Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
(Season 2) Chapter 04 - A way out


__ADS_3

[3 R.d. Person P.O.V] Tsukauchi, Kamui Woods, Edgeshot, All Might, Ibu (Y/n), dan beberapa orang yang bersangkutan kini sedang bersiap untuk menyerang. Tentunya mereka sedang membicarakan strategi untuk menyerang League of Villains (Liga Penjahat).


"Kenapa aku ikut-ikutan masalah ini? Aku ini orang sibuk tahu" protes Endeavor dengan kasar saat bersiap untuk menyerang. "Saat ini kita tidak bisa memanggil pahlawan dari U.A" kata Tsukauchi si kepala kepolisian.


"Lihatlah gambaran besarnya.. Endeavor!" lanjutnya lagi sambil melihat ke arah Endeavor. Endeavor hanya bisa mengalihkan pandangnya karena kesal. "Kejadian ini berpotensi menjadi pendorong kehancuran dunia pahlawan. Kita harus mengerahkan segalanya untuk menuntaskan hal ini" tegas Tsukauchi.


'Ini benar-benar tidak berhubungan denganku' batin Endeavor. 'Tapi--... Apa dia yakin ikut rencana seperti ini?' batinnya lagi sambil memperhatikan Ibu (Y/n) secara sinis.


[Beberapa menit sebelumnya] Endeavor merotasikan matanya ke arah pojokan. 'Kenapa dia juga ikut-ikutan masalah ini? Dia kan cuma warga sipil' batinnya yang menatap ke arah Ibu (Y/n).


Tentu saja itu mengalihkan fokusnya, karena beliau adalah perempuan pertama yang dilamar olehnya sebelum ia melamar Rei istrinya. "Kalau kau mengira aku akan ikut menyerbu seperti apa yang kalian lakukan itu sudah jelas salah" tegas wanita itu.


"Lalu? Kau ingin mengambil kembali anakmu itu kan?" balas Endeavor. Perempuan itu mengangguk, 'kata-katanya itu tidak salah' batin Ibu (Y/n). "Ini bukan waktunya untuk ber-reuni" timpal Gran Torino.


'Aku benar-benar tak menyangka bahwa ia akan mengikut campur masalah internal. Bagaimanapun kesediaannya itu akan sangat membantu' batin Gran Torino. 'Apalagi dia merupakan tenaga medis yang dikenal jenius' batinnya lagi.


Pemikirannya itu sama sekali tidak salah... Ibu (Y/n) ialah dokter ternama yang dapat menyelamatkan pasien yang berpeluang sedikit untuk hidup.


"Lalu, Ibu ini? Kenapa dia ikut bersama kita?" tanya Edgeshot kepada Tsukauchi. "Ah... Saya belum mengatakannya ya?" tanya Tsukauchi sambil menggaruk tengkuknya. "Beliau adalah nona Yuka--" sebelum All Might menyelesaikan kata-katanya... Dia sudah dicubit terlebih dahulu oleh perempuan itu dengan perasaan yang kesal.


Bagaimana tidak? Identitasnya itu benar-benar fatal jika dibeberkan secara jujur.


All Might langsung menarik tangannya yang dicubit dan mengelusnya perlahan. Dengan harapan agar rasa sakit dari cubitan itu menghilang. 'Tenaganya kuat' batinnya secara sekilas.


"Saya hanyalah orang tua murid yang bertanggung jawab dalam misi ini juga... Bukankah kalian juga membutuhkan tenaga medis?" katanya sambil memberi lihat kartu nama. Dia tersenyum ramah.


Seiring dia tersenyum... Karisma, kepercayaan dirinya itu terpancar secara jelas. Di sisi lain ia juga bisa menyembunyikan perasaan cemas terhadap anaknya. Jikalau ia membeberkan perasaan itu dengan jelas... Belum tentu ia diperbolehkan untuk bergabung sebagai tenaga medis. Sepintar apapun orang jikalau ia membawa perasaan pribadi... Itu adalah tindakan yang gegabah.


'P-Profesor di bidang kedokteran?!' tidak hanya itu. Mereka juga kaget akan kartu nama Ibu (Y/n) yang menunjukan bahwa ia seorang dokter dari rumah sakit ternama.


"Apa ada masalah?" tanyanya sambil memasang senyum ramah. Mereka menatap Ibu (Y/n) dengan pertanyaan yang bermacam-macam di dalam kepalanya. "Mungkin dengan ini rasa penasaran kalian sudah terjawab... Mohon bantuannya" katanya.


