Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 24 - Decission


__ADS_3

3 R.d. Person P.O.V.


Dikarenakan mereka berdua tinggal di lingkungan yang sama, kebetulan bertemu secara tak sengaja itu benar-benar tidak bisa dihindari oleh mereka berdua. Seakan-akan waktu kembali berhenti, mata mereka berdua saling bertaut... Tetapi dengan cepat kedua pihak itu memutus eye contact mereka.


Kemudian (Y/n) membuka pintu terlebih dahulu, hal itu sudah pasti kalau Bakugou mengikutinya dari belakang. "Ya, apa masalah kalian berdua sudah lebih baik?" tanya Aizawa pada mereka berdua. Mereka tampak diam sesaat, "Kami baik-baik saja, sensei" jawab (Y/n) dengan perasaan yang sedikit tidak yakin.


'Sebenarnya masalah kalian masih belum selesai, kan? Tetapi sepertinya ini lebih baik daripada sebelumnya?' batin Aizawa.


"Dibanding itu, sehabis ini kalian akan ada pelajaran tambahan untuk menentukan nama hero... Dan ini adalah rincian dari tempat-tempat magang bersama Pro Hero" ucap Aizawa sambil memberikan kertas ke Bakugou dan (Y/n). "Aku harap kalian dapat memilih tempat magang yang tepat agar tidak menyesal di kemudian hari, di saat yang lain pulang... Kalian akan diam di kelas untuk pelajaran tambahan" lanjutnya lagi.


"Apa ada pertanyaan?" tanya Aizawa. "Tidak ada, sensei" jawab (Y/n) dengan tegas. "Bakugou?" tanya Aizawa. "Tcih, tak ada" balas Bakugou.


"Kalau begitu kalian bisa istirahat, dan setelah itu melanjutkan kegiatan selanjutnya" kata Aizawa sambil membubarkan mereka berdua. "Kalau begitu, saya permisi" ucap (Y/n) sambil membungkuk kepada Aizawa dan pergi. Sedangkan Bakugou dia ikutan menyelonong, 'Dasar anak jaman sekarang' batinnya.


//Di jalan...


"Hoi" panggil Bakugou. Hal itu membuat langkah kaki (y/n) terhenti, 'apa dia memanggilku?' batin (y/n). Muncul pertanyaan seperti 'mengapa' di kepala (y/n) itu membuat dirinya semakin tegang, "Kau yang membereskan seluruh toilet kan?" tanya Bakugou yang mulai mendahului (y/n).


"Seluruh toilet?" tanya (y/n) kepadanya. Bakugou menghentikan langkahnya karena mendengar jawaban yang tidak ia ekspetasikan. "Jangan pura-pura sialan!" ucapnya pelan. "Sebenarnya aku tak begitu tahu, tetapi sepertinya iya... Karena saat membereskan toilet, aku menggunakan klonku untuk membersihkan toilet dengan cepat... Selain itu aku benar-benar lupa dengan perintahku yang kuberikan pada mereka" jawab (Y/n) dengan jujur.


Mereka berdua terdiam dengan sesuasana sekolah yang ramai karena para siswa sedang melaksanakan istirahat.


"Kalau begitu, sekarang kita jalani saja hidup masing-masing tanpa memedulikan satu sama lain"


Detak jantung seperti terhenti secara sesaat, (Y/n) yang tidak berpikir panjang itu pun langsung mengangguk. "Hm, terimakasih.. Bakugou" hal itu membuat Bakugou sedikit tersentak karena panggilannya... Dirinya yang sering dipanggil 'Bakugou-kun' oleh (Y/n), sekarang sudah sirna... Benar-benar menghilang bagaikan debu.


'Tak usah mengatakan begitu, kau tak perlu mengatakan terimakasih padaku' adalah kata-kata yang tak sempat Bakugou sebutkan saat mengucapkan selamat tinggal. Dan pergi meninggalkan (y/n)...


Kemudian hari itu berjalan dengan lancar tanpa hambatan,


"Kalau begitu sekarang karena hanya kalian berdua, kita akan menentukan nama hero dan juga sedikit membahas soal magang kalian" ucap MidNight kepada Bakugou dan (y/n) yang mengikuti kelas tambahan. "Karena ini hanya tinggal kalian berdua, jika kalian sudah selesai menemukan nama langsung tunjukkan saja padaku... Karena itu aku akan langsung menilainya" lanjutnya dengan antusias. "Baik, sensei" jawab (Y/n) secara langsung.


Kini, mereka berdua sudah seperti orang asing yang tidak mengenali satu sama lain... "Sensei... Bagaimana dengan ini?" ucap (y/n) sambil menunjukkan papan berisi nama heronya. "Snow- White?" tanya MidNight kepada (y/n).


'Nama yang unik, tetapi...'


