Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 07 - Childhood Friends


__ADS_3

...*Chapter sebelumnya*...


...*aku tulis lagi, karena sebelumnya ada kesalahan teknis... Jadinya yang part ini nggak muncul:')*...


...*Tapi sekarang dah aman ges... Yang part ini udah kutambahin:3*...


(Y/n) P.O.V. (Review Chap sebelum)


"Begini- aku akan meratakan semua quirkku disini, ehm- agak susah dijelaskan tpi aku butuh bantuanmu untuk menangkap salah satu dari mereka yang bukan siswa rekomendasi itu" Jelasku pada sato. "Lalu- tempelkan ini" ucapku sambil membentuk semacam pin tempel kepadanya. "apa ini (y/n)?" tanyanya bingung.


"Aku bukanlah orang yang jago dalam menjelaskan hal ini, coba kau lihat perekat yang ada di belakangnya" ucapku sambil menunjuk pin yang dipegangnya. "maksudmu yang dibelakang ini?" ucapnya bingung. "iya, aku mau kau menempelkannya kepada salah satu dari mereka yang bukan rekomendasi. lebih tepatnya- rekannya yang bertangan banyak itu... baru saja aku melihat ciri khasnya yang menempel dengan cahaya, dan aku mendapatkan informasi bahwa dia bertugas sebagai informan. Karena itu aku akan membutakan quirknya, dengan ilusiku" jelasku panjang lebar. Satou terlihat tidak mengerti, tapi dia mengerti dengan tugasnya. "Oh iya, kalau bisa jangan bertarung" sambungku sekali lagi. Dia menggangukkan kepalanya.


"Baiklah aku akan memulai mengaktifkan quirkku" gumamku dengan nada pelan.


"Hah- apa katamu?" tanya satou bingung. "aku akan mengaktifkan quirkku, jadi sebentar ya~"


Aku mulai membagi diriku menjadi 8 klon transparan yang sederhana, melapiskan quirkku dengan menyentuh dinding di 8 sisi. Atas, bawah, kiri, kanan (lantai 1). Atas, bawah, kiri, kanan (lantai 2) dan salah satu klonku mengalirkannya di luar dan di tanah. Karna aku mengalirkannya ditanah, otomatis ilusiku juga mengalir ke seluruh area. Tetapi tentunya aku menggunakan energi cahaya sekitar, karena jika menggunakan energiku- tentu saja itu tidak cukup.


"Latihan Dimulai"


"(Y/n) kau yakin dengan ini?" tanya satou dengan tidak percaya kepadaku. Aku tertawa kecil melihat tingkahnya, "hey, coba kau lihat ke jendela~ kira-kira apa yang sedang mereka lakukan?" ucapku sambil memperkuat ilusiku. Dia melangkah ke jendela, melihat Todoroki dan shoji yang kebingungan. Dan tidak melawan sama sekali, "Sekarang sato kau harus lompat kebawah dan tempelkan pin itu. Aku sudah memastikannya bahwa itu aman, maka percayalah padaku" tegasku dengan nada sedikit meninggi. "Baiklah aku akan cepat" katanya langsung percaya dan melompat. Dan benar saja itu hanya seperti melompat dari ketinggian 20 cm.


Aku mendapati informasi dari klonku bahwa satou berhasil, dan ilusiku berhasil menahan quirk Todoroki karena aku mengalirkan quirkku di tanah.


Saa~ aku akan membuat perangkap di tanah dengan mengalirkan cahaya perekatku, hehe~!


Berhasil, sekarang aku tinggal memastikan mereka berdua benar-benar terikat oleh tali quirk cahayaku. Aku melihat ke jendela dan melompat, benar- mereka berdua tertangkap. Tapi mereka sepertinya tak bisa melihat keberadaanku dan sato karna quirkku yang menutupi keberadaan kami. Lalu aku menonaktifkan quirkku.


"Latihan Selesai"


*Review Chap sebelum selesai*


3 R.d. P.O.V. (di ruang penonton)


"Latihan selesai"


"Wah cepet banget ya~" ucap uraraka kepada tzuyu. "Iya, dia memang benar-benar berbakat... kero" balas Tzuyu. "Hah~ untung aku nga ngelawan kelompok (y/n)" gumam Toru. "Tapi bukankah (y/n) terlihat seperti memiliki banyak quirk?" tanya Jiro.


"Iya, tapi menurutku quirknya hanya satu. Pernahkah kalian mendengar ceritanya?" tanya Momo kepada yang lain. Mereka semua mengganguk, "Iya- quirknya merupakan hasil pengembangan dari keluarganya, jadi menurutku itu wajar" ucap Momo dengan tegas.


Bakugou P.O.V.


Kh- deku sialan itu..! dia tahu saja cara mempermalukanku..! SIAL-SIAL-SIAL! AKU BARU SAJA MULAI. BATU ITU NANTINYA AKAN KUHANCURKAN SENDIRI. Dan hanya aku yang akan melampaui All might. ...Apa aku ini lebih lemah dari si DEKU sialan itu? HA? Lalu, kenapa dia mengacuhkanku?! S*ALAN!


