Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 06 - Him?


__ADS_3

(Y/n) P.O.V.


Setelah kejadian itu aku langsung mempertanyakan, apa yang dimaksud bocah sensi itu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Teman kecil? Namun setiap aku bertanya kepadanya, atau pun aku mengajaknya bicara.


Dia selalu-


"MINGGIR BODOH AKU MAU LEWAT"


"GADIS SIALAN"


"BERISIK"


Bahkan cuma deketin dan belum ngomong aja udah nyolot- Duh, ga habis pikir... apa bener aku kenal ama dia sebelum masuk sini..?


Dah lah males....


Ngomong-ngomong soal U.A. , disini pelajarannya lumayan berat... Aku butuh beradaptasi untuk belajar disini, duh gimana ngomongnya ya~


Setelah tes masuk kemarin, karena aku banyak berkenalan tentunya aku tak kesepian..


Sekolah jurusan hero alias U.A. ini tak hanya mengajarkan tentang bertarung dan menjadi hero, tetapi juga mengajarkan pelajaran wajib yang biasanya diajarkan untuk anak SMA.


Aku (Y/n) bukan anak yang bodoh dan bukan anak yang pintar, jadi terkadang aku tertekan dengan pelajaran. Ya tentunya aku punya ambisi- Tapi nga sekuat ambisi anak-anak pintar seperti Momo, Izuku, Todoroki, Iida, dan anak sensi itu? Oh iya bakugou- aku selalu saja melupakan namanya..


Di sisi lain aku merasa puas bersekolah disini, ya~ makanan mewah dengan harga kaki lima itu memang the best~


Ya walaupun takoyaki disini rasanya nga terlalu enak... Takoyaki disini rasanya terlalu mewah, aku lebih suka yang dijual oji-chan dekat U.A.


Seneng nga? ya seneng lah masa nga:) Dompetku aja happy karena ini, jadinya aku pun bisa nabung banyak... Selain itu disini juga aku bisa menaruh klonku untuk mengumpulkan energi, ya disini banyak keuntungannya~


Tapi aku sekarang benar-benar frustasi dengan 2 hal,


1) masalah sama anak sensi itu...


2) ada pelajaran tambahan:)


Ya jika ada pelajaran tambahan yang pastinya waktu pulang sekolah akan diundur jadi lebih lama:) Sudahlah- enjoy saja~ Daripada mikirin terus ntar ribet...


-Pelajaran tambahan-


Tak terasa hari sudah bertambah siang, dan tiba saatnya pelajaran tambahan... Ya- karena aku merasa energiku tidak cukup, tentunya saat tadi istirahat aku sudah mengambil tambahan energi dari klonku di lapangan~


Sebelumnya- para siswa di U.A. disuruh menentukan hero suit sebelum masuk ke U.A.


Ya, awalnya aku tidak kepikiran soal hero suit- Tapi akhirnya berkat (Y/f/n) aku jadi mendapatkan inspirasi soal hero suit.


Dan aku juga mendapatkan saran dari okaa-san tentunya...


Karena itu-


Inilah hasil dari hero suitku... berdasarkan saran (y/f/n), ide okaa-san, dan inspirasiku.



*p.s. : warnanya sesuain ama halu kalian aja


*Di ruang ganti perempuan*


Ugh- aku agak malu ganti baju barengan kayak gini... Sudahlah- kita ganti baju ditutupin pintu loker aja deh...


"Teman-teman kita harus cepat ganti baju, biar nga ngabisin waktu" tegas momo. "he~ gak bisa santuy dikit napa?" tanya mina. "masalahnua ntar lama lagi" jawab jiro. "oke~" ucap toru sambil terkekeh.


"Btw, (Y/n) desain kostum mu itu sepertinya bagus~" ucap uraraka kepadaku. "ahahah thank you~" ucapku sambil mulai memakai suit-ku dari bawah. "he~ (y/n), kenapa kau kenutup badanmu dengan loker sih?" tanya mina.


...


"Malu woi" jawabku kepada mina. "eh, memangnya ada apa sih?" tanya toru. "Nandemonai~" ucapku dengan senyum tipis. "ah~ gausah malu-ma" ucapannya terpotong setelah dia kaget melihat luka jahit di dadaku.


