Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 29 - Their own way


__ADS_3

3 R.d. Person P.O.V.


Plak! Sebuah tamparan keras mengenai pipi Bakugou dengan sangat keras, hal itu membuat Bakugou melepas cengkramannya... "SUDAH CUKUP!?! AKU JUGA TAK MAU BERTEMAN DENGANMU JIKA AKU TAHU KAU MEMILIKI SIFAT YANG SEPERTI INI!?!" teriak (Y/n) padanya. Tentu saja hal itu membuat Bakugou kaget, "KENAPA KAU MENAMPARKU SIALAN!?!" protes Bakugou padanya.


"Sialan?.... Sebenarnya sudah berapa kali kau tidak menghormatiku?! APA AKU INI SALAH!?!" hal itu membuat Bakugou terhenti.


"Semakin kesini aku semakin sadar, kalau kau itu benar-benar egois! Aku tak suka denganmu!" ucap (Y/n) dengan matanya yang berkaca-kaca. "Bukanlah aku yang menyebabkan ini semua... Tapi kau! Aku terlalu lelah untuk bicara dengan dirimu yang dongkol itu! Kau kira cuma kau yang bisa meremehkan dan mengejekku?! AKU JUGA BISA, kau tahu apa hah?" tanya (Y/n) yang mulai menangis.


"Kau selalu saja menganggap dirimu yang serba bisa... Menganggap aku sebagai tantangan... Lalu? Kau juga buaya! Kau telah memainkan hatiku dengan cuma-cuma kau tahu itu?! KAU ITU PHP! DASAR COWOK GAK JELAS!?! AKU INI JADI TIDAK BERKEMBANG KARENA KAU!" kata (Y/n) yang emosinya meledak itu. Hal itu membuat Bakugou terdiam, "Aku akan pergi jauh-jauh darimu... Aku benci padamu!" ucap (Y/n) yang kemudian berlari.


"H-hoi! (Y/n)?!" itu merupakan kali pertama Bakugou memanggil (Y/n) dengan namanya. Namun (Y/n) yang tidak peduli itu kabur dan bertekad untuk tidak muncul di hadapan Bakugou lagi.


Author Naration P.O.V.


'Apa aku terlalu kasar padanya?' batin (Y/n). Sedangkan Bakugou dia hanya bisa terdiam dan mencerna apa yang barusan ia lakukan.


Setelah itu (Y/n) menghapus air matanya dan mengontrol perasaannya. Untuk mengontrol perasaannya dia dapat mengisolasi hormon dalam dirinya... Karena itu jangan heran mengapa dia bisa menahan tangis dan perasaan... Meskipun terkadang dia kelepasan karena sudah tidak tahan untuk mengontrolnya... Dia selalu merasa gagal jika tidak berhasil mengontrol perasaannya. Tentu saja hal ini berdasar dari sikapnya yang idealis.


Seperti yang kita ketahui, masa SMA merupakan masa transisi dari masa Remaja menuju dewasa muda. Tentu saja hal ini membuat (Y/n) bingung dengan tanggung jawabnya, jati dirinya, dan juga keadaan keluarganya yang saat ini baru ia ketahui. Setelah itu (Y/n) menyatukan dirinya dengan energi sekaligus informasi yang didapatkan dari klon-klonnya yang selesai mengerjakan tugas darinya.


Apakah kalian tahu dimana tubuh asli (Y/n)? Sebenarnya tubuh asli atau diri asli (Y/n) ialah yang barusan menguji Midoriya dan Bakugou, tentu saja ide ini berasal dari Aizawa yang menyuruh (Y/n) yang asli untuk menguji mereka berdua.


Kemudian (Y/n) keluar dari ruangan ujian dan tersenyum kepada teman-temannya itu. "(Y/n)!" panggil teman-temannya itu padanya. "Halo, teman-teman!" kata (Y/n) pada mereka dengan senyum cerianya itu.


"(Y/n) sudahkah kau merangkum hasilnya?" tanya Aizawa pada (Y/n). "Ah.. Hai'k sensei! Saya akan menuliskannya!" ucap (Y/n) yang kemudian membentuk kertas, papan dada, dan pulpen.


