Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 13 - Sport Festival (2)!


__ADS_3

Bakugou P.O.V.


Apa masalahnya sih dia sampai menanyakan hal yang seperti itu?


.


.


Sialan, aku benar-benar tak boleh berurusan dengannya... Tapi entah mengapa dia terlihat lega karena menerima jawabannya. Tch apa urusanku..? Sekarang aku harus berjuang untuk mendapatkat peringkat utama di festival olahraga, bagaimanapun gadis itu hanyalah sainganku nanti.


Setelah itu aku berlatih secara produktif untuk festival olahraga agar aku dapat menjadi nomor satu, lalu saat aku ingin pergi ke tempat latihanku seperti biasa...


Hah? Bukankah itu si gadis bodoh? Kenapa dia ada di tengah lapang begitu? Dan lagi kenapa dia malah bermeditasi seperti itu sih?! Ah sudahlah! Itu bukan urusan-


"Bakugou! Haloo~" teriaknya dari kejauhan.


(Y/n) P.O.V.


Sudah 3 hari berlalu sejak hari itu, setelah aku pulang aku kembali menemukan impianku. Karena itu aku membuat tekad yang kuat untuk mengatakan itu kepada okaa-san, 


//Flashback : on


"Okaa-san! Aku sudah putuskan! Kalau aku akan menekuni jurusan Pahlawan!" ucapku dengan tegas pada Okaa-san. "Hah?" ucap keluargaku yang ada di sana secara bersamaan. Saa itu kami sedang makan bersama, dan di saat itu juga aku berpikir untuk mengungkapkannya secara tegas.


"Walau emang keberadaanku ini memang sedikit terancam tapi aku percaya jika aku berusaha dan belajar... Aku pasti bisa! Dan juga mimpiku kan... Membahagiakan semua orang! Karena itu, aku akan berusaha!" sambungku dengan semangat dan antusias kepada okaa-san.


//Flashback : off


//Side P.O.V.


(Y/n) Okaa-san P.O.V. 


Hari itu seperti biasa aku dan keluargaku duduk di meja makan. Sebenarnya aku masih penasaran dengan keadaan anakku (y/n)... Kemarin setelah dia mengatakan kalau dia ingin merefleksikan dirinya sendiri, tetapi entah mengapa dia hari ini mencoba jadi dirinya sendiri... Meskipun semalam rasanya perasaan (y/n) sama sekali tidak baik, apa jangan-jangan dia menurut lagi dengan keputusanku?


Itulah mengapa aku merasa khawatir padanya, jika dia terus terpengaruh oleh orang lain... Bagaimana dia bisa menghadapi dunia ini? Kemudian entah mengapa (y/n) daritadi curi-curi pandang padaku... Sepertinya dia emang ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia belum bisa mengatakannnya. "Okaa-san!" aku menengok ke arah (y/n) yang mengajakku bicara.


"Kenapa (y/n)?" tanyaku padanya. "Okaa-san! Aku sudah putuskan! Kalau aku akan menekuni jurusan Pahlawan!" ucap (y/n) dengan tegas padaku. (Y/n)? Apa benar dia memikirkan ini sendiri? Apa dia termakan oleh ucapan orang lain lagi?


"Walau emang keberadaanku ini memang sedikit terancam tapi aku percaya jika aku berusaha dan belajar... Aku pasti bisa! Dan juga mimpiku kan... Membahagiakan semua orang! Karena itu, aku akan berusaha!" sambungnya lagi. Ya sepertinya aku memang harus percaya dan mendukung anakku ini, bagaimanapun sekarang dia sedang dalam mas pertumbuhan.


Aku pun juga tahu bagaimana perjuangannya masuk U.A. Dia bahkan berani menghabiskan waktu 1 tahun sebelum masuk U.A. untuk terus menerus berlatih.


Walaupun sebenarnya aku sudah menduganya kalau ia tidak akan menyerah dengan mudah seperti itu, tapi sepertinya aku harus membuat kesepakatan dengannya. 


