "(Y/n)" panggil Jirou. "Hm?" jawab (y/n). "Tak apa... Hanya... Trimakasih dan kerja bagus ya!" ucap Jirou padanya. Kemudian (y/n) mengangguk dengan antusias, "Dont mind! You don't need to say thanks to me, its all for our hapiness right?" ucap (Y/n) sambil tersenyum ceria. "He? Dasar anak pinter! Jelasin artinya dong!" ucap Mina sedikit bete. "Ah, maaf!" ucap (y/n) sambil tertawa. Kemudian yang lainnya pun ikutan tertawa karena obrolan ringan itu.


Kemudian waktu bergulir begitu cepat, bel sekolah berbunyi menandakan jam pulang sekolah. Hal yang berbeda juga terjadi terhadap Bakugou dan (y/n)... Mereka sama sekali tidak bertegur sapa, tidak saling mengejek, ataupun mengajak latihan bersama.


***


Warning buat kalian para peramal, ini adalah kesempatan kalian buat menebak alur:3 //Author baik banget ya keknya, kalau author yang lain mungkin nggak bakal kasih tau kalau ini petunjuk wkwkw


Author Naration P.O.V.


Setelah bel berbunyi, Midoriya pun mendatangi ruangan All Might untuk berbicara. "Permisi!" ucap Midoriya dengan gugup sambil mengetuk pintu. Kemudian dia kaget karena melihat atmosfer ruangan yang begitu tegang karena wajah suram milik All Might. "Sihlakan duduk" ucap All Might padanya. 'Dia kelihatan... Berbeda..' batin Midoriya sambil menelan air ludah dengan kasar.


"Kau sudah melalui banyak hal, ya?" tanya All Might padanya. "Maaf aku tak bisa datang menolong" kata All Might padanya. "Itu... All Might tak perlu minta maaf..." ucap Midoriya sambil menghentikan perkataannya. "Terlebih lagi, eng... Cerita soal One For All itu?" ucap Midoriya dengan ragu-ragu.


"Kudengar pembunuh pahlawan sudah menjilat darahmu, ya?" tanya All Might padanya.


"Oh, iya... Kekuatan miliknya bisa melumpuhkan lawan dengan menjilat darahnya... Lalu kenapa dengan itu?" tanya Midoriya yang penasaran mengapa All Might bertanya seperti itu. "Perkataanku saat memberimu kekuatan, apakah kau mengingatnya?" tanya All Might pada Midoriya. Kemudian Midoriya meniru wajah All Might yang saat itu mengatakan, "Makan ini"


"Bukan! Bukan yang itu! Kubilang bahwa selama diambil DNA-ku apapun bisa"


"J-Jangan-jangan,pembunuh pahlawan sekarang mempunyai One For All?" ucap Midoriya yang kaget dengan badannya yang kini gemetaran. "Ah, nggak kok! Kupikir kau mungkin berpikiran seperti itu... Jadi begitu... Kau benar-benar tidak ingat ya?"  tanya All Might sambil menghela nafas. "One For All tak bisa dikirim pada siapa pun kecuali atas kemauan pembawanya, kekuatan tersebut tak bisa dicuri paksa... Namun bisa dikirim secara paksa, sih... Ini adalah kekuatan yang spesial, benar dan begitulah adanya..."


"One For All berasal dari suatu kekuatan yang ada di masa lampau" ucap All Might padanya. "Kekuatan yang ada di masa lampau?" pertanyaan Midoriya itu kemudian diangguki oleh All Might.


"All... Semua untuk satu orang?" tanya Midoriya padanya dengan sedikit merinding. "Ini di saat kekuatan super pertama kali muncul, sebelum masyarakat menemukan cara menangani perubahan tersebut... Dengan kemunculan kekuatan super, membuat manusia normal hancur begitu saja... Hanya dengan itu, hukum kehilangan maknanya dan kemajuan peradaban terhenti. Benar-benar kerusakan yang nyata" ucap All Might padanya.


