Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 04 - First Day


__ADS_3

-----------------------------------------------------------


(Y/n) P.O.V.


Pintu subway mulai terbuka, Aku dan ototou memasuki subway. Ya- karena ini jam orang berangkat kerja dan sekolah, subway sedikit penuh karena orng-orang. Akhirnya kami berdiri sambil memegang pegangan subway. Stasiun F adalah tujuan ototouku, sedangkan tujuanku adalah stasiun I dekat U.A.


Ya tentunya, dia akan keluar lebih dulu. "Pintu Terbuka, Stasiun F" Ototouku melambaikan tangannya, "semangat buat hari ini, ototou-san" ucapku ceria. Dia mengganguk, dan melangkah pergi. "Pintu Tertutup"


Aku memasang earphone ke telingaku, memasang playlist offline lagu untuk memulai hari. Bagaimanapun ini adalah hari pertamaku di U.A. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, aku membuka earphoneku. Memasukkan ponselku kedalam tas.


"Pintu Terbuka, Stasiun I" Aku melangkahkan kakiku keluar subway, pergi keluar stasiun.


Tapi- Apakah nanti di kelas ada orng yang kukenal? Yasudah biarkan saja lah, nanti aku bisa berkenalan lagi.


Eh itu- Takoyaki yang waktu itu! Tapi belum bukaaa~ Hm, yasudahlah nanti aku kesana pulang sekolah aja. Tau kenapa aku ngidam takoyaki? Karena takoyaki deket U.A. itu enak banget cuy,... //plak fokus (Y/n)!


.


..


...


....


Wah- Itu U.A. ! Yap- U.A. sudah ada di depan, karena itu aku mempercepat langkahku.


Bener-bener nga nyangka sih, keterima walaupun agak suram sih... Waktu itu aku menempati ranking 1 pada test, menjadi salah satu murid rekomendasi. Namun-


WOI, KALAU AKU DIEKSPOS KAYAK GITU DI MEDIA. KEBAHAYAANKU TERANCAM DONG- kadang ada preman nyegat, ada orang gaje- Hah...


Are? aku dah masuk U.A. ? Dekornya- tampak beda.


"Ah~ Kamu (Y/n) kan?" Aku menengok ke belakang, mendapatu orang yang tidak asing. Aku pun menghentikan langkahku, "Eh? kamu ya? ehm- eto- siapa ya... Gomenne aku lupa namamu, tapi aku ingat wajahmu hehe" ucapku malu. "Aku kendo! apakah kau tidak ingat?" ucapnya sambil tersenyum ramah. "ah! Kendo yang seruangan denganku saat tes tertulis kan?!" seruku dengan nada sedikit meninggi. Dia mengganguk sambil tertawa kecil.


"Ahahah- Gomenne Kendo chan~! soalnya... ano- aku ini lebih vepat hafal muka daripada nama" Ucapku sambil menggaruk pipiku dengn telunjuk. "Hontouni (benarkah)? Ahahah Daijobu (Y/n)-san... btw aku juga hafal namamu karna kau muncul di media" Ucapnya sambil tersenyum ramah.


"Ahh~ sou ka (ahh~ gitu ya)" jawabku dengan nada merendah.


Ternyata ada untungnya juga masuk media... "Btw- kau mau pergi ke dalam bersamaku, ne? Kendo-san?" Tanyaku kepadanya. "ide bagus, ayo masuk bersama!" jawabnya sambil memulai langkahnya. Aku pun mengikuti langkahnya itu, "oh iya, (Y/n) san kau sudah tahu kelasmu?" Aku menggeleng-gelangkan kepalaku, "aku harap, aku sekelas denganmu" ucapku dengan ekspresi berharap.


"Ya-! aku juga (Y/n)-san" jawabnya dengan ceria. Aku mengganguk-ngangukan kepalaku tanda setuju. "(Y/n)-san!" Aku dan kendo membalikkan badan kami dan melihat ke arah gadis yang berlari ke arah kami. Ya- karena aku memiliki banyak relasi, aku jadi disapa banyak orang. Ya mungkin mereka mengingat namaku, karena post-an media.


Aku, Kendo, dan yang lainnya (yang kuajak) melihat daftar pembagian kelas.


.


..


...


....


Sial- aku tidak mengenal salah seorang pun dari daftar nama kelasku. Kendo, Gadis jamur, dan Perempuan bersurai hijau, mereka semua anak kelas sebelah.