Ya- lebih tepatnya, karena kepo ia menarikku keluar. Dan dia melihat luka jahitku yang menyeramkan dan sedang dalam masa penyembuhan.


"(Y/n) kau kenapa?!" tanya toru kaget. "ahahah~ aku menutupinya karena ini..." ucapku gugup. "Gomenne (Y/n)!" ucap mina dengan reflek langsung memelukku. "Aku- tak tahu, ternyata aku menyembunyikan itu..!." sambungnya dengan muka menyesal. "Hei-hei? tak apa kok! aku tak menyalahkanmu!" ucapku sambil terkekeh geli.


"Aku hanya ga pede~ tadinya aku mau menceritakannya.." setelah itu yang lainnya juga jadi bergidik ngeri, karna melihat lukaku itu. Ya- akhirnya sambil memakai baju, aku menceritakannya. "Ehm, ini aku dapatkan saat berumur 4 tahun aku terkena semacam musibah- Sehingga aku mendapatkan ini, hehe... tapi ini ga sakit sama sekali kok~ Sampai sekarang pun ini masih dalam masa penyembuhan dan penyamaran luka~" kataku dengan yakin.


"Hiiy, (y/n) kok kau bisa bicara dengan santai begitu sih?" tanya uraraka sambil merinding. "Ha-ah~ kyknya aku gabisa tidur deh malem ini~" sambung mina yang masih merasa bersalah.

__ADS_1


... Ha? apa yang sudah aku lakukan? iya juga- beberapa dari mereka mungkin belum siap mendengar cerita ini-


"He, yasudahlah minna... ayo kita keluar" ucap momo kepada yang lain. "Ayo~" jawab kami semua.


***Di Jalan**


Ntah- kenapa aku merasa ada yang ketinggalan- "(y/n) kau tak apa? kero?" tanya Tzuyu. "aku merasa ada yang ketinggalan, tapi- apa ya?" tanyaku padanya. "mungkin, topeng? kero" jawab Tzuyu sambil kebingungan.


Aku menggelengkan kepalaku, "Iee... Aku memang tidak memakai topeng" ujarku padanya. "Apa mungkin jepitan rambut?" tanya jiro. "AH! ITU DIA! aku lupa mengikat rambutku!" seruku baru ingat.


"Yaelah~" ucap mereka sambil menggeleng-gelengkan kepala. "mau kubuatkan, (Y/n)?" tanya momo dengan ramah.


"Ah, tidak usah... aku tak mau menyia-nyiakan energimu" jawabku sambil memasang senyum yang ramah. "eh? baiklah?" ucap momo merasa sedikit kecewa dengan jawabanku.


"Aku ingin balik sebentar ya, mau ngambil karet hehe" kataku kepada mereka. "baiklah~" jawab jiro. "jangan lama-lama, kero" sahut tzuyu.


Aku mengganguk sambil memberi jempol.


Aku mempercepat langkah ku untuk kembali ke ruang gantu pakaian, setelah sampai aku langsung mengambil karet yang kusiapkan. Ya- tentunya aku mengikat rambutku sambil jalan... Eh itu? midoriya kan? Kenapa dia juga telat? Sudahlah itu bukan urusanku...


Aku mulai ke tempat tujuan dimana kami akan menjalani pelajaran akhir bersama All Might. "uwah~ (Y/n) kau terlihat lebih segar!" seru mina.


"ahahah~ Arigatou!" jawabku ceria. Uhm- kenapa seisi kelas melihatku begitu sih?


Ada yang menatap sinis, adapun yang bengong melihatku. Aku hanya bisa membalas dengan senyum, dan berbisik ke mina. "Hey mina, apa kau menceritakan lukaku?" tanyaku sambil berbisik padanya. "Ha? apa maksudmu? tidak kok!" jawab mina dengan tegas. "he? apa benar?" tanyaku lagi padanya "nga lah~ kau kira kami secomel itu?" jawab mina merendag. "ahaha~ yasudah lah~" balasku kepadanya sambil tersenyum tipis.


