
3 R.d. Person P.O.V.
Di pagi hari menuju siang itu, cahaya matahri yang sempurna melewati jendela. Sehingga kecantikan (y/n) itu sedikit menampakkan aura elegan saat dilihat dari kesan pertama, 'Gadis itu siapa? Apakah itu keponakannya? Aku baru pertama kali melihat perempuan secantik itu selain- HAH?!'
"HOI KENAPA KAU DISINI CAHAYA SIALAN?!" kata Bakugou dengan spontan hal itu membuatnya lupa dengan alasan mengapa dia tidak teriak-teriak sedari tadi. "He? Bakugou-kun?" tanya (y/n) yang sedikit tersentak karena keberadaan Bakugou itu.
Bakugou P.O.V.
Sialan- KENAPA DIA PAKAI BAJU SEPERTI ITU SIALAN?! "KAMU ITU STALKER YA?! SAMPAI MENGIKUTIKU KEMANA-MANA HAH?!"
"Hah? Ngikutin? Ini rumah Oba-san ku kok..." Hah? Oba-san? "HAH?! KAU KEPONAKANNYA?!"
"Iya, kau kenal Oba-san?" tanyanya kepadaku. Sialan... AKU MASIH TAK TAHAN MELIHATNYA DENGAN BAJU ITU SIALAN!?! "GAK PEDULI! CEPAT GANTI BAJU SIALAN!?!"
3 R.d. Person P.O.V.
"Aku tak bisa menggantinya, heh! Kan ini merupakan adat yang harus dipatuhi jika ingin melaksanakan Cha no yu, Bakugou!" ucap (y/n) sambil berusaha menahan tawanya. Kemudian Bakugou menghela nafas san berusaha mengendalikan dirinya karena ingat ancaman Ibunya itu.
Setelah itu dia berdecih dan melihat ke arah bantal yang disiapkan di sebelah (y/n) agar tamu dapat duduk. 'Jujur, aku agak tak mau duduk formal seperti itu... ITU MEMBUAT KAKIKU SAKIT SIALAN!' batinnya.
'Apa aku tunggu saja ya?' batin Bakugou lagi. Kemudian Bakugou yang berdiri di depan pintu itu, membuat Oba-san yang baru datang bingung karena Bakugou yang masih berdiri.
"Eh, sihlakan duduk Katsuki!" ucapnya kepada Bakugou. Hal itu membuat Bakugou mengangguk, dan duduk di sebelah (y/n).
"Sepertinya tadi aku mendengar suara orang ribut, apa kalian barusan ribut?" tanyanya kepada mereka berdua.
(Y/n) P.O.V.
"Sepertinya tadi aku mendengar suara orang ribut, apa kalian barusan ribut?" tanya Obaa-san kepada kami.
Aku pandangi wajah Bakugou secara sekilas, dia ini ternyata bisa bersikap sopan seperti ini ya? Apa ada faktor penghambat sehingga bisa membuat dia seperti ini?
"Saya minta maaf atas kelancangan kami disini, Oba-san!" ucapku sambil melakukan dogeza.
Fyi : Dogeza adalah cara meminta maaf orang jepang yang dilakukan dengan cara berlutut di tanah dan membungkuk sepenuhnya (buat lebih jelasnya kalian bisa research ya).
3 R.d. Person P.O.V.
'Anak ini FORMAL-FORMAL AMAT?!' batin Bakugou yang salah tingkah.
Kemudian tanpa berpikir panjang, Bakugou pun ikut-ikutan melakukannya. Tetapi sebelum mencapai tanah, "Eh, tak usah begitu kalian berdua?! Itu sama sekali tidak apa-apa!" ucapnya tidak enak.
Hal itu membuat Bakugou bernafas lega, "Ah kalau begitu maafkan kami ya, Oba-san" ucap (Y/n) sambil mengembalikan posisi badannya ke posisi duduk yang semula.
"Iee~! Lagipula ini bukan upacara minum teh secara formal banget kok!" katanya sambil tertawa kecil.
'Jika dipikir-pikir lagi mereka berdua sepertinya memang keponakan... Tingkahnya itu sama sekali, sialan!' batin Bakugou sambil menganalisis keadaan.
"Kalau begitu mari kita mulai?" tanya Obaa-san kepada mereka. Kemudian (Y/n) mengangguk, sedangkan Bakugou dia hanya bisa mengedipkan kedua matanya secara bersamaan tanda setuju.
'Sial, nenek tua gila... Aku jadi terhambat di situasi semiformal yang gila ini kan?!' batin Bakugou.
(Y/n) P.O.V.
"Kalian satu sekolah ya?" tanya Oba-san pada kami. "Iya benar, ba-san" ucapku padanya sambil tersenyum.
"Kalian satu kelas?" tanyanya. "ya" jawab Bakugou-kun secara langsung.
Sekarang yang ingin kutanyakan adalah... Apa dia ini benar Bakugou-kun yng aku kenal?
Bakugou P.O.V.
