
Apakah ini semua kebetulan? Apakah kehidupan bagai mimpi ini hanya berakhir sampai sini? (Y/n)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
3 R.d. Person P.O.V.
Di awal pembagian kelompok, banyak sekali yang ingin minta bertukar dan banyak dari mereka yang mengobrol untuk melepaskan rindu dengan (Y/n) yang nantinya akan pergi...
***
"Hei, bukankah ada aroma terbakar?" tanya Yui Kodai kepada Kendo. "Kau benar juga... Tiba-tiba sesuasananya jadi berasap" ucap Kendo membenarkan perkataan Yui. "Apakah Bakugou dan Todoroki ketakutan sampai mengeluarkan quirk mereka?" kemudian anak kelas B itu langsung pingsan setelah mencium bau asap. "Honenuki?!" ucap Kendo yang panik.
"Yui, jangan dihirup!" ucap Kendo kepadanya dengan keras. 'Asap ini, beracun!' batin Kendo yang langsung menggunakan quirknya untuk menangkap Yui.
***
"Aroma terbakar apa ini?" ucap Pixie Bob sambil mencium. Bau itu memasuki hidung (Y/n) dengan cepat. Kemudian (Y/n) langsung merasakan firasat buruk, sekujur tubuhnya itu tiba-tiba merinding memikirkan hal yang terburuk... "Itu asap hitam? Apa ada yang terbakar?" tanya Midoriya sambil melihat ke arah asap.
"Jangan-jangan ada kebakaran di gunung?" ucap Iida langsung menyimpulkan. "A-Apa ini?!" kemudian Pixie Bob langsung tertarik. Hal itu membuat (Y/n) dengan cepat membuat tembok transparan cahaya yang kuat agar menahan Pixie Bob, "Pantas saja perasaanku tidak enak!" ucap (Y/n) dengan serius. Kemudian dia menghentikan efek yang menarik Pixie Bob bagaikan magnet...
Namun itu benar-benar tak semudah yang ia bayangkan... 'Sial' batin (Y/n). Kemudian dia membentuk cermin dengan quirk pembuatan partikelnya... Melempar cerminnya di depan Pixie bob dengan tepat posisinya dan saat itu (Y/n) membentuk cahaya pembelokan dari masing-masing cermin. Tentu saja hal itu membuat gelombang magnetik pada tubuh Pixie Bob menghilang.
Kemudian cermin itu menghilang setelah dipakai dan energinya kembali kepada (Y/n). "T-terimakasih, (Y/n)? Namamu (Y/n) kan?" tanya Pixie Bob kepadanya. (Y/n) mengangguk, "Namun... Bukan saatnya aku senang melihat quirkmu... Tentu saja aku berterimakasih tapi... Kita harus segera mengecek keadaan secepatnya" ucap Pixie Bob.
"Iya kan, Mandalay?" tanya Pixie Bob dengan cepat. Mandalay mengangguk, "Hoi, hoi, hoi! Kamu itu siapa?!" ucap seorang penjahat dan temannya yang datang melihat aksi (Y/n). -Magne, anggota League of Vilains/ Liga penjahat (Quirk : Magnet).
"Aku tak akan berkenalan denganmu! Kau itu kan bukan temanku!" ucap (Y/n) sambil menyeringai. "Ckckck sombong banget" kata villain yang memiliki ciri khas seperti stain. -Spinner, anggota League of Villains/ liga penjahat (Quirk : Gecko, quirk yang bisa buat dia nempel atu manjat tembok).
"Mengapa ada villain disini?!" ucap Mineta dengan panik. Kemudian Tiger, Pixie Bob, dan Mandalay menghalangi para anak-anak disana agar para Villain tidak menyerang mereka.
"Kota!" ucap Midoriya secara mendadak yang menyadari ketidakberadaannya Kota.
Kemudian dua Villain itu melihat ke arah satu sama lain seolah memastikan sesuatu, kemudian menyeringai. "Kalau begitu biarkan kami yang memperkenalkan diri, kami berdua adalah Squad Aksi Baris Depan Liga Penjahat!" ucap Spinner pada mereka sambil memperkenalkan diri.
"Liga penjahat?" tanya Iida dengan waspada. "Kenapa mereka ada disini?" sambung Ojirou.
"Apa aku tarik saja gadis yang menghalangi kita itu ya?" tanya Magne pada Spinner. "Tunggu dulu, Kak Mag! Jangan terburu-buru, semua tergantung pada kekuatan hidup dan mati jika mengikuti prinsip Stain!" ucap Spinner pada magne.
"Stain!" ucap Midoriya dengan kaget. "Jadi kalian yang membawa ideologinya?" balas Iida. "Yah, benar! Aku. Oh iya, kau yang memakai kacamata! Kau orang yag menghentikan Stain di Kota Hosu! Maaf aku belum memperkenalkan diri" kemudian dia mengeluarkan senjatanya yang berupa pedang yang sangat banyak dalam satu tongkatnya.