Hal itu tentu saja membuat anak-anak kelas 1-A sedikit kaget karena (Y/n) yang sekarang sudah mulai berani mengeluarkan quirknya untuk dipakai di kehidupan sehari-hari. Ya sebenarnya (Y/n) yang dulu pun begitu, tetapi entah mengapa (Y/n) yang sekarang jadi lebih berani dalam menggunakan quirknya dan tidak takut kambuh.


"Eto... sebentar" kemudian (y/n) menulis nilai yang didapat dari teman-temannya itu. Karena ingin mempercepat waktu (Y/n) memberhentikan waktu sebentar dan menuliskan semuanya dengan rapih... Setelah selesai menulis dia kini langsung mengembalikan waktunya dan memberikan kepada Aizawa.


Aizawa yang peka itu pun langsung menyadari (Y/n) yang barusan menggunakan quirknya, namun dia tidak peduli... "Baik, terimakasih (Y/n)" ucap Aizawa.


"Dengan begini... Kalian semua lulus ujian Praktik" lanjut Aizawa. "Eh?!" ucap mereka bersamaan. "(Y/n), arigatou!" ucap Mina dengan girang. "Iya, aku juga berterimakasih padamu (Y/n)-chan, gero!" lanjut Tzuyu. "Jangan berterimakasih padaku, teman-teman! Ini semua karena kalian yang mau berusaha" ucap (Y/n) yang kini mengatakan hal yang sebenarnya.


"Iya, (Y/n) hanyalah mengukur seberapa besar kemampuan yang kalian keluarkan... Jadi sebenarnya, walau kalian kalah di tempat karena (Y/n)... (Y/n) juga mengukur seberapa besar kekuatan kalian menggunakan tolak ukur quirknya" jelas Aizawa.


"He?!" ucap mereka dengan kaget. (Y/n) tersenyum manis di depan mereka, "Karena itu terimakasih karena sudah berjuang sampai sini! Kalian benar-benar hebat! Aku benar-benar bangga memiliki teman sekelas seperti kalian semua!" ucap (Y/n) dengan ceria.


Seketika mereka semua langsung terhibur dengan perkataan (Y/n), "Yosh! Kalau begitu ujian kalian sudah selesai" ucap (Y/n) sambil menyemangati mereka. "Yatta!"


"Tunggu sebentar, dimana Bakugou?" ucap Aizawa sambil melihat sekitar. Hal itu membuat (Y/n) sedikit tersentak, 'Apa kacchan dan (Y/n) baik-baik saja? Sepertinya mereka tidak terlihat begitu' batin Midoriya yang kembali mengingat kejadian saat (Y/n) diseret oleh Bakugou. "Oskare sama!" ucap Nezu yang mendatangi mereka.


"Kepala sekolah?!" pekik mereka dengan kaget terkecuali Aizawa dan (Y/n). "Halo! Kudengar kalian semua lulus ya?" tanya Nezu. (Y/n) menganggukan kepalanya, "Yukatta ne! Kalau begitu (Y/n) bisakah kau pergi ke angkatan selanjutnya untuk menguji mereka?" tanya Nezu pada (Y/n). "Oh... Hai'k!" balas (Y/n) dengan mantap.


"Aku pergi dulu ya, teman-teman! Terimakasih banyak atas kerja keras kalian!" ucap (Y/n) sambil membungkukkan badannya. Kemudian satu kelas membalas bungkukan (Y/n) karena terbawa sesuasana, "Semangat, (Y/n)!" teriak Mina padanya. "Semangat, (Y/n)-san!" "Semangat!"


(Y/n) tersenyum manis sekali lagi, "Terimakasih!" kemudian (Y/n) berpikir sejenak...