[Kembali ke masa kini] "Berdasarkan pelacak dari seorang murid, sepertinya mereka punya beberapa persembunyian. Dan dari hasil penyelidikan, kami sudah tahu dimana korban penculikan ini berada. Kami akan mengirim pasukan ke sana dan mengutamakan penyelamatan korban.


Di saat yang sama kami akan mengambil alih tempat persembunyian lainnya, kemudian memotong jalur pelarian mereka, dan meringkus mereka semua" ucap Tsukauchi kepada para pro hero.


"Toshinori, jika mereka juga merkrut orang sepertiku, berarti--" perkataan itu disela oleh All Might. "Apa maksud anda dengan 'orang sepertiku', Gran Torino? Jika perkembangan situasinya sampai sejauh ini, orang itu pasti akan mengambil tindakan" ucap All Might padanya.


"All for One.." gumamnya. "Hari ini, kita berpacu dengan waktu. Jangan biarkan penjahat berbuat apa p--" ucapannya tiba-tiba terhenti karena adanya hal yang tidak terduga.Terdapat sebuah insting yang terbesit di kepala mereka semua.


Insting ini bukanlah insting asing bagi beberapa orang yang ada disana. 'Bau ilusi?!' batin Ibu (Y/n) dengan kaget. Ilusi itu merupakan serangan ilusi dari anaknya (Y/n). Karena itu dia bisa yakin kalau (Y/n) masih hidup.


'Yang hanya bisa memakai ilusi... Kan? Nggak mungkin..' batinnya lagi. Sayangnya tebakannya itu kurang tepat. Angin bertiup pelan membawa tamu yang tidak terduga. Tsukauchi mematikan sambungan televisi visual yang mengarah ke divisi sebelah. Hal ini dilakukan agar rencana penyeludupan yang dilakukan tidak ketahuan secara mudah.


Situasi benar-benar tidak memungkinkan untuk berbicara banyak, bahkan jarum jam pun menegang menyaksikan hal itu. Kedatangan mereka yang tidak alami itu membuat Tsukauchi berpikir bahwa mereka datang bukan karena ingin. Buktinya saja mereka masih kebingungan dan terlihat sangat tidak waspada... Tak ada pilihan lain selain menangkap mereka semua.


"League of Villains muncul! Ringkus mereka!"


...(Season 2) Chapter 4 - A way out \~ Be My Side | Bakugou Katsuki x Reader | [LONG LOVE STORY]...


Ilusi yang menjebak mereka semua saat mereka lengah. Pagi yang bahagia, Siang yang bahagia, sore yang tenang, lalu? Malam yang mencekam? Benar-benar sial...


'Jebakan?!!'


Dabi menyipitkan matanya untuk memfokuskan pandangan.. Setelah itu mengalirkan quirknya. Secara cepat apinya itu keluar dari tangan sebelah kirinya. 'Kenapa para penjahat datang ke sini?!' batin Ibu (Y/n) seraya tidak percaya. 'Apa (Y/n) bersama dengan mereka?!' batinnya lagi. Secara tidak sadar ia juga melepaskan quirknya. All Might menahannya secara cepat. "Serahkan pada kami, nona" tegasnya.


'Mengapa mereka bisa menyusup ke markas persiapan? Ini jauh berbeda dari yang direncanakan!' batin Tsukauchi yang kemudian menggengam alat komunikasi. "Tsukauchi, kau terpikirkan sesuatu?" tanya Gran Torino. "Aku akan mencoba mikirkan permasalahan dengan divisi sebelah" katanya kepada Gran Torino.


۩۩۩۩ вє му ѕι∂є (ιι) – Keadaan 1 ۩۩۩۩


'Sekarang bagaimana cara menugaskan divisi sebelah?!' batin Tsukauchi sembari melihat kearah alat komunikasinya. Ibu (Y/n) mengepalkan tangannya, kini dia harus berpikir secara dua kali... Dia bukanlah pro hero yang memiliki peran untuk menyerang. Karena itu dia berpikir untuk membantu, 'Tapi... Kalau aku menggunakan ilusi untuk membiarkan mereka mengambil keputusan cepat.. Bukankah aku terlalu ikut campur?' batinnya.


Tetapi taka da pilihan lain untuk ikut campur masalah mereka, 'kalau kau ingin melakukan sesuatu lebih baik kau cepat melakukannya Pak Polisi...


Saya sudah menutupi tindakan anda dengan ilusi' Tsukauchi yang mendengar suara itu pun tersentak akan suara di kepalanya.


