
"Tetap lihat ke depan kalau kau mau selamat"
#Bonus chap - Darkside of WHS [3 R.d. Person P.O.V.]
(Y/n) menelan ludah dengan kasar, "Baiklah aku akan turuti maumu... Apa yang kau inginkan dariku?" ucap (Y/n) dengan tegas. "Dan bisakah kau renggangkan pegangan pisaumu itu? Aku takkan lari" lanjut (Y/n).
Dia tertawa, "Hah? Kau bercanda? Bukankah kau akan kabur?" katanya.
"Untuk apa aku kabur? Aku kan perlu membantu dirimu dulu sebelum aku" hal itu membuatnya tersentak. "Kalau begitu apa maumu?" tanya (Y/n) lagi. "Kau (Y/n) dari keluarga Yukami kan?" hal itu membuat (Y/n) kaget.
"Apa maksudmu?" tanya (Y/n) dengan tegas. Pegangan pisau itu yang tadinya merenggang kembali mengeras. "Jawab saja" katanya dengan tegas.
"Keingintahuanmu nggak cuma itu kan?" dia tersenyum tipis. "Kau ini cepat tangkap juga" katanya sambil mendekatkan pisau ke lehernya. (Y/n) yang bisa merasakan pisau itu hampir memotong lehernya itu, "Aku (Y/n) dari keluarga Yukami. Itu yang kau inginkan kan?" tanya (Y/n) dengan nekat.
Kemudian dia merenggangkan pisaunya... Hal itu membuat (Y/n) menyadari bahwa tangannya itu memiliki simbol matahari. Umumnya simbol matahari atau cahaya itu menjadi ciri khas bagi para Yukami. Entah itu di tangan atau di di bagian telinga mereka. Hal yang membedakan adalah jika mereka memiliki simbol itu di tangan, maka mereka bukanlah seseorang yang menjadi pusat atau inti dari warisan revolusi quirk Yukami.
"Kau... Kau juga Yukami?" tanya (Y/n) kepadanya. Seketika keberadaannya menghilang bagaikan kabut atau ilusi mata. (Y/n) berbalik ke belakang dan tidak menemukan siapa-siapa disana.
"Aneh... Dia itu bukan hantu kan?" gumam (Y/n).Namun (Y/n) melupakannya karena ia perlu melanjutkan urusannya.
"Anak itu... Sedikit menarik" ucap seorang Wanita yang berdiri di belakang pohon. -Yukami (???)
(???) P.O.V.
Bagi kalian yang tidak mengenal diriku... Perkenalkan namaku Akira Yukami salah satu anak kepercayaan WHS. WHS yang percaya padaku dan berpihak dengan kekuatan cahaya ku. Itulah yang membuatku menjadi seorang perempuan yang bisa dibilang beruntung?
Namun, akhir-akhir ini...
'Kemunculan anak ramalan yang tak terduga! Nona Yukami dari legenda memunculkan dirinya?'
'Apakah dengan ini ramalan akan terjadi?'
//Flashback : On
"Akira, bagaimana menurutmu anak muda Yukami ini? Apakah in artinya kalian satu keturunan?" tanya Kepala Sekolah Robbert padaku. "Saya tidak mengerti apa yang anda katakan, tuan" ucapku kepadanya dengan jujur.
"Ck, bagaimanapun kamu itu" ucapannya itu terdengar sangat kecil. Aku hanya mendengarkan kata-kata pertama sampai keempat dan tidak dengan setelahnya. Selain itu, aku pun semakin merasa janggal ketika berada disini. Seperti ada hal yang aku lupakan.
Namun, sepertinya hal itu tidak begitu penting kan? Bagaimanapun WHS akan terus berpihak kepadaku. Bukan kepada anak itu!
//Flashback : Off
Begitulah pikirku untuk pertama kalinya... Namun, Pak kepala sekolah malah mengincarnya. Bukahkah keberadaanku akan semakin terancam? Bagaimana jika aku dibuang?