"Jika kekuatan super tak pernah muncul manusia mungkin bisa melakukan liburan antar bintang" ucap All Might. "Dulu ada orang penting yang mengatakan itu" ucap Midoriya yang menangggapi tanggapan All Might.


"Benar, selama kekacauan itu ada seseorang yang pertama kali bisa menyatukan semua orang... Kurasa kau juga sudah pernah mendengarnya, dia mencuri kekuatan dari orang lain dan dengan kekuatan besar miliknya dia menyebarkan pengaruhnya... Dia mengumpulkan orang lain dalam sekejap melakukan kejahatan semaunya, dalam sekejap mata dia menjadi pemimpin para penjahat dan menguasai seluruh Jepang"


"Aku seringkali melihat rumor tersebut di internet, tapi... bukankah cuma hoaks? Informasi tersebut tak ada di buku apapun" ucap Midoriya padanya. "Urusan rahasia tak boleh ditaruh di buku, kan? Jika seseorang mendapat kekuatan, mereka akan mencari tempat untuk memakainya... Selain itu, kau tahu kan teman sekelasmu?" lanjut All Might.


Hal itu membuat Midoriya berpikir keras dan menggelengkan kepalanya, "Apa salah satu teman sekelasku berhubungan dengan One For All?" tanya Midoriya pada All Might.


All might mengangguk pelan, "Aku berkata All For One bisa memberi kekuatan pada orang lain, bukan? Dia membuat orang lain percaya atau menyerah padanya dengan memberinya kekuatan. Tapi sebenarnya, ada banyak penerima kekuatan yang tak mampu menahan bebannya dan menjadi boneka hidup yang tak mampu berucap... Sama seperti Nomu" hal itu membuat Midoriya kaget,


"Sementara itu, ada juga kekuatan yang berubah atau bercampur setelah diteruskan... Seperti quirk cahaya yang dimiliki oleh kelompok perempuan Yukami" hal itu membuat Midoriya kaget,


"(Y/n) berhubungan dengan ini semua?" tanyanya seraya tak percaya. "Lebih tepatnya dia dan keluarganya merupakan korban All For One yang diberikan bibit quirk evolusi"


"Sebenarnya All For One mempunyai adik yang tak punya kekuatan, adiknya bertubuh kecil dan mudah sakit, namun memiliki perasaan yang kuat akan keadilan... Dia kesal melihat perbuatan kakaknya jadi dia terus menerus menentangnya, selain dirinya... Sobat karibnya juga menentang keras perbuatan jahat yang dilakukan All For One. Seperti yang aku bilang soal Yukami, pendahulu Yukami merupakan sobat karib si Adik. Kekesalan adiknya itu memuncak disaat sobat karibnya itu ditangkap dan dipasang bibit quirk evolusi, tak hanya itu... Dia bahkan mengasingkan Yukami di pulau terpencil." All Might menghentikan perkataannya,


"Kalau begitu... (Y/n)... Ah maksudku, Yukami berhasil lepas darinya jika melihat hal yang seperti ini terjadi?" tanya Midoriya. "Aku tidak terlalu tahu secara jelas, tapi Yukami sepertinya berhasil keluar dari pulau itu dan hidup bersembunyi... Di saat Nak (Y/n) muncul di muka publik, aku dapat merasakan bahwa kejahatan All For One tak lama lagi akan terungkap dan dia akan tertangkap" ucap All Might dengan serius.


"Sedangkan itu adiknya dipaksakan kekuatan super yang bisa menampung kekuatan. Di saat itu, tak ada yang tahu apakah itu bentuk kebaikannya ataupun hanya pemaksaan agar dia tunduk"


"Jangan-jangan" balas Midoriya sambil menebak akan sesuatu.


