
Yura P.O.V.
Notif? Apa ya kira-kir....
*Prang!*
3 R.d. Person P.O.V.
Kemudian Yura melempar ponselnya itu ke tembok, 'Sialan, sialan, sialan!?! Darimana dia dapat foto itu?!' batinnya.
"Dia ini benar-benar liar sekali ya?" gumam Yura. "Ah, kacau... Ponselku jadi retak karenanya!" ucap Yura sambil berdecak kesal.
...Chat room with 'Marisa-chan'...
Marisa-chan
Heyy! Aku sepertinya bertemu dengan temanmu yang juara 3 di festival!
(insert photo)
Kasih tau dong itu bener atau nggak yura~?!
Gila temanmu itu cantik banget **
-16.05 P.M.
^^^Me^^^
^^^Wah iya, dia temanku! Kau ada dimana bisa bertemu dengannya?:D^^^
^^^Dia memang benar-benar cantik^^!^^^
^^^Apalagi orangnya benar-benar baik>
^^^Lain kali akan aku kenalkan padamu ya>
^^^-Send 16.07 P.M.^^^
Yura P.O.V.
Hahaha... Apaan sih? Mukanya itu benar-benar menjijikan... B****** dia benar-benar membuatku mual...
(Y/n) P.O.V.
Kemudian Bakugou benar-benar mengantarku sampai di depan rumah, "Trimakasih banyak karena sudah mau mengantarkanku sampai ke rumah, Bakugou-kun!" ucap (Y/n) sambil tersenyum ramah.
"Jangan berterimakasih padaku sialan" ucap Bakugou dengan suara yang kecil. Sehingga hal itu membuat (Y/n) tak mendengarkan suaranya,
"Maaf?" tanya (Y/n) kepada Bakugou. Namun Bakugou kesal dan tak mau mengulangi kata-katanya, "NGGAK ADA YANG INGIN KUKATAKAN!?! AKU INGIN PULANG!!!" ucap Bakugou dengan nyolot.
"Ah, kalau begitu... Sampai dua hari ke depan ya, Bakugou!" ucap (Y/n) sambil tersenyum.
"DUA HARI LAGI APANYA?! AKU KAN NGGAK MAU BERTEMU DENGANMU!!!" sangkalnya.
***
Kemudian aku memasuki rumah dengan sambutan dari orang-orang rumah. Bibi pekerja di rumah yang langsung datang menyelamatiku dengan ceria. Otou-san yang tidak bisa bersikap seperti bibi ataupun okaa-san itu berinisiatif untuk membelikanku coklat, boba, dan juga beberapa makanan yang enak. Sedangkan Otouto-san, dia...
Udah tau dia itu bergengsi tinggi?! Kenapa aku harus berharap kata 'selamat' dari di-
"Nee-san, selamat ya" ucapnya secara mendadak saat aku melahap makanan.
"Makasih Otouto-san!" jawabku sambil tersenyum ramah. Lalu dia kabur dengan ponselnya yang berdering,
"Oh iya... Otou-san, Okaa-san nggak pulang? Apa dia lembur?" tanyaku pada otou-san.
Kemudian raut wajah Otou-san sedikit berubah, "Dostano? Otou-san?" tanyaku padanya.
Lalu dia menghela nafas singkat sambil memasang senyum, "Apa kau ribut dengan Okaa-san?" tanyaku dengan to the point.
Jujur... Setelah aku mulai berteman dengan Bakugou, aku mulai belajar banyak hal darinya... Salah satunya sikap to the point ini...!
Tapi... Entah mengapa aku terdengar seperti orang kepo dan ikut campur... Hahaha...
^^^Fyi : Kepo adalah sebutan untuk orang yang penasaran dan ingin tahu urusan orang lain.^^^
"Tidak, (Y/n)... Otou-san dan okaa-san nggak ribut kok! Okaa-san ingin pergi ke hosu, untuk menggantikan dokter yang ada disana" ucap Otou-san.
__ADS_1
"Masalahnya, otou-san takut okaa-san melakukan kesalahan di saat operasi" sambung otou-san sambil memasang senyum canggung.