"Namaku Spinner\, orang yang akan mewujudkan impiannya menjadi kenyataan!" ucap Spinner dengan mantap kepada mereka. "Aku tidak peduli dengan kalian\, k******! Kalian tidak boleh menggangap orang lemah dan cuma mentertawakannya seenak kalian!" balas Tiger dengan kasar sambil mulai menyerang. "Untuk apa Pro Hero sepertimu ikut campur hah?!" ucap Spiner yang mulai menyerang.
"Semuanya! Kita diserang oleh 2 Villain, ada kemungkinan kalau masih ada lebih banyak lagi, siapapun yang masih bisa bergerak kembalilah ke kamp secepatnya! Meski kalian bertemu dengan musuh, mundur dan jangan melawannya!" ucap Mandalay yang menggunakan Quirknya.
"Namamu (Y/n), kan?" tanya Pixie Bob secara mendadak. (Y/n) mengangguk, "Hentikan Quirkmu itu dan segeralah pergi dari sini!" perintahnya.
"Tora! Pixie Bob! Aku sudah memberitahukan istruksinya! Kita serahkan keselamatan murid lain pada Ragdoll dan Pixie Bob! Kita berdua akan menahan mereka di sini!" ucap Mandalay dengan cekatan. "Benar kata, Pixie Bob... Kalian semuanya, pergilah!" perintah Mandalay pada mereka yang ada disana.
"Dengar, jangan bertarung! Ketua kelas, kau yang memimpin mereka!" perintah Mandalay dengan tegas pada Iida. "Dimengerti!" ucap Iida sambil memulai tindakan. "Ayo kita pergi!" ajak Iida dengan sedikit panik pada teman-temannya itu.
"Midoriya-kun!" panggil Iida. "Pergilah duluan!" hal itu membuat mereka semua terkejut. "apa katamu?" ucap Iida dengan kaget. "Midoriya?!" ucap Mineta dengan kaget. Begitupun juga dengan (Y/n) yang kaget itu sedikit membelalakan matanya.
"Aku tahu dia dimana!" ucap Midoriya pada Mandalay. "Kalau begitu, biarkan aku ikut!" pinta (Y/n) yang sedari tadi merasakan firasat buruk. "Cukup satu orang saja yang menyusul Kota" ucap Mandalay dengan cepat. "Saya tidak bisa membiarkan teman-teman saya terkena imbas karena keegoisan saya! Karena itu saya akan membantu teman-teman yang lain mengungsi!" ucap (Y/n) dengan mantap.
"Tida" ucapan Mandalay itu dipotong oleh Pixie Bob. "Mandalay! Biarkan anak ini pergi" pinta Pixie Bob yang mendadak berubah pikiran.
Hal itu membuat Mandalay menghela nafas, "Kalau begitu, pergi dan jangan melawan siapapun!" perintah Mandalay. "Baik" balas Y/n) dengan tegas. "Kalau begitu, (Y/n)! Ikutlah denganku!" ajak Midoriya yang mulai berlari.
(Y/n) mengangguk dan ikut dengannya... Saat baru berlari (Y/n) baru ingat bahwa dirinya bisa teleportasi. "Tunggu, Midoriya-kun! Kalau begini kita tidak akan keburu, persembunyian anak itu ada diujung kan?" tanya (Y/n) padanya. Hal itu membuat Midoriya terhenti, "Bagaimana kau tahu kalau tempat kota ada di ujung?"
"Firasat, bagaimanapun aku tidak bisa menjelaskannya sekarang! Berdirilah kesini dan peganglah tanganku! Aku akan meneleportasikan diriku dan dirimu ke tempatnya!" ucap (Y/n) padanya.
Midoriya mengangguk dan meraih tangan (Y/n) yang ada di belakangnya... "Sekarang tarik nafas dalam dan pikirkan dimana anak itu berada" perintah (Y/n). Kemudian Midoriya mengikuti instruksi (Y/n), secepat kilat mereka berteleportasi tepat di depan tebing.
"Ini tempatnya?" tanya (Y/n) padanya. 'Agak serem ya' batin (Y/n) secara sekilas.
"Ah, benar! Ayo kita naik" ajak Midoriya pada (Y/n). Kemudian dengan cepat (Y/n) menarik tangan Midoriya, "(Y/n)-san?" tanya Midoriya. "Tunggu, Midoriya-kun... Aku merasakan firasat buruk" ucap (Y/n) dengan waspada. "Apa maksudnya?" tanya (Y/n) dengan panik.
"Ternyata firasat seorang Yukami sangat tajam ya" ucap seorang dari kegelapan. Hal itu membuat Midoriya kaget, (Y/n) langsung berdiri di hadapan Midoriya dan melindunginya... "Siapa kau?! Tunjukkan dirimu!" ucap (Y/n) dengan tegas. "(Y/n)! Kita kan tidak boleh melawan mereka" ucap Midoriya dengan panik.
'Aku tidak akan melawannya, aku hanya mengecohnya... Kalau seandainya dia memang membahayakan bawalah anak itu dan pergi dari sini!' pesan itu dikirimkan oleh (Y/n) lewat gelombang suara yang memasuki telinga Midoriya.