"Latihan dimulai"


.


..


... Ha? apa-apaan kelompok ini? dia tak menjaga nuklirnya?


Ha-ha, ternyata ada yang lebih bodoh dari--


...?!


"Latihan Selesai"


"wah cepet banget ya~" "iya, dia memang benar-benar berbakat... kero" "hah~ untung aku nga ngelawan kel (y/n)"


(y/n)... ya?


'ehm- haloo.., aku (y/n)... kau tahu kita ini-' (selintas memori masa lalu)


Dia-? benar aku tak salah orang, gadis bodoh itu- kenapa dia disini..?! sial- kenapa aku jadi seperti ini sih..! rasanya seperti tertinggal-


*Flashback //on*


(ingatan terkubur Katsuki)


jadi secara teknis Bakugou tak mengingat semua bagian dari memori ini.


"wahh~ quirkmu hebat sekali kacchan! nanti kalau aku sudah mendapatkan quirkku..., aku juga akan hebat sepertimu!" ucap deku yang jalan mengikutiku dari belakang.


"Tak peduli sekuat apa quirkmu, quirkku akan jauh lebih kuat daripadamu!"


Aku- Hari itu- aku tak menyangka apa yang terjadi selanjutnya... Tak lama setelah itu, tepatnya saat aku ingin pulang ke rumah. Aku tertangkap oleh orang jahat s*alan,


dan terbangun di sel penjara dengan borgol di tanganku.


Sial-! kenapa begini?! Dan bau busuk apa ini?! Kupandangi sekitar, lalu kedekati anak-anak yang tergeletak di lantai. "Hey! Kamu yang memasukkan aku kesini kan?!"


Ku tendangi mereka satu persatu, tapi mereka tidak bernafas sama sekali... Aku harus bagaimana? hiks- aku takut, All m-might apa kau akan datang?! K-kau akan menghancurkan mereka semua bukan?


"Hah- ternyata kau sudah melepas borgol ya anak kecil?" ada seorang laki-laki menggunakan jas. Dia berdiri tepat di depan sel penjara, "S-SIAPA KAU? KAU INI ORANG JAHAT KAN?!"


"HAHAHAHA- namamu siapa? kau ini pintar sekali! bahan percobaanku yang pintar..!"


"kh- aku tidak mau jawab! tak ada gunanya berbicara denganmu!" jawabku dengan nada yang tinggi. "hm? tak ada ruginya menjawab bukan? hah- yasudahlah jika kau tidak memberi tahu namamu akan kuubah namamu saat pencucian otak... hahaha, kau ini bocah yang sombong ya?" ucapnya dengan wajah jeleknya yang gila itu. Tapi- cuci otak?


Yang benar saja- mengapa All might belum datang? Apa aku harus melawannya?


Iya- aku adalah anak yang nantinya akan jadi pahlawan hebat kan?


"Kau ini gila- aku tak mau jadi bahan percobaanmu!" seruku kepadanya.


"pft- lucu juga aku berbicara dengan bocah sepertimu- tak salah aku memilihmu! eh- sudah datang ya? letakan anak keturunan yukami itu di tempat ini juga- dan berikan borgol listrik ke anak itu!"ucapnya kepada anak buahnya yang datang membawa anak perempuan? iya sepertinya dia seumuran denganku.


Lalu, anak buahnya melempar anak perempuan itu ke tembok. "HEY APA KAU GILA?" teriakku karna tak suka melihat itu. Aku pergi menuju anak itu, eh- apa-apaan? dia tak terluka sama sekali?


"Dia tak terluka kan? karena dia itu anak keturunan yukami" ucapnya dengan sombong. "Hah- yukami? apa maksudmu ORANG JAHAT!" seruku kesal. "hahah- ternyata bocah kecil sepertimu tidak tahu ya? biar kujelaskan~ yukami adalah keluarga yang hanya mewariskan quirk cahaya kepada keturunan perempuan... Dan dia adalah nona muda Yukami, kau tahu quirk cahaya? quirk cahayanya sudah berevolusi di generasi 12 seperti yang diramalkan" jelasnya.


Hah? aku tak begitu mengerti..! Sial- aku kesal akanku robohkan penjara sialan ini! Lalu aku berlari mendekati pagar penjara, dan saat aku meledakkannya- Aw!


"APA-APAAN INI?" seruku kasar. "Hahahah sepertinya sekarang kau puas bermain ya? besi ini dialirkan oleh listrik kau tahu? HAHAHAH-! ADUH AKU GA PERNAH MELIHAT BOCAH BODOH SEPERTIMU!" kh- keberadaannya membuatku kesal.


"baiklah kau akan kuborgol...! penjaga! berikan borgol listrik anak berrambut pirang ini!"


Dan begitu aku pun diborgol listrik oleh orang gila itu...


Dia pergi meninggalkan sel penjara. Sial borgol ini juga sama seperti pagar penjara yang itu, tanganku rasanya mati rasa dan sepertinya tanganku terluka karena itu.