"Titipkan ucapan terimakasih karena sudah bekerja keras ke Bakugou, ya! Trimakasih minna!" ucap (Y/n) yang kini masih menyembunyikan keadaan yang sebenarnya. Karena baginya, meskipun dia masih ribut dengan seseorang... Dia harus tetap menyapa dan berbuat baik kepada orang yang menyakitinya, karena itu  (Y/n) menganggap itu sebagai bentuk kesopanan sekaligus permintaan maaf secara tak langsung atas tamparan barusan.


Setelah itu (Y/n) pun pergi untuk menguji angkatan yang lainnya.


3 R.d. Person P.O.V. // Saat Bakugou datang


"Yo, bro!" sapa Kirishima padanya. Namun karena banyak pikiran, Bakugou sama sekali tidak memperhatikan perkataan Kirishima. "He? Dingin banget! Ada masalah apa nih?" goda Kirishima. "Berisik!" ucapnya dengan nada biasa. "Oh iya bro, kita semua lulus ujian praktik loh!" Bakugou membulatkan matanya karena kaget.


"Apa maksudnya lulus hah?! Bukankah banyak yang gagal di ujian praktik?" tanya Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. Kemudian Iida ikutan nimbrung pembicaraan, "Itu karena (Y/n) mengambil nilai dari seberapa besar quirk yang kita keluarkan dan gunakan, dan jika tadi ada yang berhasil mengelabui (Y/n) maka itu adalah nilai bonus" ucap Iida kepadanya.


"DIAM KAU MATA EMPAT?! KAU BOHONG KAN?!" Iida langsung menggelengkan kepalanya. "Oh iya, bro! Kau dapat titipan ucapan trimakasih dari (Y/n) loh!" ucap Kaminari juga yang ikutan nimbrung.


'Apa maksudnya sialan?!' batin Bakugou yang kini sedang mencerna semuanya.


Bakugou P.O.V.


"Sialan?.... Sebenarnya sudah berapa kali kau tidak menghormatiku?! APA AKU INI SALAH!?!"


"Bukanlah aku yang menyebabkan ini semua... Tapi kau! Aku terlalu lelah untuk bicara dengan dirimu yang dongkol itu! Kau kira cuma kau yang bisa meremehkan dan mengejekku?! AKU JUGA BISA, kau tahu apa hah?"


"Aku benci padamu!"

__ADS_1


Sialan... Kenapa aku jadi merasa bersalah padanya?


Speed Story P.O.V.


Detik berganti menit, menit berganti jam... Jam berganti hari, dan hari berganti minggu... Waktu memang sangat tidak terasa, karena waktu yang sudah berjalan cukup lama... (Y/n) berhasil keluar dari rasa bersalahnya sekaligus kabur dari masalahnya dengan Bakugou. Sedangkan Bakugou?


Otaknya itu terus berputar soal (Y/n) yang menamparnya dan mengatakan bahwa dirinya lah yang membuat itu samue menjadi masalah.


Di sisi lain, (Y/n) berhasil mendapatkan nilai sempurna baik itu di nilai ujian tertulis dan praktik... Namun ada beberapa dari mereka yang tidak lulus dari ujian praktik dikarenakan banyak faktor. Ada faktor terkecoh, kemudian ada juga faktor pengalaman, faktor meremehkan, dan faktor perbedaan kekuatan. (Y/n)... Seperti yang kalian tahu, dia menjadi buah bibir di U.A karena prestasinya, kecantikannya, dan terakhir ahklaknya yang mulia...


Tentu saja hal itu membuat (Y/n) memiliki nama baik yang tidak tercela, sekaligus menjadi wajah U.A... Namun hal itu semua tidak terlepas dari masalah (Y/n) sendiri yaitu dirinya yang harus menjadi lebih produktif, menjadi lebih kuat lagi...


Setelah itu (Y/n) pun dipersiapkan dengan matang dengan bantuan relasi yang dimiliki oleh U.A dan juga bantuan dari WHS... Dia mengorbankan liburan musim panasnya untuk melajar sekaligus latihan tarung, bahkan melewatkan quality time dengan kelasnya saat latihan di kolam.