Midoriya langsung melihati (Y/n) sejenak dan mengangguk, "Kalau begitu aku pe" ucapan Midoriya itu terpotong saat dia melihat (Y/n) menahan serangan bola hitam yang terlempar ke arah mereka. (Y/n) mulai kesusahan menahan serangan itu, "Cepatlah!" perintah (Y/n).
***
"Aku mengkhawatirkan murid lain, tapi tidak ada pilihan lain! Kita harus kembali ke kamp" ucap Todoroki pada Bakugou yang kini menutupi hidungnya. "Kita serahkan ini pada Ragdoll, yang ada di titik tengah dan Pixie Bob yang akan datang" lanjutnya lagi. "Jangan menyuruhku!" ucap Bakugou yang menutup mulutnya dan hidungnya itu dengan tangan kiri. "Ada orang" ucap Todoroki yang menghentikan langkahnya. "Hei, siapa yang ada di depan kita?" tanya Bakugou dengan nada sedikit panik. "Tokoyami dan Shoji" ucap Todoroki padanya. "Cantik, cantik sekali! Tidak, aku harus bekerja... Aku telah terpikat... Oh, tidak... Daging yang cantik... Oh, jangan memikatku, aku ada pekerjaan" ucap seorang Villain dengan kostum hitam yang melirik ke arah mereka. -Moonfish anggota League of Villains/ liga penjahat (Quirk : Blade-tooth).
"Tidak boleh bertarung, hah?" ucap Bakugou yang sedikit frustasi karena perintah Mandalay.
***
"Doste- Yukami-chan? Kenapa kau dari tadi hanya fokus pada pertahanan dan tidak menyerangku? Apa kau lemah?" ucap laki-laki yang mengeluarkan quirk kegelapan. 'Jika dilihat-lihat kekuatannya itu... Benar-benar mirip dengan cahayaku! Mengapa?' batin (Y/n) dalam pikirannya.
Kemudian sama seperti sebelumnya ia mengembalikan serangan quirk kegelapan itu pada dia yang menyerang (Y/n) sebelumnya.
"Benar-benar menyusahkan saja" ucapnya berdecak kesal. "Kalau begitu, sudah cukup waktu kita bermain! Aku akan mulai serius!" lanjutnya sambil melepas jubahnya. Di saat jubahnya dilepas, suatu ingatan sekaligus memori terbesit langsung ke kepalanya.
//Flashback: On with Unknown P.O.V.
"Anakku! Ini ibumu nak!" ucapku pada anakku yang baru saja kembali dari antah berantah. Namun, saat itu karena terlalu fokus dengan anakku yang baru saja kembali... Aku mengabaikan suatu hal yang penting, dimana anakku itu sudah memiliki aura yang gelap dan memiliki tato bulan di dahinya. Saat itu, aku mati di tangan anakku sendiri...
Sial- sial! All f-for On-ne! Suatu hari nanti generasiku, akan mengambil kembali anakku dan juga menghancurkanmu!
//Flashback: Off with Unknown P.O.V.
"K-kau... Dasar anak kurang ajar!" ucap (Y/n) yang langsung mengaktifkan quirk ilusinya untuk membuat dirinya menghilang. "Akhirnya kau mau meny" ucapannya terhenti di saat (Y/n) menendang wajahnya itu tepat di bagian hidung. 'Sejak kapan dia-?!' batinnya saat terpental dan kembali memasang kuda-kuda untuk mempertahankan posisinya itu.
"Ah~ Sepertinya kau mulai sadar ya, Yukami? Kalau begitu perkenalkan... Aku Blake Yorumi, yang bisa dibilang? Musuh bebuyutanmu?" ucapnya sambil menyeringai.
***
"Sensei!" ucap Midoriya yang berlari membawa Kota yang ada di pundaknya. "Midori- Syukurlah" ucap Aizawa yang menghentikan langkahnya saat melihat Midoriya yang sudah babak belur. "Ini mengerikan! Ada banyak hal yang harus kuberitahukan padamu!" ucap Midoriya padanya, kemudian Kota turun dari pundaknya.
'Tapi, (Y/n)... Apakah aku juga harus memberitahukan ini padanya?' batin Midoriya.Kemudian Midoriya teringat akan perkataan (Y/n) yang membiarkan dirinya pergi terlebih dahulu dan dia akan menyusul. "Pertama ada sesuatu yang harus kukatakan pada Mandalay" ucap Midoriya dengan cepat kepada Aizawa. Yang kemudian ia memberikan pernyataan-pernyataan lainnya dengan cepat, saat selesai mengatakannya... Di saat Midoriya ingin pergi, Aizawa menghentikannya...
"Luka itu... Apakah kau lupa dengan kejadian di Hosu?" tanya Aizawa yang membuat Midoriya kaget. "Karena itu, aku akan mengatakan sesuatu pada mandalay" ucap Aizawa dengan serius padanya.
"Semua Kelas A dan B atas nama Aizawa Shota, kalian diperbolehkan bertarung! Sekali lagi, Semua kelas A dan B, kalian diperbolehkan bertarung!"
Telepati yang dikirimkan oleh Mandalay itu tentunya membuat (Y/n) tersenyum tanda berterimakasih. "Kalau kau ingin bermain, bukankah seharusnya aku layani juga?" tanya (Y/n) yang kini sudah kehilangan kontrol atas emosinya.