Sial- anak itu juga mengapa- tidak bang- eh? sial cahaya apa ini?


Ptas! eh borgolku hancur? cahaya ini berasal dari anak itu kan? aw! tanganku sepertinya terluka parah- aku tak bisa menggunakan quirkku jika begini-


Sudahlah, sekarang kupastikan anak itu masih hidup- atau tidak,


Ish! apa dia mati seperti anak-anak ini? aku harus memasti- uh- dia bergerak..! Eh tapi tangannya? bukankah tadi dia di borgol? iya sepertinya tadi cahayanya melepaskan borgolnya juga.. Aku harus tetap tenang..!


"uh, dimana ini?" tanyanya sambil mengucek matanya. "hiiy!" kh- dasar anak cewek! "berisik!" ucapku sambil melihatnya sekilas. Dia menatapku dengan matanya yang-


"Apa kamu liat-liat?" ucapku sambil mengernyitkan alisku.


Ugh, kenapa anak ini terlihat sempurna- Apa dia ini orang kaya? "ehm- haloo.., aku (y/n)... kau tahu kita ini-" aku pun memotong kata-katanya. "Bodoh, siapa yang peduli?" ucapku sambil meremehkannya. "Aku belum selesai bicara, kau tahu?!" balasnya dengan nada kesal.


Aw, tanganku sakit. "Kalau tidak penting, sudahlah... lebih baik kita tak usah bicara!" seruku sambil menahan sakit. "heh, kita ini dimana?" tanyanya dengan tegas. "kita ini diculik oleh penjahat bodoh!" seruku dengan kesal.


Bisa-bisanya dia tak tahu kondisi? Dia ini gila atau apa?


"aku tak mengerti mengapa kau hanya bisa tidur dan tidak tahu apa-apa, iya juga sepertinya kau mirip-mirip deku bodoh itu" ucapku sambil menyeringai.


"pe-penjahat?" tanyanya sambil gemetar. "haha iya, dasar lemah" anak ini tidak ada apa-apanya, tpi- apa benar tadi itu quirknya? "sudahlah, tak ada gunanya bicara denganmu" Aku akan berusaha melawan penjahat itu dengan satu tanganku ini. "hey kau mau kemana?" tanyanya dengan nada sedikit meninggi.


"mengalahkan penjahat"


"pft- kau kira ini waktu untuk bermain-main?" katanya sambil tertawa. Ergh- anak ini benar-benar... "Berisik! kau lihat saja sendiri!" lalu anak itu mendekatiku dan menarik tangan kanan ku yang terluka. "He- hey!?! apa yang kau-"


"Shh-! aku akan menyembuhkanmu!" ucapnya dengan suara kecilnya itu. Dia gila? apa dia tidak keberatan menghabiskan quirknya untuk orang lain? dia ini aneh.!

__ADS_1


Lalu dia menarikku kebawah, untuk duduk. Dia- uh- mata kami saling bertatapan, karena itu aku mengalihkan pandangku.


"Kau kenapa begitu sih? malu ya?" ucapnya dengan nada yang ramah.


"... ngak, sudahlah aku sudah merasa lebih baik bisakah kau memberhentikannya?" balasku dengan nada rendah. "aduh! gimana cara berentiinnya ya? aku lupa pelajaran dari obaa-san! aduh~!" ucapnya panik. Tapi entah mengapa sosok paniknya, sedikit terlihat imut. "Baka! kau kok bisa lupa?! cukup hentikan saja quirkmu!" seruku dengan nada sedikit meninggi. "eh iya! hentikan cahaya cadangannya! stop energy!" ucapnya sambil memberhentikan quirknya.


Aku melihat tangan kananku, bersih seperti tak pernah terluka. "uhm- Terimakasih" e..eh? dia- kenapa? Ha? Tidur setelah melakukan ini? apa maksudnya? Dia langsung tertidur di kakiku, tidak lebih tepatnya di pahaku.


Apa aku bangunkan saja?


Tapi dia terlihat kedinginan sambil memegangi dadanya, dia asma?


Ugh- apa yang harus kulakukan? apa aku harus memeluknya? kh- disini tidak ada selimut.! Tetapi itu hal yang wajar sih, tak mungkin ada selimut untuk anak yang diculik. Sial, sepertinya aku harus menggunakan quirkku.


Selang beberapa menit, dia mulai tidak kedinginan. Syukurlah cara ini berhasil, aku menggunakan tangan kiriku membuat kembang api kecil untuk menghangatkannya, dan aku merangkulnya dengan tangan kananku. Lalu dia tersadar dan langsung membelalakan matanya, "hah~? apa yang KauU Lka-lakukan!" dia langsung kabur karena kaget.


Apa-apaan dia? apa begitu caranya dia berterimakasih?


"Kau tidak lihat ya? aku tadi merawatmu tahu!" seruku kesal. "eh? lalu tanganmu?" tanyanya sambil memiringkan kepalanya yang menandakan bahwa dia bingung. "sudah lebih baik..." ucapku pelan.