Lalu All might memulai pembicaraannya, "Ya mari kita mulai 'Latihan Perang' disini" ucapnya dengan tegas. "mari kita mulai berperang"


Lalu Iida-kun mulai menanyakan pertanyaan yang ada di kepalanya. "Guru, ini adalah area ujian masuk... apakah kita akan berlatih 'blok simulasi' lagi?" tanyanya sambil mengangkat tangannya.


"Tidak, kali ini 2 lantai lebih tinggi... Meski yang kita lihat sebagian besar perang luar ruangan, tapi secara statistik musuh dalam ruangan jauh lebih ganas... Penjara, tahanan rumah, perdagangan bawah tanah, semua musuh licik bersembunyi di dalam gelap. Kalian akan dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok musuh dan kelompok pahlawan, mainkan pertarungan 2 Vs 2 dalam ruangan" Jelas All Might.


"Apa tidak perlu pelatihan dasar?" tanya Asui kepada All Might. "ini adalah latihan pemahaman dasar" ucap All might sambil mengepalkan tangannya.


Lalu All might menjelaskan latihan ini secara singkat, semoga saja aku masuk kelompok pahlawan...


Setelah itu pun All might mulai membagikan kelompok,


Grup A- Midoriya + Ochaco


Grup C - Mineta + Momo


Grup D - Iida + Bakugou


Grup E - Mina + Aoyama


Grup F - (Y/n) + sato


Grup G - Kaminari + Jiro


Grup H - Takoyami + Tzuyu


Grup I - Toru + Ojirou


Grup J - Kirishima + Sero


Ya- aku sekelompok dengan sato, "Yoroshiku ne! Satou-kun!" ucapku antusias. "Hai, yoroshiku (Y/n)" jawabnya dengan tegas. Lalu All might pun mengambil undian menentukan yang mana penjahat dan yang mana kelompok Hero.


*P.s. : alur yang berbeda dengan cerita asli.


Grup B jadi lawanku dan sato ya? hah- padahal aku ingin sekali jadi pahlawan. Eh- emangnya Grup B itu siapa? "Oi mina~ Grup B itu siapa sih?" tanyaku pada mina yang ada di depanku. "Itu loh si Todoroki sama uhm siapa ya lupa" jawab mina padaku. "Owalah~ oke deh" ujarku pada mina.


Ya- setelah itu kami pun menunggu giliran kami sambil menontonpertandingan pertama. Grup ochaco vs bocah sensi itu ya? Iya benar- dan oh? Midoriya bersamanya ya?


Sepertinya ini menarik, aku akan menontonnya. Karna kami akan menganalisisnya untuk di akhir? Tapi ini juga memberikan keuntungan bagiku, aku bisa belajar dari pengalaman mereka. Pertandingan dimulai dengan kehadiran bocah sen-- Eh- Bakugou yang datang ke hadapan midoriya dan ochaco. Ini benar-benar gegabah- sebenarnya apa yang ada di pikirannya?


Apa dia ini bodoh? "ini benar-benar gegabah" gumamku pelan. "Iya benar, seharusnya dia tidak langsung muncul seperti itu" Jawab momo setelah mendengar gumamanku. "M-hm, momo kalau seperti itu bukankah nanti malah membuka kemungkinan kalau kelompok ochaco menang?" tanyaku pada momo yang ada di sampingku.


"iya, tapi melihat perjagaan kelompok lawannya pun lumayan ketat... tapi- iya benar (Y/n)... sepertinya kelompok ochaco akan menang melawan grup lawannya" jawab momo dengan tegas. Pertarungan ini terus berlanjut seperti hide-n-seek, kuakui midoriya cukup pintar membaca situasi... Namun, dia termasuk tipe orang yang membutuhkan waktu untuk berpikir.


Sebaliknya, Bakugou itu orang yang sepertinya tak sabaran. Namun kondisi berpikirnya- dia lebih cepat dan lebih unggul dari midoriya dan 2 kali lipat lebih cepat mengambil tindakan daripada midoriya.


