
...Warning! ...
...Di chapter ini kalian bisa melihat rute yang kalian pilih, sekaligus baca rute lainnya^^~...
...Jadi enjoy otome kalian ya:V //plak wkwkwk...
...Btw kalian bisa skip rutenya dengan cara scroll kok:v...
...Intinya gimana kalian ya:3...
.
.
...Route A - Seorang Bakugou yang berterimakasih....
(Y/n) P.O.V.
"Ah, baiklah... Sampai nanti di babak selanjutnya, Katsuki-kun!" candaku sambil tertawa kecil padanya. "JANGAN ASAL PANGGIL NAMAKU, HOI!" serunya dengan sedikit kasar.
"Ahahah, maaf! Aku cuma ingin thu reaksimu!" kataku sambil memasang senyum iseng. "Tch!" kata Bakugou yang pergi sambil berdecih. "Sepertinya rumor itu benar, ya?" kata seorang yang mendekatiku. "Ah, halo... Eh? Kamu kan?" kataku sambil berbalik dan melihat Monoma. "Yo, halo~ Kita ketemu lagi ya, Gadis Primadona? Atau... Apakah lebih baik aku sebut sebagai... 'Bidadari setengah setan' ?" katanya sambil memasang tampang licik. "Terima kasih atas pujiannya" ucapku sambil memasang senyum ramah.
"Aku dengar dari rumor, sepertinya kau memiliki hubungan dengan si 'Monster Ledakan' yang ada di kelasmu ya?" katanya sambil memasang wajah yang penasaran denganku. Dia? Meledekku dan Bakugou ya? Entah mengapa aku merasa sedikit kesal...
"Kenapa perempuan cantik sepertimu mau berteman dengannya? Hahaha, bukankah itu aneh? Seharusnya kau harus memasanhg harga dirimu di tempat yang tinggi, kan? Bukankah kalau kau mau buat rumor... Bukankah seharusnya lebih bagus? Kenapa kau tidak bersama dengan si pangeran dingin, anak Endeavor?" katanya sambil memprovokasiku.
Dia ini... Kalau tepat dugaanku, pasti dia ingin membuat rumor... Tapi sekarang aku tak peduli lagi soal harga diri, karena perkataannya itu sudah jelas salah...
Aku memasang senyum ramah yang biasa kupakai, "Kau ini pintar sekali berbicara, ya?"
"Ah itu memang salah satu bakatku~ Bagaimana menurutmu pendapatku itu?" ucapnya sambil memasang wajah licik. Anak ini, sebenarnya... Kenapa dia bisa sampai seperti ini sih? Seperti apa lingkungannya...
Biarkan aku menyadari dirinya sekali saja, "Kau sudah bicaranya kan?" kataku kepadanya sambil memasang senyum ramah.
"Eh? Kau ini lumayan sopan dalam artian... Sebaliknya ya?" ucapnya sambil kembali memasang senyum licik. "Aku tidak akan bertindak sopan kepada orang yang sepertimu, kau tahu itu?" balasku sambil memasang senyum ramah.
"Bakugou Katsuki adalah temanku..! Dan dia sama sekali tidak seperti yang kau pikirkan! Apa aku harus memikirkan harga diriku saat berteman dengannya? Oh tentu tidak~!" ucapku sambil kembali memasang senyum ramah.
"Bagaimanapun, jika kau menggunakan cara ini untuk menjatuhkan harga diriku ataupun untuk membuat rumor... Caramu itu tidak mempan, karena aku tidak peduli kata orang..!" ucapku lagi sambil tersenyum ceria.
"Aku takkan bisa memaksakan kehendak orang lain! Karena itu, aku hanya bisa melihat orang-orang yang baik... Yang akan datang padaku! Itulah cara aku memilih orang-orang yang teguh dan tidak peduli soal latar belakangku! Dan Bakugou adalah seorang yang baik, camkan itu baik-ba"
Ucapanku itu terpotong oleh perkataan- Siapa lagi kalau bukan, Bakugou Katsuki?
"Hoi GADIS BODOH! KAU IKUT DENGANKU!" ucapnya langsung datang dan menarik tanganku. "Bakugou, kau datang dari-"
"JANGAN SALAH PAHAM, SIALAN! AKU KESINI KARENA INGIN KAU MENJELASKAN SOAL ILUSIMU!" katanya dengan wajah yang memerah.
"DAN KAU- EKSTRA! AWAS SAJA! KALAU AKU DENGAR LAGI KAU BICARA SOAL YANG NGGAK-NGGAK!?!" Dia langsung mengaktifkan Quirknya seolah ingin membunuh. "KUBUNUH KAU! INGAT ITU! Kuharap kau mengingatnya!" ucapnya sambil menarik tanganku dan mengajak pergi.
Sebentar-...!?!
Jika Bakugou datang..?
Jangan-jangan?!
"Bakugou, kau mendegar semuanya?" tanyaku padanya.
"Tidak!" jawabnya dengan tegas. "Serius?" tanyaku padanya dengan wajah yang tidak percaya. "BISAKAH KAU TIDAK MENCURIGAIKU!?!" protesnya dengan wajah yang mulai memerah. Dia ini terkena bedak atau apa sih? Bisa merah gitu?
"Habisnya, kau memang benar mencurigakan" ucapku dengan jujur. Setelah itu dia berhenti secara mendadak, sehingga aku menabraknya. "Ah, maaf!" ucapku dengan reflek.
"Hoi!" aku langsung memandang ke arah depan dan melihat bagian belakang kepalanya itu.
