
Terlihat suatu cahaya khas dari arah yang berlawanan menghampiri dengan kecepatan tinggi... Cahaya khas itu benar-benar membuat mereka lega akan kemenangan yang kini mereka pegang. (Y/n) dengan kecepatan tinggi itu membuat Bakugou sedikit tersentak dengan perbuatannya.
"(Y/n)?!" teriak mereka dengan histeris. Bakugou yang saat itu merasa pasrah dan masih merasa bersalah padanya, melihat (Y/n) tepat di atas pandangannya. 'Kenapa k-kau?' katanya secara sekilas. Waktu terasa berhenti, Bakugou dapat melihat (Y/n) tersenyum tulus di hadapannya. Tanpa basa-basi (Y/n) langsung memukul tangan Dabi dengan tujuan melepaskan Bakugou.
Gaya yang diberikan (Y/n) itu pun membuat Dabi sedikit kesakitan. Karena sudah terbiasa dengan rasa sakit, ia bisa mengendalikan rasa sakitnya secara sekejap. Di sisi lain, pukulan (Y/n) membuat tangan dabi sedikit terlepas dari leher Bakugou.
Sekali lagi (Y/n) bersiap untuk melakukan bela diri di depannya. Tetapi kejanggalan terbesit dalam tindakan penjahat itu. Ia terlihat seperti sengaja melakukan hal itu. (Y/n) yang saat itu benar-benar tidak bisa berpikir panjang, ia mengira kalau setelah ia menyelamatkan Bakugou semuanya baik-baik saja.
Bicara soal kejanggalan, 'Kenapa saat aku memukulnya dia langsung mengalami penurunan pertahanan?' batin (Y/n) secara sekilas. Kemudian Dabi tersenyum, ia melepaskan Bakugou ke arah depan dan memberikan dorongan ke arah depan. (Y/n) tersentak, namun waktu benar-benar cepat. (Y/n) tidak bisa menanggulangi hal itu, saat itu ia tidak bisa mengendalikan waktu semaunya. Dabi tersenyum karena rencana mereka terlaksanakan dengan baik.
Dan menyuntikkan (Y/n) dengan serum berwarna merah bagaikan darah. Mata Bakugou terbelalak melihat kejadian itu, saat serum itu tersuntik (Y/n) yang ambruk itu langsung ditarik ke Wrap Gate.
"Jackpot!" ucap Dabi sambil tersenyum meremehkan mereka semua. "(Y/N)!!!!!!!!"
Bagaimanapun seorang perfeksionis juga bisa jatuh dan mengalami titik terendahnya. Apakah (Y/n) bisa melepaskan diri dari neraka itu?
#Switched Scene - Flashback
Di basement bar League Of Villains, terlihat kumpulan orang yang membicarakan hal serius. Sesuasana mencekam, dingin, santai, serius, itu tercampur aduk. Tentu saja atmosfer itu terbentuk dari sifat-sifat orang yang berada di sana.
"Jadi, kita harus menarik si gadis yukami itu. Apa kalian mengerti apa yang kumaksud?" ucap Shiragaki kepada yang lainnya. Dabi yang memegang foto (Y/n) (L/n) itu terdiam dan mengamatinya.
"Kau yakin ingin menyulik gadis yang sangat imut ini?" tanya Toga dengan wajah yang sedikit cengengesan. Kemudian Gadis berambut pirang itu melihati foto target dengan seksama.
"Aku sedikit iri dengan keimutannya" gumam Toga. Laki-laki yang memiliki rambut silver itu berjalan ke arah Dabi.
Ia menghancurkan foto (Y/n) yang dipegang oleh Dabi dengan jari-jarinya. Quirknya itu bisa dikatakan hampir mengenai jari-jari Dabi.
Untungnya Dabi memiliki refleks yang bagus, ia langsung menarik tangannya. "Kau mau menghancur tanganku?" ucap Dabi sambil mengernyitkan keningnya. 'Kalau saja aku tidak menarik jari-jariku mungkin aku akan musnah begitu saja sebelum mimpiku terwujud' batinnya secara sekilas.
"Kalian ini bodoh apa bagaimana? Gimana kalau kita pancing lewat hal yang paling ia sukai?" ucap si anggota keluarga Yorumi dari kejauhan. Hal itu membuat Shiragaki tertawa terbahak-bahak. Spinner dan Magne merinding melihatnya, "Kau membuatku memikirkan ide bagus" ucap Shiragaki yang kemudian memasang wajah seriusnya kembali.