"Hah? ga kedengeran!" ucapnya sambil tertawa. Apa-apaan dia mengejekku ya? "ahahah- maaf, sudah lebih baik kan? syukurlah" sambungnya sambil tersenyum setelah menhentikan tawanya. Entah mengapa rasa marahku hilang- apa ini juga quirknya? "Trimakasih- ehm- gadis a-n-e-h" ucapku karena tak tahu namanya.


"Aku punya nama! Dasar bocah sensi!" teriaknya kesal.


"Aku juga bukan bocah sensi!" balasku tak mau kalah.


"Hah, yasudah~ aku (Y/n), salken! kamu?" tanyanya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Ugh- kenapa aku tak bisa tenang? bagaimana bisa aku mengakui kalau dia cantik..?! "eh- salam kenal, aku Katsuki- Katsuki Bakugou" jawabku sambil mengabaikan tangannya. Dia terdiam menunggu tanganku, "huh~! dasar sombongg..! salaman kek!" ucapnya langsung menarik tanganku. "EH-OI!"


Tangannya mulus, bersih, tapi- dingin! "oi, kau ini boneka salju atau apa sih hahahah" ucapku sambil tertawa. "huh- jangan tertawa~!" katanya langsung menarik tangannya. Aku tak bisa menahan tawaku, "ih~ jahaat! katsuki, kau jahat!" ucapnya langsung ngambek. Sial aku kenapa sih, plak! Aku menampar diriku sendiri, agar sadar dengan keadaan sekarang.


"He-hey! apa yang kau- kau kenapa!?" ucapnya kaget karena melihatku yang menampar diriku sendiri. "Bukan urusanmu! sudahlah aku ingin kabur dari sini!" ucapku langsung berdiri dan berjalan menuju pagar mengaktifkan quirkku.


Dia langsung menarik lenganku, "kau ini bodoh! kalau kau lewat sana, pasti kau tertangkap oleh orang jahat itu!" ucapnya dengan muka khawatir. kh- emangnya aku selemah apa sih! kenapa kau meremeh-


"Ehm, kalau kau ingin pergi... bawa aku juga!" ucapnya dengan mata berbinar-binar. "Ugh, merepotkan kenapa aku harus membawamu? lagian kau ini meremehkanku kan?" tanyaku dengan nada sedikit meninggi.


Lalu dia mulai meneteskan air matanya, duh- jangan dong! "IYA! IYA! AKU AKAN MEMBAWAMU!" ucapku pasrah. "Sungguh?!" ucapnya kembali ceria. Aku pun hanya bisa menggangukan kepala, "nah kalau begitu~ aku akan memberimu hadiah!" ucapnya ceria.


"hah?- apaan?"


Dia mengalirkan quirknya, iya cahaya tadi merupakan quirknya. Keren- apa dia benar-benar memiliki quirk yang diturunkan dari keluarganya itu? "apa yang kau lakukan?" tanyaku kepadanya.


"karena umurku yang masih 4 tahun, aku hanya bisa menahan mereka selama kurang lebih 5 menit... lebih tepatnya aku akan membuat mereka semua tidak sadar! apa itu tak apa katsuki?" tanyanya dengan wajah yang sedih. "hm- tak apa kita bisa kabur dalam waktu itu..." jawabku dengan tegas.


"Baiklah aku akan memulainya!" dia ngapain? hah? lantainya tiba-tiba bercahaya? lalu dia mendekatiku, "hah? apaan?" uhp-! dia ini bodoh? atau- INI APAAN ?


Dia melepaskan bibirnya sambil tersenyum, lalu memegang tanganku dengan erat. Aku ingin melepas tangannya tapi dia menahannya agar tidak melepaskannya "hehe~ aku mencium mu karena aku ingin tahu apa aku dan kau cocok atau tidak~" ucapnya dengan santai. Apa dia ini orang gila? atau orang jorok? "heh-! apa-apaan jorok- uhp!" dia menutup mulutku. "shh! aku lagi mengalirkan quirkku!" ucapnya pelan.


"eh-? lihat sepertinya aku dan kau cocok! coba kau robohkan tembok itu!" ucapnya sambil melepaskan tangannya dari mulutku dan menunjuk ke tembok belakang. "Hah? eh kenapa tubuhku jadi bercahaya?! lantainya?" aku sekali lagi ingin melepaskan tangannya, tapi dia menggelengkan kepalanya dan menunjuk tembok itu.


Entah mengapa hatiku berkata bahwa dia baik, dia bukan orang jorok, dia menunjukan jalan keluar untuk ini semua. Lalu aku mengikuti perkataannya, langsung mengaktifkan ledakanku, hah? kok ledakanku besar sekali?! tidak- ini seperti bukan milikku. Apa karena gadis ini? "hoi- apa apaan ini (y/n)?"