Kau mau tahu kelasku? Kalian sudah menduganya- pasti- Aku kelas 1-A... Ya- suram. Aku tidak mengenal seorang pun dari mereka. Namanya aja aku ga pernah dengar- tapi- Shoto Todoroki? Bakugou Katsuki? sepertinya aku pernah mendengarnya...


"Ano- Apakah kalian mengenal Shoto Todoroki? sepertinya aku mengenal nama itu" Gumamku kepada mereka. Mereka menggelengkan kepala, "Sepertinya dia salah satu murid rekomendasi sama denganmu" Ucap si gadis jamur. "ah~ sou ka" jawabku padanya.


"Yah~ kenapa harus sekelas ama yang ga dikenal sih! Kendo~ Tukeran kelas lah kuy! suram aku- mana ga ada yang kenal lagi" Ucapku kecewa. Kendo, Gadis jamur, dan Perempuan bersurai Hijau tertawa melihat tingkahku. "kau akan baik-baik saja, aku percaya itu" Ucap si gadis jamur, ucapannya diangguki oleh Kendo dan Perempuan berambut hijau. "baiklah~ arigatou- Minna!" jawabku dengan ceria. Ya- akhirnya aku berpisah dengan mereka, karena arah 1-a dan 1-b berlawanan.


Setelah menemukan kelasku, aku pun membuka perlahan pintu yang berada di belakang.


(P.s. Cerita ini, keberadaan koji koda diganti oleh (Y/n). Karena itu cerita ini akan sedikit berbeda 20% dengan Bnha asli) //Sorry koji ;v;


Ku pandangi sekitar, mencari wajah yang ku kenal. Ya- benar aku tidak kenal salah seorang pun. Ugh- kenapa mereka melihatku seperti itu sih... UNCOMFORTABLE BANGET HEH, PLIS JANGAN LIAT AKU KAYAK GITU...


Atau jangan-jangan make up gw keliatan menor- atau rambut gw- atau baju gw- //plak. Dah lah semuanya baik-baik aja, tenang (Y/n)... kalau make up mu menor pasti okaa-san dah marah di rumah.


Aku menengok kanan kiri mencari kursi kosong, ya aku menemukannua di baris kedua (barisan vertikal) meja ke 4 dari depan (barisan horizontal). "ano- kursi yang ini kosong kan?" tanyaku kepada gadis bersurai hijau. "iya- itu kosong, kero" jawabnya padaku.


"Ahahah, oke!" jawabku sambil tersenyum ceria. Aku menaruh tasku, dan mulai mendekati gadis itu lagi. "ne-ne~ kau imut! namamu siapa? Aku (y/n)!" ucapku sambil mengeluarkan pesonaku. "a-arigatou (y/n)-chan, watashi wa Tzuyu asui desu. Yoroshiku" Aku mengganguk dengan tegas. "hai-hai~ (hai'k-hai'k// baiklah-baiklah) Yoroshiku~!" jawabku ceria. "Asui-san kau sudah berkenalan dengan yang lain?" tanyaku kepada Asui-san si gadis yang baru aku temui. "ie, kau cukup memanggilku Asui saja, kero" ucapnya sambil menggaruk pipinya dengan telunjuknya. "Okay~! Asui-chan, ayo berkenalan dengan yang lain! hehe~" aku memberikan tanda di tanganku 2 jari (peace). Dia mengganguk setuju,


"Konnichiwa! Watashi wa (Y/n) desu! Yoroshiku! Kore wa Tzuyu asui-desu!" ucapku sambil memperkenalkan mengenalkan diri kepada perempuan imut berkulit merah muda.


*(Translate : Halo! aku (Y/n)! Salam kenal! Dan ini Tzuyu-asui).


"Ah- Konnichiwa! Watashi wa ashido mina~ Yoroshiku!" jawabnya dengan ramah. "oh~ ashido mina ya? nama yang bagus, kero!" ujar Tzuyu- Eh maksudku Asui kepada mina. Aku mengganguk tanda setuju. "btw, sepertinya aku pernah melihatmu" ucap Mina sambil menaruh jempol dan telunjuk di dekat dagunya (gambaran : 🤔).


"Eh- kamu, kamu kan siswa rekomendaei U.A. yang ada di media?!" serunya dengan nada meninggi. "Quirkmu hebat sekali! sebenarnya kamu punya berapa quirk sih? Tanya mina sambil menggengam erat jari jari di tangan kananku dengan kedua tangannya tepat di depannya dengan mata yng berbinar-binar. " ehm- ano- quirkku cuma satu, hehe~" ucapku salah tingkah.