***Be My Side | Bakugou Katsuki x Readers | [LONG LOVE STORY]***
"Tapi apa kau tahu apa yang tepat untuk memancingnya?" tanya Shiragaki. "Aku kira kau tahu sesuatu" kata Dabi dengan sedikit pasrah.
#Switched Place --- "Maaf bisakah kau mengulangnya? " ucap wanita berambut pirang itu dalam telepon.
"Ah, tentang itu! Sebuah informasi telah dikatakan oleh U.A tentang salah satu murid yang berpartisipasi dalam pertukaran pelajar itu telah ditangkap oleh seseorang kemarin" kata si Informan kepada wanita itu lewat telepon.
"Apakah murid itu adalah (Y/n) (L/n)? " tanya wanita itu padanya. "Saya tidak begitu yakin, tetapi saya akan mencari tahu lebih lanjut soal itu" jawabnya dengan ragu.
"Baiklah, terimakasih. Saya akan menelpon lagi nanti " ucap wanita itu sambil menutup telepon.
"Jadi apa katanya?" tanya seorang laki-laki yang berada disana. -Robert Miller (Kepala sekolah WHS )
"Ada berita yang mengatakan kalau (Y/n) (L/n) diculik di negaranya" kata wanita itu sambil menelan air ludah kasar. - Emily Willow (Penanggung jawab pertukaran pelajar WHS )
Kemudian Robert langsung memukul meja nya tanda kesal, "Perintahkan Tim WHS yang ada di Jepang sekarang, untuk mencari (Y/n) (L/n)!" perintahnya dengan tegas.
"Baik, Pak!" jawab Emily dengan tegas. "Sebagai tambahan" karena perkataannya itu masih bersambung, kemudian Gadis itu menegapkan postur tubuhnya.
"Pastikan (Y/n) (L/n) sampai kesini dengan selamat! Bersumpah lah dengan yakin!" ucap Robert lagi. "Saya mengerti, Pak!" kata Emily lagi pada majikannya.
"Kalau begitu ku persihlakan kamu untuk keluar dan mengurusnya" Emily mengangguk dan pergi.
'Seandainya aku tidak terlalu mengulur waktu pasti kemampuan Yukami itu akan berada di tanganku' batinnya.
*Switched scene*
Midoriya, Todoroki, Shoji, Tokoyami, dan Bakugou memproses kejadian dengan cepat. Terdengar suara teriakan Midoriya yang merasa bersalah karena kelengahannya, 'A- Apa Maksudnya, ini?' batin Bakugou yang saat itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa.
Saat itu rasa bersalah memenuhi perasaan mereka semua. Mereka semua yang terlalu menggantungkan keadaan terhadap satu orang yaitu (Y/n) benar-benar merasa frustasi.
Dari empat puluh murid, lima belas murid tak sadarkan diri dan dalam kondisi kritis karena efek gas penjahat. Sebelas murid cedera ringan dan berat, tiga belas murid tidak terluka, dan juga satu murid tidak ditemukan.
Di pihak pro hero sendiri, satu orang dalam kondisi kritis akibat menerima pukulan keras di kepala dan satu orang kehilangan banyak darah dan tidak ditemukan. Sementara itu, tiga orang penjahat tertangkap. Selain dari mereka, penjahat yang lainnya menghilang tanpa jejak.
"KALIAN! KALAU SAJA KALIAN TIDAK MENGEJAR KU! SEMUANYA TIDAK AKAN JADI BEGINI SIALAN!!?!" kini penyesalannya itu semakin memenuhinya.
**The Next Day**
Siang itu, pintu gerbang U.A benar-benar dikerumuni oleh banyak wartawan. "Perkemahan yang bertujuan agar murid lebih siap melawan kejahatan, lalu ternyata diserang penjahat. Sungguh ironis, kita takut akan kebangkitan penjahat... Tapi kita terlalu naif, mereka sudah memulai peperangan. Peperangan mereka untuk menghancurkan era pahlawan" ucap Nezu si kepala sekolah.
"Sekalipun kita menyadari ancaman mereka, apa kita sanggup menghadapinya? Perkembangan serangan mereka begitu cepat. Kita kira, semenjak kemunculan All Might, semua organisasi kriminal telah lenyap" lanjut Mid Night.