^^^*Fyi: saat itu Bakugou ngebelakangin (y/n)*^^^
"Terimakasih" ucapnya sambil menggaruk tengkuknya. "He? Untuk apa?" candaku padanya. "KAU INI TIDAK PEKA SEKALI SIALAN!" lalu aku tertawa lagi karena tingkahnya itu.
"Oh~ Jadi kau dengar ya tadi?" ejekku padanya. "HAH?! NGGA!" protesnya. Lalu aku berjalan ke depannya, "Lagipula kau kalau dengar pun tak apa kok~!" kataku sambil memasang senyum ceria.
"Diam sialan!" ucapnya sambil memalingkan wajahnya. "Ngomong-ngomong Bakugou, apakah kau kena bedak atau semacamnya? Pipimu terlihat memerah?" kataku dengan jujur. "APA MAKSUDMU MEMERAH SIALAN?! SEKARANG KAU- IKUT AKU! TEMANI AKU UNTUK MEMPERTAJAM INSTINGKU SIALAN!" katanya dengan keras.
"He? udah balik lagi? cepet banget" ucapku yang masih heran dengan pipinya itu. Mungkin dia ini memang tak terbiasa mengucapkan terimakasih... Makanya dia malu, "Sama-sama, Bakugou-kun!" jawabku terhadap ucapan terimakasih tadi.
"JANGAN NGIMPI B***! AKU GA NGOMONG MAKASIH TADI!" protesnya lagi. "He? Gini2 pendengaranku bagus loh~" ucapku sambil menyeringai. "GA PED-" ucapannya terpotong saat aku berhenti.
"Oi-?" Lalu aku melihat ke arah depan dan menemukan Okaa-san yang berjalan pulang, "Okaa-san!" ucapku dengan ceria sambil mendekatinya.
"(Y/n)?" jawabnya dengan sedikit kaget. "Hehe~! Okaa-san nonton aku diem-diem ya?" ucapku sambil memasang senyum penasaran. "Kau tahu itu darimana?" tanyanya sambil mengelus kepalaku. "Hehe~ Nebak aja!" kataku dengan ceria.
"Kalau begitu, kamu 'Bakugou Katsuki' kan?" tanyanya dengan tegas sambil melihat ke arah Bakugou. Wah gawat, kalau Bakugou marah-marah... "Iya tante, osashiburi" ucapnya sambil membungkuk.
He? Kenapa dia jadi tahu etika? Lalu Okaa-san juga membungkukan badannya, "Osashiburi... Bakugou" ucap okaa-san sambil memasang senyum ramah. "Kalau begitu (y/n), okaa-san pergi dulu ya... Soalnya Okaa-san ada praktek di rumah sakit" ucapnya sambil melihat ke arah jamnya setelah itu melihatku dan memberi senyuman tulus.
"Ah Baiklah, terimakasih sudah menontonku Okaa-san!" kataku padanya sambil membungkuk terimakasih. "(Y/n) maafkan okaa-san, karena sempat tidak percaya padamu ya" ucapnya sambil menatapku dengan penuh harapan. "Tak apa kok, okaa-san! Aku akan membuktikan kalau aku bisa!" jawabku dengan semangat.
Sekali lagi dia meletakkan tangannya diatas kepalaku, "Yah... kau ini sepertinya sudah dewasa jadi aku sekarang bisa mempercayakan semuanya padamu" kata Okaa-san lagi sambil mengelus kepalaku.
Lalu dia mengangkat tangannya dan melihat ke arah Bakugou, "Kau juga sudah besar ya... Katsuki-kun" ucap Okaa-san padanya. Dia mengganguk, tapi... Bukankah ini diskriminasi terang-terangan?!
Kok sama okaa-san dia diem gitu sih?! Tapi.. Mungkin dia ini ada sikap sopannya juga... Yasudahlah~
"Kalau begitu, apa kalian sudah mengingatnya?" gumam Okaa-san dengan pelan, tetapi aku dan Bakugou bisa mendengarnya.
"Soal apa, Okaa-san?" tanyaku padanya. "Ie! Nandemonai!" ucapnya sambil memasang senyum tulus. "Kalau begitu, aku titip anakku ya... Katsuki-kun! Kau boleh memarahinya kalau dia berlebihan" ucap Okaa-san sambil memasang senyum ramah padaku seolah berkata 'Walau Okaa-san sekarang mempercayaimu, bukan berarti Okaa-san memperbolehkanmu memakai quirkmmu seenaknya ya'
Lalu Bakugou mengganguk sekali lagi, "Kalau begitu... Semangat kalian berdua, aku pergi dulu ya" ucap Okaa-san sambil melambai dan pergi.
"Dah, Okaa-san~!" ucapku sambil melambai. Bakugou yang terdiam itu membuatku sedikit curiga, "Kau tegang?" tanyaku padanya memastikan.
"KATA SIAPA AKU TEGANG, HAH?!" Aduh... Balik lagi deh!
"Omong-omong itu ibumu kan?" tanyanya tiba-tiba tenang. "Iya, mengapa?" tanyaku padanya. "Nandemonai" ucapnya sambil mulai berjalan.
"KAU MAU KUTINGGAL? CEPAT SINI!" protesnya sambil berjalan jauh lebih cepat daripadaku. "Hey! Tunggu dong!" protesku sambil mulai berjalan.
Bakugou P.O.V.
'Kau sudah mendapatkan setengah dari ingatanmu, kan?' Hah? Suara apa itu?
'Ini aku orang tua (Y/n)' Hah? Kau sekarang sedang bicara denganku?
'Siapa lagi? Ngomong-ngomong kau agak tidak sopan ya... Tapi aku tak peduli, karena bagiku tidak seburuk itu' Sebenarnya kau ini ingin berbicara denganku atau apa? Karena kelihatannya kamu sedang bicara dengan gadis bod- anakmu itu tuh...