'Tidak usah ragu, ini aku (Your Mother name)... Saya hanya ingin membantu tanpa menyerang siapapun. Sekarang cepatlah! Aku sudah membuat ilusi yang menutupimu untuk menyampaikan informasi!' Tsukauchi menelan ludahnya dengan perlahan.


Dia mengangguk mengerti, "Nona (Your Mother name) apa sekarang aku akan aman jika berbicara lantang seperti ini?" tanyanya. Ibu (Y/n) mengangguk, Tsukauchi sekarang menjadi yakin bahwa telepati itu bukan khayalannya.


Melainkan kenyataan dan quirknya. 'Aku hanya menerapkan ilusi kepadamu dan juga alat komunikasimu... Tetapi tidak denganku... Jika aku berbicara secara langsung...


Mereka akan melihat diriku yang bicara sendiri. Jadi, cepatlah! Kita tidak punya waktu lagi' Tsukauchi dengan cepat menyampaikan rencana baru kepada divisi sebelah.


۩۩۩۩ вє му ѕι∂є (ιι) – Keadaan 2 [Di saat yang bersamaan dengan keadaan 1] ۩۩۩۩


"Bagaimana ini?! Kita serang?!" tanya Twice yang panik. "Kurogiri... Cepat buka gerbangmu! Para hero gila ini sama sekali belum siap untuk menangkap kita... Kita harus mengambil kesempatan itu" ucap Shiragaki.


Toga menyiapkan pedangnya, "Ini akan jadi menegangkan ya?" katanya sambil tersenyum lebar. Mister compress menyiapkan sihirnya. Begitu juga Magne dan Spinner yang kini berada dalam kondisi waspada. "Kurogiri?" tanyanya. "Maaf Shiragaki.. Aku tidak bisa membukanya sekarang" kata Kurogiri. Dia menggertakan giginya dan menatap lurus para pro hero dan mendapatkan kehadiran All Might. Sosok pahlawan yang ia benci.


"Tenanglah dulu" tegas Dabi dengan waspada. "Apa ada semacam waktu sebelum membuka gerbang?" tanya Mister compress. Kurogiri mengiyakan pertanyaannya, "Mungkin saja ini ulah anak itu" kata Kurogiri yang memasang dugaan.


Dabi memblokir segala serangan pro hero dengan apinya. Endeavor yang tidak asing akan kekuatan itu juga menyalakan apinya. Dabi membelalakan matanya seraya tak percaya. Bibirnya itu melengkung membuat senyuman yang sinis. 'Bagaimanapun dia itu pahlawan' batinnya sekilas seraya memperkuat pertahanannya.


Shiragaki melihat ke arah Kurogiri yang ada di belakangnya. "Kurogiri, cepat buk--" terdengar suara Kurogiri yang ambruk diselingi dengan quirk yang langsung mengikat mereka semua.


"Sensei Hitsubaku: Urushi Sarou" begitu kata Kamui Woods sembari mengikat mereka semua. Mereka sudah tidak bisa menyerang, bertahan dan kabur... Hal ini dapat terjadi karena mereka mengambil respon yang lama.


"Tidak mau, ah! Aku tidak bisa lihat apa-apa! Apa kau sudah membunuhnya?!" kata Magne dengan histeris saat melihat Kurogiri ambruk tepat di sampingnya. Tindakan histerisnya itu dapat terlihat dari: tindakan yang ingin melepaskan diri dari ranting-ranting yang mengikatnya.


"Aku membuatnya tak sadarkan diri dengan mengotak-atik bagian dalam tubuhnya. Dia belum mati. Ninpo: Senmaidoushi." Jelas Edgeshot kepadanya. "Dia ini yang paling menyusahkan" gumamnya sembari melihat keberadaan Kurogiri yang ambruk. "Sebaiknya, kau tidur sejenak" lanjutnya.


"Ranting? Sial ini makin menyusahkan" gumam Dabi dengan nada yang kecil. 'Awalnya aku hanya berpikir untuk mengulur waktu sembari menunggu kurogiri membuka wrap gate untuk kembali menangkap si gadis cahaya itu' batinnya secara sekilas.


Saat-saat seperti ini... Membuat mereka harus mengambil keputusan yang benar. Saat Dabi ingin membakar ranting, Gran Torino dengan quirknya itu meluncurkan tendangannya ke Dabi sehingga dia langsung ambruk.