Saat aku mengancamnya barusan... Aku pun merasa energi berbeda yang memancar daripadanya... Kehangatan? Entah mengapa, aku tidak pernah merasakan aura seperti itu sebelumnya.
3 R.d. Person P.O.V.
Di saat Akira sedang tenggelam dalam pikirannya. Dia kembali merasakan kesakitan di dalam kepalanya itu seperti yang sempat terjadi sebelumnya. Seiring kepalanya sakit, memori asing pun masuk ke dalam pikirannya. Memori itu bukanlah memori yang bagus untuk diingat...
Mungkin itu adalah kenangan masa lampau Yukami? Ataukah memori masa lampau miliknya sendiri?
Bagaimanapun masih terlalu banyak misteri Yukami yang tidak diketahui orang banyak. Hal itu membuat banyak ilmuwan dan pihak yang mengincar 'Yukami'.
Itulah alasan mengapa mereka hidup bersembunyi untuk bertahun-tahun lamanya.
#Other Side
Robert menyeruput teh hitam yang disiapkan sambil tersenyum puas dengan apa yang ia sedang usahakan. 'Bagaimanapun... Kekuatan evolusi itu akan jadi milikku kan?' batinnya.
Pria paruh baya yang membunuh ayahnya sendiri dan menjadi penerus sekolah 'WHS'. Sekolah yang damai tanpa pertumpahan darah itu kini menjadi tempat yang tidak begitu indah dan enak didengar. Seorang antagonis yang kuat dan cerdas? Apa yang terjadi jika panggilan itu tidak cocok dengannya?
Banyak yang menjadi korban setelah ia naik menjadi Kepala Sekolah WHS... Ia mencuci pikiran semua orang dengan apa yang dimilikinya dan dengan topeng tebal miliknya itu. Pribadi yang tegas, baik, tampan, dan royal. Begitulah pikiran orang-orang terhadap dirinya...
#Di tempat Bakugou dan Kirishima
"Pesta resepsi?" ucap Bakugou. Kemudian ia merebahkan dirinya di kasur, "Mendengarkan orang asing mengoceh lalu bertepuk tangan... Itu adalah hal yang bego banget" gumamnya sambil mengernyitkan keningnya.
"Tapi di pesta kita boleh makan sepuasnya loh" lanjut Kirishima. "Lagipula aku nggak bawa baju formal" ungkap Bakugou dengan jujur. 'Dan lagi kalau aku ke pesta aku akan bertemu dengan gadis ***** itu kan?' batin Bakugou yang perasaannya masih naik turun.
__ADS_1
"Ya, aku sudah menduganya sih... Jadi aku bawakan untukmu" ucap Kirishima sambil memberi lihat baju formal. "KAMU TERLALU GILA SAAT MENEBAKKU RAMBUT ANEH SIALAN!" protes Bakugou padanya.
'Bagaimanapun dia itu sebelas dua belas dengan gadis itu... Sialan kenapa aku memikirkan dia lagi sih?! Dia kan membenciku sialan!' batin Bakugou lagi.
//Switched Scene
(Y/n) membuka pintu ruangan pertemuan antara dirinya dan koordinator WHS. Matanya kini terbelalak kaget melihat isi ruangan... Dibanding disebut sebagai tempat pertemuan formal. Tempat itu lebih cocok dikatakan sebagai 'tempat berias'.
"Ah... Maaf saya salah ruangan" begitulah reaksi (Y/n) saat masuk sambil membungkukan badannya. "Tunggu, Nona!" ucap seorang koordinator WHS yang tadi pagi sempat berbincang dengan dirinya.
"Eh, iya? Ada yang bisa dibantu?" tanya (Y/n) padanya. "Sihlakan duduk disini, nona... Kita tidak punya banyak waktu" ucapnya sambil mempersihlakan duduk di depan meja rias. "Ah... Jadi saya tidak salah ruangan?" ucap (Y/n) dengan canggung.