'Bagaimanapun orang yang pernah beresonansi dan pernah berhubungan dengan Yukami, maka dia bisa menerima telepati dari seorang Yukami juga' Yukami? Kau membicarakan soal marga keluargamu, itu kan?
'Iya, kau ini juga cukup cekatan ya'
"Kalau begitu, kamu 'Bakugou Katsuki' kan?" kalau kali ini beneran kan? "Iya tante, osashiburi"
"Osashiburi... Bakugou"
'Kau juga bisa membedakan yang mana yang asli dan yang nggak ya? Menarik...' Apa maksudmu yang asli? Apa yang kau maksud itu soal suara yang ada di kepalaku dan telepati?
'Benar... Kalau begitu aku titip anakku' Hah? Kenapa titip padaku?
'Lebih tepatnya aku sekarang mencoba mempercayai anakku tentang apa yang dia lakukan... Karena menjadi hero itu awalnya bukanlah tujuannya' Hah? Bukan tujuannya? Maksud?
'Sepertinya sekarang kalian masih ada batas untuk privasi ya? Kalau begitu, soal itu kau cari tahu saja sendiri ya... Kau boleh memarahi anakku jika sikapnya keterlaluan, tetapi tidak dengan mencelakainya ya' Sepertinya kau memiliki aura yang tegas seperti si nenek tua itu ya...
'Nenek tua?' Ah tidak, kalau begitu bisakah kau tidak membaca pikiranku lagi?
'Baiklah, kalau begitu sampai nanti'
"Kau juga sudah besar ya... Katsuki-kun" Dia sudah tidak membaca pikiranku lagi kan?
"Kalau begitu, apa kalian sudah mengingatnya?" gumamnya. Mengingat? Mengingat soal apa? Atau jangan-jangan soal dulu? Apa gadis ini mengingatnya?
"Soal apa, Okaa-san?" ternyata anak ini sedang tidak fokus! Sial!
"Ie! Nandemonai!"
"Kalau begitu, aku titip anakku ya... Katsuki-kun! Kau boleh memarahinya kalau dia berlebihan"
"Kalau begitu... Semangat kalian berdua, aku pergi dulu ya"
"Dah, Okaa-san~!"
"Kau tegang?"
"KATA SIAPA AKU TEGANG, HAH?!" jawabku sambil membela diriku.
"Omong-omong itu ibumu kan?" tanyaku pada si gadis bodoh. "Iya, mengapa?" sepertinya memang orang tuanya berniat untuk menyembunyikan itu darinya. "Nandemonai"
"KAU MAU KUTINGGAL? CEPAT SINI!"
"Hey! Tunggu dong!"
*Potongan Memori*
"Bakugou Katsuki adalah temanku..! Dan dia sama sekali tidak seperti yang kau pikirkan! Apa aku harus memikirkan harga diriku saat berteman dengannya? Oh tentu tidak~!"
"Bagaimanapun, jika kau menggunakan cara ini untuk menjatuhkan harga diriku ataupun untuk membuat rumor... Caramu itu tidak mempan, karena aku tidak peduli kata orang..!"
"Aku takkan bisa memaksakan kehendak orang lain! Karena itu, aku hanya bisa melihat orang-orang yang baik... Yang akan datang padaku! Itulah cara aku memilih orang-orang yang teguh dan tidak peduli soal latar belakangku! Dan Bakugou adalah seorang yang baik, camkan itu baik-baik"
*End of Potongan Memori*
Sejak kapan dia ini merasa dekat padaku? Teman? Tch! Sudahlah lebih baik aku tidak terlalu memikirkannya.
*Route A - Seorang Bakugou yang berterimakasih... Selesai!
__ADS_1
(Penuh dengan drama kan? hehe:3)
(Kalau begitu, rute selanjutnya!)
.
.
.
...Route B - Debaran yang tak terduga....
(Y/n) P.O.V.
"Bolehkah aku ikut denganmu?!" kataku sambil memasang senyum ceria. Aku benar-benar tak boleh tertinggal dengannya! Aku harus benar-benar melihat caranya untuk mempertajam insting! "TERSERAH!" katanya langsung pergi. "He? Hontouni?" ucapku seraya tak percaya.
Dia langsung berjalan menuju luar, hm apa dia serius? Bagaimanapun...
"Ah, sepertinya kau anak dari kelas A ya?" ucap seorang yang mendekatiku. Orang itu adalah Shinsou dari jurusan biasa, entah mengapa auranya ini sedikit berbeda...
Sepertinya tak salah jika aku berjaga-jaga untuk menjaga diriku dengan keadaan terisolasi...
Karena orang ini sepertinya bukan orang biasa, dan lagi aku sedikit melihat gelombang yang mencurigakan...
"Oh? Kau bisu ya?" tanyanya lagi. "Ahahah.. Nggak kok, aku cuma agak canggung dan berusaha mengingat namamu" kataku sambil menerapkan sistem terisolasi.
Dia sedikit terbelalak karena jawabanku itu, sudah kuduga pasti dia melakukan sesuatu! "Ah! Kalau begitu salam kenal ya!" ucapnya dengan canggung. "Salam kenal! Eh, bukankah kita sudah berkenalan sebelumnya?" tanyaku sambil berbasa-basi.
"Ah, waktu itu saat aku menantang kelas kalian saat di final kan?" tanyanya dengan wajah yang datar. "Iyap, aku masih ingat saat itu" ucapku sambil memasang senyum ceria.
"Kau- bagaimana bisa?" gumamnya dengan suara pelan. "Hm? Bagaimana bisa apanya?" tanyaku lagi sambil memasang senyum ramah. "Tak apa, kalau begitu aku-" ucapannya terpotong saat bakugou datang menghampiriku.