"Intinya tanpa sadar kita melunak di masa-masa damai ini, dan mengira punya waktu untuk bersiap" kata Present Mic. "Bagaimanapun.. Kita harus bisa bertanggung jawab lebih kepada (Y/n) yang kini menghilang akibat insiden. Terlebih" ucapan Kepala Sekolah terpotong saat pintu ruangan rapat terbuka.
"Bertanggung jawab?" pandangan guru-guru langsung berpindah kepada seorang wanita elegan yang memasuki pintu. Kemudian perempuan itu mempercepat langkahnya dan menampar si kepala sekolah.
"Bertanggung jawab apanya?! Anak saya sudah dua kali terkena insiden seperti ini! Apakah saya harus memercayai kalian?!" katanya dengan suara meninggi. -(Y/n) Okaa-san/ Ibu (Y/n).
Kemudian semua guru hanya bisa terdiam karena itu. Ibu (Y/n) mengendalikan emosinya, "Saya akan bertanggung jawab soal itu, Bu... Dan sekolah benar-benar minta maaf" ucap Nezu yang baru saja turun dari kursinya dan membungkukkan badannya.
"Saya... Tidak akan membiarkan (Y/n) bersekolah di U.A, dan untuk WHS... Segera batalkan persetujuan itu" ucap Ibu (Y/n) kepada kepala sekolah.
Semua guru kaget mendengar itu, "Saya tidak suka sekolah yang bersantai-santai dan tidak bertanggung jawab. Saya juga tidak suka orang yang banyak bicara seperti sekolah ini" ucap Ibu (Y/n) dengan kritis.
Bagaimanapun, mereka tidak bisa menentangnya karena apa yang dikatakannya itu ada benarnya. "Ini salah saya, seharusnya saya lebih cekatan lagi" ucap All Might yang kemudian berubah wujud. Ibu (Y/n) langsung mengarahkan pandangan tajamnya kepada All Might.
Namun suatu firasat terbesit dalam batin mereka, hal itu membuat Ibu (Y/n) menutup rapat mulutnya. "1 Hari, aku akan memberikan kesempatan kepada sekolah ini agar bisa menarik hati saya lagi" kemudian ia pergi.
***Bakugou P.O.V.***
Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan... Sampai-sampai aku menginjakkan kaki ke sekolah ini dikarenakan ada hal yang harus ku urus.
Pikiranku benar-benar kacau,
3 R.d. Person P.O.V.
Ibu (Y/n) yang baru saja keluar dari ruangan rapat itu bertemu Katsuki di lorong.
Hal itu membuat Katsuki terdiam sejenak dan menghentikan langkahnya. "Siang" ucapnya pelan.
Karena jarang menyapa orang secara formal, suara Katsuki benar-benar kecil sehingga perlakuan gugupnya itu benar-benar terlihat.
Ibu (Y/n) dengan emosinya yang masih belum stabil itu melewati Bakugou secara tidak sadar. Hal itu benar-benar membuatnya merasa bersalah,
__ADS_1
Setelah 3 langkah, Ibu (Y/n) sadar kalau katsuki menyapanya. "Ah, selamat siang Katsuki!" ucapnya yang kemudian berbalik ke arah Katsuki untuk membalas sapaannya.
"Bagaimana kabarmu?" lanjut Ibunya. Perilaku Ibu (Y/n) yang sopan itu membuat otaknya kembali memutar memori keberadaan (Y/n).
"Maafkan aku. Seharusnya anakmu tidak diculik oleh penjahat-penjahat sialan itu" ucap Katsuki yang menundukkan kepalanya dan mengepalkan tangannya.
'Jujur saja, kau menyukainya kan?'
Itulah yang terlintas dalam pikiran Katsuki. "Aku lah yang seharusnya diculik tapi... Dia-" kemudian Bakugou menghentikan perkataannya karena kesal terhadap dirinya sendiri. 'Aku tidak menyukainya, aku hanya merasa tidak berguna di saat bersamaan.
Ibu (Y/n) yang saat itu juga merasa bahwa dirinya dan anak itu kurang lebih merasakan hal yang sama membuka mulutnya. "Tak perlu menyalahkan dirimu atas penculikan anakku, Katsuki... Terkadang kita memang harus menerima hal yang tidak bisa dikendalikan" ucap Ibunya yang memaafkannya.