"Kami sudah mengetahui salah satu target penjahat, dia adalah salah satu murid yang bernama Kacchan!"
__ADS_1
"Kacchan tidak boleh ikut bertarung dan bertingkah seorang diri, Kau mengerti Kacchan?!"
"Kacchan-kacchan-kacchan! Berhentilah membuat suara di kepalaku!" ucap Bakugou yang kini berlari dengan perasaannya yang sangat kesal.
*** (Y/n) P.O.V. ***
"Kami sudah mengetahui salah satu target penjahat, dia adalah salah satu murid yang bernama Kacchan!"
"Kacchan tidak boleh ikut bertarung dan bertingkah seorang diri, Kau mengerti Kacchan?!"
Suara telepati itu... Membuat diriku ingat kalau aku tidak boleh menghabisi orang ini dengan emosiku... Aku kembali ingat pelajaran tentang 'Kasih' yang diberikan oleh Kaa-san padaku. Aku... Apa yang harus kulakukan?
Orang ini pun... Dia adalah orang yang membuat Yukami semakin terhina! Aku juga benci orang ini! Ayolah (Y/n)! Berpikirlah!
3 R.d. Person P.O.V.
Blake tersenyum meremehkan melihat (Y/n) yang berhasil terkecoh sesuai perkiraannya.
***
"Jangan bertindak sendiri!" perintah Todoroki pada Bakugou yang nyaris terkena telak serangan Villain. "Apa kau tidak mendengar barusan? Dia bilang kaulah yang mereka incar!" perintah Todoroki padanya.
"Si Deku sialan itu telah melakukan sesuatu... Dia berkata 'Bertarung' lalu 'Jangan bertarung' ?! HAH?! BODO AMAT! GW NGGAK MAU DENGER PERKATAAN PARA KACUNG!!?!" ucap Bakugou yang nyaris kena serangan pisau villain itu lagi.
Dengan cepat Todoroki menghalanginya... "Dia memanfaatkan quirknya di saat medan perang seperti ini!" ucap Todoroki yang melihat serangan penjahat itu.
"PENAMPILANNYA AJA KAYAK GITU MASIH AJA BERLAGAK KALAU DIA ITU KUAT SIALAN?! KURANG AJAR!" ucap Bakugou yang bersiap memasang kuda-kuda dan ingin menyerangnya. "Dia punya banyak pengalaman" gumaman Todoroki itu memperingati Bakugou ntuk bertindak hati-hati.
Namun Bakugou tidak peduli, "Jika kau menggunakan ledakan besar disini... Hutannya akan terbakar dan semua orang akan mati! Apa kau mengerti?" ucap Todoroki lagi padanya.
"Diam! Aku tahu itu, sialan!" ucap Bakugou padanya.
***
Kemudian Midoriya yang baru saja datang untuk menghampiri Bakugou dan Todoroki dikagetkan dengan keberadaan Tokoyami dengan quirknya yang kini tiak terkendali. "Dengan luka seperti itu... Kau tidak boleh banyak bergerak, mengerti?" ucap Shoji kepada Midoriy yag kini beda di gendongannya. "Kau cuma memikirkan soal menyelamatkan teman-temanmu saja, bagaiman dengan dirimu sendiri?" tanya Shoji padanya. "Yang barusan tadi... J-Jangan-jangan?!" ucap Midoriya yang kini membelalakan matanya. "Benar, kalau kita mau melewati ini, kita harus melakukan sesuatu pasa ini terlebih dahulu!" ucap Shoji kepada Midoriya.
***
"Aku nggak bisa mendekatinya sialan! Satu-satunya yang bisa kulakukan adalah meledakkannya!" ucap Bakugou yang kini sedang memikirkan banyak hal di kepalanya. Salah satunya adalah cara untuk membunuh Villain tersebut, "Tidak bisa!" kata Todoroki yang melarangnya.
"Kalau begitu kau tutupi saja dengan es agar ledakanku ini tak menyebar!" perintah Bakugou padanya. "Tidak bisa! Ledakanmu juga akan menutupi penglihatanku!" kata Todoroki dengan kesal pada Bakugou.
"Dan bagaimana kalau aku tidak bisa menghentikannya?!" ucap Todoroki. Kemudian ada gemuruh besar dari samping, tentu saja itu Shoji, Midoriya, dan Tokoyami dengan Dark Shadow-nya yang mengamuk.
"Bakugou! Todoroki! Salah satu dari kalian, tolong! Buatlah pencahayaan!" teriak Shoji pada mereka. Kemudian Dark shadow menghancurkan Villain itu, hal itu membuat Bakugou dan Todoroki terdiam karena kaget dalam waktu singkat. "Kacchan!" teriak Midoriya padanya hal itu membuat Bakugou semakin kesal karena dirinya tidak melakukan apa-apa sedari tadi.
"Cepatlah buat cahaya! Tokoyami sedang tidak terkendali!" kata Shoji sekali lagi.