"HOI! KAU INI LAMA SEKALI SIALAN! KENAPA KAU-" tiba-tiba Katsuki membatu. Lalu Shinsou dengan mata yang terbelalak melihat ke arahku yang panik karena Katsuki membatu.
"Sudah kuduga, kau melakukan sesuatu kan?" tanyaku padanya sambil mengernyitkan kening. "Kau ternyata menarik juga ya... Baru pertama kali aku bertemu orang yang bisa melawan pengaruh quirkku!" ucapnya sambil tersenyum licik.
Aku yang saat itu masih panik karena Katsuki yang membatu, dia langsung menjentikkan jarinya.
^^^*Fyi : Saat (Y/n) kaget karena bakugou membatu, dia memegang kedua pundak Bakugou dan menoleh ke arah shinsou... Jadi singkatnya, pas Shinsou menjentikkan jarinya... Bakugou dan (Y/n) bertatapan langsung face to face dengan jarak 4 cm. ^^^
...//(Y/n) : author sialand ...
...//Woiya dong aku ini kan memiliki halu yang bagus:33...
3 R.d. Person P.O.V.
Jarak wajah yang berdekatan itu membuat Bakugou dan (y/n) kaget secara bersamaan, "APA-APAAN KAU CAHAYA GILA?! KENAPA KAU DISINI SIALAN?!" kata Bakugou yang kaget sambil melepaskan tangan (y/n).
Debaran jantung mereka itu semakin kencang karena kejadian barusan, "Ah-! Nggak apa-apa kok!" ucap (y/n) sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
'Duh jantung! Berhentilah!' batin (Y/n). 'SIALAN! JANTUNGKU INI KENAPA SIH?!' batin Bakugou di saat yang bersamaan.
"Oh iya!" ucap (Y/n) sambil melepaskan quirk mode terisolasinya itu. Bakugou yang kaget melihat (y/n) menggunakan quirknya langsung salah paham melihat itu, "KAU- MERENCANAKAN INI SEMUA KAN?!" protes Bakugou padanya.
"Eh?! Tidak kok! Aku tadi memakai quirkku untuk mengisolasi seluruh tubuhku dengan cahaya tipis..!" bela (y/n) terhadap dirinya sendiri. Bakugou yang terlihat bingung itu, sekaligus kesal langsung berbalik... "Jelaskannya disana saja, aku memiliki semacam insting yang aneh soal tadi" kata Bakugou sambil berbalik.
"Kalau begitu aku ikut ya!" ucap (y/n) dengan ceria. "TENTU SAJA KALI INI KAU HARUS IKUT, SIALAN!" protes Bakugou.
"(Y/n)! Tunggu sebentar!" ucap Ojirou dari kejauhan. "Eh? Ojirou-kun?" gumam (y/n) bingung. Bakugou yang sedikit penasaran itu pun menghentikan langkahnya dan berbalik.
"(Y/n)! Kau tadi berbicara dengan shinsou kan?" kata Ojirou yang sudah berada di depan (y/n). "Benar, emang kenapa?" tanyaku padanya. "Ojirou! Matte yo-" ucapan Midoriya yang baru datang itu terpotong saat melihat Bakugou bersamaku.
"Hiiy! Kacchan!" ucapnya sambil bergidik ngeri. "HOI! KENAPA KAU DISINI KUSO-DEKU!?!" hadeuh.... Mulai lagi deh...
"(Y/n) apa yang kau lakukan hingga kau tidak tercuci olehnya?" ucap Ojirou dengan serius. Setelah Ojirou berkata seperti itu, Bakugou yang marah terhadap Deku itu terdiam dan mendengarkan.
Begitupun dengan Midoriya, "Tercuci otak? Ah! Pantas saja tadi Katsuki-kun membatu setelah dia memotong perkataan Shinsou!" ucap (Y/n) baru ingat. "Hah? Kacch-" ucapan Midoriya terpotong karena Bakugou yang protes.
"OI!! JANGAN PANGGIL NAMAKU, GADIS CAHAYA SIALAN!" protes Bakugou dengan kasar.
"DAN APA MAKSUDMU AKU MEMBATU HAH?! KAU KAN YANG-" lalu Bakugou menghentikan perkataannya dan tersadar. Hal itu membuat (y/n) mengangguk, "Bakugou-kun tadi sempat membatu saat datang kesini untuk memanggilku... Dan lagi aku tak tahu kalau pengaruhnya itu, akan terkena orang lain" kata (y/n) dengan serius.
"Dan lagi Ojirou-kun... Sepertinya kau tahu sesuatu tentang Shinsou ya?" lanjut (y/n) dengan tatapan tajam. Hal itu membuat Midoriya ngeri karena tatapan tajamnya, "Aku tak bisa bicara disini..." ucap Ojirou dengan merendah. "Kalau begitu kau mau bicara soal ini dimana? Extra?" ucap Bakugou dengan tenang.
'Hiiy! Kacchan tiba-tiba tenang! Entah mengapa aku jadi tidak tenang!' batin Midoriya.
(Y/n) P.O.V.
Setelah itu Ojirou mengajak bicara di ruangan tunggu Midoriya, awalnya Bakugou sempet protes sih...
***
"KENAPA HARUS DI RUANGAN KUSO-DEKU SIH?!" protesnya. Ojirou dan Midoriya hanya bisa menatap canggung terhadapku, "Kalau begitu... Bakugou-kun, aku akan bicara dengan mereka soal itu... Kau yakin kau tak mau ke ruangan Midoriya? Karena itu salah satu tempat yang bagus untuk-" lalu dia memotong perkataanku.