"Anak itu memang sedikit keras kepala" hal itu membuat Bakugou tersadar akan sisi liar (Y/n). Otaknya juga kembali terbesit dimana (Y/n) jadi banyak tutup mulut di saat dirinya ada. Peralihan ekspresi ceria menuju ekspresi tenang dan misterius bukanlah hal yang ia harapkan.
"Dia memang anak yang berbeda daripadaku... Karena itu aku rasa aku perlu memperbaiki cara didikan ku...
Karena... Jika kupikir-pikir lagi... Aku bukanlah ibu yang baik.. Aku terlalu menaruh banyak harapan kepada dirinya yang baru mengenal dunia...
Aku juga telah merepotkanmu untuk menjaganya kan?" ucapnya lagi sambil menghela nafas pelan.
'Aku tidak berani mengatakan kalau ini merepotkan' batin Bakugou secara sekilas. "Jadi itu merepotkan?" tanya Ibu (Y/n) sambil tertawa ramah. Bakugou tersentak, "TI--dak!" Bakugou menghentikan tingkahnya yang tidak sopan itu karena perasaan tidak enaknya.
Karena saat ia berhadapan dengan ibu dari gadis itu entah mengapa ia selalu merasa tidak enak dan seperti ada suatu hal yang menghalanginya.
"Dan setelah (Y/n) ditemukan tentu saja aku akan mengeluarkannya dari U.A" hal itu membuat Katsuki tersentak. "Keluar? Apa maksudmu?" katanya dengan nada yang sedikit meninggi.
*** (Y/n) P.O.V. ***
Aku membuka mataku setelah mendengar suara tetesan air dari atap yang bocor. "Bukankah sudah ku bilang untuk membetulkannya?" ucap seseorang. "Kenapa malah nunjuk aku buat membetulkan itu?!" kemudian aku menggerakkan tubuhku dan membuka mata.
Hal itu membuat mereka waspada, tepat di depan mataku penjahat-penjahat itu ada. Aku menyadari tanganku yang terikat dengan kursi. Aku menarik tanganku ke arah atas agar dapat melepaskannya. "Kau sudah sadar ya, Yukami?" tanya seseorang dari belakang. Terdapat wajah-wajah yang tidak ku kenal di sana.
Kemudian orang-orang itu mulai menyingkir sehingga menyisakan seseorang yang memiliki banyak properti tangan.
Mataku terbelalak saat aku melihatnya, "Kau?! Kau yang ada di Usj kan?!" tegas ku kepadanya sambil mengernyitkan kening.
"Yukami yang sombong dan tidak rendah hati... Apakah kau seseorang yang berbeda dari mereka?" gumamnya lagi.
Emosiku benar-benar tidak bisa dikendalikan lagi, rasanya aku ingin merusak besi ini dan kabur.
"Ne-ne! Bukankah lebih baik kita mengambil sampel darahnya? Atau biarkan dia kehabisan banyak darah?" ucap seorang perempuan yang ada di sana.
Entah mengapa wajahnya itu sepertinya familiar... "Kau tahu itu dilarang kan? Anak ini kan ingin diteliti lebih lanjut oleh boss" ucap seorang yang lain.
"Padahal aku ingin melihat dirinya berdarah!" katanya lagi dengan kecewa.
Kemudian dia mendekatiku, aku memasang sikap waspada, "Kau itu tipe populer ya? Aku bisa melihat itu dari wajahmu, (Y/n)-chan" katanya.
Aku benar benar kesal, dia tahu darimana soal namaku? Tunggu... "Yura? Kau kenapa ada disini?" hal itu membuat wajahnya memucat.
3 R.d. Person P.O.V.
"Ngomong-ngomong berbicara dengan anak-anak U.A memang menyebalkan ya..." ucapnya dengan perasaan yang mencekam. Kemudian ia mengeluarkan pisau hendak menusuk wajah (Y/n). (Y/n) hampir menutup matanya, untungnya tindakan Toga itu dihalau oleh Dabi.
"Kau ini wanita gila ya? Dia kan mau dijadikan sampel" kata Dabi dengan nada mencekam.
"Gadis manis~ Kau kenal dengan gadis yang bernama Yura Shiratori kan?" tanyanya.
Hal itu membuat (Y/n) semakin curiga. Namun ia memilih untuk menutup mulutnya, tidak baik memercayai orang baru. Apalagi saat ini ia sedang berhadapan dengan penjahat-penjahat yang kejam. Ia sekali lagi mencoba untuk melepaskan rantainya.