"Nama yang bagus, tetapi kenapa kau memilih nama ini? Bukankah seharusnya kamu memilih yang berkaitan dengan quirkmu?" tanyanya pada (y/n). (Y/n) menelan ludah dengan kasar, "Snow White merupakan salah satu nama yang aku pikirkan sedari tadi... Mungkin sebagian dari kita akan terlintas soal putri salju dalam dongeng... Tetapi memang begitu faktanya, saya ingin menjadi seperti dia... Selain itu, White itu juga menunjukan warna yang identik dengan quirk cahayaku... Apa itu kurang sensei?" tanya (Y/n) dengan rgu-ragu.


"Nama yang bagus tapi... Saranku kau mengubah dibagian awal namamu itu apalagi di bagian 'snow' karena quirkmu itu sama sekali tidak berhubungan dengan salju" saran Midnight. Hal itu membuat (y/n) kembali berpikir di alam pikirannya itu,


*"Bagaimana kalau (H/n)?" *


*"KENAPA KAU MALAH BERTANYA SOAL HERO NAME SECARA MENDADAK?!" *


"Tapi, sepertinya tidak buruk juga"


"Kalau begitu... Sensei, tunggu sebentar" ucap (y/n) langsung kembali ke tempat duduknya. Menghapus nama Snow White menjadi (H/n), dan kemudian ia menunjukkan itu kepada MidNight... "Sensei, namaku- (H/n)!" ucap (y/n) dengan antusias.


***(H/n) \= Hero name punya readers-san:3 //Jujur kalau author lebih prefer milih nama snow white, tapi karena (y/n) nya kalian... Aku gak boleh egois dong:3**


Hal itu membuat Bakugou sedikit tersentak karena suaranya yang keras, 'Huh? Dia memakai nama itu?' kata Bakugou dalam hati.


'Sialan... Aku pun sudah tahu sialan!' katanya lagi dalam hatinya.


Setelah itu, Bakugou pun menjadi tidak mau kalah dengan hero namenya... Namun semua pemikirannya itu ditolak mentah-mentah oleh Mid Night. Karena itu, MidNight menunda penentuan nama hero Bakugou karena waktu yang sangat terbatas.


"Kalau begitu, sekarang ke magang... Apa kalian sudah memikirkan kemana kalian pergi?" tanya Midnight kepada mereka berdua. Kemudian (y/n) menatap ke arah list lamaran magangnya, "Ya... Kalian memang harus menentukannya dengan bijak! Agar kalian tidak menyesal di kemudian hari" usul MidNight.


Usaha MidNight membuat sesuasana menjadi lebih meriah gagal, karena itu MidNight hanya bisa pasrah kepada 2 murid pendiam itu. 'Tapi... Bukankah Bakugou Katsuki itu seorang yang sering teriak-teriak di kelas? Apa dia ini memang jadi pendiam jika tidak ada yang menggangunya?' batin MidNight.


'Mungkin emang begitulah dirinya' batinnya lagi.


(Y/n) P.O.V.


Magang ya? Jujur aku benar-benar tak tahu apa yang selanjutnya akan kupilih... WHS benar-benar menganggu pikiranku, tapie bukankah salah satu tips untuk mengambil saran itu bisa didapat dari-


Ah bukan... Jangan berpikir lagi soal 'Dia' (y/n)! Iya benar... Kamu harus mandiri...


3 R.d. Person P.O.V. // Flashback Mode


"Hm... Itu sih tergantung kamu nak" ucapnya. 'Eh? Bukannya ini malah ngegantungin WHS ya?' batin (y/n) dengan penuh perasaan tidak enak.


"Oh iya... Sebenarnya selain WHS, sekolah ini juga akan mengadakan magang bersama para Pro Hero... Tetapi karena kau tadi sempat kena hukum Aizawa, apakah kau mau melihat undangan siapa saja yang ada padamu?" tanyanya pada (y/n).


Hal itu membuat (y/n) memiliki ide, "Pak Nezu, berhubungan dengan ini saya jadi terpikirkan sesuatu..." ucap (y/n) dengan jujur. "Kalau begitu bisa kau beritahu padaku, (Y/n)?" tanya si Kepala sekolah, Nezu. Kemudian (y/n) menelan ludah dengan kasar, "Bisakah saya mengambil waktu sebentar untuk magang disini? Setelah saya mendapatkan pengalaman itu disini.. Berikan saya waktu 3 hari untuk memberes-bereskan barang dan juga pamit kepada semua orang disini... Apa boleh?" tanya (Y/n) dengan ragu.


Kemudian Kepala sekolah pun tersenyum karena keputusan (y/n), "Kau ini anak yang menarik ya... Baiklah... Akan kuberikan waktu sesuai yang kamu inginkan, tapi ijinkan aku meralat pernyataanmu itu ya?" tanyanya kepada (y/n). (Y/n) mengangguk dan mempersihlakan kepala sekolah untuk memberi tahunya soal itu.


"WHS juga sebenarnya tidak sabar menerima murid teladan sepertimu... Karena itu, dia ingin secepatnya melakukan pertukaran pelajar denganmu... Tapi, bukankah itu sangat mepet dengan Ujian Tengah Semester? Jadi jika kau meminta waktu sepanjang itu, maka pihak sekolah pun akan sedikit menunda kepergianmu... Dan untungnya WHS memberikan waktu sekitar satu semester ini untukmu, jadi kau tenang saja (y/n)" ucap si Kepala sekolah padanya.