"TCH!" ucapnya langsung berjalan lagi. "Huft- untunglah (y/n)!" gumam Midoriya. "HOI! BERITAHU AKU JALANNYA DIMANA SIALAN?!" protes Bakugou karena mendengar gumaman Midoriya.
***
Ya... Setelah itu pada akhirnya dia setuju sih...
Bakugou yang tak peduli itu dia langsung menarik kursi dan duduk, lalu dia menatap (y/n) tajam "Kau! GADIS BODOH DUDUK DI SAMPINGKU!" katanya dengan kasar. 'Hah? Kenapa dia tiba-tiba kayak gitu?' batin (y/n).
'He?! Kacchan menyuruh (y/n) duduk di samping kursinya?!' batin Midoriya. "AKU BEGINI BUKAN KARENA APA-APA SIALAN! AKU MEMANG TAK INGIN SAJA DUDUK DENGAN KUSO DEKU ITU!" protes Bakugou yang menyadari raut wajah Midoriya yang heran itu. 'Oh... Untung aku ga kegeeran' batin (Y/n) sambil tersenyum ramah.
Lalu (y/n) memasang wajah yang sedikit bersalah kepada Midoriya seolah minta maaf, Midoriya mengangguk. "HOI CEPATLAH! AKU TAK PUNYA WAKTU SIALAN!" protes Bakugou.
(Y/n) P.O.V.
"Sekarang bisakah kau jelaskan padaku, apa yang kau tahu Ojirou-kun?" tanya Midoriya. "Sebenarnya, karena aku tadi tak mengingat sama sekali kejadian kompetisi berkuda... Aku hanya mengingat saat aku bertabrakan dengan kelompok lain saat itu..." ucap Ojirou.
"Dan Shinsou anak kelas jurusan umum itu sepertinya memiliki quirk untuk mengendalikan seseorang dengan cara menjawab perkataannya" sambung Ojirou.
"Karena itu aku bingung dengan (y/n) yang bisa mengendalikan keadaan itu" sambung Ojirou lagi sambil berpikir keras. "Aku sebenarnya.. Merasa bahwa dia memiliki aura yang tidak enak untuk dijelaskan" ucapku dengan jujur.
"Setelah pertandingan berkuda tadi, aku masih dalam mode dimana semua indraku masih sangat tajam untuk melihat rangsangan... Saat itu aku melihat dan merasakan semacam gelombang yang dia berikan padaku... Jika kita berbicara soal Thermokimia, aku menerapkan sistem isolasi dengan selubung quirk cahaya tipisku untuk tidak menerima rangsangan dari luar..." kataku dengan panjang lebar.
Kupandangi mereka yang terdiam karena penjelasanku itu, "Ah... Sepertinya aku menjelaskan terlalu cepat ya? Jadi... Dalam kimia, ada yang dinamakan sistem dan lingkungan... Sistem dan lingkungan ini behubungan dengan energi panas dan juga kalor... Dalam Sistem dan lingkungan ini dibagi menjadi tiga, yakni sistem terbuka, sistem tertutup, dan juga sistem terisolasi...
Sistem terbuka adalah sistem yang memungkinkan perpindahan energi dari lingkungan ke dalam sistem atau sebaliknya, sedangkan sistem tertutup adalah sistem yang masih memungkinkan terjadinya perpindahan energi tapi kecil kemungkinan adanya perpindahan...
Sedangkan sistem terisolasi adalah sistem yang sama sekali tidak memperbolehkan adanya perpindahan energi...
Aku menerapkan sistem terisolasi ini dengan meletakkan pelindung di sekujur tubuhku, jika ada gelombang atau energi semacamnya... Itu akan dipantulkan kembali keluar, karena jelas-jelas sistemku itu sudah terisolasi" jelasku dengan panjang lebar.
"Begitu ya, rupanya" ucap Ojirou sambil memanggut-manggut. "Wah! Sugoine, (y/n)-san! Pengetahuanmu itu lumayan luas! Seperti Yaoyorozu-san!" ucap Midoriya yang sedikit terkagum dengan pengetahuanku itu.
Tapi dibanding Momo... Aku masih kentang! Kadang pengetahuanku ada yang salah ahaha!
"Ahahah, tidak begitu kok! Aku hanya tahu pengetahuan dasar saja!" ucapku sambil membela diriku sendiri. "Bagaimanapun itu (y/n) tidak terkena pengaruhnya dikarenakan saat itu dia sedang terisolasi" gumam Midoriya.
"Jadi jika aku ingin mengalahkan shinsou aku harus melakukan apa? Akan sulit jika aku tidak memiliki kemampuan seperti (y/n)" lalu gumaman Midoriya itupun terus berlanjut sampai Bakugou kesal mendengarnya.
"Tapi Midoriya-kun... Sepertinya kau tak harus memiliki quirk sepertiku... Ada hal yang daritadi mengganguku..." ucapku dengan jujur.
"Apa itu, (y/n)?" tanya Midoriya. "Itu..." tadinya aku mau mengusulkan untuk mengeluarkan quirknya, kalau mengeluarkan quirknya saja... Apakah itu bisa mencegahnya?
Tapi aku agak bingung... Tidak mungkin kan? Kalau pun kita sedang memakai quirk... Akan sulit jika kita tidak mengisolasi bagian tubuh dengan quirkku... Iya, kalaupun dia mengeluarkan quirk saja tetapi tidak membuat pelindung, bisa saja tubuh pun melakukan penerimaan di saat yang bersamaan...
"Tidak jadi, maaf ya! Soalnya aku tadi terpikir soal hal yang tak masuk akal hahaha!" ucapku sambil tertawa canggung. "Ah, padahal tak apa (y/n)-san!" ucap Midoriya yang penasaran itu.