"Cepat dong katsuki! aku tak punya waktu untuk menjelaskannya sekarang!" perintahnya dengan nada sedikit meninggi. "Baiklah" ucapku langsung meledakkan tembok belakang. Lalu tembok itu mulai runtuh, dia- terlihat sempoyongan sambil memegangi kepalanya dengan sebelah tangannya. "Ugh, katsuki ayo cepat kabur! api jangan lepaskan tanganku!" ucap (y/n) sambil memegangi kepalanya. "yasudahlah ayo kita lari!" jawabku sambil menarik tangannya. Kenapa yang lain tidak mengejar kami? kenapa penjahatnya tidak keluar?


"Karena umurku yang masih 4 tahun, aku hanya bisa menahan mereka selama kurang lebih 5 menit... lebih tepatnya aku akan membuat mereka semua tidak sadar! apa itu tak apa katsuki?"


Hm- kalau begitu aku bisa kembali melawan mereka! dengan quirk ini aku bisa-


Grep! "APA YANG KAU PIKIRKAN KATSUKI! AYO KITA KABUR! a-aku tak bisa berresonansi lebih banyak la-lagi..!" ucap (Y/n) dengan kondisinya yang semakin tidak memungkinkan. Tangannya mulai memanas, dan dia mulai terengah-engah. Sial apa dia kambuh saat begini? entah mengapa suara hatiku suruh mengikutinya.


"Hah? apa maksudmu (y/n)??" tanyaku bingung sambil memberhentikan langkahku. "ugh- aku meminjam-"


"Aku meminjam apa?" tanyaku dengan tegas padanya.


"Aaa-aku meminj-am quirk- nmu dan quitrk ku darui- dari masa depan... karena itu cepatlah!"


"haah? jelaskan apa maksudmu ini?" tanyaku dengan nada meninggi. "uh- bisakah kau menggendongku?" tanyanya sambil mengatur nafasnya. "hah? kau gila ya?" jawabku.


"aku akan menjelaskannya! plis!" ucapnya dengan mata seperti berkaca-kaca. "baiklah lepaskan tanganmu aku akan menggendongmu! kita sudah jauh sekarang jadi kau bisa memberhentikannya!" tegasku kepadanya. Dia mengganguk pelan, lalu aku melepaskan tangannya. Seketika cahaya- stamina- energi langsung hilang.


Dia mendekatiku dan memeluk punggungku, aku mulai menggendongnya. hm? dia?


"Kau... ringan"


"Begitu ya?" sahutnya dengan nada merendah. "sekarang jelaskan maksud perkataan tadi" ucapku dengan pelan sambil membawanya jalan.


"Quirkku adalah cahaya, quirkku bisa dibilang diturunkan dari okaa-san... Jadi quirkku ini adalah quirk yang dikuatkan oleh keturunan okaa-san dan otou-san. Kalau soal ciuman tadi, aku mencoba memanggil quirk diriku dan quirkmu di masa depan. tapi katanya- itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar jodoh..." jelasnya dengan nada pelan. hah? jodoh? apa-apaan entah mengapa jantungku berdetak cepat. Sial- dia ini umur berapa sih sudah bicara begitu?


*//puber sejak dini ya bund:v*


*//plak*


"Tapi sepertinya katsuki- kita ini beneran jodoh deh kayaknya hehe!" ucapnya dengan ceria seperti tak merasa bersalah. "Sial kau- belajar darimana kau?" tenanglah jantungku, sial apa aku tertular asma sepertinya? "Oba-san (bibi) membocorkannya! katanya itu cara untuk menghubungkan quirkku dengan seseorang!" jawabnya. "Sudahlah- kalau kau bicara seperti itu aku akan menjatuhkanmu!" ancamku kepadanya. "hahah, katsuki wajah mu merah- apakah kau tergigit nyamuk atau sebagainya?" tanyanya dengan lugu. "Bodoh! diam kau!"


Dia tertawa, suaranya imut- tapi apa aku harus senang atau kesal? dia seperti mengejekku tuh.


"Sudahlah, dimana rumahmu biar ku antar-"


Lalu di depan kami terdapat penggangu yang menghalangi jalan kami- Ya itu penjahat yang tadi, orang-orang gila. Apa quirk (y/n) benar-benar sudah hilang sehingga mereka menyusul kami dan mendahului kami lewat pintu depan?


"Wah- wah sepertinya aku tidak bisa meremehkan kalian ya? hm nona muda yukami? kalian kabur sampai sini hal yang bagus!" ucap laki-laki tadi yang sempat menanyakan namaku.


"kita akan berbicara lagi nanti- sekarang tangkap mereka!"


Lalu gadis bodoh itu melompat daripadaku, "he-oi!" ucapku kaget.


Dia memaksakan dirinya lalu dia seperti menyerap cahaya di tempat-tempat terdekat, "sebentar ya katsuki aku akan mengaktifkan quirkku. peganglah tanganku dengan erat! agar aku bisa memanggil quirk masa depanku!"


Aku menarik tangannya, dan memegangnya dengan erat.