Apa ini hanya perasaanku saja? Sepertinya si gadis bodoh ini tak terbiasa dengan sikapku yang begini...
AH SUDAHLAH BODO AMAT!?!
Author Naration P.O.V.
Kemudian acara itu berjalan ke arah yang casual dan sederhana. Sampai pada akhirnya Bakugou meminta izin untuk duduk bersila karena dia tidak terbiasa duduk formal seperti itu.
Tetapi bagi (Y/n) dan tuan rumah, itu sama sekali tak apa karena mereka memakluminya.
Memang... (Y/n) dan si tuan rumah ini memiliki sifat yang sama... Yakni dapat memaklumi sikap Bakugou yang sedikit buruk itu.
__ADS_1
Selain itu, sebenarnya (Y/n) sudah mengatakan sebelumnya bahwa ia memiliki teman yang berambisi dan sedikit kasar kepadanya. Dan untungnya si tuan rumah peka dengan apa yang dimaksudkan oleh (Y/n)...
Namun, yang membuat Tuan rumah salut adalah... Tentu saja Bakugou memiliki sifat yang buruk,
'Aku bisa mengapresiasi tingkahnya itu yang berbiacara tenang kepada orang yang lebih tua, tapi sepertinya... Kalau sama (Y/n) dan anak-anak sebayanya dia sudah terbiasa untuk berkata-kata kasar dan berbicara semaunya' batin si tuan rumah.
"JANGAN LIAT-LIAT AKU TERUS, CAHAYA BODOH!?!" ucap Bakugou yang salah tingkah karena pandangan (Y/n) yang terus menatap kepadanya sejak 5 detik yang lalu.
"He? Padahal baru saja ku ingin memujimu karena bersikap tenang" ejek (Y/n).
"AKU INI SELALU TENANG! SI-" kemudian Bakugou menghentikan dirinya yang ingin mengatakan sialan.
'Memang ya... Masa muda itu menyenangkan' batin Oba-san sambil membersihkan gelas teh dengan lap.
(Y/n) P.O.V.
"Terimakasih banyak karena sudah melayani kami berdua Oba-san" ucapku sambil membungkuk setelah memakai alas kaki.
"Sama-sama" ucap Oba-san sambil ikutan membungkuk. "Tapi, kalian terlihat cocok... Apa kalian tidak pacaran?" goda Oba-san.
Eh?
3 R.d. Person P.O.V.
"NGGAK! KAMI NGGAK PACARAN!" tolak mereka berdua secara bersamaan dengan nada yang berbeda.
'Hoo?' batin Oba-san sambil mengeluarkan sedikit tekad untuk mencomblangi mereka.
"Eh, maksudku... Oba-san, saat ini kita ingin fokus untuk mencapai karir kami masing-masing... Karena itu kami rasa kami juga tak memiliki perasaan lain selain berteman?" kata (Y/n).
Bakugou sedikit tersentak dengan perkataannya, tetapi dia sama sekali tidak terlihat seperti kecewa dari luar karena dia menyembunyikan ekspresinya.
'Memangnya dia gak peka kalau dia ngomong kyk gitu bakal ngehancurin perasaan lawan jenis?' kata Oba-san dalam hatinya.
'Yasudahlah ini kan keputusan mereka, lagipula sepertinya mereka lebih berpikir ke arah masa depan dibanding asmara' katanya lagi dalam hatinya. "Baiklah, oh iya Katsuki... Ini barang Mitsuki ya" ucapnya sambil memberikan kotak kepada Bakugou.
Kemudian dia mengambilnya, "Maaf kalau menjebakmu disini ya" ucapnya lagi kepada Bakugou. Bakugou yang sudah tidak bisa menahan emosinya itu mengernyitkan keningnya, tetapi (Y/n) yang gesit membaca situasi itu langsung menghalau Bakugou marah.
"Ah kalau gitu kami pulang dulu ya, Oba-san! Terimakasih atas hidangan tehnya!" ucap (Y/n) sambil membungkuk dan langsung mendorong Bakugou keluar.
"Sut ah!" halau (Y/n) lagi. "Hahaha, Baiklah~! Datang lagi kalau kalian mau ya!" ucapnya sambil ikutan keluar pintu.
(Y/n) mengangguk sedangkan Bakugou masih protes karena keadaan itu.
***
(Y/n) P.O.V.
Aku pun berjalan bersebelahan dengannya, setelah Bakugou tadi protes karena aku mendorongnya keluar... Akhirnya kami terdiam tanpa topik, eh tapi... Sepertinya aku lupa sesuatu...
Kemudian aku berhenti untuk mengecek diri dan berpikir sebentar...
Nah loh... Aku ketinggalan payung!?!
"KAU KENAPA DIAM HAH?! KUTINGGAL YA?!" protesnya padaku.
"Ah... Kalau begitu kau pulang saja, Bakugou! Aku sama sekali tak apa kok, lagipula aku sepertinya ketinggalan payung! Karena kalau aku balik kemungkinan ku akan bicara lagi dengan oba-san atau mungkin langsung pulang" jelasku padanya.