"Ya, dia dikira tak punya kekuatan, namun ada sesuatu di dalamnya... Sesuatu yang tak diketahui dirinya sendiri ataupun orang di sekitarnya, dia memiliki kekuatan tak berguna yang bisa meneruskan kekuatan pada orang lain. Kekuatan super yang menampung kekuatan digabung dengan kekuatan super untuk meneruskan kekuatan itulah asal-usul dari One For All" hal itu membuat Midoriya kaget. "Kisah yang ironis sekali, keadilan selalu datang dari kejahatan"


"Hei tunggu, aku mengerti jalan kisah itu... Namun kenapa sekarang kau menceritakan kisah penjahat di masa lampau dan juga soal Yukami?" tanya Midoriya padanya.


"Dia bisa mencuri kekuatan, apapun. Kekuatan yang bisa menghentikan penuaan, kemungkinan dia juga mencuri yang seperti itu, bukan? Lambang kejahatan itu kurang lebih bersifat abadi, dengan kekuatan bertarunga yang kalah jauh dan kondisi masyarakat saat itu. Adik yang terkalahkan berkeputusan untuk mempercayakan kekuatannya pada generasi masa depan, dia percaya walau dia tak bisa menang, jika perlahan-lahan mengolah kekuatan itu, lalu suatu hari, itu menjadi cukup kuat untuk menghentikan kakaknya . Lalu, saat giliranku, akhirnya aku bisa mengalahkannya! Setidaknya itu yang kupikirkan, namun dia tetap bertahan hidup dan mulai bergerak lagi sebagai otak dibalik LOV..."


"Selain itu... Quirk cahaya milik (Y/n) memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan One For All, quirk itu... Bisa diambil secara paksa meskipun pemiliknya tidak mau memberikan quirk itu"


"Itulah mengapa aku selalu merasakan kemiripan quirkku dengan quirk cahaya milik (Y/n), ya?" gumam Midoriya. 'Midoriya-shounen... Kau sudah menyadari hal itu ya?' batin All Might. "Oh iya, All Might... Aku tadi merasakan keanehan disaat jam pertama darimu... Aku seperti merasakan keadaan dimana semuanya berhenti, dan melihat (Y/n) pergi ke arahmu" ucap Midoriya dengan jujur. "Sepertinya hanya aku dan Kacchan yang merasakannya" ucap Midoriya sambil menunduk.


"Apakah benar ada kejadian seperti itu?" tanya All Might padanya. "Aku tidak bohong... Entah itu ilusi atau apa, sepertinya (Y/n)... Ah maksudku kebradaan quirk evolusi Yukami itu benar-benar lebih dibanding yang aku bayangkan" ucap Midoriya sambil mengutarakan isi pikirannya.


"Bagaimanapun perkataanmu itu mungkin ada benarnya... Mungkin itulah alasan mengapa muncul ramalan soal Yukami di generasi ke-12" ucap All Might sambil berdiri dari kursinya dan melihat ke jendela.


"Kalaupun ramalan itu nyata, yang pasti kekuatan itu pada akhirnya membutuhkan Price to Pay yang sangat kuat untuk mengalahkan All For One"


3 R.d. Person P.O.V. //Skipped time : the next day


"Baiklah, pelajarannnya sampai disini saja. Tinggal satu minggu lagi sebelum PAS dimulai, kalian sudah serius belajar, kan? Aku yakin kalian pasti sudah tahu, tapi... Bukan hanya ujian tulis, namun juga ada ujian praktik. Pastikan kalian melatih tubuh dan pikiran juga, itu saja" kemudian Aizawa langsung keluar.

__ADS_1


"Aku belum belajar sama sekali!" ucap Mina yang mencoba membawa santai keadaannya itu.