Lalu dia melempar quirk cahayanya yang berbentuk bola raksasa itu ke orang-orang yang ingin menankap kami, dengan spontan aku langsung merangkulnya dan membawa pergi terbang ke atas dengan quirkku yang kuat yang sama seperti tadi. Gerakan ini seperti bukan diriku, apa ini aku di masa depan? Entah kenapa aku di masa depan seperti tak mau berpisah dengannya. Apa jangan-jan... ah tidak-tidak ini sepertinya kebetulan.


Penjahat P.O.V (5 menit sebelum)


Anak keluarga Yukami berhasil kuculik ya? hm, entah bagaimana jadinya keluarga yukami, setelah kuduplikat gen dari anak itu aku akan menguji cobanya dengan memasukkan gen itu ke anak-anak lain. Hm-? kalau keluarga yukami kira-kira sekarang ngapain ya? hahaha pasti- hah?


Kenapa tubuhku kaku begini? ini pasti ulah anak Yukami itu! Karena umurnya yang masih kecil, aku bisa keluar dari quirk pelumpuhnya.


Sial, aku terlalu lengah!


...-----><----...


Lihatlah mereka~ Ya walaupun cuma anak kecil, tapi bisa kuakui mereka ini berbakat. Atau ini cuma kekuatan Yukami yang kuat jadi bisa seperti ini?


Hm?


.


..


....


HA-HA-HA lihat itu mereka-? mereka mulai mengacuhkanku ya?


sfx: suara mobil polisi.


Sial!


Bakugou P.O.V.


"Makasih, Katsuki!" ucapnya ceria. Aku mengganguk, "Oh iya itu ada polisi! kita ke situ aja Katsuki!" sambungnya lagi.


Sial anak ini, dia membuatku gila.


Lalu aku mendarat, seketika dia menghentikan aliran cahayanya. Dan menemui orang dewasa yang melambai-lambai kepadanya, dia melepaskan tanganku dan berlari menujunya. Mereka orang tuanya?


Lalu tak lama kemudian, dia menunjukku. Sehingga orang tuanya dan dia mendekatiku. "Kaa-san~ ini Katsuki! dia punya quirk yang hebat! Dia tampan sekali bukan?" ucapnya dengan ceria kepada orang tuanya.

__ADS_1


"wah~ kamu katsuki ya? Trimakasih sudah menjaga anakku" ucapnya sambil berterimakasih kepadaku. "Ah, bukan apa-apa... anakmu lah yang hebat" ucapku sambil menggaruk pipiku yang tidak gatal.


"Katsuki rumah mu dimana biar tante antar!" ucap orang tunya sambil memegangi tanganku.


"Mah katsuki tinggal di rumah kita saja!" ucap gadis bodoh itu dengan ceria. "he-oi!" ucapku kesal. "Ga boleh gitu (y/n), nanti orang tuanya khawatir~" jawab orang tuanya.


"Rumahku ada di jalan makoto lebih tepatnya di shinjuku" jawabku kepada pertanyaan yang tadi dilontarkan orang tuanya.


"Wah makoto ya? yasudah biar tante antar... kau tahu jalan pulang kan?" tanya orang tuanya lagi. "Iya aku ingat" jawabku kepadanya.


"Okaa-san kalau begitu aku ikut mengantar!" sahut gadis bodoh itu.


Ya- akhirnya aku diantar pulang oleh orang tua gadis bodoh itu. Aku menaiki mobilnya, dan mungkin karena lelah gadis itu tidur di bahuku.


"Katsuki, kau mau makan dulu tidak?" tanya orang tuanya. "Ah tak usah aku ingin makan di rumah, lagipula aku ingin langsung pulang ke rumah" jawabku dengan tegas menolak tawarannya.


"Baiklah..." jawab orang tuanya itu kembali menyetir. Dia diam sejenak, dan dia memberhentikan mobilnya. "Katsuki, apakah kau dan (y/n) anakku tadi benar-benar menghubungkan quirkmu dengan quirk anakku?" tanyanya dengan ramah.


"iya tadi dia menciumku" jawabku dengan polos. Tampaknya orang tuanya itu menepuk kepalanya sendiri.


(like this : 🤦‍♀️).


"aku harap kau melupakannya katsuki, karna jika kau mengingat itu... Itu akan mengganggumu" ucap orang tua nya itu.


"aku benar-benar tak mengerti... mengapa kau?" lalu aku tak bisa mengingat hal setelahnya.


//flashback memori samar-samar selesai.


(Y/n) okaa-san memory.


"aku benar-benar tak mengerti... mengapa kau?"


Maafkan aku- aku harus mengubur ingatanmu dengan quirk cahayaku... Karena jika kau mengingatnya, itu akan membuat masa depanmu menjadi kacau.


(Y/n) anakku... Aku benar-benar senang kau menemui anak seperti dia di masa depan... Tapi maafkan aku anakku... Aku harus mengubur ingatan kalian... Ingatan ini mungkin suatu hari akan muncul... Namun akanku pastikan dimana saat kamu menerapkan resonansimu, disanalah ingatanmu akan ku kubur dalam-dalam. Sampai suatu hari nanti, kalian akan menyadari bahwa kalian pernah bertemu sebelumnya...