"Jangan terburu-buru. Demi kebaikanmu lebih baik kau tidak melawan" kata Gran Torino padanya. "Kalian tidak akan bisa lari lagi, Aliansi penjahat!" tegas All Might pada mereka. "Manusia pohon, jangan menarikku dong!" kata Twice yang kesal.


Endeavor yang tadi menyalakan apinya dengan cepat mematikan apinya sembari mengerucutkan dahinya.


Kesalahan ini benar-benar fatal... Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa gadis Yukami itu akan menjebak mereka dengan cara yang menyebalkan. Tetapi mereka pantas untuk mendapatkannya.

__ADS_1


Mungkin saja ini adalah balasan kepada mereka yang menjebak (Y/n) untuk masuk ke lubang buaya. Dengan ini, perbuatan mereka sebelumnya sudah terbalaskan dengan karma yang serupa.


'Sial ini terlalu mendadak!' Shiragaki berusaha untuk melepaskan dirinya. Tsukauchi selesai memberi tugas kepada divisi sebelah. Sedangkan, kelompok Best Jeanist/divisi sebelah sudah dalam perjalanan untuk mengamankan pabrik Noumu. Untuk mencegah apapun yang terjadi sesudahnya.


Ibu (Y/n) melepaskan quirk ilusinya... "Padahal aku sudah memperoleh kemenanganku... Kenapa Yukami sialan itu membawaku kepadamu Bos terakhir?" kata Shiragaki yang mengertakan giginya. Mereka semua tersentak mendengar hal itu. Apalagi Shiragaki yang mengucapkan nama Yukami.


Kini kebenaran soal (y/n) adalah seorang Yukami itu semakin terkuak. 'Yukami... Ternyata apa yang dikhawatirkan oleh nona Yukami ini benar-benar terjadi' batin All Might. All Might melirik ke arah Tsukauchi dengan pandangan yangkhawatir akan keamanan anak muridnya.


'Mata itu... Jangan-jangan..'


[Flashback: On] "Tsukauchi" panggil All Might kepadanya. "Ah, All Might! Dan.. Siapa?" tanyanya dengan bingung. Ibu (y/n) tersenyum, "salam kenal, aku (Your mother name). Ibu dari (Y/n)" ucapnya memperkenalkan diri sembari memberi tangan untuk berjabat.


"Ah, saya Tsukauchi kepala kepolisian" sambil menjabat tangannya. "Begini, Tsukauchi... Aku dan dia membuat kesepakatan... Karena beliau adalah nona Yukami aku yakin dia ada di pihak kita" bisik All Might. Tsukauchi mengangguk tanda mengerti, "jadi anda seorang Yukami yang memiliki quirk cahaya terkuat?" Ibu (Y/n) menatap tajam ke arah All Might yang membocorkan rahasianya. Karena tatapannya All Might merinding, "apa boleh buat..." gumamnya pelan.


"Ah, begini nona! Dia juga tahu tentang asal usul saya" jelas All Might. Pada akhirnya puzzle itu terpecahkan secara sempurna. "Ah begitu" katanya. All Might menghela nafas tanda lega... "Kalau begitu All Might, kebetulan yang tepat.. Kami sudah mendapatkan semua informasi untuk penyerangan ke markas Liga penjahat. Dan kami juga menebak kalau (y/n) murid U.A ada di satu tempat yang sama sesuai alat pelacak yang diberikan oleh anak muridmu" jelas Tsukauchi.


"Maksudmu Yaoyorozu ya? Bukankah katamu itu mereka memiliki dua tempat persembunyian?" tanyanya. Tsukauchi menelan ludah dengan kasar, "saat kami mengawasi bar yang dikatakan tempat persembunyian mereka... Bar itu kosong melompong tanpa penghuni. Dan lagi tempat yang paling memungkinkan hanyalah di pabrik nomu" katanya.


"Berdasarkan cctv terdekat... Mereka meninggalkan bar itu sekitar 8 jam lalu" lanjutnya. "Kami tak terlalu yakin apa tujuan mereka... Tetapi saat mereka semua meninggalkan bar, mereka juga membawa seorang siswi. Apa ini dia?" Ibu (Y/n) menatap dengan serius kea rah foto yang dimilikinya.


"Itu anak saya!" Tsukauchi langsung tertawa canggung melihatnya. "Kalau begitu berarti ada kemungkinan kalau mereka membutuhkan anak anda untuk melanjutkan tujuannya" Ibu (Y/n) menarik baju All Might dan meremasnya.