"Semester satu di SMA U.A telah selesai dan liburan musim panas pun dimulai. Tetapi untuk kalian yang berjuang menjadi pahlawan tidak akan punya waktu untuk bersantai. Di kamp pelatihan musim panas ini, kami ingin kalian mengincar posisi paling puncak yaitu 'Plus Ultra'!" ucap Aizawa kepada seluruh kelas A.


"Baik!" ucap mereka secara bersamaan. "Are? (Y/n) tidak datang lagi ya?" tanya Mina yang kangen dengan keberadaan (Y/n). "Sepertinya begitu, gero" jawab Tzuyu dengan nada merendah.


"Jangan khawatir, (Y/n) (L/n) akan menyusul kita untuk pergi menuju kamp pelatihan... Karena saat ini dia sedang diuji lagi oleh sekolah untuk persiapannya ke WHS"timpal Aizawa.


"Sensei, kapan (Y/n) akan pergi? Apa dia serius?" tanya Toru pada Aizawa. "Visanya akan jadi besok siang, karena itu setelah kamp dia akan pergi" hal itu membuat mereka kaget sekaligus sedih karena kepergian (Y/n) yang mendadak.


*** 3 R.d. Person P.O.V. : di saat kelas 1-A diturunkan lewat tebing ***


'Gawat...Sepertinya aku sudah sangat terlambat' batin (Y/n) yang sekarang sedang diantar oleh mobil khusus yang mengantarkan dirinya ke tempat kamp. Kemudian terlihat bus dan Aizawa yang berada di pinggir jalan, "Oji-san! Hentikan mobilnya! Rasanya kita sudah sampai" ucap (Y/n) kepada si sopir. "Baiklah" katanya sambil mengganguk.


"Terimakasih banyak karena sudah mengantarkanku, Oji-chan!" ucap (Y/n) sambil tersenyum ramah. "Sama-sama anak muda, mengantarkanmu hingga selamat sampai tujuan pun adalah tujuanku" ucapnya sambil membalas senyuman (Y/n). "Oji-chan... Bisakah kau memberikan tanganmu?" tanya (Y/n) padanya.


"Ya?" katanya sambil memberikan tangannya. Kemudian (Y/n) memberikan sejumlah permen sekaligus uang untuk Pak sopir, sebenarnya Pak Sopir itu merupakan suruhan dari sekolah yang seharusnya tidak dibayar pun tidak apa... Tetapi (Y/n) memberikan itu sebagai wujud apresiasi darinya, "Aku harap kau tidak sungkan dalam menerimanya, karena mendengar cerita Oji-san... Oji-san punya 2 anak perempuan kan? Saya harap Oji-san bisa memberikannya ini... Dan semoga itu apa yang saya beri dapat berguna ya!" ucap (Y/n) dengan senyum cantiknya itu. "Ah... Padahal tak usah, tapi jika itu maumu nak... Terimakasih banyak ya" ucap si Pak sopir yang kemudian membalas senyumnya.


"Kalau begitu sampai lain waktu, Oji-san!" ucap (Y/n) yang kemudian keluar dan membungkuk sekali lagi sesudah menutup pintu dan berdiri di hadapan mobilnya. Kemudian (Y/n) membungkuk hingga mobil itu menjauh...


"Ah, akhirnya kau datang (Y/n)" sambut Aizawa. "Maafkan ketelatan saya ini, sensei!" ucap (Y/n) yang membungkuk sekali lagi padanya. "Tak apa... Aku dapat memakluminya karena kau akhir-akhir ini pasti sangat sibuk kan? Apa semua urusanmu itu sudah selesai?" tanya Aizawa padanya. (Y/n) mengganguk, "Semuanya sudah selesai, tinggal visa dan kemudian 3 hari lagi aku berangkat ke amerika, sensei!" ucap (Y/n) dengan jujur. "Ya... Kalau begitu, kau akan memulai kampmu disini" ucap Aizawa padanya.