Setelah itu aku bertemu dengan orang tua Katsuki, mereka benar-benar orang baik. Dan tentunya aku menceritakan kepada mereka kejadian tadi, karena aku merasa tak masalah bercerita kepada mereka.


Dan akhirnya aku pun dan orang tuanya membuat kesepakatan untuk tidak memberi tahu anaknya soal resonansi.


- end of (Y/n) okaa-san memory.


//Back to Bakugou P.O.V.


Cewek gila, dia mau menghalangiku ha? dan lagi quirknya lebih kuat dariku?!


(Y/n) P.O.V.


Aku dan satou berhasil melewati latihan ini dengan mudah, "Stop Energy!"


"Kelompok Penjahat (Villain) menang!"


Lalu aku merasakan tekanan kuat pada darahku, nafasku mulai terengah-engah... sial-


3 R.d. Person P.O.V.


(Di ruang penonton)


Terlihat (y/n) mulai sempoyongan, memegangi dadanya setelah menunjukkan quirknya yang hebat itu. "Eh- (Y/n) kenapa itu?"


"Jangan-jangan gejalanya kambuh lagi" ucap Iida kepada yang lain. "iya, ternyata quirk yang besar itu punya kelemahan juga" jawab Kirishima. All might yang panik pun menyuruh membawa (Y/n) ke recovery girl.


(Di tempat latihan)


Tepat setelah (Y/n) merasakan tekanan pada darahnya, Todoroki dan Shoji melihat ke arah (y/n) dengan keadaan panik. "Hoi! (y/n)! kau tak apa?" tanya satou kepadanya. (Y/n) tak menjawab sama sekali, wajah nya terlihat pucat dan dia mulai menyembuhkan dirinya dengan quirknya.


"Bodoh jangan paksakan dirimu!" teriak Todoroki karena panik melihat (y/n). "ha-ha sebentar, aku masih bisa menyembuhkan diriku!" ucap (y/n) mulai kembali normal. Cahaya disekitar mulai masuk kedalam diri (y/n), dan juga ikatan pada todoroki dan shoji mulai merenggang. Dan menghilang begitu saja... All might yang panik dia langsung ke lapangan, "(Y/n) shounen! kau sudah tak apa?" tanyanya dengan tegas. "Saya sudah merasa lebih baik, sensei! Maaf merepotkan sensei!" jawab (y/n) dengan ceria.


"Kau tak memeriksakan dirimu ke recovery girl, (y/n) shounen?" jawab All might panik. "Ahahah, tak usah sensei! aku hanya kekurangan energi! itu saja kok~" jawab (y/n) yang sudah sepenuhnya kembali.


Todoroki P.O.V.


Namanya (y/n), kan? Kalau tak salah dia adalah anak rekomendasi sama sepertiku- Tapi tingkatan quirknya... Bukankah dia ini terlalu kuat? Benar- aku harus mengejarnya jika ingin menghancurkan ayahku sendiri.


Namun, bukankah dia ini lemah? Mengapa dia selalu terengah-engah setelah memakai quirknya?


3 R.d. Person P.O.V.


Latihan terus berlanjut dengan lancar, hingga akhirnya kelas itu dibubarkan. (Y/n) dan para gadis lainnya berjalan bersama untuk berganti pakaian ke seragam.


(Y/n) P.O.V.


Sebelum pergi ke ruang ganti untuk berganti pakaian, aku berpikir untuk membeli takoyaki di luar. Namun aku harus ganti seragam, apa pulang dari sini aja ya? hm- eh kenapa aku tidak menyuruh klonku untuk membelinya? iya juga~ aku ini memang jenius~ hm, baiklah~


"Gais, kalian deluan aja ye~ aku mau melakukan sesuatu!" ucapku ceria. Lalu pergi ke tembok belakang.


"he~ ok deh" jawab toru. Setelah aku pergi ke tembok belakang lalu aku membagi energiku ke klonku, "beliin takoyaki! ehmm, 2 boleh deh 1 buat kamu 1 buat aku yang asli!" perintahku sambil memberikan uang kepadanya. ya- walaupun klon nantinya kan dia akan kembali kepadaku... jadinya aku makan 2 deh:p


Dia mengganguk dan pergi dalam mode transparan untuk menembus kaca dan keluar sekolah. Lalu aku menyusul mereka untuk berganti baju,


(Di ruang ganti)


"hey~ (y/n) aku penasaran dengan apa yang kau lakukan barusan..." tanya mina kepo. "hm? bukan apa-apa kok! aku tadi hanya ehm- mengatur quirkku!" ya- aku bingung mau jawab apa... Jadi yaa- aku alesan dehh... Tapi, ga sepenuhnya salah sihh~ Aku mengatur quirkku untuk- Beli takoyaki! hehe:p.