"Serangan membabi buta ya? Baiklah aku akan menggunakan apiku!" ucap Todoroki sambil menurunkan anak kelas B yang barusan sedang digendongnya.
"Tunggu, bodoh!" ucap Bakugou yang memberhentikan Todoroki. "Lihat!" ucap Bakugou yang kini sedang memperhatikan Dark Shadow sedang melakukan atraksi untuk melumpuhkan Moonfish si Villain dengan senjata tajam dari mulutnya...
Hal itu tentu saja membuat Moonfish si Villain ambruk dan terpental dengan tekanan kuat... Di saat Dark Shadow ingin menyerang lagi... Bakugou dan Todoroki dengan cepat menggunakan quirk mereka untuk menghentikan quirk Tokoyami.
Hal itu membuat Tokoyami kembali memegang kendali atas Dark Shadow yang saat itu sedang membabi buta dengan serangan kuatnya. "Aku tidak cocok denganmu" ucap Bakugou yang mengingatkan kelemahan Dark Shadow di hadapan Tokoyami.
"Maaf, terimakasih sudah menyelamatkanku!" ucap Tokoyami pada mereka.
***
"Ochaco-chan, lenganmu itu tak apa?" tanya Tzuyu padanya. "Ini cuma luka goresan, kok!" ucap Uraraka padanya. "Hm? Masih dangkal! Darahnya belum banyak keluar" gumam seorang gadis imut yang memegangi pisaunya dengan pipinya yang merona itu. "Tiba-tiba muncul menyerang kami, kamu jahat sekali! Sebenarnya kamu siapa?" tanya Tzuyu padanya. "Aku Toga! Kalian berdua imut sekali ya? Uraraka dan Asui.." ucap Toga sambil menunjuk ke arah mereka berdua sembari memegang pisaunya. -Himiko Toga, anggota League of Villains/ Liga penjahat (Quirk : dia bisa berubah menjadi orang hanya dengan memiliki darahnya).
"Dia mengetahui nama kita?" tanya Uraraka dengan waspada. "Mungkin saat Festival olahraga waktu itu?" tanya Tzuyu sambil menebak-nebak. 'Entah mengapa... Sepertinya aku pernah melihat dia di-' ucapan Uraraka itu terpotong dengan potongan memori yang didapatkan dari kepalanya itu.
//Flashback: On (Uraraka P.O.V.)
"Ochacho-san! Asui-san! Perkenalkan~! Jeng-jeng! Ini Shiratori Yura!" ucap (Y/n) yang memperkenalkan temannya itu pada kami. Gadis itu terlihat cantik dan manis, entah mengapa aku sedikit iri padanya... "Ah, salam kenal! Ochaco-san, Asui-san!" ucapnya dengan senyuman manisnya itu.
"Ah, salam kenal!" ucapku padanya dengan ramah. "Salam kenal, Yura-chan!" ucap Asui-san kepadanya. Secara sekilas aku dapat melihat bahwa muncul wajah tidak suka dari wajah anak itu...
//Flashback: Off (Back to 3 R.d. Person P.O.V.)
"Yang jelas, karena dia tahu siapa kita, situasi kita kurang diuntungkan" ucap Tzuyu pada Uraraka.
"Darahnya masih kurang banyak... Biasanya aku langsung menghisap darahnya dari bekas tebasan..." Uraraka menelan ludahnya dengan kasar, "Yura-chan, kenapa kau disini?" ucap Uraraka yang memberanikan diri. Seketika Toga yang sedang mengoceh itu terdiam, matanya terbelalak karena kaget.
"Kau ini manis tapi kurang ajar ya?" ucap Toga dengan kesal secara mendadak. "Ochaco-chan... Dia bukan Yura!" ucap Tzuyu kepada Urraka. Tapi kemudian dia memastikannya dengan melihat ke arah Toga, "Shiratori Yura?" tanya Uraraka lagi dengan suara yang sedikit lebih keras dibanding sebelumnya.
"JANGAN SEBUT NAMA ITU!" ucapnya dengan keras dan wajahnya itu berubah menjadi suram.
"Dia datang!" ucap Uraraka yang kaget karena Toga langsung berlari ke arah mereka. Dengan cepat Tzuyu langsung mengikat pinggang Uraraka dengan lidahnya dan mengangkat Uraraka menuju udara. " Kembalilah ke asrama! Kita diberi izin untuk menggunakan quirk bukan untuk mengalahkan para penjahat tetapi untuk melindungi diri!" ucap Tzuyu padanya. Namun Uraraka merasa terbebani dengan perilaku Tzuyu...
"Aizawa-sensei memang begitu orangnya!" lanjut Tzuyu padanya. "Tsu-chan! Kamu juga!" ucap Uraraka yang mengajak Tzuyu. "Iya, aku jug" ucapan Tzuyu terpotong oleh Toga yang menggores lidah dengan pisaunya.
"Tsu-chan, Tsu-chan, Tsu-chan! Nama panggilan yang manis! Aku juga akan memanggilmu begitu!" ucap Toga kepada Tzuyu yang kemudian membuka maskernya. Hal itu membuat Tzuyu terkaget dengan wajahnya yang sangat mirip dengan Yura.