(Y/n) memperhatikan sekitar, "Maaf kalau lancang, sensei... Teman-teman sekelasku dimana ya?" tanya (Y/n) padanya. "Ah.. perkenalkan ini adalah pro hero 'wild-wild pussy cats' yang akan mengajar kau dan teman-teman sekelasmu selama camp" ucap Aizawa kepada (Y/n). Kini mereka berdua bingung dengan Intro mereka, apa mereka harus mengulangnya lagi? Begitulah pemikiran mereka.


"Mohon bantuannya juga, (Y/n)-san!" ucap mereka berdua dengan kompak. "Kalau begitu, seluruh area ini adalah milik kami... Kamu akan kamping di kaki gunung itu" ucap Mandalay kepada (Y/n).


"Ah... Jadi itulah mengapa semuanya tidak ada disini, kan?" tanya (Y/n) kepadanya. 'Anak ini sama sekali tidak takut?' batin Mandalay.


"Iya benar, sekarang berarti jam 09.45... Kau dan teman-temanmu harus sampai di sana jika ingin mendapatkan makan siang!" lanjut Pixie Bob. "Kalau begitu, tas yang berisi pakaian ini boleh kutitipkan?" tanya (Y/n) kepadanya. "Ya, untuk bawaan akan kami bawakan" ucap Aizawa kepada (Y/n). "Baiklah... Maaf merepotkan, saya titip ya sensei!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Tidak merepotkan sama sekali, kalau begitu berikan padaku.. Akan aku bawakan bersama dengan yang lain" ucap Aizawa dengan tangannya yang menadah.


(Y/n) menelan ludah dengan canggung, "Apa itu sama sekali tak apa sensei?" ucap (Y/n) dengan merendah. "Kau ingin mengikuti kamp kan?" tanyanya dengan tegas. Kemudian (Y/n) mengangguk, kemudian (Y/n) memberikan tas bawaannya itu.


"Kalau begitu Pixie Bob, bisa kah kau turunkan (Y/n) ke bawah?" tanya Aizawa. Kemudian (Y/n) menggeleng, "Biar saya saja yang terjun... Namun sebelumnya terimakasih atas tawarannya" ucap (Y/n) sambil membungkuk lagi.


Kemudian Mandalay yang ingin protes itu dihentikan oleh Aizawa, "Kalau begitu semoga beruntung! Ingat, karena ini daerah pribadi... Kamu bebas menggunakan quirkmu ya!" ucap Pixie bob padanya. (Y/n) mengganguk, dan kemudian melompat dari pagar langsung ke bawah.


"Ternyata ada juga siswamu yang bersemangat dan langsung ke bawah tanpa pemaksaan ya" ucap Mandalay yang terpesona dengan aura yang dimiliki (Y/n).


"Anak itu memang agak berbeda... Kamp kali ini merupakan hari terakhirnya di U.A sebelum dia pindah" ucap Aizawa. "Eh? Pindah? Maksudnya?" tanya Mandalay padanya.


"Anak itu diminta oleh sekolah sekaligus WHS untuk ikut serta dalam Pertukaran Pelajar antar U.A dan WHS" ucap Aizawa yang melihat ke arah barang bawaan (Y/n) dan menatap lurus ke depan. "Anaknya memang sehebat itu ya?" tanya Mandalay. "Anak itu memang agak spesial" ucap Aizawa kepada Mandalay.


***


"Sebentar.. Kenapa ada 4 monster datang dari belakang?!" ucap Jirou dengan panik. Sedangkan murid-murid kelas 1-A sekarang sedang ribet dengan bagian depan. Tepat 4 detik setelah mengatakan itu, monster tanah langsung muncul dari bawah... "Jirou awa" ucapan uraraka itu terpotong di saat quirk cahaya membelah dua monster tanah itu. "Quirk ini-?!" ucap mereka dengan kaget.


Di saat yang bersamaan monster-monter itu hancur karena ada nya cahaya berderang yang menyambar mereka... "(Y/n)?!" ucap beberapa dari mereka secara bersamaan.


"Halo, teman-teman! Maaf terlambat" ucap (Y/n) sambil tersenyum cerah. "Hey! ini bukan saatnya bersantai, (Y/n) di belaka-" ucapan Jirou itu terhenti di saat (Y/n) langsung menendang monster itu tepat di bagian kepalanya. "Terimakasih karena sudah mengingatkan, Jirou-san" ucap (Y/n) sambil tersenyum.