"(Y/n)-chan, kau beruntung sekali di rekap oleh media, kero" sambung Tzuyu. "ehm- ano direkap media itu nga se-enak yang kalian kira" ucapku memalingkan wajah karena wajahku yang merona.


"Eh? (Y/n)? kau hanya memiliki satu quirk?" tanya Mina sambil melepaskan genggamannya. Aku mengganguk, "eh kamu yang di media itu kan?" ucap seorang berambut merah. "Media? maksudmu yang itu?" Tanyaku sambil berpura-pura tidak peka. Dia mengganguk, "kalau tidak salah... Kamu punya quirk cahaya kan?" tanyanya lagi.


"Ya benar" ujarku sambil tersenyum tipis. Mina dan Tzuyu hanya bisa ber- oh ria setelah mengetahui quirkku. "Kalau begitu, perkenalkan aku kirishima!" ucapnya dengan percaya diri. "Hai'k! watashi wa (Y/n)! Kore wa Tzuyu-san to Mina-san desu!" jawabku sambil memperkenalkan Tzuyu dan Mina.


Ya, setelah itu aku pun mulai menghafalkan nama mereka.


(Y/n) P.O.V.


Yang item Yaomomo, yang punya earphone- Jiro, yang ijo Asui, yang pink Mina, udah semua? oh- yang ngilang toru. "Kau kenapa (Y/n), kau terlihat seperti sedang frustasi?" tanya momo kepadaku. "A- aku sedang mengingat nama kalian semua, hehe~ teman-temanku yang imut begini ga boleh dilupain dong~" godaku dengan nada manis. "aw~ so sweet~" ucap Mina sambil mencubit, karena gemas. Yang lain menggangukan kepalanya, "ntar juga hafal kok, (Y/n)-chan" jawab jiro dengan santai.


"uh- iya sih~ mina~ lepasin dong~" ucapku sambil tertawa kecil. "Gomen-gomen ! kamu imut sih!" cuap mina sambil melepaskan cubitannya. Ya- aku lebih banyak kenalan ama ceweknya sih... Karena aku kurang bisa bergaul ama cowok, tapi biar nga keliatan streotip aku mencoba berkenalan dengan yang lain selain kirishima. Ya tapi-


"Hoi- kau murid yang dimasukkan ke media kan? aku Denki kaminari, salken!" ucapnya sambil terkekeh melihatku. "Ah- Hai'k! Yoroshiku, watashi wa (Y/n). Ini momo, jiro, tzuyu, mina, dan toru!" ucapku sambil memperkenalkan yang lainnya. "ah- salam kenal semuanya" jawab Kaminari sambil memperlihatkan senyum ramahnya. "Ah~ semua gadis ngumpul disini ya~" ucap seorang dengan rambut ungu bentuknya mirip-mirip buah anggur.


"aku mineta, ingat namaku ya" ehm- dia memasang wajah sedikit aneh, hal itu membuatku sedikit merinding. "Hai'k! yoroshiku, watashi wa (Y/n) desu! ini momo, toru, tzuyu, mina, dan jiro"


"hoho~ begitu ya, salken!" jawab mineta. "ntah kenapa aku nga srek ama dia" bisik momo. Aku mengganguk, "hey! kau! kau anak yang di media itu kan!" seru anak berkacamata kotak yang baru datang. Aku menggangukkan kepalaku.


Hah... kenapa aku harus dikenal dengan cara begini sih? entah aku harus merasa senang atau biasa aja...

__ADS_1


Setelah beberapa menit pun, kumpulan itu mulai bubar sedikit demi sedikit. eh? itu- si cowok sensi yang kubeliin takoyaki kan? karna aku penasaran dengan namanya aku pamit ke teman-teman perempuanku. Karena ingin berkenalan dengan si rambut pirang, "Gais~ aku mau kenalam dulu ama cowok rambut kuning itu dulu ya~ mau ikut?" tanyaku kepada mereka. "aku ikut" jawab mina. "yang lain?" tanyaku lagi.


