
3 R.d. Person P.O.V.
Dan memang benar. (Y/n) tadi hanya berpindah tempat, karena itu jiwanya yang baru saja dibawa berputar-putar di angin topan itu dibawa dengan cepat menuju tempat yang baru.
Kemudian (Y/n) menyuruh mereka berhenti. Dia menghentikan langkahnya karena tidak kuat. Tapi apa yang dilakukan anak-anak itu? Mereka ikutan berhenti dan ada yang tidak peduli dan terus berlari. Anak yang menarik tangannya itu juga ikut terhenti. Keberadaan anak-anak yang ekspresi wajahnya seperti badut itu pun... membuat (Y/n) sedikit bingung dengan mereka. Namun di saat (Y/n) sudah tidak pusing lagi, belum sempat (Y/n) bertanya... (Y/n) sudah ditarik lagi oleh mereka.
Hingga mereka sampai di kuburan. Anak-anak itu tidak peduli, dan tetap berlari meskipun mereka menginjak kuburan orang lain. (Y/n) yang hampir menginjak salah satu kuburan itu dengan cepat melepaskan tangannya dan mengernyitkan wajahnya.
Ia berhenti, "Kalian! Tidak boleh begitu!" kemudian anak-anak itu tertawa bagaikan badut yang berada di film-film horor. "Kakak itu baik ya? Ini kuburan kakak makanya kakak berenti buat nggak nginjek kan?" ucap seorang anak dengan wajah psikopat.
(Y/n) kaget, dia langsung melihat ke arah kuburan dengan batu nisan yang bertuliskan nama panjangnya. Di sisi lain anak-anak yang tadi mendahuluinya berjalan sambil memegang sekop.
Seolah-olah mereka ingin mengubur (Y/n) kembali ke dalam tanah.
#Bonus Chapter - I-Expo (7)
Wajah anak-anak yang berubah itu membuat (Y/n) menegang. "Apa maksud kalian?" ucap (Y/n) dengan waspada. Kemudian anak-anak itu langsung menarik tangan (Y/n) dengan keras. (Y/n) yang baru saja ditarik itu langsung menyadari kalau kekuatan mereka sangatlah kuat layaknya orang dewasa.
Dunia yang aneh, dipenuhi dengan orang-orang yang tidak biasa. Dirinya yang tidak memiliki quirk di dunia ini sangat lemah dan tidak berdaya. Namun ia tidak menyerah dan berusaha melepaskan semuanya.
"LEPASKAN AKU!" teriak (Y/n) dengan suara yang keras. Kemudian keadaan berganti dimana masyarakat yang ada disana tertawa dan mengata-ngatainya secara langsung.
"Bukankah anak itu adalah anak dari seorang pelacur?" ucap seseorang kepadanya. "Wah iya, dia benar-benar tidak tahu malu" (Y/n) yang saat itu benar-benar tidak mengerti malah ikut terjatuh ke dalam perasaan yang mencekm dari lingkungannya.
Dia tidak mengerti, dunia ini benar-benar membawanya ke arah yang lebih mendalam. Sampai-sampai ia harus meneteskan air matanya. Keadaan berganti lagi, secara tiba-tiba (Y/n) diseret oleh penjaga. "Kumohon lepaskan aku!"
"AKU TIDAK SALAH APA-APA!?!" Kedua kata-kata itulah yang ingin dikatakan oleh (Y/n). (Y/n) mencoba menggerakkan tubuhnya yang kini berat dan sudah kehilangan banyak darah akibat diseret dengan kejam di lantai yang penuh duri.
Ia mencoba berteriak, namun suaranya itu tak kunjung keluar. Hingga akhirnya pengalaman itu berakhir dengan dirinya yang berdiri di tempat hukuman mati. Terdengar suara orang yang mengolok-olok dirinya.
"PENYIHIR!"
"PENGAMBIL KEBAHAGIAAN!"
"ORANG YANG HIDUP KEMBALI?!!"
"PENYIHIR!"
"BUNUH DIA! JATUHI HUKUMAN MATI KEPADA SI JAHAT!"
"Aku bukan PENYIHIR?!!!!" sekali lagi (Y/n) berteriak namun suaranya tak kunjung keluar. Di sisi lain, saat ia mencoba berteriak... Dia malah mengeluarkan suatu gelombang suara yang berfrekuensi sangat kuat.