'Kenapa waktunya sepanjang itu? Apa mereka memang benar-benar menginginkanku?' batin (y/n). "Jadi, maksud bapak... Mereka ingin serius denganku?" tanyaku padanya. Dia mengangguk, "Rupanya kau cepat mengerti ya!" simpulnya padaku. "Terimakasih banyak" ucapku sambil merendah.


"Kalau begitu, akan kuberikan waktu itu padamu" ucap sang Kepala Sekolah kepada(y/n). "Tapi maaf sebelumnya" perkataan itu membuat (y/n) sedikit kaget... "Eh? Kenapa Kepala sekolah?" tanyanya dengan ragu.


"Aku tak memiliki kertas yang berisi agensi2 yang melamarmu" ucap Kepala sekolah dengan malu. "Ah tak apa kok!" jawab (y/n) sambil memakluminya.


/back to present with (Y/n) P.O.V.


Baiklah... Sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan dan kembangkan... Aku butuh suatu agensi yang dipimpin oleh perempuan yang tangguh agar aku bisa menjadi mandiri!


3 R.d. Person P.O.V.


Kemudian (Y/n) mengangkat tangan bahwa ia selesai menentukan, "Kenapa (y/n)?" tanya MidNight padanya.


"Saya sudah menentukan" ucap (Y/n) dengan serius. Sedangkan di sebelah sana, Bakugou masih berpikir soal agensi mana yang akan dia masuki sambil mengkerutkan wajahnya.


"Baiklah kalau begitu, kau boleh pulang terlebih dahulu karena kelas kita sudah selesai" kata MidNight sambil mengacungkan jempolnya. "Kau yang disana apa kau sudah selesai?" tanya MidNight padanya. Dia yang ingij berteriak kesal mengurungkan niatnya karena dia merasa kondisi saat itu tidak sesuai.


Akhirnya hari itu berakhir dengan begitu saja tanpa hal baik lainnya yang sedang terjadi, baik itu Bakugou ataupun (y/n) mereka tidak mau membuka mulut untuk mengajak bicara satu sama lain hingga hari itu berakhir...

__ADS_1


Tanpa terasa keesokan harinya pun tiba, tepat di hari mereka magang. Pagi hari yang cerah tanpa hambatan, kini mereka semua sudah berdiri di terminal subway untuk pergi ke tempat tujuan mereka.


"Apakah kalian sudah membawa kostum pahlawan kalian?" tanya Aizawa kepada kelas 1-A yang kini ada di terminal itu. Semua murid kelas-A mengangguk menandakan bahwa mereka sudah membawanya untuk persiapan magang, "Ingat bahwa kalian tak boleh memakainya di tempat umum, jangan dijatuhkan loh!" ucap Aizawa mengingatkan.


"Bayk!" ucap Mina kegirangan. "Katakan dengan jelas! 'Baik' Ashido" tegas Aizawa padanya. "Baik" ucapnya sedikit kecewa, (y/n) yang merasa kasihan terhadap Mina itupun menepuk punggungnya dengan pelan. Tepukan itu menandakan bahwa ia sangat mengapresiasi semangatnya, hal itu membuat Mina tersenyum kembali. "Pastikan kalian menjaga sikap di tempat kalian magang! Sekarang, pergilah!" kata Aizawa kepada mereka.


"Baik!" jawab mereka semua. (Y/n) yang memiliki etiket tingkat tinggi itu pun tak lupa membungkuk dan berterimakasih kepada Gurunya karena sudah memberikan pesan penting. Hal itu membuat semua anak di kelas A ikutan membungkuk karena tidak enak.


"Aku sudah tidak sabar lagi!" ucap Mina dengan semangatnya itu. "Aku pun merasakan hal yang sama denganmu, Mina!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "He? Gitu ya?" ucap Toru pada (y/n). Yang kemudian pernyataan itu diangguki oleh (y/n), "Eh iya... (Y/n) kau magang dimana?" tanya Jirou kepada (y/n).


"Ah aku..."


***


(Y/n) pun mulai berjalan menyusuri lorong dengan tiketnya, saat itu tempat magang (y/n) merupakan arah yang sama dengan arah Yaomomo. Jadi saat di subway... (Y/n) dan Yaomomo sempat berbincang-bincang dan duduk di kursi yang bersebelahan. Tak hanya itu, ternyata Kendo dan Yaomomo pergi ke agensi yang sama.


Kemudian setelah sampai di kota tujuan, Kendo dan Yaomomo pamit kepada (y/n) untuk turun terlebih dahulu. (Y/n) pun menganggukan kepalanya dan mengucapkan kata berupa semangat dan hati-hati, mereka yang mengapresiasi itu pun langsung melambaikan tangan kepada (y/n) dan mengucapkan hal yang sama kepada (y/n).


Hingga tak lama, (y/n) juga sampai di tempat tujuannya...


Author Naration P.O.V.


The Rabbit Hero - Mirko, itu merupakan tempat tujuan dan pilihan (y/n).  "Eh iya... (Y/n) kau magang dimana?"