"Tch!" ucap Bakugou sambil berdiri dari kursinya itu. "He? Bakugou-kun kau mau-" ucapan ku dipotong olehnya. "HOI! KAU INI BODOH APA BAGAIMANA GADIS BODOH?! AKU KAN MAU LATIHAN SIALAN!" eh iya juga ya...
"CUMA KARENA PERKARA ITU LATIHANKU JADI TERTUNDA! AKU MAU PERGI!" ucap Bakugou sambil berjalan menuju pintu.
"Ah.. maaf kacchan!" kata Midoriya dengan sedikit keras. "JANGAN IKUT-IKUTAN KAU- KUSO DEKU! DAN KAU GADIS BODOH! KAU NGAPAIN DISANA HAH?!" ucapnya dengan kesal. "Ah, iya... Kalau begitu aku deluan ya Ojirou, Midoriya-kun! Semoga informasiku tadi membantumu ya" kataku sambil memasang senyum tulus.
"Ah, baiklah (Y/n)-san! Terimakasih ya!" ucap Midoriya dengan senyumnya yang tulus itu. Bakugou yang kesal karena basa-basiku itu, langsung kabur karna kesal.
Dia membanting pintu dengan kasar, hal itu membuatku sedikit panik. "Kalau begitu aku deluan ya! Jaa-ne!" ucapku sambil tersenyum dan terburu-buru pergi.
//Saat mengejar Bakugou
"Bakugou-kun! Tungguin dong!" ucapku dengan sedikit keras. Bakugou yang berjalan 10 langkah lebih cepat dariku itu tidak mengengarkanku, aduh... Aku sih buat dia ngambek!
"Maaf" kataku sambil menghentikan langkahku. Dia yang mendengar hal itu menghentikan langkahnya, "Dengar aku tak bermaksud begi-" ucapanku dipotong olehnya. "APA MAKSUDMU HAH?! BUKANKAH SEKARANG KAU MAU IKUT AKU LATIHAN?! CEPAT KESINI KUSO!" katanya sambil mulai berjalan lagi.
Eh? Dia memaafkanku? Hah... Kadang aku benar-benar tak habis pikir dengannya...
Bakugou P.O.V.
Sialan! Kenapa aku malah mengampuninya sih?
Route B - Debaran yang tak terduga..... Selesai!
(Romancenya ga kerasa ya? :'>)
(Yaudah deh... Maafin ya, kalau rute ini kurang romance:'> Rute selanjutnya!)
.
.
...Route C - Tak hanya aku. ...
(Y/n) P.O.V.
Aku pun terdiam karena ucapannya itu, karena itu dia melihatiku sekilas dan berdecih. "Tch, kau mau ikut permainan gila ini kan?" tanyanya padaku. "Sebenarnya aku bingung sih, tetapi sepertinya karena aku tak ada kerjaan, aku akan ikut" jawabku padanya. Dia mengacak-ngacak rambutnya itu dengan kesal, dia ini sedang frustasi apa gimana sih?
"Kau-" ucapannya terpotong saat Kirishima dan sero datang. "Yo (y/n)!" ucap Kirishima sambil mendekati kami.
"Ah halo Kirishima!" sapaku pada Kirishima.
__ADS_1
3 R.d. Person P.O.V.
'Sialan mereka berdua, mereka memotong ucapanku sialan!' batin Bakugou. "(Y/n)! Kau tadi belum sempat menjelaskan tentang ilusimu itu pada kami kan? Karena itu kami ingin menanyakan itu padamu" ucap Sero pada (y/n).
Bakugou yang tadinya mau pergi, dia sedikit tersentak dengan pertanyaan sero itu. Karena itu Bakugou terdiam disana ingin mendengarkan penjelasan (y/n).
(Y/n) yang melihat Bakugou dengan ekspresi tenang seolah penasaran, dia langsung menyadari bahwa Bakugou juga penasaran dengannya.
"Oh... Kalau soal ilusi sih... Maksudmu soal ilusi yang barusan kupakai untuk pertandingan?" tanya (y/n) memastikan. Kirishima dan sero menganggukan kepalanya itu, kecuali Bakugou yang kesal dengan basa basi (y/n).
Dia berdecih seolah berkata 'Kalau bukan itu emangnya apalagi sialan?!'
(Y/n) P.O.V.
"Baiklah aku akan menjelaskannya... Jadi untuk ilusi yang kupakai saat pertandingan itu adalah ilusi dimana mereka akan mendengarkan dan merasakan apa yang aku atur... Jadi saat itu aku mengatur dimana mereka tidak akan mendengarkan saat Present mic, penonton, dan juga Midnight-sensei mengomentari strategi kita saat mengambil ikat kepala... Selain itu aku memakai ilusi ku secara 50% saja... Jika aku memakainya sebanyak 100% bisa-bisa aku tidak bisa masuk final dan menyerah di awal, hahaha" ucapku sambil menggaruk pipiku yang tidak gatal itu.
"Sedangkan ilusi 50% itu sudah cukup untuk memperlambat gerakan mereka daripada mereka, selain itu ilusi juga menguntungkan ku untuk membaca semuanya lewat insting dan memprosesnya di indra ku dan juga otakku... Maka dari itu aku hanya memakai ilusi untuk menutupi gerakan kita agar tidak dibaca lawan..." sambung ku sambil menjelaskan.
"Ah, begitu ya (y/n)" ucap Kirishima dan sero bersamaan.
"Kalau begitu, yang tadi saat kau mengembalikan serangan kaminari apakah kau menggunakan ilusi?" tanya Kirishima padaku.