Sehingga orang-orang yang disana kehilangan keseimbangan dan ada beberapa dari mereka yang mengalami kecacatan telinga akibat gelombang tersebut.
(Y/n) terbelalak melihat itu semua, suara tangisan anak-anak yang kesakitan yang kemudian diiringi oleh tangisan orang-orang tua yang tak tahan melihat anaknya tersakiti.
Dan lagi itu malah membuat (Y/n) semakin dianggap penjahat dan harus dibunuh. Olok-olokan itu semakin menjadi, hingga akhirnya (Y/n) dibanting ke tanah dan langsung dipaksakan untuk meletakkan kepalanya di tempat eksekusi.
__ADS_1
Kepalanya tanggal dengan keadaan yang tragis.
Keadaan berganti lagi, (Y/n) yang berhasil terselamatkan itu kini langsung terbatuk-batuk dan mengalami gejala yang sering dialami olehnya.
'Aku selamat?' batin (Y/n) secara sekilas. Dia bisa merasakan bahwa nyeri yang ia rasakan sebelumnya itu menghilang dan digantikan oleh gejala yang sudah biasa ia alami.
Dia mengeluarkan quirknya, dan sekali ini ia berhasil mengeluarkannya. Meskipun quirknya itu tidak bisa mengeluarkan efek setelahnya.
'Kumohon! Bekerja lah! Aku berhasil menyalakannya tetapi tidak dengan-' perkataan dalam hatinya itu berhenti disaat suatu tangan menyentuh bahunya dan menyembuhkannya.
"Itulah yang terjadi jika kau tidak waspada, (Y/n)" ucap orang itu. (Y/n) yang trauma akan apa yang terjadi ia langsung menepis tangannya,
"Apa lagi?! Angin topan? Kuburan? Hukuman mati?! Kerusakan tanaman?!" ucap (Y/n) sambil mempertegas nadanya. Meskipun wjahnya kini memucat, ia harus memaksakan diri agar bertahan.
"Bentar lagi apa-?! Tsunami?!" kata (Y/n) dengan nada meninggi.
"Apa dia mengalaminya terlalu banyak?" gumamnya pelan. "SIAPA KAU?! AK-" kemudian (Y/n) yang belum pulih sepenuhnya berbatuk darah lagi.
"Tenanglah! Aku akan menyembuhkan mu!" ucap wanita itu yang langsung meletakkan tangannya di atas kepala (Y/n).
'Apa aku bisa memercayainya' batin (Y/n) dengan waspada.
Gadis itu mengeluarkan kekuatan yang menyerupai cahaya, hal itu membuat (Y/n) tersentak. "Tanpa diberitahupun kau sudah tahu karena quirkku kan? Kewaspadaanmu itu aku suka" katanya kepada (Y/n). "Iya itu sudah terlihat sangat jelas saat kau mengalirkan quirkmu" ucap (Y/n) sambil tersenyum.
"Sekarang aku mengerti kenapa trauma yang dimiliki oleh Yukami tidak memengaruhi dirimu" ucap gadis itu kepadanya. "Eh?" ucap (Y/n) pelan.
Gadis itu tersenyum, "Sepertinya akan seru berbicara denganmu, (Y/n)... Tapi aku tidak punya banyak waktu" ucapnya dengan tegas. (Y/n) yang masih punya banyak pertanyaan soal dirinya dan dari mana dia mengetahui namanya itu memilih untuk diam.
(Y/n) langsung tersentak, "M-mayumi? Kenapa kau memiliki quirk penyembuhan? Bukankah quirk generasi pertama tidak memiliki quirk penyembuhan yang canggih seperti ini?" dia tertawa terbahak-bahak.
"E-Eh.. Maaf!" ucap (Y/n) dengan malu. "Tidak kok, ucapanmu itu benar" ujarnya sambil menghentikan tawaannya. "Ingatanmu itu bagus sekali ya... Aku jadi mengerti mengapa ada orang yang mengatakan bahwa dirimu yang akan menjadi perubahan dari keluarga Yukami" katanya lagi.
"Trimakasih" ucap (Y/n) dengan malu. "Singkatnya aku juga punya quirk yang kusembunyikan" hal itu membuat (Y/n) tersentak. "Karena salah satu temanku mengatakan.. Jika aku memakainya secara terus menerus meskipun itu untuk kebaikan kita semua? Akan lebih baik kalau kita menyembunyikannya. Akan berbahaya jika quirkku ini diketahui oleh orang sialan itu" katanya sambil menggeram.