"Em- anu- (Y/n) anak disitu auranya sedikit menyeramkan" ucap momo dengan nada merendah. "he? emang bener si- tapi-" ucapku dengan nada merendah. "aku mau nanya namanya aja" sambungku ceria. "ugh- aku nanti aja deh aku jadi menciut klo (Y/n) ngomong gitu" ucap mina. "He? yasudahlah kalau aku berhasil kalian langsung kukenalin ya~" ucapku pada mereka, mereka mengganguk.


Aku mulai berjalan ke mejanya. Dia tampak agar suram, sambil tiduran di mejanya. Kalau nga salah- tadi ada orang yang mau berkenalan, dimarahi kan? Bodo amat- aku kan anak yang nekat, jadi apa salahnya mencoba? "Konnichiwa~" sapaku kepadanya sambil membungkukan badanku, memiringkan kepalaku dan tersenyu. Ya- aku harus seperti itu kalau tidak, dia tidak mendengarku.


Dia tampak kaget, "Ha? apa mau-" deg! sial anak sensi ini deket banget!


*Bakugou P.O.V.


Disini berisik sekali, "Kau dari media itu, kan?" Aku menoleh ke belakang, eh? Dia kan gadis bodoh yang mentraktir takoyaki. Tch- bodo amat...!


Kenapa dia diterima, ha? sudahlah aku mau tiduran saja- Semalam tidurku kurang nyenyak, karena tamu si nenek tua sialan itu.


"Konnichiwa~" ha? siapa lagi? bukannya tadi aku sudah tolak? "HA? APA MAU-" sial- wajah gadis bodoh ini, terlalu dekat!


Aku otomatis mengaktifkan quirk dan menyerang nya dengan tangan kananku. "APA MAKSUDMU, HA? KAU MENGGA-" eh? dia menghindari seranganku? dia meremehkan ku ya? ha?


Dan kenapa quirkku tidak keluar? "Hei- ini bukan waktunya untuk berkelahi! aku sudah menghapus quirk mu!" ucap guru bodoh dengan baju tidur berwarna kuningnya. "ha?" Guru itu memandangi semua kelas, extras yang bodoh itu pun langsung duduk. Aku pun duduk seperti apa yang dilakukan para extras, "lain kali jangan ulang kelakuanmu-


Sring! hah? cahaya apa lagi ini?


Loh- kok tiba-tiba gelap, eh? aku masih tiduran? Bukankah tadi aku dimarahi oleh guru bodoh itu, ya? Aku membuka mataku dan melihat sekitar, eh? gadis bodoh itu masih disana?


Ha- sudahlah, dasar nenek tua gara-gara tamumu kemarin aku jadi berhalusinasi.


Tch- kenapa aku harus berhalusinasi tentang-


*seketika teringat wajah (Y/n)* GADIS TO***! ENYAH KAU DARI PIKIRANKU!


*(Y/n) P.O.V.


Deg-! Sial anak sensi ini deket banget! Wajah kami hampir bersentuhan jaraknya sekitar 2 cm, untung ga apa-apa sih. Karena kaget kali ya- dia mengaktifkan quirknya, berupa ledakan yang tidak asing bagiku. Sial- aku harus menghindari quirknya. Kalau tidak bisa saja aku terkena luka bakar di wajahku.


Aku melompat ke belakang secara perlahan, dan menghindari serangannya. Eh- kenapa quirknya hilang?


"Hei- ini bukan waktunya untuk berkelahi! aku sudah menghapus quirk mu!" seru guru berrambut panjang yang terlihat seram. Apakah aku harus kembali ke tempat duduk ku?


Aku- benar-benar merasa bersalah, dia akan di marahi gara-gara kesalahpahamanku tadi. Hadeuh, seandainya aku tadi tidak melakukan itu- Eh..? iya benar!


Kalau begitu- hanya ada satu cara, aku mempersatukan tanganku. Menarik nafas dalam, ku pastikan tak ada yang mengingat ini.


Menutup mata, 'Go Back In Time! 1 Minutes a go!' lalu aku membuka mataku, Sepertinya aku berhasil-


Tapi- ugh! kepalaku pusing, karena jurus tadi- "Photosyntesis!"


(Y/n)-chan? kau tak apa?" tanya hagarakure toru. "ahahah gpp kok! aku tadi kelepasan menggunakan quirkku" jawabku sambil tersenyum. "he? Photosyntesis? quirk macam apa itu? bukankah kau berquirk cahaya? kero" tanya Asui bingung.