Sedangkan Bakugou yang ada di pinggir itu dia tidak peduli dengan perilaku (Y/n) dan masih fokus mencari musuh... "(Y/n) seram ya..." "Aku setuju.. Dia banyak berubah setelah menghilang"


"Eh tunggu (Y/n)... Sebenarnya apa yang kau lakukan? Kenapa monster-monster ini banyak menghilang ketika kau datang?" tanya Jirou dengan canggung hal itu diangguki dengan Shoji. Kemudian (Y/n) tiba-tiba membelalakan matanya dan membentuk kapak cahaya andalannya, "Tak ada waktu untuk menjelaskan... Makin kesini monsternya makin kuat setelah aku memusnahkannya" ucap (Y/n) sambil memegang erat kapaknya.


Kemudian terlintas pikiran licik daripada (Y/n), 'Bagaimana jika aku langsung teleportasi ke tempatnya?' batin (Y/n). "Aku tak perlu ribet kalau begitu" gumam (Y/n). "(Y/n)?! Dostano?! Kenapa kau diam secara mendadak?!" teriak Yaomomo dari kejauhan yang kini sedang menyiapkan meriam. "Ah itu.." kemudian perkataan (Y/n) dipotong oleh Aizawa yang menggunakan mic.


"(Y/n) (L/n), aku harap kau tidak memakai quirkmu untuk melakukan hal licik ya!" perintah Aizawa dengan speaker. 'Memangnya (Y/n) bisa ngelakuin apa dah sampai Aizawa-sensei memperingatinya' batin beberapa dari mereka.

__ADS_1


***


Tepat jam 4 sore mereka semua berhasil sampai di tempat karena bantuan pemulihan cahaya (Y/n). "Ah... Aku kira kalian akan lebih lama" ucap Pixie Bob. "Tapi kalian hebat, apalagi kalian berlima" ucap Pixie Bob sambil menunjuk Iida, Midoriya, Todoroki, Bakugou, dan (Y/n).


"Apalagi aku salut pada kau yang merupakan perempuan! Jarang loh perempuan bisa sekuat kau!" puji Pixie Bob pada (Y/n). 'Tentu saja aku tercengang pada dirinya yang bisa menghancurkan kurang lebih 10 monster per detik' batinnya lagi. 'Sialan... Anak ini benar-benar makin berkembang sialan! Dan lagi saat tadi... DIA BANYAK MENGAMBIL BAGIANKU!?!' batin Bakugou.


"Karena kalian bisa sampai kesini dengan cepat... Kalian dapat makan siang dan istirahat lebih lama ya!"ucap Pixie bob kepada mereka.


'Apakah Bakugou kesal karena tadi bagiannya banyak diambil oleh (Y/n)?' batin Todoroki. 'Bagaimanapun kami sudah banyak tertinggal oleh (Y/n)... Hingga rasanya yang menguasai kelas ini hanyalah (Y/n)' batin Midoriya.


'Entah mengapa aku merasakan aura ambisius disini' batin (Y/n). "Bagaimana ya kalian berlima di masa depan... Aku tak sabar melihat kalian di masa depan dalam tiga tahun ke depan! Lalu kalian akan menjadi milikku!" ucap Pixie Bob yang kemudian melihati mereka berlima dengan antusias.


"Mandalay, apa dia selalu seperti itu?" tanya Aizawa pada Mandalay sambil menunjuk ke arah mereka. "Dia agak putus asa, karena usianya yang sekarang sudah seharusnya, itu loh.." balas Mandalay. Sedangkan yang lain hanya bisa terdiam karena sedikit lelah... Meskipun saat itu (Y/n) sudah membantu dalam pemulihan energi, tetapi tetap saja...