Tetapi melihat dari gelagatnya pun aku sudah tau bahwa mereka sudah kenal sebelumnya, dan mereka terlihat tak akrab sama sekali. Kenapa begitu ya?


"Nuklir! Nuklir! Nuklir!" ya- seperti aku dan momo perkirakan... Kelompok Ochaco- menang. "Wah~ ochaco menang!" ucapku sambil tercengang. "Iya, tadi benar-benar berbahaya banget... kero!" balas Asui padaku. "Huft- iya! untung saja dia tak apa-apa" balas Toru. "tapi bukankah gawat? Bahkan Midoriya pun sampai terluka parah?" jawabku. "Iya- ini karna keadaan bakugou yang terlihat seperti tidak mau kalah" jawab momo yang ikut pembicaraan. "Ini sih beneran perang" celetuk Jiro pada kami semua.

__ADS_1


Ruangan kejadian benar-benar cukup parah, mereka berdua- uh maksudku midoriya dan bakugou dua-duanya sama-sama kuat dan melewati batas. Dan bahkan luka midoriya benar-benar parah, apakah dia tidak bisa mengendalikan quirknya? Tetapi apakah benar cara kerja quirknya sama denganku?


Entah mengapa aku merasa- quirk ku dan miliknya memiliki kelemahan yang sama. Yakni jika tidak mengontrolnya- itu bisa merusak keadaan fisik kita.


Ya akhirnya kami berkumpul untuk menganalisis pertandingan pertama, momo mengungkapkan pendapatnya dengan jelas. Kulihat sekali lagi wajah mereka, terutama si bocah sensi. Dia benar-benar terlihat kehilangan harapan dan- putus asa? mengapa dia sampai seperti itu? apa keberadaan midoriya benar-benar membuatnya kesal?


Bahkan jika aku menggunakan quirk untuk mengukur suhu- aku benar-benar dapat merasakan bahwa ia benar-benar kesal. Eh tapi- mengapa aku bisa merasakan apa yang dia rasakan ya?


Apakah aku benar-benar mewarisi mental control milik nenek buyutku? Aku benar-benar tidak tahu soal itu, nanti aku akan menanyakannya pada okaa-san.


"Baiklah, lanjut ke latihan selanjutnya. Grup B (Hero) Vs Grup F (Villain)" tegas All might setelah pembahasan pertandingan pertama. Persetan soal mental control- aku benar-benar harus fokus terhadap latihanku ini.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------->


(Di tempat latihan)


"Satou-kun apakah kau tahu informasi tentang Grup B?" tanyaku pada Satou-kun partner ku di latihan ini. "Sejujurnya aku kurang tahu, tetapi kalau tidak salah- salah satu dari mereka adalah rekomendasi" balas Satou terhadap pertanyaanku. "Hm- jadi kau punya rencana?" tanyaku padanya. Dia menggelengkan kepalanya, "Baiklah, bagaimana dengan ini?"


.


..


...


....


.....


.......


..........


"Latihan Dimulai"


Todoroki as [Grup B] P.O.V.


"terlihat nuklir di lantai 2, tanpa pengawasan sama sekali" ucap mezo shoji kepadaku. "Tanpa pengawasan? sepertinya mereka terlalu meremehkan lawan" ucapku sambil melihat sekali lagi ke arah gedung. "Kau diam disini, aku akan melakukan sisanya" sambungku kepadanya. Aku mulai mengalirkan quirk esku ke gedung itu.


3 R.d. Person P.O.V. di tempat penonton


Dari awal pertandingan, kelompok F tidak terlihat sama sekali. Itu membuat semua kelas 1-a bingung akan keadaannya. Namun All might terlihat diam tanpa reaksi, karena dia tahu bahwa kelompok F tidak mungkin lari dari latihan itu. "Aneh kemana (Y/n)?" itulah kira kira reaksi mereka.


Back to. Todoroki as [Grup B] P.O.V.