"Ah aku belum memberitahu kalian ya? Aku akan magang di tempat Mirko" "Mirko pahlawan No.5 ? Sugee!"


"Ah... Ini sama sekali tidak keren kok!"


(Y/n) mulai berjalan ke arah agensi Mirko si pahlawan No. 5, tentu saja kecantikan (y/n) yang khas itu membuat beberapa orang disana sempat menanyakan nomor telepon. Tentu saja orang-orang itu menanyakan nomor (y/n) tanpa peduli umur (y/n) yang lebih muda daripada mereka... Tetapi dengan sopan (y/n) menolak mereka semua, jadi mereka yang ditolak tidak langsung patah hati... Melainkan mereka semua bercita-cita untuk mendapatkan perempuan yang bertipe seperti (y/n). Memang benar kata orang, laki-laki itu menilai perempuan dari tampak luar terlebih dahulu. Tak heran mengapa (y/n) mendapatkan banyak atensi dari wajahnya yang elok itu,


3 R.d. Person P.O.V.


 Kemudian (y/n) memasuki agensinya dengan perasaan kagum di dalamnya, pintu yang terbuka otomatis begitu ada orang yang berkunjung... Dan bagian interior yang sederhana tapi enak dilihat, itulah yang mendeskripsikan tempat itu... Sebelum (y/n) bertanya kepada Receptionist, Mirko si pahlawan No. 5 mendatanginya dengan sikap welcome.


"Kau (Y/n) (L/n), kan?" tanyanya sambil tersenyum. (Y/n) yang tidak bisa mengontrol wajahnya yang merona itu pun langsung membungkukkan badannya hingga membentuk sudut 90 derajat. "Iya! Perkenalkan saya (Y/n) (L/n), murid U.A! Terimakasih sudah merekrut saya!" kata (Y/n) padanya.


'Ternyata anak ini benar-benar antusias saat bertemu denganku... Sepertiya aku membuat pilihan yang benar, untuk memberikan kesempatan kepada anak ini' batin Mirko. "Ah baik, kumohon angkatlah badanmu! Kau tidak perlu formal begitu padaku!" balas Mirko terhadap pernyataan memperkenalkan diri (y/n).


Kemudian (y/n) memposisikan tubuhnya kembali seperti semula, "Maaf kalau saya lancang, tapi saya akan membungkuk kapanpun itu kepada anda karena anda lebih tua dari saya!" ucap (Y/n) yang membela dirinya sendiri. Tentu saja, etika (y/n) merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki (y/n) selain kecantikan dan juga quirknya.


"Omoshiroi! Kalau begitu, selamat datang di Agensiku!" ucap Mirko kepada (y/n). "Semoga kau beah disini dan" kemudian Mirko menyodorkan tangannya kepada (y/n) untuk salaman. "Mohon kerja samanya, (Y/n)-san!" ucapnya kepada (Y/n). 'Ah.. Apa aku boleh bersalaman seperti ini?' batin (y/n) yang kini tidak bisa mengontrol ekspresi senangnya.


(Y/n) membungkuk dengan cepat, kemudian dia meraih tangan Mirko untuk salaman. "Mohon kerja samanya juga, Mirko senpai!" ucap (y/n). "Eh tapi apa aku boleh memanggilmu seperti itu?" tanya (y/n) yang mendadak gugup. "Justru aku suka dengan panggilan seperti itu" ucap Mirko yang memberinya persetujuan. "Ah baiklah" ucap (y/n) sambil tersenyum tulus. "Kalau begitu" kemudian Mirko dan (y/n) menghentikan pose salaman mereka, "Bisakah kita mulai?" tanya Mirko padanya. Kemudian (Y/n) mengangguk, "Bisa! Mirko-senpai!" ucap (y/n) dengan wajah cerahnya itu.


"Haha! Baiklah! Kalau begitu aku akan ngegym!" ucap Mirko kepada (Y/n). 'Eh? Ngegym? Disini ada tempat gym? Gila, seru banget!' batin (y/n). "Ah, baik!" jawab (y/n) yang kini langsung mengikutinya.


(Y/n) P.O.V.


Untungnya saat aku membersihkan barangku, aku membawa baju olahraga sekolah untuk berjaga-jaga. "Ternyata kau ini anak teladan di U.A ya?" tanyanya dengan perasaan senang. "Ah, nggak begitu! Saya masih butuh banyak belajar lagi!" jawabku dengan wajah yang merona.


"Ah apakah artinya itu kau bukan salah satunya?" candanya. "Saya berharap saya masuk salah satunya, karena itu saya ingin belajar lagi untuk menjadi anak yang seperti itu" jawabku padanya. "Kau ini anak yang unik dan lucu, baiklah... Bisakah kita mulai?" tanyanya padaku.


"Dan melihat dari data sekolahmu, kau merupakan anak yang memiliki kebugaran yang bagus dibandingkan anak-anak yang lainnya... Apa itu benar?" tanya Mirko kepadaku dengan serius. Rupanya dia ingin mengujiku ya? Iya sih... Benar kata baku- Ah tidak, "Saya sebenarnya tidak ingin menyombongkan diri... Karena itu jika Mirko-senpai tidak percaya, saya siap untuk membuktikannya" ucapku dengan jujur.