"Iya... Bagaimanapun ini juga salah satu pelayanan kami kepada siswi yang mengikuti program pertukaran pelajar" jelasnya. Kemudian seorang staff mendorong (Y/n) pelan agar masuk... "Ah, tunggu!" ucap (Y/n) dengan canggung. "Apa ini sama sekali tak apa?" katanya lagi dengan canggung.
Koordinator perempuan itu tersenyum, "Sama sekali tak apa... Karena itu saya harap Nona tidak keberatan sama sekali" katanya kepada (Y/n). (Y/n) mengangguk pelan, dan akhirnya ia dirias bagaikan seorang tokoh utama dalam pesta.
^^^*Sumber : Pinterest - Bisa disesuaikan sama kalian (Especially di warna rambut dan pupil mata).^^^
"Nona, sudah selesai... Sekarang nona benar-benar seperti bidadari!" puji si Make Up Artist. (Y/n) menatap kaget dirinya yang dirias. "Ini benar-benar saya?" ucap (Y/n) yang tiba-tiba menggunakan bahasa formal. "Iya benar, mata nona tidak salah!" ucapnya lagi. "Ah... Terimakasih" ucap (Y/n) sambil tersenyum.
'Aku kalau merias wajahku itu hanya memakai eyelid, maskara sedikit, dan juga liptint... Aku tak menyangka kalau wajahku di full make up begini jadinya' batin (Y/n) secara sekilas. 'Bagaimanapun aku hrus berterimakasih kepada Okaa-san yang memberikanku wajah yang baik' batin (Y/n) sambil tersenyum.
"Kalau begitu, bukankah sekarang nona hanya membutuhkan dress?" ucap si Koordinator padanya. "Ah... Begini juga sudah cukup kok" tolak (Y/n) dengan tidak enak.
"Tidak bisa begitu nona... Karena atasan saya itu sudah" kemudian dia memberhentikan perkataannya dan menepuk kedua tangannya dua kali. Kemudian para staff mendorong tempat gantung baju-baju yang terlihat mewah dengan berbagai warna. Hal itu membuat (Y/n) makin canggung dengan apa yang ada tepat di depan matanya.
"Atasan saya sudah menyiapkan ini semua untuk nona... Karena itu, jika Nona memilih salah satu diantaranya maka kami akan memberikan itu kepada anda" ucapnya. "Selain itu" kemudian dia menjentikkan jari, keluar juga staff sambil mendorong sebuah rak yang terdapat pegangan di pinggirnya. Secara sekilas rak itu mirip seperti troli. Bisa dibilang secara praktis bahwa itu adalah rak troli.
Rak itu menampilkan banyak sekali aksesoris yang membuat (Y/n) semakin tidak enak dengan kenyataan yang ia hadapai. Bahkan jika dikatakan itu adalah mimpi... Semua itu masuk akal.
"Saya harap Nona, mau menerima apa yang atasan saya berikan" ucapnya sambil membungkuk. (Y/n) ikutan membungkukan badannya, hal itu terkesan seperti 'anak yang rendah hati kepada semua orang'.
Dibanding pencitraan, (Y/n) melakukan itu dikarenakan dia malu dengan apa yang sedang ia ributkan di dalam pikirannya. Sampai-sampai ia salah tingkah...
...Chat room with '(Y/n)'...
Sepertinya aku tidak bisa pergi bersama kalian... (17.59 Pm)
^^^Kenapa (Y/n)-san? Apa ada hal yang menggangumu? ^^^
^^^Apa urusanmu dengan WHS sangatlah rumit? -Yaomomo (18.00 Pm)^^^
Ehm... Bisa dibilang begitu sih...
Karena aku akan pergi sebagai perwakilan WHS? Aku malu banget Yaomomo!
(18.03 Pm)
^^^Wahhh! Keren!^^^
^^^Kalau begitu sampai ketemu di pesta? ^^^
^^^Kau pasti bisa kok (Y/n)-san!! -Yaomomo (18.05 Pm)^^^
Terimakasih banyak, Yaomomo-san! Sampai bertemu di pesta!