He? Dasar otou-san.... Aku sampai lupa kalau otou-san selalu mengkhawatirkan masalah kecil...
"Okaa-san bakal baik-baik saja kok, otou-san!" kataku sambil mencoba mencairkan sesuasana khawatir.
"Iya juga... Ibumu kan dokter spesialis, terimakasih sudah menenangkanku (y/n)" ujarnya sambil menaruh tanganny di pucuk kepalaku.
Kemudian dia mengusap rambutku dengan perasaan kasih sayang.
3 R.d. Person P.O.V.
Berbeda dari sesuasana rumah (Y/n), rumah Bakugou sekarang sedang ribut dengan hal yang sepele...
"JANGAN SELAMATI AKU SIALAN!?!" protes Bakugou kepada orang tuanya itu. "KATSUKI! BISAKAH KAU SEDIKIT MENGHARGAI ORANG TUAMU?!"
"APA NENEK TUA SIALAN?! KENAPA AKU HARUS?!"
"BISAKAH KAU SEPERTI IZUKU YANG MENGHARGAI ORANG TUANYA?!"
"KENAPA BAWA-BAWA KUSO-DEKU SIH?!"
"JANGAN PANGGIL DIA SEPERTI ITU!?!"
Bakugou berdecak kesal karena omelan ibunya itu, kemudian mitsuki mengambil inisiatif untuk memeluk anaknya itu. Tetapi sebelumnya... Yang pasti dia memukul anaknya dulu sebelum merangkul, "KAU INI HARUSNYA BERTERIMAKASIH KEPADA ORANG TUAMU" ucap Mitsuki sambil memukul kepala anaknya itu.
"JANGAN PUKUL AKU SIAL-" ucapan Bakugou terhenti karena tindakan mendadak ibunya. Sedangkan Masaru hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena tingkah istrinya sekaligus anaknya itu.
Bakugou P.O.V.
Di saat nenek tua itu merangkulku, aku kembali merasakan perasaan geli yang sama seperti saat aku sedang bersama dengan si Gadis Bodoh itu.
"LEPAS SIALAN!?!" protesku padanya. Kemudian dia melepaskan rangkulannya itu... Kenapa dia nggak marah ya?
"Katsuki, omong-omong besok kau ada waktu? Antarkan kue ke rumahnya I-chan ya" Hah?! Barusan padahal aku baru diucapin selamat?!
"Gak mau" ucapku singkat. "Kau.. MASIH BERANI MELAWANKU YA?!"
"Sudah-sudah kalian berdua! Bukankah kita harus merayakan kemenangan ini?"
"BERISIK KAU PAK TUA!?!"
Keesokan harinya, Bakugou mau tidak mau harus mengantar kue ke rumah I-chan yang merupakan teman dari Mitsuki. Itu merupakan hukumannya karena ia teriak pagi-pagi saat sikat gigi.
'Sialan, kenapa aku harus repot-repot begini sih' batin Bakugou kesal. Kemudian Bakugou berjalan dan menuruni tangga metro dengan perasaan kesal. Hal itu membuat orang-orang yang ada disana berpikir kalau dia adalah orang yang berkepribadian seram.
"Bukankah dia yang menjadi pemenang di festival olahraga?" pernyataan itu membuat Bakugou sedikit tersentak. Sehingga secara mendadak dia langsung menjaga imagenya.
Bakugou P.O.V.
"Bukankah dia yang menjadi pemenang di festival olahraga?" ternyata rumor soal aku memenangkan festival juga terdengar sampai sini...
//Flashback
Gadis Bodoh itu, dia selalu saja mengkhawatirkan orang lain dibanding dirinya sendiri... Sialan, bukannya itu malah merepotkan? "Hoi, kenapa kau seperti itu?" tanyaku padanya secara mendadak saat istirahat dari latihan berat.
"Aku?" tanyanya sambil memastikan. "SIAPA LAGI KALAU BUKAN KAU SIALAN?!"