"Aduh... Kenapa kau ini sopan sekali sih!" ucap Mirko sambil tertawa. "Eh eto..." ucapku dengan perasaan serba salah. "Tak apa kok! Aku dapat mengapresiasi tingkahmu itu! Karena itu bisakah kamu menjelaskan apa yang menjadi quirkmu?" tanyanya padaku dengan serius.


"Baiklah" jawabku padanya. Aku harus mulai dari mana ya... Yang jelas aku tidak boleh bertele-tele... "Seperti yang publik ketahui, quirkku adalah cahaya yang merupakan quirk warisan dari Ibuku dan kemudian diperkuat oleh quirk milik keturunan ayahku... Quirk cahayaku ini bisa dibilang adalah quirk yang dapat berevolusi dan beradaptasi sedemikian rupa... Bisa dibilang, ilmu pengetahuan alam sangat berkaitan erat engan quirkku... Semua yang merupakan teori energi dan juga teori tentang cahaya, merupakan hal yang bisa dilakukan oleh quirkku... Karena itu sampai sekarang saya masih ingin mempelajari quirkku, dan juga memperkuat diriku agar tidak ada yang bisa mengambil quirkku... Karena quirkku yang cukup kuat, aku juga memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk pekerjaanku dan hidupku... Dan terkadang, quirkku ini seperti sedang mengolah sesuatu di dalam tubuhku..." jelasku padanya.


"Ah, ternyata quirkmu itu lebih ribet dibanding yang kudengar ya" katanya sambil berpikir. "Bisakah kau menjelaskan turunan dan kekurangan dari quirkmu? Mungkin itu bisa sangat membantuku untuk lebih memahami quirkmu" lanjutnya. Kemudian aku mengangguk, "Turunan quirkku adalah Time travel, Light Healing, Mental control, Ilution, Pembuat benda menggunakan energi dan partikel benda di sekitar... Kekurangannya, quirkku ini" kemudian aku menghentikan perkataanku dan melihati sekitar. Karena kewaspadaanku muncul, aku pun membuat ilusi pendengaran sehingga mereka tidak mendengar apa yang kukatakan.


"Kekurangan dari quirkku adalah diriku dan juga tubuhku sendiri... Jika aku tidak memiliki energi cadangan yang menopang diriku dan quirkku ini, koordinasi dalam tubuhku menjadi sangat kacau... Karena quirkku juga berperan dalam sistem saraf, dan koordinasi... Jika quirkku dihapus, aku tidak bisa bertahan dan juga akan mati di tempat" ucapku padanya. Hal itu membuatnya membelalakan matanya, "Sebentar... Mengapa kau berani mengatakan kekuranganmu disini?" tanya Mirko sambil melihati sekitar. "Sebenarnya, saya sudah mengaktifkan ilusi pendengaran kepada mereka... Jadi, hanya Mirko-senpai yang mendengar aku berbincang seperti ini" jawabku dengan jujur.


Kemudian dia tersnyum lagi, "Kau ini memang anak yang benar-benar cekatan dan juga dapat membaca situasi ya! Kalau begitu mari kita mulai, calon hero!" ucapnya sambil mengucapkan selamat padaku. Aku mengangguk kepadanya, setelah itu aku pun melepaskan ilusi pendengaran yang kuterapkan pada mereka.


3 R.d. Person P.O.V.


Saat melepaskan ilusi pendengaran, hal itu membuat quirk (y/n) sesaat memberhentikan sistem koordinasi (y/n)... Tekanan darah yang tiba-tiba meninggi, dan gejala sesak nafas yang sering (y/n) alami... Hal itu membuat Mirko kaget dengan keadaan (y/n) yang tiba-tiba memburuk. Dengan cepat (Y/n) menyembuhkan dirinya dengan kemampuan self healingnya, "(Y/n)! Kau tak apa?" tanya Mirko yang kini sudah memegang dirinya yang hampir jatuh ke tanah.


"Ah maaf! Sepertinya gejala saya kambuh..." ucap (y/n) dengan jujur. "Gejala?" tanya Mirko. "Karena tadi saya sempat membuat ilusi pendengaran... Saya lupa untuk memasangkan cahaya cadangan... Jadi semuanya tidak apa karena aku sudah mengembalikan sistem quirknya" kata (y/n) padanya.


Tetapi Mirko yang tidak percaya itu langsung memanggil dokter, kemudian dokter disana melakukan Palpasi dan juga pengecekan secara cepat.


***Fyi : Palpasi itu pengecekan detak jantung dengan mencari denyut nadi yang ada di tubuh ya**


"Semuanya normal, apakah kau yakin tidak salah lihat?" tanya si dokter padanya. "Iya benar" ucap Mirko padanya. "Maaf menyela, tapi... Seperti yang dokter katakan saya benar-benar tidak apa" jawab (y/n) sambil tersenyum. "Yah... Sepertinya kau ini benar-benar anak yang menarik, kalau begitu bisakah kita mulai? Sepertinya dari tadi kita sudah menghabiskan waktu yang banyak" ucap Mirko sambil tersenyum.