"Maksudmu... AFO?" tanya (Y/n) dengan waspada. Dia mengangguk, "Itulah mengapa kau bertemu denganku... Karena kau sekarang berada di ambang kematian" (Y/n) kemudian sadar akan kehadirannya dan kejadian yang terjadi padanya.
"Iya benar! Aku baru ingat! Maaf mayumi, aku harus segera kembali!" ucap (Y/n) kini memegang tangannya yang berada di atas kepalanya dengan alasan ia ingin pergi.
***
Sudah banyak hal berlalu, tadinya anak-anak kelas A sempat membantu All Might untuk menangkap penjahat. Namun, semuanya terhenti saat si penjahat membentuk jarak dan membuat banyak kerusakan. Akira yang baru saja sadar, langsung panik dan melihat keberadaan (Y/n) yang kini sudah tertutup oleh quirk isolasi milik si penjahat.
Dia berdiri, "Kau mau kemana?! All Might menyuruhmu untuk tetap disini!" ucap Uraraka padanya. Hal itu juga membuat yang lainnya berbalik ke arahnya, "Aku tidak bisa! (Y/n) tidak ada disini!" ucap Akira sambil menarik tangannya. Mereka tersentak karena ingat akan keberadaan (Y/n) yang dari tadi tidak ada, "HOI! BUKANKAH TADI SI GADIS BODOH BERSAMAMU?!" protes Bakugou.
Akira langsung berjalan ke depan, yang lain membiarkannya karena mereka juga khawatir dengan (Y/n). "Bakugou-kun! Bukankah kau yang bertanggung jawab atasnya?!" ungkap Iida dengan tegas. Sedangkan Todoroki, dia hanya bisa mengangguki pernyataan Iida. "IYA DAN TADI DIA BERSAMA ANAK INI!" teriak Bakugou sambil menunjuk Akira.
Akira terdiam dan menggigit bibir bawahnya, "Dia dan aku tertangkap" hal itu membuat mereka semua tersentak.
__ADS_1
Sekarang semuanya jadi masuk akal, mengapa mereka merasa kelelahan lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Itu dikarenakan ada sesuatu yang terjadi pada (Y/n). Bakugou merenungi sebentar apa yang terjadi sambil melihat ke arah tangannya yang sedari tadi meraskan keadaan quirk resonansi (Y/n) yang semakin melemah.
"Yang benar saja" ucap Mineta dengan pasrah. "Jelaskan apa yang terjadi!" ucap Yaomomo dengan panik. "Dan ini akan sulit, All Might sedang melawan penjahat itu... Dan kita tidak akan diberi tempat" ungkap Todoroki.
Bakugou benar-benar kehilangan kesabaran dan tidak bisa membiarkan logikanya berjalan. Dia berjalan dengan langkah tegas, "Bakugou-kun kau mau kemana?!"
"BUKAN URUSANMU MATA EMPAT BODOH!" Akira tersenyum tegas. "Dia ada disana!" ucap Akira sambil menunjuk ke arah tiang yang terbuat dari beton. Tampaknya (Y/n) sudah mulai dilahap oleh quirk penjahat itu. "Jadi itulah mengapa tiang itu tampak terang berderang" gumam Uraraka. Kemudian semuanya melihat ke arah Uraraka, "Tepat yang kau katakan itu, namun sekarang cahayanya sudah mulai meredup" kata Akira. "AFO sialan" ucap Akira dengan suara yang sangat pelan. Hal itu juga membuat yang lain kebingungan akan apa yang diucapkan oleh Akira dikarenakan nadanya yang sangat pelan.
"Tapi apakah kami bisa memercayaimu? Bukankah kau penjahat yang menyerang kami?" tanya Kirishima kepadanya. Akira tersenyum kecut, "Aku ini memang orang jahat..." kata Akira dengan suara yang pelan lagi.
"Simpan itu untuk nanti, jika (Y/n) tidak diselamatkan dia akan mati dalam quirk orang gila itu" ucap Akira dengan tegas. "Oi kau! Cahaya KW! Ikut aku!" ucap Bakugou sambil memulai langkahnya. Akira meredam emosinya, "Gw bukan cahya kw" ucap Akira sambil memasang senyum ramah.