"Tch, terserah" katanya yang kemudian berbalik dan pulang.
Sedangkan, aku mengambil jalan balik untuk ke rumahnya... Baru saja berjalan beberapa langkah, aku kehilangan keseimbangan karena terlalu terburu-buru...
Tep!
Eh? Siapa?
3 R.d. Person P.O.V.
'Baku-? Eh-?' (y/n) terhenti saat melihat seorang dengan rambut pirang memegang perutnya dengan satu tangan agar tidak jatuh.
"Woah-woah! Apa kau tak apa?" tanyanya sambil memasang senyum yang sedikit menyebalkan.
"Ah, maaf" ucap (Y/n) sambil membetulkan posisinya. "Terimakasih sudah membantuku, Monoma-kun" kata (Y/n) padanya sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
"Kenapa kau ada disini?" sambung (Y/n) dengan sedikit bingung.
"Itu sama sekali tak berhubungan dengan ini kan?" kata Monoma sambil berusaha untuk mengganti topik.
"Ah, iya..." kata (y/n) dengan canggung. 'Mungkin maksudnya itu agar aku nggak kepo ya? Hahaha' batin (Y/n).
"Apa kau tahu, kalau temanmu itu seorang pembully?" ucap Monoma secara langsung kepada (Y/n).
"Maaf?" ucap (Y/n) sambil memasang senyum ramah. "Kau ini polos banget apa gimana ya? Ah... Maksudku si monster ledakan itu loh" katanya langsung to the point.
Bakugou P.O.V.
Apa seharusnya aku balik lagi ya? Tapi dia ingin aku pulang terlebih dahulu kan? Tapi... Bajunya yang ribet gitu mana bisa, Sialan!
Hah? Siapa?
"Kau ini polos banget apa gimana ya? Ah... Maksudku si monster ledakan itu loh"
HAH?!
3 R.d. Person P.O.V.
Kemudian, Bakugou pun melihat dari belakang... Dan mulai mencuri-curi dengar apa yang dikatakan monoma kepada (Y/n).
"Memangnya kau mau berteman dengan seorang pembully?! Karena kalau aku dengar-dengar sih... Si Monster ledakan itu suka membully orang yang tidak punya quirk loh!"
"Kalau orang yang tidak punya quirk saja dibully... Bagaimana dengan kau?"
"Aku ini peduli padamu... Lebih baik, jangan berteman dengan dia yang seorang pembully... Karena nantinya itu malah merugikan kamu... Lebih baik menghindar... Daripada Kau berteman dengannya, Hahaha!"
"Bagaimana? Apakah kau menyetujuinya atau kau masih mau berteman dengannya?" ucap Monoma sambil memasang senyum liciknya itu.
'Kenapa dia selalu mengurusi hubungan ku dengan Bakugou, sih?!' batin (Y/n) dengan kesal.
"Aku tak mengerti apa yang kau katakan... Bisakah kau mengulanginya lagi?" ucap (Y/n) sambil tersenyum ramah.
"Hah? Apa kau bercanda?" tanya Monoma kepada (Y/n). "Aku tidak bercanda" kata (Y/n) dengan senyum ramahnya itu.
Kemudian Monoma tertawa keras, "Kau ini lucu juga, apa yang harus aku lakukan padamu?"
//Di sisi lain : Bakugou P.O.V.
Anak gila dari kelas B itu... Tapi... Kenapa rasanya dia terus-terusan mendekati gadis bodoh itu ya?
"Kalau begitu, kau tak perlu mengulang lagi"
"Walau Bakugou dulunya seorang pembully, aku tak peduli! Karena aku punya quirk kuat yang melindungiku! Di samping itu... Aku percaya semua orang dapat berubah, karena itu terimakasih atas perhatiannya dan ijin pamit"
Sialan...
Mengapa gadis bodoh itu selalu melakukan banyak hal untukku? Sialan... Bukankah ini adalah waktu yang tepat untukku agar menghindar?
Sialan, aku ini sepertinya sudah termakan umpan darinya...
Apa jangan-jangan, semua ini hanyalah umpan yang direncanakannya? Lalu apa tujuannya membantuku? Apa dia ingin menjatuhkanku suatu hari nanti?
Sialan!
Seharusnya aku tidak mendengarkan...
Tidak- Seharusnya aku tidak mengenal dan tidak mendekati, Gadis bodoh yang haus akan perhatian itu...
Lebih baik aku tidak mendekatinya...
Semakin aku mendekatinya, dia akan mengambil semua hal dan menjatuhkanku, sialan!?!
DASAR GADIS GILA!!?! Takkan kubiarkan dia menggodaku hanya untuk itu, dia itu memang licik dibanding yang kukira...
Lagipula jika dipikir-pikir lagi, kenapa aku dan dia selalu bertemu di setiap tempat? Bukankah hal itu disengaja olehnya?
Sialan...!
-T.B.C. To Be Contunied~
__ADS_1
Yo~ Jangan lupa like^3^