Ini aneh- mengapa quirkku sama sekali tidak keluar? apakah lawanku ini memiliki quirk yang sama dengan aizawa sensei? "Shoji, apakah benar-benar tak ada orang di dalam?" tanyaku sekali lagi padanya. Tak ada balasan... Lalu aku berbalik dan tak menemukan rekanku disana, hah apa-apaan ini? Lalu aku mencoba mengeluarkan esku sekali lagi-


Tak keluar- mengapa seperti ini? Apa haruskah aku melihat kedalam? atau aku harus mencari rekanku? tidak itu adalah hal yang- umph! sial apa ini- aku seperti diikat.


Eh ini perangkap?


(Y/n) P.O.V.


"Begini- aku akan meratakan semua quirkku disini, ehm- agak susah dijelaskan tpi aku butuh bantuanmu untuk menangkap salah satu dari mereka yang bukan siswa rekomendasi itu" Jelasku pada sato. "Lalu- tempelkan ini" ucapku sambil membentuk semacam pin tempel kepadanya. "apa ini (y/n)?" tanyanya bingung.


"Aku bukanlah orang yang jago dalam menjelaskan hal ini, coba kau lihat perekat yang ada di belakangnya" ucapku sambil menunjuk pin yang dipegangnya. "maksudmu yang dibelakang ini?" ucapnya bingung. "iya, aku mau kau menempelkannya kepada salah satu dari mereka yang bukan rekomendasi. lebih tepatnya- rekannya yang bertangan banyak itu... baru saja aku melihat ciri khasnya yang menempel dengan cahaya, dan aku mendapatkan informasi bahwa dia bertugas sebagai informan. Karena itu aku akan membutakan quirknya, dengan ilusiku" jelasku panjang lebar. Satou terlihat tidak mengerti, tapi dia mengerti dengan tugasnya. "Oh iya, kalau bisa jangan bertarung" sambungku sekali lagi. Dia menggangukkan kepalanya.


"Baiklah aku akan memulai mengaktifkan quirkku" gumamku dengan nada pelan.


"Hah- apa katamu?" tanya satou bingung. "aku akan mengaktifkan quirkku, jadi sebentar ya~"


Aku mulai membagi diriku menjadi 8 klon transparan yang sederhana, melapiskan quirkku dengan menyentuh dinding di 8 sisi. Atas, bawah, kiri, kanan (lantai 1). Atas, bawah, kiri, kanan (lantai 2) dan salah satu klonku mengalirkannya di luar dan di tanah. Karna aku mengalirkannya ditanah, otomatis ilusiku juga mengalir ke seluruh area. Tetapi tentunya aku menggunakan energi cahaya sekitar, karena jika menggunakan energiku- tentu saja itu tidak cukup.


"Latihan Dimulai"


"(Y/n) kau yakin dengan ini?" tanya satou dengan tidak percaya kepadaku. Aku tertawa kecil melihat tingkahnya, "hey, coba kau lihat ke jendela~ kira-kira apa yang sedang mereka lakukan?" ucapku sambil memperkuat ilusiku. Dia melangkah ke jendela, melihat Todoroki dan shoji yang kebingungan. Dan tidak melawan sama sekali, "Sekarang sato kau harus lompat kebawah dan tempelkan pin itu. Aku sudah memastikannya bahwa itu aman, maka percayalah padaku" tegasku dengan nada sedikit meninggi. "Baiklah aku akan cepat" katanya langsung percaya dan melompat. Dan benar saja itu hanya seperti melompat dari ketinggian 20 cm.


Aku mendapati informasi dari klonku bahwa satou berhasil, dan ilusiku berhasil menahan quirk Todoroki karena aku mengalirkan quirkku di tanah.


Saa~ aku akan membuat perangkap di tanah dengan mengalirkan cahaya perekatku, hehe~!


Berhasil, sekarang aku tinggal memastikan mereka berdua benar-benar terikat oleh tali quirk cahayaku. Aku melihat ke jendela dan melompat, benar- mereka berdua tertangkap. Tapi mereka sepertinya tak bisa melihat keberadaanku dan sato karna quirkku yang menutupi keberadaan kami. Lalu aku menonaktifkan quirkku.


"Latihan Selesai"


-T.B.C. (To Be Contunied)~

__ADS_1


Jangn lupa like!


__ADS_2