"LU EMANG KW ***!" ucap Bakugou yang baru saja menghentikan langkahnya dan kembali berdebat. Akira menyerap semua quirk si penjahat yang terpencar disana\, hal itu membuat si penjahat terhenti sementara. Hal itu membuat mereka semua kaget dengan pergerakan si penjahat yang terhenti. Kemudian dia mengembalikan serangannya dengan cara melepaskan kembali quirk yang ia serap ke arah (Y/n). Harapannya adalah... Agar beton yang menahan (Y/n) itu runtuh.
Disaat yang tepat juga. All Might dan Midoriya berhasil mendaratkan serangan terakhir kepadanya. Sehingga semuanya ambruk, termasuk beton yang menahan (Y/n). Selain itu quirk isolasi yang menyerupai kaca itu juga pecah menahan quirk (Y/n). Ledakan quirk (Y/n) itu membentuk semua bangunan dan kerusakannya kembali seperti semula.
Selain itu quirknya langsung menangkap si penjahat dengan rantai yang sangat kuat. (Y/n) yang terjatuh dari tempatnya itu langsung ditangkap oleh Bakugou yang benar-benar panik.
(Y/n) P.O.V.
Apakah aku berhasil keluar? Aku membuka mataku perlahan dan melihat Bakugou tepat di depan mataku. Entah aku sedang bermimpi atau bukan, "Semuanya selamat?" tanyaku pelan. "Semuanya aman, kau?" tanyanya dengan nada yang biasa. Suaranya itu... Nadanya... Aku benar-benar sedang bermimpi kan?
"Terimakasih..." ucapku kepadanya.
3 R.d. Person P.O.V.
Setelah mengatakan itu (Y/n) menutup matanya dengan tenang. Bakugou hanya bisa menghela nafas lega\, "Kau lega?" tanya Akira yang mendadak muncul kepadanya. "BUKAN URUSANMU ***!" protes Bakugou padanya.
Berterimakasih pada (Y/n) dengan ledakan quirknya itu... Bangunan itu berhasil dipulihkan dan juga luka-luka mereka dipulihkan secara sendirinya. "Kalau begitu, bisakah aku menitipkan saudaraku padamu?" tanya Akira pada Bakugou.
Bakugou mengernyitkan keningnya, "Kenapa?" tanya Akira. "Bukankah kalian pacaran?" hal itu semakin membuat Bakugou emosi. Di sisi lain ia jadi teringat dengan pertengkarannya dengan (Y/n).
"Bukan urusanmu" ucapnya sambil melihat ke arah lain. Akira tertawa, "Kau ingat pesanku kan? Jangan biarkan dirinya masuk WHS... Karena aku akan melakukan peranku setelah ini... Jadi aku akan pergi" Bakugou yang mendengar itu kembali merenungkan keadaan secara sekilas.
"Selamat jalan" ucap Bakugou dengan nada biasa. Akira memiliki banyak pertanyaan dengan perubahan mood Bakugou yang sangat cepat, "Kau tahu? Keluarga kalian itu benar-benar membingungkan... Begitupun dengan cahaya gila yang kalian miliki" ucap Bakugou sambil melihat ke arah (Y/n) dan langsung menatap lurus ke arah Akira.
"Sama-sama merepotkan... Dan juga memiliki penyebaran keluarga yang gila" ucap Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. "Tapi kau menyukai keluarga kami kan?" Bakugou terdiam sebentar.
"Tidak" ucap Bakugou dengan tegas. "Kalau begitu sampai nanti pasangan yang gila!" ucap Akira dengan quirk teleportasinya. "APA-APAAN?! DASAR CEWE GILA!"
#Switched Scene
Banyak hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika... Setelah kejadian itu, semuanya berjalan seperti biasa... Dan (Y/n) yang baru saja banguin dari tidurnya di keesokan harinya itu pun mengalami amnesia tentang kejadian di hari sebelumnya. Bahkan Bakugou juga menghindari (Y/n) karena ia butuh waktu untuk berpikir. Jadi janganlah bertanya soal itu... Apalagi soal...
"Bro, kenapa kau pulang ke Jepang? Hari ini kan ada pameran!"
"BUKAN URUSANMU SIALAN!!!?!"
__ADS_1
-End of Bonus Chapter
Setelah ini? Siap-siap season 2 yang besok bakal ditampilin yaa^^!!