"Nggak boleh! Yang boleh memanggilku seperti itu hanyalah teman-temanku! Kau sama sekali bukan temanku, Yura-chan!" penolakan Tzuyu itu membuat Toga semakin kesal. "SUDAH KUBILANG AKU BUKAN YURA!"
Kemudian Toga menancapkan Tzuyu di pohon dengan kasar, "Bagaimanapun aku juga tak mau memanggil mu teman! Panggilan itu kan terserah dengan seseorang yang akan memanggilnya kan~?" ucap Toga dengan girang.
"Tsu-chan!" panggil Uraraka yang huru-buru kembali. "Kau berdarah loh, Tsu-chan! Kamu imut banget! Aku suka darahmu itu loh!" ucap Toga sambil memandang wajah Tzuyu.
Kemudian Uraraka yang datang ke arahnya itu membuat Toga mengayunkan pisau ke arahnya.
***
Di saat Uraraka menerjang dan Toga berhasil menghisap darah Uraraka... Saat itu gerombolanyang menjaga Bakugou datang. "Siapa wanita barusan?" tanya Todoroki yang datang mendekat bersama mereka.
Tampak anak kelas B yang ada dipunggungnya, "Penjahat yang gila" jawab Tzuyu. "Uraraka-san, kamu terluka!" ucap Midoriya yang baru melihat ke arah lengan Uraraka. "Tidak apa-apa! Aku masih bisa berjalan kok!" ucap Uraraka.
"Tapi, Ochaco-san... Sepertinya benar kata-katamu itu... Apakah dia ini Yura, yang merupakan teman (Y/n) dari jurusan SMA biasa di U.A?" tanya Tzuyu padanya. "Aku masih belum yakin, tapi wajahnya itu... Mirip" ucap Uraraka padanya. "Namun suaranya itu beda kan?" tanya Tzuyu. "Iya juga sih" ucap Uraraka. "Ngomong-ngomong Deku-kun! Lukamu itu parah! Kenapa kau bisa sampai seperti itu?" tanya Uraraka padanya. "Sekarang bukan saatnya bicara disini! Ayo bergegas!" ucap Midoriya pada mereka.
"Pokoknya aku bersyukur kamu baik-baik saja... Oh iya, ikutlah bersama kami!" ucap Midoriya kepada mereka. "Saat ini, kami melindungi Kacchan sambil kembali ke asrama... Dan (Y/n) akan menyusul!" ucap Midoriya pada mereka.
"(Y/n)? Dia ikut?" tanya Uraraka dengan kaget. Midoriya mengangguk, "Kalian melindungi Bakugou? Bakugou dimana?" tanya Tzuyu pada mereka.
"Huh? Kalian bicara apa? Jelas-jelas Kacchan ada di bela" ucapan Midoriya terhenti saat Todoroki dan Shoji berbalik ke belakang.
"Soal orang yang kalian bicarakan, aku sudah menculiknya dengan sihirku" ucap Seorang Villain yang berada di atas pohon. - Mr. Compress, anggota League of Villains/ Liga penjahat (Quirk : Compress - dia bisa memasukan dan membentuk benada atau seseorang kecil bagaikan bola).
"Bakat yang dia miliki ini tidak seharusnya berada di sisi pahlawan... Kami akan membawanya ke panggung tempat dia bisa bersinar lebih terang" hal itu membuat Midoriya berteriak.
"Kembalikan dia!" teriaknya.
__ADS_1
"Kembalikan? Aneh sekali permintaanmu itu! Bakugou bukan milik siapapun! Dia miliknya diri sendiri, dasar egois!" balasnya pada Midoriya.
"KEMBALIKAN DIA!" teriak Midoriya pada Mr. Compress yang berasal dari Liga Penajahat.
"Minggir!" ucap Todoroki pada Uraraka agar dia dapat menyingkir. Setelah itu dia mengaktifkan quirk Es-nya ke tempat Mr. Compress, Mr. Compress melompat ke pohon yang lain menghindari quirk Todoroki.
"Kami hanya ingin memperlihatkan padanya kalau jalan yang ia lewati saat ini dengan kefanatikan, bukanlah satu-satunya jalan ynga bisa dia ambil! Anak-anak sekarang ini sering memilih jalannya sendiri berdasarkan nilai" ucap Mr. Compress yang kini menunjukkan karismanya.
"Bukan hanya Bakugou! Tokoyami juga tidak ada!" ucap Shoji. Hal itu membuat Todoroki kaget. 'Dia menculik Bakugou dan Tokoyami dari belakang secara diam-diam? Quirk macam apa yang dia miliki?' batin Todoroki.
"Kau repot-repot menampakkan dirimu untuk berbicara dengan kami. Kau terlalu meremehkan kami ya?" ucap Todoroki yang kini megernyitkan keningnya tanda bahwa ia tidak menyukai Mr. Compress.
"Sebenarnya aku ini seorang Entertainer, loh! Ini kebiasaan burukku. Menculik Tokoyami itu adalah bentuk improvisasi yang kulakukan" ucapnya sambil menunjukkan dua kelereng yang merupakan Bakugou dan Tokoyami.