"Kenapa seperti itu? Maksud? Bisakah kau jelaskan lebih terperinci soal itu? Aku tak mengerti apa yang kau bica-" ucapannya itu kupotong. "PIKIR SAJA SENDIRI SIALAN!?! DASAR TIDAK PEKA?!"
Kemudian aku menatap lurus teman-temannya yang barusan pergi setelah menyapa si Gadis Bodoh. Dia tertawa, HAH? KENAPA SI GADIS BODOH INI TERTAWA?!
"Bakugou... Sepertinya kau ini tidak tahu pentingnya teman dan relasi ya?" tanyanya. "AKU TAHU SIALAN!" Anak ini memangnya tidak risih dengan mereka yang memilih-milih teman untuk mencapai standar yang menjijikan?
"Aku berteman dan menjalin relasi seperti ini, dikarenakan aku muak dengan kesepian.... Kau tahu? Semenjak kejadian aku diculik... Aku berusaha untuk berteman dengan siapa saja dan mencoba merangkul mereka yang kesulitan... Karena itu kalau kamu merasa kesulitan jangan sungkan-sungkan untuk cerita padaku ya?" ucap (y/n) sambil tersenyum.
//Flashback : off
SIALAN- KENAPA AKU TIBA-TIBA TERINGAT SOAL SI CAHAYA PAYAH ITU?!
"Pintu terbuka" kemudian aku memasuki subway menuju stasiun C, tempat tujuan si nenek tua.Ngomong-ngomong rumahnya juga ada di stasiun C kan? Apa aku kunj- TIDAK SIALAN!?! JANGAN BERPIKIR KALAU MAU MENGUNJUNGINYA!?! ITU HAL BODOH SEKALI SIALAN?!
3 R.d. Person P.O.V.
Kemudian Bakugou yang kesal karena pemikiran gilanya itu menjedukkan kepalanya kepada dinding subway. 'Anak itu stress ya?' batin seorang yang ada di sana. 'Ckck, kenapa anak itu menjedukk--- Eh, gila ganteng banget!' batin seorang cewek sekolahan yang ada di sana.
Kemudian tanpa basa-basi perempuan itu mendekati Bakugou dengan niat meminta nomor ponsel, namun sebelum mendekat Bakugou saja sudah meninggikan suaranya. "JANGAN DEKATI AKU EXTRA SIALAN" serunya kasar. "Ah! Maaf!" ucap gadis itu sambil langsung kembli ke tempat duduknya.
__ADS_1
(Y/n) P.O.V.
Semalam setelah aku mandi, aku dikejutkan oleh ucapan selamat di media sosial yang aku punya. Sampai-sampai aku kewalahan untuk menjawab semuanya, dan sekarang aku sedang memilih yukata yang cocok untuk pergi ke undangan minum teh sederhana Oba-san.
^^^Fyi : Bagi kalian yang nggak tahu... Di jepang ada semacam adat dan kebiasaan seperti 'pesta minum teh' para bangsawan seperti yang ada di manhwa-manhawa... Tetapi kalau di jepang... Ini tuh lebih formal dan lebih tradisional, dimana kita diajak oleh tuan rumah untuk mencicipi teh hijau yang dia buat dengan sepenuh hati. (namanya chanoyu, kalian bisa cari di google atau youtube untuk prosedurnya).^^^
Akhirnya aku memilih yukata warna biru yang lumayan cocok untukku.
*Wajahnya bisa disesuain sama halu (tadinya author mau nyari yang oren... Tapi gak ada yang cocok, memang ya- lebih cocok gambar sendiri TvT).
Setelah berias dan membereskan diri, aku pamit kepada otouto-san dan juga bibi pekerja di rumah... Sedangkan otou-san, beliau sudah pergi untuk kerja. Aku sengaja membawa payung agar aku tidak kepanasan, jujur aku merasa agak malu kalau pakaianku ini terlihat tidak sederhana... Tetapi bukankah yukata lebih simpel dibanding kimono? Ya... Kalau enaknya sih tinggal pakai baju sehari-hari untuk pergi, tapi tidak begitu... Aku harus menghormati oba-san yang menyiapkan ini untukku. Dan aku yakin dia juga memakai yukata untuk menyambutku.