"Baiklah... Tetapi berjanjilah padaku, kau akan bertanggung jawab penuh soal ini... Dan tunjukkan padaku kalau kau bisa!" balasku padanya. Anakku itu memang terlihat lemah dan tidak bisa apa-apa...


Sejak kecil dia hanya bisa merengek ingin belajar dan mencuri-curi waktu tidur untuk membaca buku ataupun melakukan hal yang ia mau. Tetapi karna tubuhnya yang lemah, dia selalu ketahuan olehku, tentu dulu aku sempat khawatir padanya. Dan sempat memarahinya karena dia yang selalu ingin aktif beraktivitas...


Terkadang aku menyalahkan diriku sendiri, karena melahirkan dia yang bertubuh lemah... Terkadang aku sedih melihatnya yang tiba-tiba sesak nafas, atau tiba-tiba pusing karena sistem koordinasinya terganggu.


Aku hanya ingin dia aman dan hidup tentram, tetapi sebagai orang tua kita tak boleh begitu kan?


*Flashback : on


"Okaa-san! Lihat! Daritadi pagi aku sangat sehat loh! Aku bisa split!" ucapnya dengan ceria. "ASTAGA! (Y/N)! SUDAH JANGAN DIPAKSAKAN!" seruku sambil mengangkat nya. "Okaa-san! kok gitu sih! Aku ini sekarang sedang fit! bahkan aku sudah bisa split!" katanya sambil cemberut. "Oh iya okaa-san, koordinasi tubuhku rasanya lebih lancar!" sambungnya dengan ceria. 


"Hah? Apa katamu?" kataku dengan sedikit kaget. Karena aku merasa dia hanya bercanda aku tertawa kecil, "Okaa-san! Aku tidak bohong!" katanya padaku. 


Lalu untuk memastikan dia berbohong atau tidak, aku memeriksa keningnya... Eh? Suhunya? Normal? "(Y/n)... Sejak kapan kau merasakan ini?" tanyaku dengan serius.


"Kapan ya? jadi~ (y/n) tadi merasa ada panah yang masuk ke tubuh! Lalu (y/n) jadi segar~!" Sebentar, panah?  Jangan bilang (y/n)..?


"(Y/n) berikan tanganmu pada ibu!" ucapku sambil menurunkannya dari gendongan.


"Hm? baiklah!" katanya sambil memberikan tangannya. Kemudian aku menyatukan quirkku dengannya, tampak cahaya kecil yang keluar dari tangannya. "Astaga!" ucapku kaget.


"Okaa-san? Apa ini? Apa aku punya quirk?" katanya sambil terkagum-kagum dengan apa yang aku lakukan. Singkatnya saat itu (y/n) baru membangkitkan quirknya, tetapi yang berbeda adalah saat itu (y/n) belum genap 3 tahun...


Singkatnya setelah aku melihat keadaan (y/n), quirk dan dirinya itu berhubungan dan beradaptasi dengan baik.


*Flashback : off


Tapi sepertinya aku harus benar-benar membiarkannya berkembang dengan apa yang dia mau, "Baiklah Okaa-san! aku akan berjuang!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Kau mengubah pikiranmu ya, sayang?" tanya suamiku itu padaku. "Ya, bagaimanapun... (Y/n) harus bisa sukses di jalannya sendiri" jawabku padanya.


*P.s. : author ga jago buat nama, jadi nama orang tuanya disesuaikan sama kalian ya ^^!


(Y/n) P.O.V.


Ya setelah aku membuat kesepakatan dengan okaa-san, rasanya ambisiku jadi kembali lagi... Ya walau sebenarnya aku pun memang masih sering terpengaruh oleh orang sekitar, rasanya memang kelemahanku ini tidak hanya di tubuhku saja. Melainkan di kepribadianku yang terlalu baik.