"ah, jadi quirkku itu memang cahaya.. namun ini seperti gabungan quirk dari quirk orang tuaku- aduh~ susah dijelaskan, hehe~" ucapku sambil menggaruk pipiku yang tidak gatal dengan telunjuk. "hah?" ujar mereka bersamaan. "nanti deh kujelaskan~ aku rasa ada guru yang akan datang kesini~" jawabku sambil menaruh tanganku di belakang tubuhku dengan posisi tangan kiri menggengam tangan kanan.


"eh iya gitu?" tanya jiro. Aku mengganguk, "yap~ jika perkataanku salah aku traktir deh~" ucapku dengan yakin. "yey~ traktiran! oke deh~" ucap Mina dengan antusias menerima tantanganku. Lalu aku dan Asui melambaikan tangan dan kembali ke tempat duduk. Hah... untunglah aku berhasil mengembalikan waktu. Kalau nga bisa-bisa aku jadi bahan gossip karena kejadian tadi. Pasti mereka melihat kejadian tadi- ya nga salah juga sih aku mengembalikan waktu.


Tapi untuk mengembalikan waktu, dibutuhkan banyak energi. Dan itulah mengapa aku merasa pusing setelah mengembalikan waktu, namun aku penasaran... Apakah aku benar-benar kembali tanpa membawa ingatan orang lain?


Ya untungnya, karena aku hanya kembali ke waktu 1 menit. Jadi aku hanya menghabiskan 10% nya. Aduh gimana jelasinnya ya~


Jadi, dasar untuk kembali ke waktu kita perlu 58% energi. Namun, karena aku hanya membutuhkan 10%, dari energi 58% itu hanya diambil 10%nya saja. Tetapi untuk mengembalikan 48% yang tadi membutuhkan waktu yang lama, bahkan waktu itu energiku baru kembali selama satu tahun.


Semoga saja tidak selama itu, Karena energiku dibutuhkan untuk menkordinasikan sistem tubuh. Dibutuhkan sekitar 68%, namun aku sekarang hanya memiliki 52%. Photosyntesis instan punhanya memulihkan 0,8%. Sial- seharusnya aku mengakali teknik tadi dengan menggunakan energi sekitar saja. Aku pun akhirnya terpaksa mengambil energi cadanganku yang ada sekitar 5 kali lipat dari energiku.


'Extra Energy'


Huft- sekarang lebih baik...


Aku sekarang sudah bisa bernafas dengan tenang, jantungku sudah kembali berdetak normal. Dan aku pun sudah tidak merasa mual lagi. Tapi, ada hal yang mengganjal. Anak itu- ah tidak- aku merasa pernah melihat mata ruby itu dimana ya? Tak lama kemudian, aku melihat seorang laki-laki yang tadi menahan si cowo sensi tadi. Dia berdiri di depan kelas, "Ya- salam kenal semua saya aizawa. Saya akan menjadi wali kelas kalian selama 2 semester ini, sekian. Sekarang kita akan tes fisik. Semuanya siapkan baju olahraga kalian, kita akan bertemu di lapangan"


(Y/n) P.O.V.


"Seperti yang kalian lihat, hari ini kita akan tes masuk, tentu saja Ranking paling terbawah akan disingkirkan" ucap Aizawa dengan tegas. Aku menelan ludah dengan kasar, tapi emangnya ada sistem drop out di awal seperti itu(?)


Argh! seharusnya tadi aku tidak menggunakan energiku. Eh, tapi kalau aku tidak mengunakannya- AH SUDAHLAH! FOKUS (Y/n)! kau kan masih punya banyak energi!


"Kau, berapa meter yang biasa kau sampai saat melemparnya?" tanya Aizawa kepada si bocah sensi. "6 meter" ucapnya dengan tenang. "sekarang lempar lagi dengan mengerahkan quirkmu" perintah Aizawa kepadanya. "ha? baiklah" anak itu mengambil bola di tangan Aizawa-sensei.


Anak itu mengambil ancang-ancang "SHINEEEE!" serunya sambil melempar bola.


Mungkin itu memang ciri khasnya, tapi jika diingat-ingat saat itu juga.. "SHINEE..!" ya- saat ujian masuk juga, dia mengatakan itu.. sudahlah...


"705 meter" ucap aizawa sambil menunjukkan meterannya. duh, kalau ada tes masuk seperti ini. Aku butuh energi lebih dari yang sekarang..! lalu- adakah ada tempat yang terkena cahaya?