Sebenarnya rumah oba-san tak jauh dari sini, aku hanya cukup berjalan kaki menuju perumahan maruko. Hanya sekitar 2 km jauhnya, karena itu sekalian olahraga... Aku memilih untuk berjalan dibanding menaiki mobil atau sepeda... Tapi... aku tidak bisa naik sepeda jika aku pakai yukata... Yang ada ribet dan bukannya menghemat biaya... Bisa-bisa yukataku sobek... Apalagi yukata satu ini merupakan kesayanganku.
//Skipped time : 3 R.d.Person P.O.V.
(Y/n) yang barusan sampai itu menekan bel rumah, tanpa berlama-lama lagi Oba-san yang ada di rumah itu berjalan mendekati pintu rumah. Dan membukanya, disana dia menemukan (y/n) yang cantik menggunakan yukata. Di samping itu, ia pun sudah mempersiapkan diri untuk menerima (y/n) menggunakan yukatanya. "Hajimemashite oba-san" sapa (y/n) sambil membungkuk.
Kemudian dia juga ikut-ikutan membungkuk, "Hajimemashite (y/n)-san! Ogenki desuka?" tanyanya sambil mengembalikan posisi tubuhnya seperti semual. Begitu pun dengan (y/n) dia juga mengembalikan posisi tubuhnya agar tegak seperti semula, "Genki desu! Terimakasih banyak sudah mengundang saya, Oba-san" ucap (y/n) sambil tersenyum tanda terimakasih.
"Tak usah formal-formal begitu, kalau begitu ayo masuk!" ucap Oba-san sambil mempersihlakan masuk. Kemudian (y/n) pun melepas alas kaki secara perlahan, dan mengikutinya untuk masuk ke ruang yang disiapkan untuk minum teh.
Baru saja (Y/n) duduk di tempat yang disediakan, terdengar suara bel dari luar. Hal itu membuatnya meminta maaf kepada (y/n) karena dia harus membuka pintu terlebih dahulu, tetapi (y/n) tidak mempermasalahkannya.
Bakugou P.O.V.
Setelah keluar metro, aku berjalan menuju perumahan maruko dimana teman si nenek tua itu tinggal. Sebaiknya setelah ini aku langsung latihan saja, sebenarnya yang seperti ini sudah banyak memakan waktu sialan...
Author Naration P.O.V.
Akibat sudah lama Bakugou tak kesana, Bakugou lupa arah jalan menuju rumah teman Mitsuki. Karena itu dia sempat berputar-putar sepanjang 10 menit, untuk menemukan alamatnya... Dan pada akhirnya dia menyadari kalau rumahnya itu sudah dia lewati sepanjang 10 menit itu, 'TERNYATA RUMAHNYA YANG PAGER PUTIH DENGAN DEKORASI SEPERTI TAMAN INI HAH?! KENAPA DIA GANTI INTERIORNYA?! KAN JADINYA ABIS WAKTU ***' batin Bakugou kesal.
Dengan segera Bakugou menekan tombol bel yang ada di rumahnya, 'CEPAT BUKA SIALAN AKU SUDAH BANYAK BUANG-BUANG WAKTU SIALAN' batinnya lagi.
Kemudian setelah selang 20 detik, pintu itu terbuka... "Ah, Katsuki-kun ya?" tanya wanita paruh baya itu. Kemudian Bakugou mengangguk, dan memberi lihat kantung bawaannya... "Si nene- Ibuku ingin memberikan kue ini padamu, karena itu terimalah" katanya dengan tenang.
"Ah terimakasih, ya" ucap wanita itu sambil tersenyum, tetapi dia tidak mengambil kuenya. 'AMBIL SIALAN' batin Bakugou. "Ngomong-ngomong, Katsuki... Mau minum teh? Sepertinya juga Mitsuki ingin kamu mengambil barangnya ya?" tanyanya kepada Bakugou.