Kemudian (y/n) mengangguk tanda setuju,


Author Naration P.O.V.


"Kalau begitu, kita akan mulai dari push up dan sit up masing-masing 30 detik" ucap Mirko kepada (y/n). "Baik!" jawab (y/n). "Dan setelah itu, kau bisa menyesuaikan gerakan work out sama seperti ku ya!" lanjut Mirko yang kemudian diangguki oleh (y/n). Kemudian ada satu staff datang untuk bertugas memasang timer dan urutan workout mereka, setelah melakukan workout Mirko akhirnya bisa menyadari bahwa tubuh kecil (y/n) yang tidak berotot itu benar-benar kuat jika dibandingkan dengan anak-anak perempuan yang sebayanya.


'Sekarang aku mengerti mengapa anak ini menjadi bintang di kalangan anak kelas 1 U.A, dia ini benar-benar anak yang berkualitas... Aku benar-benar beruntung bisa mendapatkan anak seperti dirinya, ya... Bagaimanapun aku bisa menebak kalau di masa depan dia akan menjadi anak yang hebat' batin Mirko dalam hatinya.


***(Kumpulan catatan harian dan juga jurnal yang ditulis oleh y/n saat magang disana)***


Hari-1


Hari ini, aku disadarkan oleh kerja keras Mirko yang dikenal sebagai perempuan tangguh... Aku jadi tidak heran mengapa dia bisa masuk peringkat nominasi 5 besar di Jepang... Produktivitasnya itu benar-benar membuatku kagum dan juga terpesona, bahkan dia juga memberikanku beberapa tips agar bisa mengontrol stamina dan juga energiku.


Setelah itu patroli hari ini juga benar-benar sulit bagiku karena harus menyesuaikan waktu kejadian itu berada... Dan aku juga kaget, ternyata Mirko-senpai juga memiliki waktu tidur yang sama denganku yaitu jam 8 malam... Sebenarnya sekarang sudah lewat 2 menit dari waktu tidur, karena aku ingin menulis jurnal ini untuk melupakan hal yang selama ini aku ingin lupakan...


Hari-2


Dear me, perjalanan untuk menjadi hero yang terbaik memanglah tidak selalu baik. Karena setiap manusia juga memiliki prosesnya masing-masing untuk berkembang, hari ini... Aku benar-benar kagum dengan apa yang dikatakan oleh Mirko-senpai tentang perjuangannya menjadi seorang Hero... Proses dan masalah merupakan salah satu hal yang membentuk kita agar bisa menjadi sempurna. Aku pun jadi teringat kerja kerasku dulu sebelum masuk U.A, di saat Mirko mengatakan kerja bagus kepadaku... Rasanya aku jadi tersentuh dan ingin menangis di tempat,


By the way... Kamu tahu nggak? Agensi irko ternyata punya kebiasaan untuk tidur jam 8... Bangun sekitar jam 3 untuk mempersiapkan diri, nge gym, dan juga.. langsung patroli saat jam 6 pagi, waktunya itu loh... Aku bener2 suka sama produktivitas disini...


Karena itu aku selalu semangat buat ceritain hari ini ke kamu diary!

__ADS_1


*Eh entah mengapa aku bingung buat panggilan di dalam jurnal...


Hari-3


Hari ini, Mirko bilang padaku bahwa ia harus menemui Uwabami... Awalnya aku berpikir, apakah Uwabami merupakan agensi hero yang yaomomo pilih?


Dan ternyata ingatanku benar-benar bagus, dan pada akhirnya Mirko menitipkanku sementara dikarenakan Uwabami yang terpesona denganku... Pada akhirnya aku ikut-ikutan shooting iklan bersama dengan Yaomomo dan Kendo. Jika ditanya apakah aku malu? Aku benar-benar malu dengan itu, tetapi bukankah pengalaman ini juga bagus untuk aku kedepannya? Jika ada shooting iklan? Tapi yah... Sepertinya itu bukanlah jalanku,


Mirko-senpai hanya bisa tertawa karena aku sempat masuk iklan. Tetapi dia mengatakan, terkadang hero juga dipakai untuk bidang periklanan... Lalu aku menyetujuinya dan mengatakan dengan serius bahwa aku ingin menjadi tangguh sepertinya... Karena itu dia menyatakan hal jujur dalam hatinya itu, dia mengatakan bahwa diriku cocok melakukan promosi di bidang iklan. Tapi dia juga mengakui dan mengapresiasi keinginanku yang ingin menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya.


Hari-4


Hari ini ada suatu hal yang aneh saat aku berlari di treadmil saat gym, apakah kalian tahu apa yang kubilang saat itu? Jika kita bergerak secepat cahaya, maka kita bisa memutar balik waktu...