"Moonfish, orang yang bergigi belati. Meskipun tidak terlihat begitu, dia seorang pembunuh yang dihukum mati namun permintaan bandignya ditolak. Dengan perlakuan yang diterimanya secara sepihak seperti itu, aku memutuskan kalau dia juga orang yang baik" ucapan itu langsung dipotong oleh Midoriya.
"Dasar B*******! JANGAN BAWA MEREKA!" hal itu membuat Todoroki memindah tempatkan seorang anak kelas B yang berada dalam gndongannya kepada Uraraka dan mengaktifkan quirk Es-nya yang brutal.
"Maaf ya, menggunakan tipuan dan melarikan diri adalah satu-satunya kehebatanku!" ucap Mr. Compress yang melarikan diri setelah Todoroki mengeluarkan Es-nya.
"Aku tidak mungkin melawan murid yang jadi kandidat pahlawan!" ucapnya lagi.
***
"Hei, Dabi! Apa kau dengar radionya? Aku sangat bersemangat! Mr. Compress sudah sukses melaksanakannya! Dia cukup lama juga ya?" ucap Twice seorang anggota dari League of Villains yang berjalan di belakang dabi. -Quirk Twice : Klon
"Aku mulai ngantuk!" ucapnya lagi pada Dabi. "Jangan begitu, dia sudah melakukan tugasnya dengan baik. Sekarang kita hanya perlu menunggu semuanya kembali ke sini dan mendapatkan Jackpot" ucap Dabi kepadanya.
***
"Sial! Pria bertopeng itu cepat sekali!" kata Todoroki dengan kesal. "Kalau saja ada Iida atau (Y/n) disini" ucap Uraraka pada mereka.
"Ngomong-ngomong, Midoriya! Apa (Y/n) benar-benar sudah kembali? Atau dia akan datang membantu kita?" tanya Todoroki padanya. Hal itu membuat Midoriya teringat dengan perkataan (Y/n), 'Aku akan menyusul, karena itu pergilah!'
'Jujur aku pun merasakan perasaan tidak enak padanya' batin Midoriya. Midoriya menggelengkan kepalanya tanda bahwa ia tidak tahu apa-apa, "Kalau begitu kita sekarang harus bergerak sendiri!" ucap Todoroki yang kini sedang berlari.
"Siswa jurusan pahlawan tidak sekuat yang kubayangkan" gumam Mr. Compress di udara. "Kita tidak boleh menyerah! Kita harus menangkap mereka!" ucap Midoriya yang ada di gendongan Shoji.
'Sou... Kalian tidak boleh menyerah'
"Tapi kalau seperti ini, dia akan semakin menjauh!" ucap Shoji padanya. "Uraraka-san, buat kami melayang!! Dan Asui, lempar kami sejauh mungkin dengan lidahmu! Shoji, gunakan lenganmu untuk memperbaiki lintasan dan menarik kami! Uraraka ukur jaraknya dengan matamu dan keluarkan Quirk-mu saat waktunya tepat!" perintah Midoriya.
***
"Eh? Tidak ada orang lagi disini?" tanya Toga dengan senyuman manisnya. "Dasar bodoh! Apa kau mendapatkan darahnya?" tanya Dabi padanya. -Quirk : Api biru / Flame
"Berapa orang yang kau dapatkan?" tanyanya lagi. "Satu saja!" ucapnya dengan ceria. "Hanya satu?!" ucap Twice dengan kaget. "Bukankah kau diminta untuk mengumpulkan setidaknya tiga orang?" ucap Twice padanya.
"Mau bagaimana lagi? Aku hampir saja terbunuh" ucapnya dengan santai. "Pokoknya... Toga, bukankah kau harusnya senang? Apa ada hal yang membuatmu kesal!? " tanya Twice padanya. "Aku punya beberapa hal yang menyenangkan dan ada bocah yang menarik perhatianku!" kemudian Toga terdiam karena teringan dengan panggilan Yura yang ia dapatkan.
'Yura- Yura- Yura! Siapa sih?! Nyebelin banget' batinnya dengan aura dalam dirinya yang tiba-tiba berubah.
Kemudian Mr. Compress terjatuh dengan tekanan Midoriya, Todoroki dan Shoji. "Hei, hei, hei, hei! Aku kenal bocah-bocah ini!"
"Mister, menyingkirlah" ucap Dabi yang hendak mengeluarkan apinya. "Wajah yang termasuk dalam daftar yang ingin dibunuh Shiragaki! Anak yang sudah babak belur itu dan kau!" ucap Twice yang menyerang. Setelah Mr. Compress dilindungi, Dabi meminta Bakugou dari Mr. Compress.
"Sudah jelas dia" kemudian Mr. Compress menghentikan tingkahnya karena saat dia memeriksa ksakunya... Bakugou dan Tokoyami tidak ada.
"Midoriya, Todoroki! Ayo lari! Sekarang aku sudah yakin, berdasarkan tindakannya barusan. Walau aku tidak tahu Quirk seperti apa yang kalian miliki, tapi di dalam kantong baju sebelah kanan dari sebelah kanan yang barusan kau raba-raba itu, adalah ini, si Tokoyami dan Bakugou, kan Entertrainer?" ucap Shoji yang memberi lihat kedua kelereng.