Anyway~ Persiapan festival sekolah hanyalah 2 minggu, bagiku waktu itu kurang cukup untuk mengasah strategiku. Karena waktu 2 minggu itu sangatlah cepat dan tidak terasa. Kemudian dikarenakan aku berkontribusi di kejadian USJ kemarin, aku diperbolehkan untuk mengakses seluruh lingkungan sekolah untuk latihan. Ya mungkin sekolah ingin meminta maaf karena keadaanku yang waktu itu, dan untuk urusan keluarga yukami... Okaa-san mengatakan pada sekolah untuk merahasiakan ini, walau sebagian dari masyarakat di sekolah sudah mengetahui rahasiaku... 


Okaa-san berharap agar tidak menyebar luaskan yukami di muka umum, terkecuali jika aku atau keluargaku yang mengakuinya. 


Pihak sekolah menyetujuinya dan sebagai permintaan maaf mereka memberikan seluruh fasilitas sekolah padaku. Walau ini agak sedikit berlebihan... Tetapi aku menerimanya karena aku ingin meminjam lapangannya~ Lapangan U.A. is the best deh~

__ADS_1


Pencahayaannya terang banget~ Kalau aku mengumpulkan energinya sampai 10 kali lipat dari biasanya, sudah dapat dipastikan aku bisa menang dalam festival olahraga... Dan aku mungkin bisa membantu orang yang kesusahan di luar sana lebih banyak lagi dengan memanfaatkan relasi di U.A.


Ha-ah~ Emang ya~ Masa depanku cerah sebiru doraemon~


Ngomong-ngomong sepertinya hari ini aku harus belajar untuk meningkatkan kepekaan indraku, baik itu pendengaran, penglihatan, penciuman, dan indra peraba. Saat aku berfokus dalam mode peningkatan kepekaan indra...


Eh? apa aku tidak salah? Itu Bakugou kan? Hari ini kan hari sabtu? Kenapa dia di sekolah? Sepertinya dia melihatku deh... Nah kan, benar! Dia melihatku yang sedang bermeditasi...


Sapa nga ya? Sapa aja deh... Biar sopan gitu kan ya~


"Bakugou! Haloo~" teriakku dari kejauhan. "Kenapa kau kesini~?" tanyaku dengan suara kerasku. "BUKAN URUSANMU GADIS BODOH!" ucapnya langsung pergi ke hutan. "Hee? Kau mau ke hutan?~" teriakku padanya.


*Fyi : Di sebelah U.A. ada hutan gitu lah ya... (Aku nyebutnya hutan karena di sebelah U.A. itu penuh pohon:v) Nah ceritanya waktu baku mau ke sana dia lewat lapangan:V*


"SIALAN- AKU GAK TAHU!?! URUSLAH DIRIMU SENDIRI SIALAN!" teriaknya dengan kasar. Hm... Apa aku goda dia saja ya? Dasar aku ini... Memang iseng banget ya...


"Hee~ Padahal aku mau ngajak perang~? Kalau kau tidak mau yasudah deh~ Sepertinya aku terlalu noob untuk dibandingkan denganmu~" godaku dengan suara sedang.


Dia ga mendengarkannya kan? Bagusla- "KAU MEREMEHKANKU KAN?! SINI SIALAN! BIAR TAU RASA KAU!" Astaga... Ternyata pendengarannya bagus juga ya...


"He... padahal aku cuma bercanda" ucapku merendah. "KAU INI GIMANA SIH SIALAN?! AYO SINI!" katanya dengan tegas. "Baiklah-baiklah~ Lagipula aku pun butuh belajar lebih lagi" ucapku dengan senyum kecil.


"Tch, jangan banyak bicara SIALAN! AKU BENCI ORANG YANG BANYAK BICARA SEPERTIMU!" katanya dengan kesal. Entah mengapa aku sedikit tertusuk, tapi tidak apa-apa... Aku harus berani mendapat kritikan. "Hm? kalau begitu kalau aku diam apa itu lebih baik?" tanyaku sambil tertawa kecil. "PIKIR SAJA SENDIRI SIALAN!"