Di saat kecepatanku mencapai 1000 m/s di treadmil yang kuat dan memiliki kecepatan seperti itu... Aku memutar waktu sebanyak 5-6 kali di saatku tidak sadar, dan Mirko menyadariku bahwa aku memutar waktu sebanyak itu... Dan anehnya, Ingatan yang kubawa saat itu hanyalah Mirko-senpai seorang diri. Setelah itu dia pun menghentikan diriku yang terus berlari di treadmil yang saat itu sudah mencapai kecepatan 1500 m/s. Karena katanya, saat ini diriku benar-benar mengalami banyak perubahan dan harus merayakannya dengan mendapatkn reward. Mirko-senpai benar-benar baik dan juga loyal kepada anak didiknya, tak heran juga mengapa banyak orang yang menyukainya.


Setelah itu beliau juga mengacungkan jempol saat melihat kelincahanku saat membantunya menangkap seorang penjahat di kota.


Dear me, ayo lupakan masa lalu dan mulailah bangkit dari segala hal... Jangan terbawa emosi dan jangan nggak enakan sama orang seperti kata Mirko dan juga Bakugou yang dulu mengatakannya padaku.


Hari-5


Hari ini benar-benar gila... Aku mendengar kabar bahwa Todoroki, Izuku, dan juga Iida yang mendapatkan pengalaman untuk menangkap si pembunuh hero - Stain. Entah mengapa aku merasa lega sekaligus merasa menyedihkan terhadap diriku sendiri, tetapi Mirko-san mengatakan jangan sering-sering membandingkan dirimu dengan orang lain. Karena proses setiap orang sangatlah berbeda.


Karena aku dan mereka memiliki kelebihan dan keunikannya masing-masing, justru dia aneh kepadaku yang iri padahal menurutnya seharusnya aku lebih mencintai diri sendiri dan juga percaya dengan diri sendiri. Dan dia juga mengingatkan aku agar tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain.


Hari-6


Tak terasa hari ini adalah hari terakhir aku tidur disini, dan besok adalah hari terakhir aku magang disini... Jujur hari ini banyak kejadian yang aku lewati... Banyak sekali hal yang aku pelajari, mulai dari pujian, kritik, nasihat semuanya aku dapatkan dari sini...


Apakah seharusnya aku senang karena ini? Entah mengapa aku masih merasa tidak cukup untuk ini... Oh iya, aku juga baru ingat bahwa aku harus melakukan ini...


Makasih banyak ya diriku, kamu udah bekerja keras... Kamu udah mau berkembang, kamu itu patut dibanggakan! Jangan terkubur dengan perasaan tidak percaya diri lagi, oke? Memang hari-hari ini sangat melelahkan... Tetapi lihatlah dirimu, bukankah kau sudah menimbulkan perubahan yang drastis?


Mulai sekarang jangan pernah menyerah dan meragukan panggilanmu lagi... Karena kamu memang ditakdirkan untuk berada disini.


Hari-7


Hari ini aku selesai melakukan magang, patroli dan Gym hari ini rasanya sangatlah menyedihkan karena hari ini merupakan hari terakhir aku magang... Setelah itu kami akan melakukan ujian tengah semester... Yuk semangat (y/n)!


Oh iya, aku baru inget kalau aku hari ini mendapat nasihat dari Mirko soal ambisiku yang baru berkembang saat ini...


"Selalu merasa bahwa dirimu tidak cukup adalah fase normal yang dirasakan oleh setiap orang sukses, karena itu jangan merasa bahwa itu adalah hal yang salah... Tapi kau juga harus ingat dirimu yang merupakan manusia, jangan sampai kau menyiksa dirimu sendiri karena ambisi"


Tentu saja hal itu membuatku membantu dan meneteskan air mata di tempat. Aku yang malu karena itu di tempat umum, cepat-cepat mengusap air mataku. Tetapi Mirko-senpai tiba-tiba memelukku dan menghiburku sebagai calon Pro-hero yang hebat nantinya.


*Setelah Magang : Skipped time - saat masuk sekolah*


3 R.d. Person P.O.V.


Cuaca cerah di U.A sangatlah mendukung para siswa untuk kembali ke sekolah, kini kehadiran (y/n) yang selalu heboh di sekolah itu sudah menjadi sangat biasa. Tentu saja berkat latihan intensif dan patroli bersama Mirko si pahlawan No-5, (Y/n) sekarang tampak berbeda dari biasanya.


"Apa-apaan rambutmu itu, Bakugou?!" kata Kirishima dan Sero yang tertawa secara bersamaan. "Diamlah! Rambutku ini tidak mau balik meskipun sudah dicuci berkali-kali! Jika kalian tertawa lagi kubunuh kalian!" jawab Bakugou dengan kesal. "Itu benar-benar terlihat seperti cowok cantik!" ucap Sero sambil menertawakannya begitu pun juga dengan Kirishima.


"KAMU BILANG AKU APA HAH?!" protesnya dengan rambutnya yang kembali normal. "Itu dah balik!?! Wkwkwkwk" tawa mereka berdua. Di saat Bakugou ingin meledakkan mereka berdua, kemudian datanglah (y/n) dengan proporsi tubuh yang sedikit berbeda. (Y/n) yang melihat Bakugou langsung di depannya, mengangguk pelan tanda menyapanya.