-Mina (Peringkat PTS 19/20)


"Saat festival olahraga dan magang, aku belum belajar sama sekali!" ucap Kaminari dengan pasrah. -Kaminari (Peringkat PTS 20/20)


"Memang, kegiatan kita tak ada habisnya" ucap Tokoyami kepada Satou. -Tokoyami (Peringkat PTS 14/20) "Lagipula saat PTS, kita baru saja mulai sekolah, jadi nggak terlalu berpengaruh" balas Satou padanya. "Jadi aku tak terlalu serius dengan itu, tapi dengan kegiatan yang tak ada hentinya UAS pasti akan berbeda" lanjut Satou pada Tokoyami. -Satou (Peringkat PTS 12/20)


"Dengan adanya ujian praktik, pasti jadi tambah sulit ya..." pamer Mineta kepada Mina dan Kaminari. - Mineta (Peringkat PTS 9/20)


"Peringkat 9 saat UTS?!" pekik mereka berdua. "Padahal kukira kau salah satu dari kami!" protes Mina pada Mineta. "Seharusnya orang sepertimu itu goblok! Siapa saja yang mungkin benci ini?" balas Kaminari.


"Seluruh dunia, mungkin" ucap Mineta sambil meninggikan dirinya. "Ashido-san, Kaminari-kun! M-mari berjuang, kita semua ingin pemusatan latiha, kan?" -Midoriya (Peringkat PTS 5/20).


"Iya! Sebagai ketua kelas, aku harap kalian juga bersungguh-sungguh!" -Iida (Peringkat PTS 4/20)


"Jika saja kalian memperhatikan pelajaran, kemungkinan tidak lulus sangatlah kecil, bukan?" -Todoroki (Peringkat PTS 6/20)


"Jaga omongan kalian!" ucap Kaminari sambil memegangi dadanya. "Tak apa kok, kalian pasti bisa! Aku percaya itu!" ucap (Y/n) sambil menepuk pundak Kaminari tanda ia percaya padanya. "Bagaimanapun, sekarang aku sangat mengapresiasi kalian yang masih mau berjuang keras" - Y/n (Peringkat PTS 2/20).


Hal itu membuat Mina dan juga Kaminari terhibur, "(Y/n) kalau kamu mau jadi pacarku aku pasti berusaha keras deh!" ucap Kaminari dengan mode playboynya. Kemudian (Y/n) hanya bisa tertawa canggung karena itu, "Terimakasih atas perhatiannya" balas (y/n).


'Jawaban yang sama sekali tidak nyambung sialan! Bagaimanapun kau menolaknya pasti karena si bocah kelas B, kan?' -Bakugou (Peringkat PTS 3/20).


'TAPI KENAPA NILAINYA BISA LEBIH BAGUS DARIKU?! KALAU BEGITU AKU SAAT ITU TAK USAH MENGAJARKANNYA KIMIA ATAUPUN FISIKA?!'


"Hei kalian berdua, mungkin aku bisa membantu kalau masalah pelajaran" ucap Yaomomo menawarkan diri. "Yao-momo!" ucap Kaminari dan Mina secara berbarengan. "Tapi, aku ggak bisa bantu soal ujian praktik, sih..." ucap Yaomomo sambil menatap ke bawah. "Jangan khawatir, aku juga mau ikut bantu kok!" ucap (y/n) dengan antusias. "Baik itu pelajaran ataupun praktik aku mau bantu dong!" seketika aura ceria (y/n) itu membuat Yaomomo ikutan terharu karena (Y/n) tergolong anak yang bagus dalam ujian praktik. "M-hm ! Boleh (y/n)! Terimakasih banyak ya!" ucap Yaomomo sambil trsenyum padanya.


"Aku bukan mereka berdua, tapi apa aku boleh ikut?" tanya Jiro dengan ragu kepada (Y/n) dan Yaomomo. "Aku agak kesulitan dengan persamaan kuadrat..." lanjutnya. "Eh?" tanya Yaomomo.


"Maaf, aku juga! Yaoyorozu, (Y/n), apa kau paham Sastra Jepang Klasik?" tanya Sero sambil memohon kepada mereka berdua. "Aku mau gabung juga, deh... Ada banyak hal yang tidak kumengerti..."