'Photosyntesis Instan' yang digunakan oleh (Y/n) itu hanya bertahan untuk waktu berkisar 3 jam, alias energi mereka akan meningkat hanya saat mereka melawan monster. Selanjutnya, ini akan membuat mereka lelah seperti sudah bertarung seharian... Bisa dibilang itu adalah 'Price to Pay'


"Ngomong-ngomong soal usia-" kemudian ucapan Midoriya terpotong karena Pixie Bob yang langsung sensi setelah membicarakan hal itu, ia meletakkan tangannya di wajah Midoriya dan memasang wajah suram karena ia tidak mau umurnya disinggung...


"Apanya yang usia?!" katanya. Hal itu membuat Midoriya merasa bersalah karena salah bicara, "Ah, mohon maaf.. Bisakah kau melepaskan tanganmu itu? Sepertinya temanku memang salah... Karena itu bisakah kau mengampuninya kakak yang cantik?" tanya (Y/n) padanya. Hal itu membuatnya luluh, "Kyaa! Benarkah! Trimakasih!" ucapnya yang kemudian mengagumi (Y/n).


'Sekarang malah pindah ke (Y/n) tuh' batin anak-anak kelas A terkecuali beberapa orang karena tidak peduli dan tidak memperhatikan kejadian itu. "Ngomong-ngomong anak siapa itu?" tanya Midoriya yang penasaran. "Oh... Dia adalah anak sepupuku! Kota, ayo sapa mereka!" ucap Mandalay kepada anak kecil itu.


"Minggu depan juga kamu akan bergabung dengan mereka" lanjut Mandalay padanya. 'Entah mengapa pandangan anak itu seperti...' batin (Y/n) yang kemudian memandang sekilas ke arah Bakugou.


'Eh... Kenapa aku jadi kepikiran dia lagi?!' tentu saja hal ini membuat Bakugou kesal karena (Y/n) yang hanya memandangnya sebentar lalu memaling wajahnya seolah dia tidak dianggap. 'Mengapa aku harus kesal? Padahal kan lebih baik kita jadi seperti ini kan?' batin Bakugou secara sekilas. "Anu, aku Midoriya dari  SMA U.A Jurusan Pahlawan, salam kenal" kemudian Kota langsung meninju bagian intim dari Midoriya hingga membuat Midoriya kesakitan.


"Midoriya!" ucap Iida yang langsung berlari ke hadapannya. "Dasar keponakan bandel! Kenapa kamu sampai tega meninju anunya?!" protes Iida dengan suara yang keras. "Aku tak berniat bergaul dengan orang-orang yang ingin menjadi pahlawan!" ucap Kota dengan aura yang sedikit menyeramkan. "Midoriya-kun, kau baik-baik saja?" tanya (Y/n) yang kemudian mendekatinya dengan perasaan khawatir.


Perubahan sikap (Y/n) terhadap Bakugou itu kembali membuat otak Bakugou memutar kembali memori masa lampau yang tidak bisa diulang... Meskipun dirinya tidak ingin mengingat, namun otaknya itu tetap memutarnya. "Kuso!" gumam Bakugou dengan suaranya yang kecil.


"Ngomong-ngomong, anak itu sangat mirip sekali denganmu ya" batin Todoroki yang memulai pembicaraan. "HAH NGGAK KOK?! JANGAN BERISIK KAU, BRENGSEK!?!" protes Bakugou padanya. "Maaf" ucap Todoroki dengan santai. "Sudah cukup basa-basinya, turunkan barang kalian dari bus" ucap Aizawa kepada mereka semua. Sedangkan (Y/n) dia mengalirkan quirk dari tangannya itu kepada pundak Midoriya untuk memberikan efek penahan sakit, "Terimakasih, (Y/n)-san!" ucap Midoriya yang kini bisa menahan sakitnya. "M-hm! Sama-sama!" ucap (Y/n) yang kemudian tersenyum tulus di hadapannya. 'Dia senyum?!' batin Midoriya dengan sedikit merona.


"Setelah kalian menaruh barang di kamar, kita akan langsung makan malam, lalu mandi dan tidurlah" ucap Aizawa. "Karena sekarang sepertinya kalian sangat lelah... Kita akan melanjutnya besok bersama kelas B, sekarang cepat bergerak!" perintah Aizawa.