Kemudian setelah kami menjauhkan barang kami agar tidak ikut rusak saat kami bertarung kami berada di tengah lapang. "Bakugou, sebelumnya apa kau yakin kau tidak akan merusak keadaan di sekitar ini?" tanyaku dengan serius. Dia terlihat sedikit kaget setelah mendengar pertanyaanku itu, "YA NGAK LAH SIAL-" lalu aku memotong perkataannya.


"Baiklah~ Aku akan melapisi quirkku agar tempat ini bisa bertahan" ucapku sambil mengalirkan quirkku. "HAH? KAU GILA?" serunya dengan kasar. "Shh! Aku ingin berkonsentrasi!" ucapku dengan serius.


3 R.d. Person P.O.V.


"Bakugou, sebelumnya apa kau yakin kau tidak akan merusak keadaan di sekitar ini?" tanya (Y/n) dengan serius. Bakugou tersentak setelah mendengar pertanyaan itu, 'Anak ini kenapa seolah-olah membuatku mengingat kejadianku dengan SI DEKU SIALAN ITU SIH?!' batinnya.


"YA NGAK LAH SIAL-" lalu (y/n) memotong perkataannya.


"Baiklah~ Aku akan melapisi quirkku agar tempat ini bisa bertahan" ucap (y/n) sambil mengalirkan quirknya. 


Bakugou yang mendengar itu terlihat kesal, 'Kenapa anak ini selalu peduli dengan sekitar SIALAN! KALAU U.A. ROBOH PUN NANTI BISA DIREHABILITASI ULANG! KAN MEREKA KAYA?!' batinnya.


"HAH? KAU GILA?" serunya dengan kasar. "Shh! Aku ingin berkonsentrasi!" ucap (y/n) dengan serius. Di saat (y/n) mengaktifkan quirknya, dia terlihat serius. Dirinya dan lingkungannya itu terlihat cerah karena cahaya yang dialirkan, sosok (y/n) yang berfokus pada cahaya itu. Membuat Bakugou sekali lagi terpesona dengan keelokan (y/n).


Preposisi (y/n) dengan cahaya yang pas itu membuat Bakugou sedikit memerah, "Hoi, kenapa kau sepeduli itu sih dengan ini?" tanya Bakugou padanya. "Kau tanya kenapa ya? Karena ini merupakan tempat dimana aku mempelajari banyak hal yang belum aku ketahui..." ucap (y/n) sambil berfokus.


"Tch, lalu kau sebenarnya kenapa ingin masuk sini?" tanyaya lagi. (Y/n) yang tidak menyangka kalau Bakugou akan menanyakan soal itu berusaha untuk memendam rasa kagetnya. "Aku ingin menjadi hero karena dorongan dan usulan temanku... Dan kebetulan ini juga sejalan dengan impianku saat aku masih kecil" ucap (y/n) pada Bakugou dengan jujur. 


"He? kenapa?" tanya (y/n) yang masih kurang mengerti (aka conect/konek, bisa dibilang juga agak telmi sih y/n kadang). Hal itu membuat Bakugou kesal, "AH SUDAHLAH ! AYO KITA LANGSUNG-" Lalu (y/n) yang sadar itu pun memotong perkataannya, "Kalau yang kau maksud dengan energiku, itu sama sekali tak apa... Justru aku sekarang sedang berusaha untuk menjaga koordinasi tubuhku, dan juga lingkungan ini tidak sepenuhnya dipenuhi oleh quirkku... Melainkan dengan cahaya sekitar, tenang saja U.A. punya pencahayaan kuat kok!" jelas (y/n) sambil tersenyum.


"Tch, YASUDAH MARI KITA MULAI!" katanya sambil membalikkan badannya.


(Y/n) P.O.V.


Bakugou entah mengapa semakin aku dekat dengannya, semakin banyak pertanyaan yang ada di kepalaku itu. Apa dia memang suka marah-marah dan sensi seperti ini? Rasanya dulu kalau kuingat-ingat pun dia tidak separah ini... Yasudahlah lupakan! Sekarang mari kita pikirkan apa yang menjadi kelemahan Bakugou...