"Kami Mohon!" ucap mereka bertiga secara bersamaan. Hal itu membuat Yaomomo dan (Y/n) terharu, "Yosh! Ayo, Yaomomo kita belajar bareng!" ajak (Y/n) sambil tersenyum ceria. Yaomomo kemudian langsung berdiri dari kursinya dan mengangkat kedua tangannya, "Tentu saja!" kemudian yang lainnya senang karena Yaomomo dan (Y/n) mau mengajari mereka. "Kalau begitu, mari belajar bareng di rumahku akhir pekan ini!" putus Yaomomo. "Serius?! Aku sudah nggak sabar lihat rumahmu!" ucap Mina dengan ceria kepada Yaomomo.


"He? Yaomomo, apa itu tak apa?" tanya (Y/n) dengan perasaaan sedikit tak enak. "He~ Mulai lagi nih anak!" goda Mina sambil menyikut (Y/n). "Hehe" ucap (Y/n) sambil tertawa canggung.


"Itu sama sekali tak apa (y/n)-san! Bagaimanapun kau juga harus tahu rumahku! Kalau begitu, aku harus bilang ibu untuk membuka aulanya!" putus Yaomomo lagi dengan girang. 'Aula?!' batin Kaminari dan Jirou. "Teman-teman, teh apa yang kalian sukai?" tanya Yaomomo. 'Teh?!' batin Ojirou dan Sero yang langsung tersentak.


*Fyi : Berhubungan dengan teh author mau jelasin lagi lewat bahasa jepang yey:3 Kalau ngomongin teh di jepang, bagi minna-san yang nggak tau... Orang jepang bedain bahasanya jadi dua... 'Koucha' sama 'Ocha', bedanya apa thor? Bedanya tuh gini... 'Ocha' itu untuk teh hijau alias matcha... Tapi kalau 'Koucha' artinya itu teh yang udah berbagai macam rasa, kyk jasmine, dll... Okay pelajarannya itu aja ya wkwkw (Lumayan kan pas baca fanfic ada pengetahuan?:v//plak).


"Di rumah, kami biasanya pakai Harrod atau Wedgwood, jadi kalau kalian mau memilih, bilang saja! Tentu saja, percayakan padaku soal pelajarannya! Aku pasti akan menunjukkan bahwa aku bisa membantu!" ucap Yaomomo dengan antusias. 'Kayaknya dia menamparku dengan perbedaan besar dalm hidup kami, tapi keuletannya terlihat sangat manis sampai-sampai aku tak peduli lagi' batin yang lainnya terkecuali (y/n). 'Yaomomo dia benar-benar bersemangat, aku pun jadi ingin membantunya' batin (y/n). "Apaan tadi? Harry? Bolehlah" jawab Kaminari. "Harrod, ya?" tanya Yaomomo. "Apapun yang Yaomomo suka dan Yaomomo tahu, itu boleh kok" ucap (Y/n) sambil tersenyum padanya.


"Lihatlah kebalikannya" ejek Kirishima. "AKU JUGA BISA! MAU KUAJARI SAMPAI MAMPUS HAH?!" protes Bakugou. "Ya, pokoknya tolong ya!" ucap Kirishima padanya. "Tapi, Bakugou... Bukankah kau terlalu memberi jarak dengan (y/n)? Kau tidak mengajaknya belajar? Terlebih dia-" ucapan Kirishima itu dipotong oleh Bakugou. "DIAM SIALAN!?! AKU NGGAK PUNYA HUBUNGAN LAGI DENGAN SI GADIS BODOH! KENAPA KAU SUKA IKUT CAMPUR URUSAN ORANG SIH?!" hal itu membuat anak-anak yang di kelas menatap ke arah Bakugou dan (Y/n),


"(Y/n) serius? Ternyata kau-?"


"He? Kenapa kalian begitu?"


'Habislah sudah... Mereka semua tahu kalau hubungan kami tidak sebik dulu\,' batin (Y/n) yang sekarang masih mengontrol wajahnya. "HOI! DENGAR! AKU DAN GADISBODOH BUKANLAH SIAPA-SIAPA LAGI!?! MAU KALIAN BAHAS HUBUNGAN ASMARA\, INT**\, ATAU APAPUN ITU AKU TIDAK PEDULI! DIA SEKARANG HANYALAH PEREMPUAN PENGGODA PRIA ALIAS ***** ATAU APAPUN ITU!"