Ah! Asoko! Baiklah aku menempatkan klon diriku disana.


Dengan begitu dia bisa menymbungkan energi yang dia dapat kepadaku. Aku menarik nafas, menyatukan tangan. Dan menyamaratakan seluruh energi. "Photosyntesis! Energi Paralyzes! Ilution Of Energy! Mind Control! Transportation!" ucapku dalam hati.


Ya- klon diriku itu telah menyatu dengan cahaya sekitar dan bergerak ke bagian paling dominan cahayanya. Yap- cara ini berhasil, sekarang aku dapat berperan secara efektif.


"Kau- Rambut (H/c), Giliranmu!" seru Aizawa sambil menunjukku.


"aku?" tanyaku kepadanya, ia mengganguk. "Hai'k! Sensei!" jawabku setelah anggukan kepalanya. Ia memberikan bolanya kepadaku, dn mulai bersiap-siap menghitung jarak.


Aku menarik nafas dalam-dlam, dan mulai mundur selangkah. Mengambil ancang-ancang dan mulai melemparnya.


Ugh- sepertinya aku hnya mencapai sedikit, "kau (Y/n) kan?"


"Hai'k, sensei!" jawabki dengan sedikit keras. "ya- kau bisa melemparnya lagi... penghitung jarakku error saat kau melemparnya, dan aku juga tak melihat bolamu pergi kemana barusan" ucpnya dengan sedikit bingung.


Sesuasana mulai menggosip,


"h-hai" jawabku sambil mengabil bola dari tangannya. Sekali lagi- aku menarik nafas dalam-dalam, dan mulai mundur selangkah. Mengambil ancang-ancang dan melemparnya.


"aneh- kenapa error begini?" gumam Aizawa. "(Y/n), kau kembali saja dulu ke tempatmu" ucapnya sambil menatap aneh alat penghitung jataknya. "Selanjutnya- Ochaco uraraka" aku berbalik ke tempatku, dan membiarkan anak yang lainnya menggantikan tempatku.

__ADS_1


Eh? dia- sepertinya aku belum sempat berkenalan dengannya.


Iya- dia datang agak telat, jadi aku tak sempat berkenalan dengannya. Dan dia- benar quirknya benar-benar hebat, bahkan dia mencapai nilai tak terhingga.


"(Y/n) coba lagi, sepertinya kau harus menggunakan gerakan normal tanpa quirkmu" ucap Aizawa dengan tegas.


"m-hm!" jawabku sambil mengganguk. Aku kembali ke tempat tadi dan mulai melemparnya tanpa menggunakan quirkku.


Ya- aku berhasil melemparnya. Namun kenapa dunia ini serasa berputar?


Tiba-tiba aku pusing, mual dan jantungku mulai berdetak cepat. Ah- tidak jangan bilang ku mau pingsan. Tenanglah (Y/n) cukup alirkan lah energimu...


eh? kenapa ga bisa? gawat- aku...


"t-tolong"


3 R.d. Person P.O.V.


(Y/n) bersiap melempar bolanya dengan keras dan cepat tanpa quirknya. Tepat 1 detik sebelum di lempar, Aizawa menggunakan quirknya untuk menghapus quirk (Y/n). Saat bola terlempar, tepat seperti perkiraan aizawa alat penghitung jaraknya menunjukan bahwa (Y/n) mencapai jarak hingga 800 m.


"uwah, (Y/n) gila ya"


"anak rekomendasi, jadi wajar"


"eh tapi kenapa (Y/n) terlihat tak sehat?"


"kau benar"


"Aneh- tapi itu kekuatanmu sendiri kan?" setelah itu Aizawa melihat (Y/n) yang terlihat terengah-engah. (Y/n) mulai bersikap aneh dan mulai memegang dadanya. Ya- anak-anak perempuan mulai panik, "(Y/n)! apa yang terjadi padamu?" tanya Aizawa panik melihat (Y/n) bersikap aneh.


"t-tolong, quirkku" ucap (Y/n) pelan. Karena panik, Aizawa mengembalikan quirk (Y/n).


Tampak sedikit cahaya berbentuk tombak memasuki dada (Y/n), (Y/n) masih terlihat terengah-engah.


"baiklah, siapapun tolong bawa (Y/n) ke UKS" ucap Aizawa dengan wajah flat yang terlihat seperti merasa bersalah. "Tak usah, sensei" ucap (Y/n) dengan keadaan tubuhnya yang mulai kembali seperti semula. "Maaf sensei, sepertinya gejalaku kambuh..." ucap (Y/n) meminta maaf sambil membungkukan badannya.