Menarik kakinya agar terlepas dari rantai. Ia mencoba memperkuat otot dan pembuluh darahnya. Namun hal itu malah melukainya....
Ia sekali lagi memuntahkan cairan yang berisi darah miliknya. "Kau ini bodoh apa gimana ya?" ucap Shiragaki dengan nada berat.
"Kau itu sudah ditangkap dan kau tak bisa apa-apa" katanya lagi dengan wajah dinginnya. "Apa aku harus menghancurkan mu?" ucapnya sambil tersenyum. Senyuman yang dimilikinya itu seperti senyuman seorang psikopat yang ingin membunuh mangsanya.
Tatapannya juga seperti seseorang yang sudah membunuh banyak sekali jiwa.
"Kau ini tidak sabar ya, Shiragaki?" ucap seseorang dari pintu.
Mata (Y/n) sekali lagi terbelalak dan dia langsung memalingkan wajahnya.
"Ah, lama tak bertemu Guru" sapa Shiragaki.
"Kalau begitu, kita sudah tidak bertemu berapa lama ya? Yukami" ucapnya sambil memasang senyum licik.
'Aku benar-benar masuk ke lubang buaya' batin (Y/n) sambil mengernyitkan keningnya.
#With Bakugou & (Y/n) Okaa-san
"Nona, mohon tunggu sebentar!" panggil All Might yang secara tidak sengaja menghancurkan suasana diskusi mereka.
Hal itu membuat Ibu (Y/n) berbalik karena menghargai orang yang mengajaknya bicara.
Dia juga sedikit kaget karena keberadaan Bakugou,
"Bakugou-shounen, kenapa kau" dia menghentikan perkataannya karena tingkah laku Bakugou yang tidak seperti biasanya. Bakugou menutup mulutnya dan melihat ke arah lain, 'tumben sekali dia tidak teriak-teriak' batinnya secara sekilas.
"Ada yang bisa dibantu?" ucap Ibu (Y/n) dengan wibawanya. "Ah! Begini... Bisakah kita bicara?" ucap All Might padanya. "Apa ini soal sikap ketidak-sopanan ku barusan? Maafkan saya.. All Might" katanya sembari membungkuk.
"Namun... Sepertinya saya sekarang benar-benar tidak ingin berbicara dengan pihak sekolah untuk sementara waktu sampai anak saya ditemukan" lanjutnya sambil melihat ke arah Bakugou.
Bakugou lagi-lagi tenggelam dalam pikirannya, 'Kau mau ikut denganku ke cafe sebelah U.A?' lagi-lagi perasaannya yang sedang stabil itu membuat dirinya melakukan hal yang seharusnya ia tidak lakukan.
***
'Aku tidak mengerti lagi apa yang aku pikirkan sekarang. Mengapa aku jadinya mengikuti Ibu dari gadis bodoh itu?' batin Bakugou secara sekilas. 'Semoga saja saat ini dia tidak membaca pikiranku' batinnya lagi secara sekilas.
"Kau suka apa, Katsuki?" tanya Ibu (Y/n) padanya. "Tak usah" jawabnya dengan singkat. "Sekilas kau ini mirip denganku yang suka memberontak ya?" ucap Ibu (Y/n) sambil berbasa-basi.
Bakugou yang tidak mengerti langsung mengernyitkan keningnya. "Maksudmu?" ucapnya dengan penuh tanda tanya. "Lupakan... Apa kau mau kopi?" tanya Ibunya itu.
"Aku tidak begitu suka kafein *" ucap Bakugou sambil melihat ke arah lain.
Fyi : Kafein merupakan kandungan dalam kopi
"Seharusnya anak muda begitu.. Aku setuju dengan caramu itu" katanya sambil tersenyum. "Karena kafein juga tidak baik untuk metabolisme. Sepertinya kamu termasuk orang yang cepat tidur ya?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Iya..?" balas Bakugou yang kini berusaha untuk memasang wajah ramah. Namun wajahnya itu malah terlihat mengerikan..."Santai saja kau tak perlu begitu" ucapnya. Sedangkan Bakugou yang sedikit tidak nyaman itu seolah-olah mengatakan kalau ia tidak bisa bersikap santai di saat begini.
Wanita itu memanggil pelayan untuk memesan Americano. Sedangkan Bakugou dia hanya memesan air putih karena ia tidak memiliki interest untuk kopi.