"Ada apa nona? Apa kau tahu sesuatu?" tanya All Might dengan nada sedikit meninggi. "Kemungkinan besar bossnya ada disana... Cepat bawa kembali anak saya dan bawa aku bersama kalian!" [Flashback: Off]


"Padahal aku sudah memperoleh kemenanganku... Kenapa Yukami sialan itu membawaku kepadamu Bos terakhir?" kata Shiragaki yang mengertakan giginya. 'Kemenangan?!' Ibu (Y/n) pun mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi pada anaknya.


'Semuanya ditahan. Kami takkan bisa kabur dengan mudah. Cih' batin Shiragaki. Ibu (Y/n) mengepalkan tangannya, 'Apa yang kau lakukan kepada (Y/n)?' suara itu kemudian tersampaikan kepada Shiragaki.


'Apa-apaan suara ini' batinnya dengan kesal. 'Dimana dia?' lagi-lagi suara itu menekannya secara mendalam.


'Apa-apaan?! Memangnya ada pro hero pengguna telepati' batinnya lagi. 'Dimana dia?!' suara itu makin menggema di kepalanya. "DIA MENJEBAK KAMI SEMUA!!" teriakan itu membuat mereka semua kaget.


Ibu (Y/n) tersenyum karena dia tahu ada sedikit celah yang terdapat disana. Kemungkinan besar... Anaknya berhasil keluar dari tempat itu.


[Switched Place] "Yukami... Kau suka sekali bermain ya? Kalau begitu kau pasti masih disini kan?" katanya yang kemudian langsung mengaktifkan quirknya ke arah kursi sandera.


Angin bertiup pelan seiring suara korsletan listrik itu mengiringinya. Serangannya berhasil nihil. Kini dia harus menerima kenyataan bahwa dia kalah telak dengan alat yang sudah ia buat dengan keji. 'Sia-sia ya? Memangnya dia bisa pergi secepat itu?' batin All for One.


[Flashback: On - 3 R.d. Person P.O.V] Namanya Naomi Yukami wanita pertama pengguna quirk cahaya. Seperti yang kita ketahui... Dia memang seorang perempuan yang cantik dan tegar. Dengan jahatnya, All for One menanamkan benih quirk evolusi yang belum tentu bisa bertahan dalam tubuh manusia.


Terdengar suara teriakan seorang gadis yang akan mengakhiri hidupnya dengan tragis. Saking kuatnya kekuatan itu... Ia menitikkan air mata dari kedua matanya. Suara pembuluh darah yang pecah itu terdengar secara jelas. Hingga dia harus merasakan rasanya menangis darah akibat pendarahan pada retinanya.


Ia menjerit, berteriak hingga berguling ditanah yang kasar. "Oh? Kau masih bisa bertahan? Kau memang membuatku terkesan.. Naomi" ucap Pria keji itu. "Jadi... Bisakah kau memperlihatkan hal yang lebih baik daripada ini?" lanjutnya sambil memasang senyum licik.


"Dan jangan khawatir... Menangis darah itu adalah hal yang normal dan itu tidak akan membahayakanmu. Dan perlu kau ketahui.... Kalau kau berhasil menahannya kau juga akan mendapatkan hadiah dariku." Nafas gadis itu terengah-engah di saat melawan semua penderitaan itu. Tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata ataupun kalimat yang mengerikan. Karena penderitaan gadis itu jauh lebih hebart dari kata-kata yang disampaikan.


"Hm? Kapan ya klimaksnya?"


Gadis itu mengeluarkan busa dari mulutnya... Busa itu mengandung racun yang baru saja dikeluarkan dari tubuhnya. Detak jantungnya itu berdetak tak karuan, daya tahan tubuhnya semakin melemah, rambutnya mulai rontok, kulit tangannya memucat bahkan ada beberapa bagian yang membiru akibat kedinginan.


Kedinginan itu disebabkan karena dirinya mulai kehilangan pengaturan panas dalam pembuluh darah.


Maka, secara perlahan tubuh manusia akan melupakan cara untuk bernafas, melakukan sistem metabolisme. Hingga sistem koordinasi yang akhirnya akan terhenti.


Lalu... Apakah ini sebuah keajaiban? Mengapa quirk gadis itu bisa bertahan hingga saat ini?


[Flashback : Off - back to present with Author Naration]


"Aku tahu kau masih disini" dia memfokuskan arah pandangnya sekali lagi. Harapannya, dia dapat langsung mengambil quirk evolusi itu dan memberikannya kepada Shiragaki.