Sebentar... Jika quirknya berhubungan dengan senyawa- Apa ya itu namanya hm... Nitrogliserin? Kutanya aja gitu?


"Bakugou, quirkmu itu setara dengan senyawa nitrogliserin kan?" tanyaku padanya dengan serius. "HA? KENAPA KAU TANYA SOAL ITU? PIKIRKAN SENDIRI SAJA SIALAN!" ugh... Kalau gitu aku nyesel deh nanya...


"Tch, kalau kujawab iya? Apa kau senang?" tanyanya sambil menggambil ancang-ancang. "Ya kalau gitu senang juga nga sih~ aku hanya mencoba belajar kimia saat bertarung denganmu" ucapku sambil terkekeh. Hah? apa aku salah lihat? Dia tertawa? "Kau tertaw-" ucapanku itu dipotong olehnya. "NGA! SEENAKNYA SAJA KAU BERPIKIR SEPERTI ITU SIALAN! SUDAHLAH AYO KITA MULAI TANPA ANCANG2!" katanya sambil mulai menyerangku. "Hey aku belum siap!" ucapku sambil menghindar dengan reflekku. "KALAU KAU BELUM SIAP KENAPA KAU MENGHINDAR SIALAN?!" 


"Ya biar menghindar dari luka bakar~" candaku padanya. Bakugou yang mulai serius itu mulai terus-terusan melawanku, aku yang mencari celah itu berusaha untuk melawan Bakugou dengan boxing ataupun taekwondo yang kupelajari.


"Haa? kau tidak memakai quirk sama sekali? KAU INI SAMA SAJA SEPERTI DEKU SIALAN?!" ucapnya dengan kesal. "Kata siapa aku tidak pakai quirk?" ucapku dari belakang. 


"Hah? apa-apaan?" katanya sambil melihat aku yang asli ada di belakangnya. "Ya~ Bagaimanapun, aku bisa bersantai terus sambil melihat klonku yang melawan-" ucapanku terpotong saat ledakannya yang mengarah padaku.


Secepatnya aku membuat perisai agar dapat melindungi diriku, "KAU INI MAU 2 LAWAN 1 HAH? GA BURUK JUGA KAU GADIS BODOH!" katanya sambil menyeringai.


"Ahahah~ bagaimanapun aku juga punya skill" kataku sambil mengaktifkan ilusi sembari melawan. Singkatnya aku pun menghindari serangannya dan mengaktifkan ilusi yang membuat dirinya tidak bisa bergerak, selain itu juga aku membuat kondisi dimana suhu disana dingin.


Karena quirknya yang bergantung pada keringat itu bisa saja menguntungkan ku karena itu aku membuat kondisi dimana dia tidak bisa mengandalkan quirknya itu. Karena itu aku tinggal memasang perekat yang ada di tanah dan- 


"SHINEEE!" He? Dia keluar? Bagaimana bisa-?


Lalu aku mempercepat kecepatanku dengan mode cahaya, "HEH- BAGAIMANAPUN KAU INI KURANG FOKUS SIALAN!" protesnya padaku. "Maaf!" ucapku padanya.


Lalu setelah 2 jam pun, pertandingan berakhir karena aku menyerah. "HOI! SEBENARNYA KAU MASIH BISA MELAWANKU KAN?!" katanya kesal. "Yah..." kalau aku jawab aku bisa bisa-bisa aku satu sesi lagi, tapi aku lelah... "Aku ingin istirahat dulu~ Lagipula seranganku sepertinya tak ada yang mempan padamu" ucapku dengan merendah.


"KAU INI MERENDAH ATAU APA SIH?! AH- SUDAHLAH AKU MAU PER-" aku menahan tangannya. "APA LAGI HAH?" katanya dengan kasar.