"Aku bingung dengan kau, apalagi kau adalah ibu dari anak itu. Kau tidak marah denganku?" tanya Bakugou dengan serius.
"Untuk apa aku marah denganmu..? Jikalau kamu memang salah satu penyebabnya..." dia menghentikan perkataannya di saat pelayan memberikan pesanannya.
"Atas nama, (Your mother name)... Americano?" ujar pelayan itu sembari memegang nampan yang diatasnya terdapat banyak pesanan kopi.
*Fyi : Nama orang tuanya bisa disesuaikan oleh pembaca
"Iya benar... Sihlakan letakkan disini" ujarnya dengan ramah. Pelayan itu meletakkan pesanannya, "Terimakasih" katanya lagi sambil tersenyum. "Sama-sama nona" jawab pelayan itu yang kemudian pergi.
'Sikap ibunya itu benar-benar mendeskripsikan si gadis bodoh. Apa mungkin dia mempelajari etika dari dia?' batin Bakugou secara sekilas. "Aku tadi sampai mana ya?" kata Ibu (Y/n) sembari berpikir.
Kemudian ia kembali teringat apa yang ingin ia katakan. "Daripada marah kepadamu. Aku lebih marah terhadap sekolah yang tidak bertanggung jawab" balasnya sambil menyeruput Americano yang baru saja datang.
'Ternyata pelayanannya lebih cepat daripada yang aku kira' batinnya secara sekilas.
"Kau tak perlu tegang begitu, kok! Karena aku tidak akan membaca pikiran dan menggunakan telepati secara seenaknya jikalau kita berbicara berdua begini" ucap Ibu (Y/n) sambil tersenyum.
Bakugou diam sejenak mendengar itu. 'Dia ini agak berbeda dengan si nenek tua yang sering bernyanyi sepanjang hari saat aku berada di rumah' batin Bakugou.
"Bagaimanapun anakku sudah jatuh cinta padamu kan?" hal itu membuat Bakugou tersentak.
"Apa maksudmu?" tanya Bakugou dengan nada yang sedikit meninggi. Ibu (Y/n) memasang senyum kecut.
"Anakku itu selalu bercerita soal mu yang tegas dalam menolak..." Bakugou terdiam sebentar.
"Aku tidak tahu, tetapi alasan seperti itu pasti belum tentu kan?" kata Bakugou padanya.
*** Di Rumah Sakit *** "Oh, Midoriya! Kamu sudah sadar?" kata Kaminari yang baru saja memasuki ruangannya.
"Kamu sudah lihat Televisi? Saat ini media massa terus menerus memberitakan tentang sekolah" lanjutnya. "Ini jauh lebih parah dibanding musim semi lalu" lanjut Satou yang kemudian menutup pintu.
Anak-anak kelas A, datang menjenguk Midoriya. Terkecuali beberapa anak yang masih belum sadarkan diri dan juga Bakugou yang saat itu masih bertemu dengan Ibu (Y/n).
"Kami membawakan melon yang besar! Tentu saja, kami patungan untuk membelinya!" ucap Mineta dengan antusias.
"Aku sudah banyak merepotkanmu ya, Midoriya" ucap Tokoyami yang merasa bersalah.
"Tidak, aku juga merepotkan kalian. Apa semua siswa kelas A datang?" tanya Midoriya.
"Tidak, Jirou dan Hagarakure masih belum sadarkan diri karena gas dari para penjahat. Lalu, Yaoyorozu mengalami luka arah di kepala dan dirawat disini. Sepertinya kemarin dia sudah sadar. Jadi, selain mereka bertiga dan Bakugou yang tak mau ikut kami semua datang menjenguk mu" ucap Iida padanya.
"14 orang" kata Iida lagi untuk menyimpulkan. "Karena (Y/n) juga tidak ada disini" hal itu membuat Mina yang ada di belakangnya panik untuk tidak mengingatkan nya.
"Hei, Todoroki!" Midoriya yang sempat lupa karena kejadian itu kembali teringat.
"All might pernah berkata, aku tidak bisa menyelamatkan orang yang tak bisa ku jangkau. Karena itulah dia selalu menyelamatkan orang yang bisa ia jangkau"
"Saat itu, sebenarnya aku bisa menjangkaunya. Seharusnya aku bisa menyelamatkannya. Karena itulah, bakatku ini ada"
"Sama seperti yang Aizawa-sensei bilang padaku. Tubuhku tidak bisa berguna" ucap Midoriya yang kemudian meneteskan air matanya.