(Y/n) P.O.V.


Aku tak percaya, kalau dia sekarang berani mengata-ngati ku di depan publik... Walau dia memang sering mengejekku, tapi... Sekarang ejekan itu sudah memiliki feel yang berbeda...


"DENGAR GADIS BODOH?! KAU HANYA BISA MEMANIPULASI DUNIA DENGAN APA YANG KAU BISA DI DEPAN?! KENAPA ORANG TIDAK BERGUNA HARUS MUNCUL DI HADAPANKU?! KELUARGA YUKAMI ATAU APAPUN ITU ADALAH YANG TERBURUK! DAN LAGI KENAPA KAU TERUS MUNCUL DI KEPALAKU?! KAU ITU MEMANG GILA KAN?! KAU ITU MEMANG ***** YANG LICIK SIALAN!"


3 R.d. Person P.O.V.


"(Y/n)? Kau tak apa?" tanya Uraraka yang melihat (Y/n) menundukkan kepala. "Hoi, Bakugou-kun! Kau tak boleh menyumpahi orang seperti itu!" protes Iida. "BERISIK MATA EMPAT! AKU HANYA MENGATAKAN KEBENARAN SIALAN?! DIA ITU HANYALAH IBLIS JAHAT YANG MEMAKAN PERHATIAN LAKI-LAKI! DIA ITU TIDAK BERGUNA! DIA DIAM-DIAM DATANG DAN MENGAMBIL SEMUA BAGIAN ORANG SIALAN?!"


"Bakubro! Sudah hentikan!" bela Kirishima. "Kau ini kenapa\, bro? Apa maksudmu mengatakan (Y/n) sebagai *****? (Y/n) bukanlah orang yang sepe" ucapan Kaminari terpotong oleh Bakugou yang marah besar.


"ITU BUKTINYA KALIAN JUGA TERMANIPULASI SIALAN!?! KALIAN TIDAK SADAR HAH?! (Y/N) (T/N) (R/N) ATAU SIAPAPUN ITU- DIA ITU MENGAMBIL POSISI KALIAN YANG SEHARUSNYA DIATAS SIALAN!?!" hal itu membuat semua kelas menatap ke arah (y/n).


"Woi, woi, woi! ada apa disini? Ah.. Masalah si gadis primadona kan?" ucap Monoma yang tiba-tiba muncul.


"Dia itu memang anak villain yang pernah ditangkap! Maka dari itu dia menyamar jadi orang biasa!" ucap Monoma dengan wajah liciknya itu.


"(Y/n)?! Omae-?!"


'Salah... Aku tidak seperti itu' batin (Y/n). Keadaan mulai menanyakan kebenaran,


Ada apa dengan situasi ini? Apa aku harus kabur dari keadaan? - (Y/n)


-T.B.C. To Be Contunied~


Halo gais~ Gimana kabar kalian?:3


Oke aku mau ngasih pengumuman kalau... Aku mulai agak kesulitan dalam ngatur waktu buat cerita di dua buku... Karena aku masih punya utang cerita I'm Promised... Jadi kyknya, aku bakal ngadain penyusutan jumlah kata jadi kurang lebih 1000-2000, apa itu tak apa? Soalnya... Jangka waktu ngetik sepanjang ini butuh sekitar 4 jam karena 4000 words... Terkecuali kalau aku mau nyicil 4 hari, jadi setiap 4 hari up...


Tapi sepertinya aku bakal ngatur2 lagi jadwal biar bisa tetep update ya^^


In the end aku berterimakasih banget kepada kalian para readers setia yang mau baca^^


Kalau ada pengumuman atau sebagainya, aku bakal umumin langsung deh^^~ Kalau begitu sampe chap selanjutnya bai2~:3


//Kalau ada pertanyaan atau apapun itu bisa kalian tanyain di komen ya:3


//Kalau mau spoiler sihlakan tanya ke saya atau kaum peramal ya wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2