"Tentu tidak, kerja ilusi memang bisa dipakai untuk memantulkan energi ataupun serangan... Tetapi itu tidak cukup efektif dibandingkan pelindung cahayaku, jadi saat Kaminari menyerang... Aku langsung mengaktifkan ilusi sebentar untuk memperlambat sambaran petir kaminari, lalu dengan kecepatan cahaya aku membentuk perisai cahaya dan juga memproses arah petir itu, karena itu tadi saat kalian melihat aku mengaktifkan quirk... Aku cepat sekali kan dalam melakukan serangan balik itu?" tanyaku pada mereka.
Mereka mengangguk, "Karena aku menggunakan waktu yang berbeda daripada kalian saat itu, dikarenakan aku sudah biasa melakukan itu saat latihan dengan Bakugou.. Aku jadi terbiasa mengembalikkan serangan" ucapku sambil melihat Bakugou dan tersenyum padanya.
3 R.d. Person P.O.V.
Bakugou yang kembali salah tingkah karena tingkah (y/n) itu mengalihkan arah pandangnya. Sedangkan Kirishima dan sero yang iseng itu menatap Bakugou seolah mengejek, 'He? Kau suka pada (y/n) kan?'
Bakugou yang kesal itu membalikkan badannya, "SUDAHLAH! DIBANDING AKU MENDENGAR PENJELASANMU ITU LEBIH BAIK AKU PERGI! SIA-SIA AKU MENDENGARKAN!" ucap Bakugou sambil pergi latihan sendiri.
"He? Maaf!" ucap (y/n) sambil meminta maaf kepada Bakugou yang menjauh. Bakugou yang tidak peduli itu berusaha untuk mengontrol ekspresinya.
"He~ (Y/n)! Kau sepertinya tidak menyadarinya, ya?" goda Sero. "Hm? Apaan?" jawab (y/n) dengan penuh tanda tanya.
(Y/n) P.O.V.
"Menurutmu Bakugou itu bagaimana?" tanya Sero padaku.
Kenapa dia tiba-tiba menanyakan hal yang seperti itu? "Bakugou ya?" tanyaku padanya. Sero mengangguk, Kirishima yang canggung karena pembicaraan itu dia hanya bisa memasang senyum canggung. Ah.. Sepertinya mereka emang ingin menanyakan perasaanku dan pikiranku tentangnya ya?
Hm... Bagaimanapun aku percaya mereka, jadi aku akan katakan soal pendapatku ini.
"Bakugou itu... Kelihatannya dia itu memang kasar, sombong, dan banyak orang juga yang tak menyukainya... Tapi, bagiku justru sikap yang dikatakan sebagai 'Tempramental' itu sangatlah unik dan cocok untuknya...
Lagipula sikap yang begitu aku suka" ucapku sambil memandang ke langit.
Sero dan Kirishima terbelalak karena ucapanku itu, "Ya maksudku... Sikapnya yang penuh percaya diri itu justru sangat bagus untuk mendorongnya ke depan, karena sikapnya yang cenderung seperti anti sosial menurutku dia memiliki caranya sendiri untuk mengatasi masalah dan juga memulihkan dirinya itu dari sikap stressnya...
Bagaimanapun sikapnya itu pekerja keras, karena itu saat aku berada di sampingnya aku jadi ingin berkembang lagi dan lagi... Sikap yang asertif, tegas, dan juga yang diam-diam perhatian itu... Aku rasa itu adalah ciri khas darinya" jawabku sambil memasang senyum ramah.
"Aku berani bicara lepas soal pendapatku padanya, karena aku percaya pada kalian... Lagipula jika dia mendengar ini pun tak masalah... Justru jika dia mendengar hal seperti ini, aku harap dirinya tidak minder lagi dengan yang lain dan tetap berusaha untuk menggapai mimpinya itu" sambungku dengan senyum antusias.
"Kalian juga, semangat ya! Kalian juga memiliki ciri khas masing-masing, karena itu kalian pasti mengapai impian kalian!" seruku sambil menyemangati kalian dengan senyum ceria.
"Uh, Terimakasih (y/n)!" ucap mereka dengan semangat. Aku tersenyum melihat mereka, "Bagus begitu!" ucapku dengan senyum ceria.
"Kalau begitu kalian apakah mau latihan juga? Sepertinya aku akan ikut permainan hiburan inai, untuk membuat memori!" kataku dengan senyum ceria. "Ah, memori ya..." ucap Kirishima sambil tersenyum. "Kalau begitu, sampai nanti (y/n)!" ucap Kirishima sambil melambaikan tangannya bersama Sero. Aku pun melambaikan tanganku juga pada mereka, bagaimanapun aku sudah bekerja keras kan? Aku harus menghibur diriku juga, "Hoi!" eh? Kenapa Bakugou kesini lagi?
Apa dia butuh sesuatu? "Ah, halo Bakugou-kun... Kau butuh sesuatu?" tanyaku padanya.
"Kau- apa kau yakin tidak latihan untuk final nanti?" katanya padaku. "Hm... Sebenarnya aku bingung ingin latihan apa sih" ucapku padanya.
"Tch, kalau begitu ikut ak-" ucapannya terpotong saat ada seorang yang menabraknya.
"Ah! Maaf!" Suara ini? Entah mengapa sepertinya aku mengenalnya. "HOI LIHAT-LIHAT KALAU JALAN!"
"Eh? Yura?!" sontak ku kaget.
Dia terlihat termenung sebentar melihat Bakugou dengan sedikit perasaan kagum. Kenapa dia begitu ya? Entah mengapa aku sedikit terganggu, "Eh! (Y/n)?! Halo~" ucapnya sambil memasang senyum ramah padaku.
"Halo~ Kamu kenapa disini yura? Kamu mau ikut permainan hiburan?" tanyaku padanya sambil berbasa-basi.