"hah, gejala?"


"(Y/n) punya asma?"


"Diam semuanya" ucap Aizawa menatap tajam yang lain. "Baiklah, apakah kau baik-baik saja?" tanya Aizawa pada (Y/n). (Y/n) mengganguk, "sepertinya tadi quirkku melemah" ujar (Y/n) sambil berpikir. "ya, tadi aku sempat menghapus quirkmu, karena saat kau mau melemparnya. kau malah mengalirkan sesuatu ke tubuhmu" jeas Aizawa.


"ah- maaf sensei" ucap (Y/n) dengan hati-hati. "Tidak, aku yang seharusnya minta maaf, jadi maafkan aku karena tadi sempat menghapus quirkmu" ucap Aizawa meminta maaf kepada (Y/n).


(Y/n) mengganguk, "tetapi bisakah kau menjelaskan soal quirkmu?" tanya Aizawa dengan muka flatnya.


(Y/n) P.O.V.


Aku mengganguk, "Quirkku adalah cahaya bisa dibilang ini adalah quirk yang diwariskan oleh keturunan ibuku... Ehm, gimana jelasinnya ya... jadi karena aku keturunan ke 12, aku mewariskan quirk cahaya dengan penguatan dari quirk ayah dan ibuku" jelasku sambil menggaruk pipiku yang tidak gatal dengan telunjukku.


Izuku P.O.V.


"quirkku adalah cahaya bisa dibilang ini adalah quirk yang diwariskan oleh keturunan ibuku... ehm, gimana jelasinnya ya... jadi karena aku keturunan ke 12, aku mewariskan quirk cahaya dengan penguatan dari quirk ayah dan ibuku" jelasnya sambil menggaruk pipinya.


Sebentar pewarisan quirknya hampir sama sepertiku, kalau tidak salah aku sempat mendengar rumor ini saat aku melihat forum dimana 'One For All' dikatakan diwariskan.


Sebentar biar ku ingat-ingat, quirk cahaya ya?


Sayangnya, aku tidak ingat.


(Y/n) P.O.V.


Aizawa sensei mengganguk, "sepertinya saat tadi kau memakai quirk, bolanya hancur bersama quirk yang tadi kau alirkan. Baiklah... aku akan ambil poin 800 meter tadi, atau kau mau coba lagi?" tanya Aizawa sensi kepadaku.


Aku menghancurkan bolanya? Mungkin saja- Tapi 800 meter tadi ialah aku tanpa quirk? Pantas saja, dulu teman-temanku takut padaku...


"aku ingin mencobanya lagi!" seruku sambil mengepalkan tangan. "baiklah, ini!" ucapnya sambil melempar bolanya kepadaku. Aku menangkapnya dan kembali ke posisi. Ya- jika tadi aku menghancurkan bolanya atau mungkin aku menggabungkannya dengan cahaya. Kali ini aku tak boleh seperti itu.


Aku kali ini hanya mengumpulkan cahaya pendorong dari tanganku, dan melemparnya.


.


..


...


....


... Jangan bilang, aku menghancurkannya lagi.?


Lalu Aizawa menyeringai dengan muka seramnya, memperlihatkan tanda "∞" alias tak terhingga. Huft- Untunglah~


-T.B.C. To Be Continued


Hi Readersku tercintahh..! Ini author mau kasih info🤧


Soal update, Author usahain update tiap hari biar nga gantung dan nga lama nungguinnya hehe😂


Tbh (to be honest) aku bener-bener udah menyiapkan scenarionya di buku😂. Totemo- (tapi-) Proses pengetikan membutuhkan kurang lebih 1 jam untuk satu chapter...


Jadi maaf kalau misalnya nga nentu updatenya🤧 Apalagi pas sabtu dan minggu, bisa aja aku cuma update 1 kali🤧


Jadi maafin ya kalau misalnya author kadang suka updatenya 2-3 hari sekali// itu namanya authornya lagi sibuk banget🤧


Jadi jangan lupa like yaa🤧 biar author termotivasi membereskan cerita ini 🤧


Sekian terima gaji👁👄👁👌


-----------------------------------------------------------


Jangan lupa like yaa🤧 Tqq🤧💕💕

__ADS_1


Lop u all🌻💕✨


__ADS_2