Sepertinya aku harus mengembalikan lagi energinya, energinya habis cuma karena latihan denganku... "LEPASKAN AK-" aku memotong perkataannya. "Diamlah! aku akan mengembalikan energimu!" ucapku dengan tegas. "TAK USAH SIALA-" ucapannya terhenti saat aku mengalirkan energiku padanya. 


Akhirnya dia hanya bisa diam tidak menjawab, karena mungkin dia memang membutuhkan tenaganya untuk latihan. "Nah sudah!" ucapku sambil tersenyum dan melepaskan tangannya. "Tch, kau ini maunya apa sih- KAN SUDAH KUBILANG JANGAN BERURUSAN DENGANKU SIALAN!" katanya dengan kasar. "Pft... Lalu kalau aku tak berurusan denganmu, apa kau akan tenang?" candaku padanya.


"IYA SIALAN?! tapi karena sekarang aku berhutang budi lagi padamu- Kh..! Melihat dari gerakanmu barusan, sepertinya kau masih ragu-ragu saat melawan musuh kan?" tanyanya padaku.


"Bagaimana kau bisa tahu?" jawabku. Dia mengernyitkan keningnya, "SIALAN! KAU TERLIHAT SANGAT JELAS KALAU KAU MASIH MEMILIKI KERAGUAN!"serunya padaku. 

__ADS_1


"Ah, begitu ya" ucapku merendah. "Tch, hari ini aku akan latihan denganmu. Anggap saja ini balasan karena tadi kau sudah memberikan energimu itu, lagipula-" dia memberhentikan kata-katanya.


"Kenapa?" tanyaku dengan bingung. "NGA! INTINYA KAU HARUS MEMBUANG RASA BELAS KASIHANMU ITU! KARNA ITU TAK AKAN BERGUNA!" He? membuang? Nanti aku sebelas dua belas dengannya dong~!


Bakugou P.O.V.


Di awal aku mengira kalau aku bertarung dengannya akan menjadi lebih menantang, tetapi kenapa dia terlihat seperti mengasihani ku sih?! SIALAN DIA TERLALU MEREMEHKANKU!?!


Bagaimanapun dia juga memiliki banyak pengalaman dan tubuhnya itu sudah terlatih dalam bertarung... Hanya yang membuatku kesal itu- DIA INI TERLALU BAIK SIALAN?! DAN JUGA HAL ITU DAPAT MEMBUATNYA KALAH KALAU INI DI PERTANDINGAN ASLI?! 


AKU TAHU DIA LEBIH KUAT DARI DEKU SIALAN ITU- Tapi memang sih dia ini kemungkinan menjadi satu kandidat terkuat untuk mengalahkanku di festival nanti. 


Lalu setelah 2 jam pun, pertandingan berakhir dengan membosankan. 


"HOI! SEBENARNYA KAU MASIH BISA MELAWANKU KAN?!" 


"Yah..." APA MAKSUD DIA BERKATA YAH BEGITU SAJA BR******?!  


"Aku ingin istirahat dulu~ Lagipula seranganku sepertinya tak ada yang mempan padamu" ucapnya merendah. TCH- DIA INI BENAR-BENAR MEREMEHKANKU ATAU APA SIALAN?!


"KAU INI MERENDAH ATAU APA SIH?! AH- SUDAHLAH AKU MAU PER-" lalu gadis bodoh itu menahan tanganku. "APA LAGI HAH?" sialan- dia ini kuat juga- 


"LEPASKAN AK-"  


"Diamlah! aku akan mengembalikan energimu!" Hah? DIA KIRA AKU SELEMAH ITU HAH?!


"TAK USAH SIALA-" KH- MENYEBALKAN! Kalau begini aku terus berhutang budi padanya, DAN LAGI KAU INI MEMANG BENAR PEMBOROS QUIRK!


 "Nah sudah!" ucapnya sambil tersenyum dan melepaskan tanganku. "Tch, kau ini maunya apa sih- KAN SUDAH KUBILANG JANGAN BERURUSAN DENGANKU SIALAN!"  