'Ambil barang? aku tid-' Bakugou kembali teringat dengan ucapan Ibunya yang juga menyuruhnya mengambil barang yang ketinggalan.
Kemudian Bakugou mengganguk, "Kalau begitu aku mau langsung pulang, tak usah repot-repot" ucap Bakugou dengan jujur. "Jangan terlalu begitu... Lagipula aku pun ingin tahu soal Mitsuki... Dan juga aku lupa dimana aku menaruh barangnya" ucapnya sambil berbasa-basi.
'Basa-basinya itu, membuatku teringat kepada si Cahaya Sialan' batin Bakugou sambil berusaha menahan tekadnya yang ingin membuat senyum meremehkan. 'TAPI AKU KAN MAU LATI-' kemudian Bakugou teringat lagi akan ucapan ibunya.
"KATSUKI! KALAU KAU MEMPERMALUKANKU DI DEPAN TEMANKU, KAU AKAN-"
Hal itu membuat Bakugou terdiam dan menggangukan kepalanya tanda setuju dengan permintaan teman ibunya itu, "Baiklah, kalau begitu ayo masuk! Akan aku perkenalkan kepada ponakanku!" ucapnya sambil tersenyum. "Tapi aku tidak memakai hakama" ucap Bakugou to the point. "Tak apa kok! Kalau begitu aku akan ambil kuenya ya" katanya sambil mengambil kantong kue pemberian Katsuki.
Dan Bakugou pun memberikan kantong berisi kotak kue itu dengan hati-hati, kemudian Bakugou masuk saat dia memperbolehkannya. 'Tidak hanya diluar... Ternyata dia ini juga cukup boros untuk mendekorasi ulang rumahnya ya' batin Bakugou.
'Bagaimanapun guci itu juga terlihat mahal... Aku juga jadi ingat saran dari si nenek tua itu agar aku tidak memecahkan barang yang ada di rumahnya... Karena barang dari rumahnya itu cukup mahal, siapa juga yang mau mecahin barang?' batin Bakugou sambil melepas alas kakinya. Kemudian Bakugou melihat alas sepatu perempuan yang dia kenali ukurannya, tetapi dia berusaha untuk tidak memikirkannya.
"Kalau begitu, Katsuki-kun! Sihlakan masuk terlebih dahulu di ruangan kedua sebelum kamar mandi ya" ucapnya kepada Bakugou. "Aku ingin menaruh ini di kulkas terlebih dahulu" sambungnya.
Kemudian Bakugou mengangguk, 'dia ini anaknya pemalu sekali ya' kata wanita itu yang tidak lain dari Oba-san yang (y/n) kenal dalam hatinya.
'Aneh, mengapa aku merasa kenal dengan ukuran alas sepatu yang dikatakan keponakannya ya?' batin Bakugou.
'Ah sudahlah tak usah dipikirkan' batin Bakugou sambil membuka pintu ruangan.
Kemudian Bakugou membatu sejenak karena sosok wanita yang dikatakan sebagai anak keponakan perempuan,
3 R.d. Person P.O.V.
Di pagi hari menuju siang itu, cahaya matahri yang sempurna melewati jendela. Sehingga kecantikan (y/n) itu sedikit menampakkan aura elegan saat dilihat dari kesan pertama, 'Gadis itu siapa? Apakah itu keponakannya? Aku baru pertama kali melihat perempuan secantik itu selain-'
'Tunggu itu...'
'HAH?!'
"HOI KENAPA KAU DISINI CAHAYA SIALAN?!" kata Bakugou dengan spontan hal itu membuatnya lupa dengan alasan mengapa dia tidak teriak-teriak sedari tadi.
"He? Bakugou-kun?" tanya (y/n) yang sedikit tersentak karena keberadaan Bakugou itu.
-T.B.C. To Be Contunied~
__ADS_1
Hai-hai! Apa kalian dah nunggu lama? Sekarang Be My Side come back dengan cerita seru setiap harinya:3
Ditunggu updatenya setiap jam 3 ya, makasih^^!