(18.06 Pm)
...End of chat room with '(Y/n)'...
"Wah? (Y/n) tidak datang bersama kita?" tanya Uraraka pada Yaomomo. Yaomomo menggangguk, "Iya... Sepertinya kalau dari kelihatannya, (Y/n) juga sudah dipersiapkan oleh pihak mereka" kata Yaomomo sambil mematikan ponselnya.
"Wah... (Y/n) bakal jadi kayak apa ya?" gumam Jirou. Di saat yang bertepatan, (Y/n) bersin dengan pelan dikarenakan ada sesuatu yang merangsang sistem pernapasannya.
'Disini ada debu gitu ya?' batin (Y/n).
#Lobi - 18.35 Pm
__ADS_1
"Maaf telat" ucap Midoriya yang baru saja datang ke tempat pertemuan. "Eh, yang lain belum datang?" tanya Midoriya pada Iida. "Mereka masih belum datang. Mereka anggap apa instruksi dariku?" ucap Iida dengan kesal sambil mengayunkan tangannya dari arah atas ke bawah.
"Maaf, aku terlambat" ucap Uraraka yang baru saja keluar dari lift. Kemudian Kaminari dan Mineta melihat ke arah Uraraka dengan girang dikarenakan mereka mendapat bahan cuci mata. Sekarang mereka tinggal menunggu (Y/n) dan teman-teman lainnya untuk cuci mata.
"Maafkan aku, Jirou tadi..." ucap Yaomomo dan Jirou yang baru keluar dari lift. "Oh yes! Oh yes!" teriak mereka dengan girang. "Aku tak terbiasa memakai pakaian seperti ini" ucap Jirou sambil melihat ke arah yang lain dikarenakan malu.
"Gaya berpakaian bisa membuatmu jadi terlihat lebih feminim, ya?" ucap Kaminari sambil mengacungkan jempolnya dengan keren. "Dia kelihatan seperti pembunuh wanita" gumam Mineta sambil memalingkan wajahnya melihat ke arah Uraraka lagi.
Pada akhirnya mereka berdua kena serangan dari telinga Jirou. "Diam kalian" bentak Jirou pada mereka. "Padahal aku tadi memujimu!" kata Kaminari padanya. "Itu bukan pujian!" kata Jirou dengan tegas. "Baru kali ini aku memakai pakaian formal. Aku meminjamnya dari Yaoyorozu sih..." kata Uraraka pada Midoriya. "Co-cocok kok! Cocok banget malahan" ucap Midoriya padanya dengan canggung.
"Meski kamu puji aku takkan tersipu!" katany sambil membalikkan badannya dan melambaikan tangannya. "Uraraka?!" ucap Iida yang kaget dengan tingkah Uraraka yang seperti itu.
Kemudian Melissa datang sambil berlari, Kaminari dan Mineta kembali senang melihat bahan cuci mata. "Kalian masih disini? Pestanya sudah mulai loh!" ucapnya dengan pesona yang menarik. "Bintang utamanya muncul!" ucap Mineta sambil menangis terharu.
"Gawat, Mineta... Aku sudah tak bisa menahannya lagi, bagaimana ini?" lanjut Kaminari juga yang ikutan menanggis terharu. "Suka-suka kalian saja" ucap Jirou yang memasang wajah pasrah terhadap mereka.
"Dimana (Y/n) ya?" tanya Kaminari yang menyadari ketidakberadaan (Y/n). "(Y/n)-san dia... Jadi perwakilan dari sponsor, karena itu dia tidak bisa pergi bersama kita" ucap Yaomomo kepada mereka.
'Padahal kalau ada (Y/n) saat ini... Mugkin bahan cuci mata kami akan jadi lebih banyak' batin Kaminari dan Mineta. "Baiklah, berarti tinggal Bakugou dan Kirishima" ucap Iida sambil menelpon mereka.