"Oh, cepat juga kau pahamnya! Orang yang memiliki enam lengan memang hebat! Kau memang peka memperhatikan sekelilingmu!" ucap Mr. Compress yang terkesima melihat Shoji.
"Bagus, Shoji!" ucap Todoroki yang langsung memblokir gerakan Twice dan berlari. "Dasar bodoh!" ucap Dabi yang bersiap menyalakan apinya lagi. "Tunggu dulu!" ucap Mr. Compress. "Nomu!" ucap mereka saat berlari menuju belakang. Saat mereka berbalik muncullah portal League of Villains yang menghalangi mereka.
"Dia?!... Yang waktu di USJ!?! Warp... Gate?!"
Sudah lima menit seperti yang diinstruksikan, saatnya pergi!" ucap portal itu kepada mereka. "Tunggu, tujuan kita belum" ucap Dabi pada Mr. Compress.
"Lagi pula si Yorumi itu belum datang!" ucap Dabi padanya. "Oh soal itu, mereka sepertinya terlalu senang bisa lolos dari sini... Dan Yorumi baru saja bilang kepadaku kalau sebentar lagi Jackpot kita akan datang" ucap Mr. Compress kepadanya.
"Selain itu... Jadinya kuberikan oleh-oleh kepada mereka..." hal itu membuat Midoriya, Shoji dan kaget. "Ini adalah kebiasaanku, salah satu sihir dasar... Katika aku memamerkan sesuatu itu berarti karena ada sesuatu yang tidak boleh kalian lihat" ucap Mr. Compress sambil menunjukkan kelereng yang berada dalam mulutnya.
"Jangan-jangan?!"
kemudian Mr. Compress menjentikkan jarinya dan memberi lihat hal yang sebenarnya dipegang Shoji. "Esku?!" ucap Todoroki dengan kaget. "Betul saat kau melancarkan serangan es, aku menyiapkan barang palsu dan kutaruh di kantong kanan" nyatanya.
'Sial! Jadi Quirknya itu bisa mengecilkan dan mengurung benda apapun?!' batin Midoriya sambil berlari menuju Mr. Compress.
"Andai benda yang kupegang itu memang kutaruh di kantong baju sebelah kanan, kalian pasti akan berlari sambil bernafas lega" ucap Mr. Compress dengan nada yang meremehkan.
"Tunggu!" ucap Midoriya dan teman-temannya yang berlari.
"Kalau begitu cukup sekian darik" kemudian ucapannya itu terpotong oleh Aoyama yang mengeluarkan lasernya. Hal itu membuat Mr. Compress mengeluarkan kelereng itu dari mulutnya.
Dengan cepat Shoji mengambil kelereng yang berisi takoyami...
Namun, Bakugou?
Tampak wajah kekecewaan dari Todoroki yang tidk berhasil mendapatkan Bakugou. "Sayang sekali," ucap Dabi sambil meremehkan Todoroki. "Todoroki Shoto" ucapnya lagi. "Pastikan sekarang dan lepaskan!" ucap Dabi pada Mr. Compress. "Pertunjukkanku jadi amburadul!" ucap Mr. Compress sambil masuk ke Wrap Gate.
Kemudian ia menjentikkan jarinya dan muncullah Tokoyami yang berada di tangan Shoji dan Bakugou yang ada di tangan Dabi.
"Tidak masalah" ucap Dabi sambil tersenyum. "KACCHAN!"
***
Kemudian tepat di saat itu juga, (Y/n) muncul dengan kecepatan tinggi dan memukul tangan Dabi secara kasar dengan tempo waktu yang pas. "(Y/n)?!" teriak mereka dengan histeris. Bakugou yang saat itu merasa pasrah dan masih merasa bersalah padanya, melihat (Y/n) tepat di atas pandangannya. 'Kenapa k-kau?' kata Bakugou dalam hatinya. Waktu terasa berhenti, Bakugou dapat melihat (Y/n) tersenyum tulus di hadapannya.
"Jangan ganggu teman-temanku! DASAR VILLAIN GI-" ucapan (Y/n) terpotong saat Dabi mendorong Bakugou ke luar dengan keras. Dan menyuntikkan (Y/n) dengan serum berwarna merah bagaikan darah. Mata Bakugou terbelalak melihat kejadian itu, saat serum itu tersuntik (Y/n) yang ambruk itu langsung ditarik ke Wrap Gate.
"Jackpot!" ucap Dabi dengan senang.
"(Y/N)!!!!!!!!"
'Kini... Nggak ada lagi yang kalian sebut pahlawan Per-fek-sio-nis'
-End Of Season 1
Makasih udah mau nunggu, udah mau baca sampe akhir beb:3 Kini Author akan mengambil hiatus sementara untuk melanjutkan I'm Promise! Terimakasih banyak dan sampai season selanjutnya!
//Akan kembali pada bulan april(?) - Masih perkiraan
//Sampai ketemu nanti dan terimakasih banyak atas dukungannya>
__ADS_1