"(y/n), apa kau harus selalu mengatur quirkmu?" tanya momo penasaran. "ehm- tidak jugaa~ ya quirkku ini semacam pendamping gitu deh~ tapi aku gabisa boros-boros dengan energinya... hm gimana jelasinnya ya? kau tahu chakra yang ada di naruto? kurang lebih energiku seperti itu... hanya ini seperti energi untuk menjalankan sistem tubuh dan sekaligus sebagai quirk!" jelasku dengan panjang lebar. "ah~ aku mengerti! ada juga ya quirk yang sepertimu..." jawab momo dengan antusias. Aku mengganguk sambil tertawa kecil.


Yaomomo P.O.V.


Entah mengapa aku merasa bahwa (y/n) tak sekuat itu, ya- dia seperti tergantung dengan quirknya. Bukankah kata pendamping itu punya arti lain? Jika tebakanku benar, sepertinya dia tak bisa kehilangan quirknya lebih dari satu hari...


Karena quirknya juga merupakan sistem bagi tubuhnya. Entah mengapa aku kasihan padanya- sepertinya dia memiliki beban yang berat untuk membawa quirk itu. Ya- setiap keberuntungan pasti ada resiko untuk diri sendiri. Makanya aku tak heran- kalau dia bisa bela diri dan menguasai gymnastic... Dia- berusaha untuk tidak memboros energinya... Ya, aku percaya padamu (y/n) apapun yang kau katakan tentang quirkmu itu... Semuanya masuk akal, dan aku rasa quirkmu itu berdasar dari pengetahuan dasar yang di mix secara hebat.


(Y/n) P.O.V.


Setelah mengganti baju kami kembali ke kelas, lalu aku melihat bakugou yang mengambil tasnya dan pergi. Ya- lebih tepatnya kami berpapasan, eh? aku ga salah lihat? bukankah matanya sembab? hm- dia berpapasan dengan klonku tidak ya? palingan dia ga peduli~ Sudahlah sekarang tinggal menunggu takoyaki~


Drap-drap-drap terdengar suara berlari, ya- itu midoriya...


*p.s. : karena mereka semua sudah kenal dari awal kelas, deku langsung nyari kacchan


"apa kalian melihat kacchan?" tanyanya langsung to the point ke semua. "Dia sudah pulang deluan, sepertinya jika kau mau menyusulnya masih belum terlambat" jawabanku ini diangguki oleh semua orang di kelas. Ya- seperti dugaanku dia menyusulnya.


3 R.d. Person P.O.V.


Katsuki yang keluar dari sekolah dengan perasaan yang kacaunya itu, disusul oleh izuku midoriya setelah mendapatkan perawatan dari recovery girl. "kacchan! tunggu aku!" teriakan itu membuat katsuki memberhentikan langkahnya. Setelah berbicara sebentar, lalu All might mendatangi katsuki. Namun akhirnya Katsuki pulang perasaan kacaunya itu, tepat setelah keluar dari sekolah tak lama ia bertemu klon (y/n) yang membawa takoyaki untuk dirinya yang asli. Namun dia tak peduli, dia melangkah pergi.


(Y/n) P.O.V. (klon)


Ya- aku memutuskan untuk membeli satu saja. Walau sebenarnya aku ingin makan 2~ Eh itu Bakugou kan? sepertinya dia terlihat kacau sekali... Apa aku harus ikut campur dalam mentalnya? aku bisa memberhentikan kesedihannya untuk sementara dan memberikan jalan keluar melalui quirkku ya kan? Tetapi apakah aku benar-benar memiliki mental control?


Sudahlah- kalau aku pun (Y/n) asli, aku pasti melakukan hal yang sama untuk membantunya.


Sring! aku mulai berfokus menemui pusat perasaannya, mengontrol dan menarik kesedihannya. Ya posisiku ialah memegang bahu kanannya dan menarik semacam cahaya. Dan benar saja cahayaku berubah warna jadi hitam, benar-benar kacau...


Lalu saat aku memecahkannya, aku menyadari sesuatu karena ingatannya itu. "Hoi! apa yang kau lakukan gadis bodoh!" serunya dengan kasar.


"k-katsuki? kau katsuki kan?" jawabku setelah ingat. Ya- walau ingatannya seperti kepingan memori- aku menyadari kalau dia katsuki yang ada di tempat yang sama sepertiku saat aku berumur 4 tahun.


"Tch, kau sudah ingat ya? gadis bo-doh?" ucapnya merendah. "sekarang jawab pertanyaanku! APA YANG KAU LAKUKAN HA?" sambungnya lagi. "aku mengurangi beban dalam benak mu itu" jawabku singkat. "hah- sudahlah" ucapnya langsung pergi.


Bakugou P.O.V.


Kh- itu si gadis bodoh kan? bukannya dia ada di kelas? kok cepat sekali? eh? apa-apaan dia?! dia- entah mengapa perasaanku jadi tenang...


Dia (y/n) kan? kenapa semakin kesini aku merasa bingung? dan entah mengapa rasanya seperti ada yang aku lupakan...


-T.B.C. To Be Continued~


Hi-hi~ gimana mantep nga? 4000 kata nih U3U

__ADS_1


Jangan lupa like >


__ADS_2