Setelah beberapa waktu... "Ponsel Bakugou dan Kirishima tak bisa dihubungi" ucap Iida kepada mereka.
#Bakugou & Kirishima Side
"Hei, kau yakin yang ini jalannya kan?" tanya Bakugou padanya. "Mungkin sih, tapi.." ucap Kirishima sambil melihat-lihat jalan.
"Mungkin, katamu?!" kata Bakugou sambil menggeram. "Ah, sebenarnya ponselku ketinggalan di kamar..." kata Kirishima sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
#Tepat 5 menit sebelumnya
"Ah... Maaf, bisakah kita ke toilet sebentar?" ucap (Y/n) dengan canggung kepada si Koordinator WHS yang akan menemaninya ke pesta. "Sihlakan, kalau begitu saya akan menunggu di luar?" katanya kepada (Y/n). "Apa itu tidak apa-apa?" tanya (Y/n) padanya.
Dia mengangguk, "Sama sekali tak apa Nona" ucapnya sambil tersenyum ramah. "Terimakasih banyak" ucap (Y/n) sambil memasuki toilet. Tepat saat itu, seorang menarik koordinator itu...
Dan mengikatnya, belum sempat berteriak... Suaranya itu terpendam dikarenakan para penjahat menutup mulutnya, beruntung karena saat itu... (Y/n) sedang ada di dalam toilet dan tidak tahu apa yang terjadi.
(Y/n) mencuci tangannya dan melihat dirinya lagi di kaca. Dirinya saat itu benar-benar gugup karena penampilannya yang benar-benar berbeda dibandingkan saat ia berada di sekolah. Bisa dikatakan penampilannya yang saat ini membuat kecantikan (Y/n) terpancar secara maksimal.
#Switched
'Pengumuman dari sistem keamanan I-Island. Kami telah menerima laporan dari sistem keamanan I-Expo bahwa terdapat peledak yang ditanamkan di tempat pameran'
'Saat ini I-Island dalam status waspada tinggi. Para penduduk dan pengunjung diharapkan untuk berada di rumah atau penginapan'
'Siapapun yang masih berada di luar pemukiman 10 menit lagi akan ditangkap tanpa ada peringatan'
'Dan hampir seluruh gedung utama akan disegel oleh sistem keamanan'
Orang-orang itu membawa koordinator WHS yang diikat itu ke dalam. Mereka yang berada di pesta kaget dengan keadaan itu. Dengan cepat penjahat itu mengikat seluruh pro hero dan orang-orang yang berusaha untuk melawan.
"Seperti yang kalian dengar, kami mengambil sistem keamanan. Kalian pasti mau melawan, namun jika kalian melakukannya para mesin keamanan itu akan menunjukkan tarignya pada orang-orang di pulau ini" katanya dengan tegas.
"Benar, seluruh semua penduduk disini menjadi sanderanya" lanjutnya lagi.
"Tentu saja kalian juga" kemudian alat pengekang keamanan keluar dan mengikat mereka semua termasuk All Might.
#Switched di sisi (Y/n)
Karena suara pengumuman yang bergema di toilet hal itu membut (Y/n) makin panik. (Y/n) berjalan keluar dari kamar mandi dengan tempo langkah yang cepat.
Saat itu juga, "KAU JANGAN BERCANDA RAMBUT ANEH SIALAN?! KITA TERSESAT KAN?!" protes Bakugou. "Ah sepertinya iya" kemudian mereka berdua menghentikan langkahnya di saat seorang wanita berparas cantik berjalan keluar.
Badan yang ideal, rambut yang halus, bahkan wajah cantik yang langka itu membuat mereka terdiam sebentar. (Y/n) berbalik dan menemukan mereka yang diam membeku, 'Aduh gawat... Canggung banget' batin (Y/n) secara sekilas.
"Ah... Halo?" kata (Y/n) dengan pelan.
-To Be Contunied
Makasih udah mau baca, sampai besok jam 3 lagi ya^^~
__ADS_1