Kemudian pintu ruangan itu terbuka dengan kasar. Bantingan pintu itu membuat semua orang kaget\, "DEKU KAU BRE*****!?! KENAPA KAU HARUS MENYELAMATKANKU HAH?! KALAU BUKAN KARENA ITU SI GADIS BODOH ITU TIDAK AKAN DITANGKAP?!" Bakugou menggertak kan giginya karena ia benar-benar kesal dengan Midoriya yang merasa bersalah.
Bakugou yang saat itu memberontak ditahan oleh beberapa anak laki-laki agar tidak macam-macam di ruangan itu.
"JANGAN TAHAN AKU SIALAN! AKU MAU-" ia menghentikan ucapannya karena teringat akan sesuatu.
Bagaikan keajaiban tiba-tiba Bakugou terdiam, menepis mereka yang menahannya dan keluar.
Tentu saja hal itu membuat Kirishima ikut keluar karena panik dengan tingkah laku Bakugou. "Aku akan menyusulnya" ucap Kirishima kepada mereka.
***
"Bakubro!" Bakugou mengernyitkan keningnya lagi. "APA LAGI A**?! JANGAN IKUTIN GW TOL**!!!" teriak Bakugou dengan kasar.
"Aku tahu kau marah, tapi bukankah kita lebih baik menyelamatkannya?" Bakugou menghentikan langkahnya saat mendengar hal itu.
"Sebenarnya aku dan todoroki datang kesini kemarin" kata Kirishima sambil menundukkan kepalanya.
Ia menceritakan semua yang terjadi kepada Bakugou. Bakugou terdiam mendengarkan itu semua secara langsung.
Kini otaknya itu benar-benar memikirkan apa yang harus ia lakukan. Menyelamatkannya atau membiarkannya.
Karena dia juga membenci (Y/n) akibat ucapan monoma yang mengatakan kalau dia dan (Y/n) pacaran. "Bakugou, apa kau mendengarkanku?" tanya Kirishima dengan sedikit keras.
Bakugou dengan cepat menarik tangan kirishima untuk mendengar pembicaraan seseorang di dalam ruangan. "Bakugou, apa kau mendengar-" kemudian Bakugou memotong perkataannya.
"Diam dulu kau rambut aneh!" kata Bakugou sambil melepaskan tangan Kirishima.
*Pembicaraan di dalam ruangan*"Apa kau mendengar suara yang tidak asing?" tanya Monoma kepada teman sekelasnya yang sedang dirawat.
"Mungkin kau salah dengar" Monoma tertawa. "Sepertinya begitu.. Oh iya, aku ingin membicarakan sesuatu.. Tapi jangan beritahu kendo ya?" kata Monoma padanya.
"Memangnya kenapa sih?" kata temannya itu bingung. "Ya bagaimanapun ini hanyalah cerita untuk menghiburmu~" kata Monoma sambil tertawa licik.
"Kau tahu nggak sih? Si Monster ledakan itu sangatlah bodoh, sampai-sampai ia merelakan hubungannya dengan si gadis primadona" Bakugou yang baru mendengar itu tersentak.
"Eh, kau apakan mereka?" tanya seorang yang lainnya. "Kau percaya si Gadis Primadona adalah pacarku?" lawan bicara monoma pun mengernyitkan keningnya.
"Orang sepertimu pacaran dengan (Y/n)? Tidak" ucapnya lagi. "Nah! Bagaimanapun si monster itu bodoh kan?"
"Nggak mungkin si gadis primadona itu tidak akan mau denganku" Bakugou saat itu sudah mengeluarkan ledakannya untuk membunuh Monoma.
"Tahan Bakugou!" bisik Kirishima yang kemudian menahannya.
"Si monster ledakan itu memang aneh, sampai-sampai dia membiarkan si gadis primadona tertangkap" katanya sambil tertawa.
"Lagipula, mereka memang pasangan bodoh" Bakugou yang mendengar hal itu pun tidak bisa menahan amarahnya lagi. Pegangan Kirishima itu terlepas secara otomatis karena perbedaan kekuatan dan kecepatan.
Kini ia langsung mendatangi mereka berdua dengan terang-terangan. "APA KAU BILANG HAH?!"
To Be Continued~
__ADS_1
Sampai di chap berikutnya? Atau sampai besok? wkwkwk.. sampai besok di jam yang sama yaa:3