Mereka makan dengan lahap untuk mengisi perut mereka, membicarakan topik ringan dan soal pertarungan barusan... Selain itu banyak dari mereka yang menanyakan kabar (Y/n)...


(Y/n) dan Bakugou yang saat itu tidak bertegur sapa dan tidak melihat satu sama lain itu tampak seperti orang asing yang benar-benar tidak kenal satu sama lain.


"Enaknya!" ucap Mina yang kini menikmati permandian air panas. "Syukurlah ada permandian air panas di sini" lanjut Toru. "Kelihatannya kalian sangat menikmatinya ya, Mina-chan, Toru-chan? Kero" tanya Tzuyu pada mereka. "M-hm! Sudah lama aku tidak mandi air panas!" ucap Mina. "Begitupun juga aku, ketika masuk disini rasanya enak sekali kan?" tanya (Y/n) dengan senyum manisnya.


***


"Yah, sebenarnya makanan tidak sepenting itu. Aku tidak datang ke sini untuk makanan saja. Setiaknya itulah prinsipku, hal yang kuinginkan ada di balik tembok itu" ucap Mineta yang menghadap ke dinding.


"Kenapa kau bicara sendiri, Mineta-kun?" tanya Midoriya. Kemudian Mineta menempelkan telinganya ke dinding, "Lihat! Itu yang kumaksud" ucap Mineta sambil memegang tembok.


"Akhir-akhir ini, banyak kecelakaan yang terjadi antaea pria dan wanita saat di kamar mandi. Benar, sebuah kecelakaan akan terjadi" ucap Mineta dengan girang. "Jangan-jangan kau..." balas Kaminari dengan senang.


"Mineta-kun, hentikan! Mengapa kau merendahkan derajatmu sendiri dan para gadis! Itu adalah kebiasaan yang memalukan!" protes Iida kepadanya. "Kau cerewet sekali" ucap Mineta dengan pasrah.


"Tembok diciptakan untuk dipanjat! Harem menungguku dibalik tembok! Plus Ultra!" kata Mineta dengan mesum sambil menaiki tembok.


"Untuk saat seperti ini! Untuk saat seperti ini, aku!" ucapan Mineta terpotong dengan kemunculan Kota di atas. "Sebelum belajar menjadi seorang pahlawan, kau harus belajar menjadi seorang manusia!" kata Kota yang menjatuhkan Mineta setelah mencapai puncak.


***


"Mineta-chan memang yang terburuk, ya?" ucap Tzuyu. "Terimakasih, Kota-kun!" kata (Y/n) dengan senyuman manisnya itu. "Yay, yay!" lanjut Mina. Tentu saja hal itu membuat kota terjatuh karena merona. "Eh?! Kota-kun!?!" ucap (Y/n) yang kaget. "Awas!" ucap Midoriya langsung menangkap Kota yang terjatuh.


"Hey, apa anak itu baik-baik saja?" tanya (Y/n) yang panik dengan suara kerasnya. "Tidak (Y/n)! Aku berhasil menangkapnya!" balas Midoriya dengan teriakannya itu. "Baguslah kalau begitu! Kalau ada luka langsung bilang saja padaku ya!" teriak (Y/n) yang langsung mengajukan diri.


"(Y/n) tidak berubah ya? Gero" ucap Tzuyu. "M-hm, kau benar" jawab Jirou.


"tch" decihan itu pun terdengar jelas di telinga Todoroki, sehingga Todoroki langsung melihat ke arahnya... "APA KAU LIHAT-LIHAT SIALAN?!" teriak Bakugou padanya. "Tidak kok" ucap Todoroki yang kemudian melihat ke arah lain.


-Next is about Bakugou reflextion? Maybe...:3


-T.B.C. To Be Contunied~


Jangan lupa like ya, tpi kalau kalian nggak mau juga nggak apa2 saya nggak mau maksa wkwk...

__ADS_1


__ADS_2