Tetapi Kaminari dan juga Mineta yang melihat hal itu kemudian langsung menatap lekat-lekat ke arah (y/n), 'Itu benar-benar (y/n)?!' batin Mineta dan Kaminari. '*****-nya berkembang?!' ucap Mineta yang tiba-tiba terharu karena sekarang dia dapat bahan cuci mata.


'Sialan apa aku sudah tertinggal dari si gadis bodoh ini?! DAN LAGI APA-APAAN DIA HAH?!' batin Bakugou sambil membuang wajahnya. Hal itu membuat Kirishima dan Sero saling bertatapan karena tingkah Bakugou yang membuang wajahnya, "Hoi, Bakugou~ Kau tidak menyapanya/" bisik Sero.


"BERISIK SELOTIP!" teriak Bakugou padanya. 'Lagipula kami pun tidak memiliki hubungan apa-apa sekarang' batinnya.


***


"He?! (Y/n)...! Kau ini ngapain aja bisa sampai merubah bentuk tubuhmu jadi lebih bagus daripada seminggu yang lalu?" ucap Mina penasaran. "Ternyata magang selama seminggu membuat kau berubah dalam banyak hal ya, kero" balas Tzuyu. "Teman-teman, kalian ini bisa saja... Aku pun hanya bekerja keras agar bisa lebih kuat kok!" balas (y/n) dengan senyum ramah. "(Y/n)! Menikahlah dengank-" Mineta yang belum menyelesaikan perkataannya itu belum apa-apa sudah ditusuk oleh Jirou dengan telinganya.


(Y/n) hanya bisa tertawa malu karena ocehan teman-temannya itu. "Bagaimanapun kalian juga banyak berubah kok! Aku bisa merasakan aura kalian yang sangat kuat jika dibandingkan denganku" ucap (y/n) sambil memuji mereka.


"Ah, kamu bisa saja (y/n)" balas Mina sambil memasang senyum ceria. "Tapi menurutku emang begitu kok" ucap (y/n) dengan wajah polosnya itu. "Huwaa, terharu~" ucap Toru sambil tiba-tiba memeluk (y/n). (Y/n) pun membalas pelukannya itu dengan senyum tulus miliknya itu...


"Sebentar lagi pelajaran akan dimulai! Semuanya tolong kembali ke tempat duduknya masing-masing!" tegas Iida kepada mereka semua.


 ***


Skipped Time: Pelajaran All Might


"Pelajaran hari ini akan dilakukan dengan perasaan kalian yang saat ini, sudah lama tidak bertemu semuanya! Bagaimana kabar kalian hari ini? Jadi tentang pelajaran dasar kalian hari ini, karena kalian baru menyelesaikan pengalaman kerja, mari kita adakan pertandingan pelatihan penyelamatan berbasis game" ucap All Might pada seluruh anak kelas A.


"Aku punya pertanyaan, bukankah pelatihan penyelamatan harus dilakukan di USJ?" tanya Iida dengan wibawanya itu.  "Disana ada pelatihan khusus untuk penanggulangan bencana, apa yang baru saja aku katakan?" tanya All Might. "Kompetisi?" gumam (Y/n) sambil berpikir. "Ya, ini kompetisi! Ini lapangan olahraga! Struktur kompleks, kawasan industri padat seperti labirin... Setiap orang akan dibagi menjadi dalam empat kelompok terdiri atas lima orang, tunggu aku mengirimkan sinyal marabahaya dari suatu tempat. Kalian keluar dari jalan bersamaan, kompetisi ini membandingkan siapa yang menyelamatkanku paling cepat mengerti?"


"Kerusakan bangunan harus dijaga seminimal mungkin" ucap All Might sambil menunjuk ke arah Bakugou. "Jangan menunjukku dengan sengaja" ucap Bakugou dengan sedikit kesal.


"Semua bersiap!" setelah itu All Might membagikan kelompok menjadi 4 dengan masing-masing kelompok berisikan 5 orang.


*Jadi kali ini aku bakal skip langsung ke kelompok Y/n yang merupakan anggota kelompok ke 2


(Y/n) P.O.V.


Huft... Ruangan ini benar-benar tempat yang sempit bagaikan labirin... Nggak sempit juga sih... Tapi tempat ini juga bisa membuat seorang terjatuh jika tidak tenang, hal ini dapat terlihat dari Midoriya yang sempat jatuh 3 kali... Kalau begitu aku harus benar-berhati-hati, apa sebaiknya aku menggunakan jalan di bawah? Karena jika aku berlari di atas sana... Aku akan merusak beberapa properti karena tekanan yang kuat... Baiklah, sudah kuputuskan!


-T.B.C. To Be Contunied~


Halo gais~ Kalian nyesek nggak sih pas (y/n) dan bakugou udah kek ga kenal gitu?:0


Awokwokwokwok... Tenang... Bentar lagi ada konflik dan penyelesaiannya kok^^!


Btw, jangan lupa like ya^^!


Ampe chap selanjutnya yey^^!

__ADS_1


__ADS_2