"Iya benar" jawabnya dengan antusias. "Tapi (Y/n), selamat ya!" ucapnya sambil memberikan selamat karena keberhasilanku tadi.
"Makasih!" ucapku sambil memasang senyum ceria.
Tanpa sadar aku sudah menghiraukan Bakugou beberapa saat, "Sepertinya aku menggangu, ya?" tanya Yura sambil memasang wajah yang murung.
"Ah, tidak kok!" jawabku sambil memasang senyum canggung. "TIDAK APANYA SIALAN! AKU INGIN BICARA DENGANMU CAHAYA GILA?!" kata Bakugou dengan kesal.
"Ah, kalau begitu maaf karena sudah menggangu ya... Tapi... Apa aku boleh minta nomor telepon mu?" tanya Yura.
"Nomor teleponku?" dalam waktu sekejap dia memasang wajah sinis melihati ku, lalu mengubah ekspresinya lagi seolah kebohongan.
Entah ini perasaanku saja atau bukan... Tapi sepertinya Yura tertarik pada Bakugou...
"Iya~! Siapa lagi kalau bukan kau, (y/n)! Aku ingin berteman dekat denganmu!" ucapnya sambil memasang senyum ceria.
Mungkin hanya perasaanku saja, "Ah, baiklah!" ucapku sambil mengambil ponsel yang disodornya.
Saat aku mengetik nomor teepon, Bakugou berdecih secara terang-terangan disamping ku itu.
"Nih, Yura!" ucapku sambil memberikan ponselnya. "Wah~! Makasih! Kalau begitu nanti akan ku chat ya, (Y/n)!" katanya sambil menyimpan nomorku.
"Aku pergi dulu ya, dah!" ucapnya sambil memasang senyum ramah dan pergi.
Lalu Bakugou memasang wajah kesal, "apa kau tak menyukainya?" tanyaku padanya sambil memasang senyum canggung.
Dia berdecih sambil memasang wajah bengisnya. "Teme- KENAPA KAU DARITADI MENGHIRAUKANKU SIAL-"
Aku memotong perkataannya, "Sssht! Aku dengar kok tadi kamu ngomong apa!" ucapku sambil memasang senyum ceria.
"Kau mau aku membantumu latihan kan?" tanyaku padanya.
"TCH! CEWEK GILA! MANA MUNGKIN AKU BILANG BEGITU!" katanya sambil memalingkan wajahnya.
"He~? Kalau pendengaranku benar gimana?" ucapku smbil mengejeknya.
"AH SUDAHLAH!! AKU MALAS BERBINCANG-BINCANG DENGAN GADIS BODOH SEPERTIMU!" belanya kepada dirinya sendiri.
Ah? Entah mengapa rasanya seperti ditolak...
Bakugou P.O.V.
Sialan! Gadis Bodoh Ini! DIA TERNYATA MENDENGARKAN SEMUANYA YA?! AKU KIRA DIA BENAR-BENAR MENGABAIKANKU SIALAN?!
SIAL!
"AH SUDAHLAH!! AKU MALAS BERBINCANG-BINCANG DENGAN GADIS BODOH SEPERTIMU!"
Tch.!
"Ikutlah denganku atau tidak kubunuh kau!"
"Eh? Jadi benar ya~?"
"DIAM ATAU TIDAK KULEMPAR KAU!"
Sialan! Kenapa jantungku tidak nyaman?!
*Potongan Memori
"Bakugou itu... Kelihatannya dia itu memang kasar, sombong, dan banyak orang juga yang tak menyukainya... Tapi, bagiku justru sikap yang dikatakan sebagai 'Temperamental' itu sangatlah unik dan cocok untuknya...
Lagipula sikap yang begitu aku suka"
*End of potongan memori
GADIS SIALAN ITU- PERGI KAU DARI OTAKKU! KENAPA OMONG KOSONG ITU TERUS BERPUTAR DI KEPALAKU SIH?!
//Side P.O.V.
Kenapa (Y/n) si J*l*ng itu menghalangi jalanku untuk dekat dengan laki-laki anak kelas A itu sih?! Dasar J*l*ng! Sekarang dia pun mengambil kesempatanku untuk mendekatinya?!
Tak akan kubiarkan! Dasar cewek murahan! Saat orientasi dia memasang tampang murahan untuk menggoda pria... Sekarang pun dia begitu ya? Dasar lon**!
Hah... Bisa-bisanya ada orang murahan seperti dia!
"Yura! Ayo kesini!" Sadarlah Yura! Kau tak boleh mengeluarkan sifat aslimu itu sekarang! Lihat saja nanti, (Y/n)! "Iya! Aku akan segera kesana!" ucapku sambil memasang senyum ceria.
Route C- Tak hanya aku.... Selesai!
Antagonist Revealed! //Yang route C lebih dikit sih romancenya... Tapi bukankah ini merupakan spoiler untuk selanjutnya?:3
Hehehe siapkan mental kalian ya^^~!
Kalau begitu episode ini selesai ya ges:3
//Maap lama nyiapinnya, soalnya aku mikirin banget Route C...
Tapi keknya aku bakal balik ke rencana publish awal2 yakni hari kamis dan jumat:3
Oke... Sekian ya gais! Aku mau belajar:V//plak
Jangan lupa vote ya, biar author inget sama tanggung jawabnya, lebih semangat, lebih baik lagi... Terutama di time managementnya:3
Makasih banyak dah mau baca, lop u guysss:3<33
//Secepatnya aku up chap selanjutnya hari kamis atau jumat yaa:3
__ADS_1
//sampe nanti di chap selanjutnya>
- End of Special chapter (An otome route)