"Pft... Lalu kalau aku tak berurusan denganmu, apa kau akan tenang?" JUSTRU AKU AKAN TENANG TANPA ORANG RESE SEPERTIMU GADIS BODOH?!


"IYA SIALAN?!" 


"tapi karena sekarang aku berhutang budi lagi padamu-" 


"Kh..! Melihat dari gerakanmu barusan, sepertinya kau masih ragu-ragu saat melawan musuh kan?" SIALAN KENAPA AKU JADI MEMBANTUNYA?


"Bagaimana kau bisa tahu?" ITU KELIHATAN JELAS BR******?! 


 "SIALAN! KAU TERLIHAT SANGAT JELAS KALAU KAU MASIH MEMILIKI KERAGUAN!"


"Ah, begitu ya" ucapnya merendah. Hah- dasar gadis gila...


"Tch, hari ini aku akan latihan denganmu. Anggap saja ini balasan karena tadi kau sudah memberikan energimu itu, lagipula-" kenapa aku peduli padanya sih? Tch, tapi dia kalau dikembangkan lagi bisa jadi lebih baik.


"Kenapa?"  


"NGA! INTINYA KAU HARUS MEMBUANG RASA BELAS KASIHANMU ITU! KARNA ITU TAK AKAN BERGUNA!" Hm?  Tapi bagaimanapun jika dia tidak membuang itu, untuk nantinya mungkin saja aku mendapatkan juara pertama. 


Sialan, kenapa aku bilang aku ingin melatihnya sih?!


"Tapi Bakugou-kun, apa itu tidak merepotkan? Sepertinya kau juga butuh latihan" HA?! TERNYATA DIA PEKA JUGA... TAPI KAU JUGA MASIH MENGHARAPKAN AKU UNTUK MENGAJARMU KAN?!


Tetapi, quirknya itu sangat kuat... Jika aku membuatnya serius, mungkin aku juga bisa belajar untuk mengalahkannya nanti. "Tch, kau juga sepertinya akan berguna untuk latihanku jadi JANGAN BUANG WAKTUKU DENGAN SIA-SIA!" 


"Iya kah? Baiklah, mari kita berjuang!" jawabnya dengan senyuman bodohnya itu. "BAIKLAH SEKARANG HANCURKAN GEDUNG ITU!" 


"Hah?! Apa kau gila Bakugou?" ucapnya dengan panik.


//Skipped Time


(Y/n) P.O.V.


Setelah itu aku dan Bakugou bisa dibilang menjadi dekat karena latihan? Tapi...


"UNTUK APA AKU BERTEMAN DENGANMU SIALAN?!" ah sepertinya tidak- Dia masih menggangap kalau kita ini rival hahaha... Tapi kalau dikatakan rival, benar juga sih... 


Tetapi bukankah terlalu kejam untuk dijadikan rival? Hah... Ternyata benar, aku tidak bisa terus begini... Ada saat dimana aku tak boleh bersikap baik. Waktu bergulir begitu cepat hingga festival olahraga dimulai...


-T.B.C. To Be Contunied~


Yo jangan lupa vote ya^^~! Gimana? Aku produktif kan?:3


(Y/n) : Apanya? Ini juga kyknya ga ada feeling sama sekali tuh~


Author : *Nangis di pojokan*


(Y/n) : Canda thor! Yaudah gais jangan lupa like ya! Biar authornya lebih semangat dalam nulis chap... Soalnya kadang dia suka keterusan baca manhwa dan bersantai~


Author : HEH JANGAN BONGKAR AIB WOI TvT


Okay Guys intinya kalian kalau ngerasa chap aku kurang feel atau jadi nga menarik, bilang aja ya... Soalnya chap ini aku kyk kurang merasa seneng di bagian akhir:') Siapa tau ngaruh gitu kan ya-:^ 


Okay deh sampai chap berikutnya^^!

__ADS_1


__ADS_2