Kemudian dia menyerang lagi ke segala arah. Namun, tidak ada tanda kehadiran sama sekali. Yang bisa terdengar saat ini hanyalah nafasnya. Nafas siapa? Siapa lagi? Kalau bukan nafas All for One sendiri. Kesunyian itu membuat dirinya berpikir di luar nalar.


'Apa aku harus memperkuat quirk isolatorku lagi agar dapat melacaknya?' katanya dalam hati. Seiring dentuman jarum jam, bibirnya itu menyeringai akan hal yang baru saja ia temukan.


Tepat sekali... Ilusi yang (Y/n) buat sudah mulai memudar, sehingga ia dapat melakukan pelacakan dengan mudah.


[Switched Scene] Angin malam berhembus pelan membawa daun pohon jatuh ke tanah. Selain itu perkotaan di prefektur Kanagawa terlihat sangat cantik dengan pemandangan nan indah. Tetapi... Bagi beberapa orang tak ada waktu untuk menikmati sesuasana tersebut.


Begitu juga sekumpulan orang yang sudah disuruh oleh pihak swasta untuk melakukan pencaharian seorang murid. Mereka menyusuri jalanan dengan tenang dan waspada. Seiring mereka berjalan dan terus berjalan...


Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. "Apa kau yakin ini adalah tempatnya?" kata seseorang kepada seorang yang lainnya. "Aku yakin, dia ada disini... Namun, kita harus berhati-hati sebelum masuk" jawabnya.


"Apa ada semacam jebakan?" tanya seorang terhadap orang itu lagi. "Benar, lagipula... Ada yang menjadi kepala dari organisasi itu, kita harus berhati-hati. Jangan sampai terlibat dalam pertarungan" tegas seorang yang lain.


[Switched scene with Author Naration] Sinar matahari yang menembus jendela itu membuat seorang laki-laki yang memegang telepon itu tidak fokus. Ditambah... Apa yang menjadi impiannya sekarang malah menjauh darinya.


Dia menutup gorden jendela agar cahaya yang ada tidak masuk ke ruangannya secara terang berderang. Kemudian ia berjalan menuju stop kontak untuk menyalakan lampu. Ia menekan stop kontak dan lampu pun menyala. Ia berjalan menuju kursi kerjanya.


Via telepon tersambung, "Halo kepala pimpinan?" sapa seseorang dalam telepon. Robert menghentikan langkah kakinya, "aku punya tugas untukmu" tegasnya dalam telepon.


۩۩۩۩ вє му ѕι∂є (ιι) ۩۩۩۩


"Aku menyuruh kalian karena hanya kalian yang dapat kuandalkan... Bagaimanapun juga aku benar-benar membutuhkan gadis yang berbakat itu untuk kedamaian dunia... Kalau tidak, bagaimana bisa kita menjamin dunia akan lebih baik?" kata Robert dalam telepon.


"Karena itu aku akan memberikan dana yang cukup untuk melakukan penelusuran" lanjutnya. "Kamu mengerti?" tanya nya lagi. "Saya mengerti" jawab si petugas padanya.


[Back to present time] Sayangnya nasib mereka tak berakhir baik... Di saat mereka ingin menyeludup, mereka malah dilumpuhkan oleh Blake Yorumi yang sedang berpatroli.


"Kalian darimana?" tanyanya pada mereka. 'Dia memiliki aura yang berbeda!' batin seorang suruhan. 'Gawat, semuanya tumbang... Apa cuma aku sendiri yang selamat?' batin orang itu lagi dengan tubuh yang gemetaran. "Kau tidak mau jawab?" dia tetap memilih untuk menutup mulutnya dan menyerangnya lagi. Blake berdecih saat melihat orang itu melawannya, dan dia membunuh mereka semua.


'Kasihan sekali mereka... Apa memang ini takdir mereka?' batin Blake secara sekilas. Orang mati akan mati, orang hidup akan hidup... Orang kuat akan terus menjadi kuat. Dan orang lemah akan terus menjadi lema. Itulah mindset yang dimilikinya saat membunuh orang atau melakukan misinya.


Namun saat dia berjalan, ia merasa bahwa seorang dari mereka masih dapat bergerak. "Kau beruntung... Ini pertama kalinya orang dapat bertahan dari serangan seriusku" katanya sembari menatap orang itu. Sesuasana itu mendingin dengan bau amis darah dari sekitar.


[Switched P.O.V] Banyaknya darah yang hilang saat itu tidak memutus harapan si gadis cahaya. Ia berlari menggunakan quirknya yang masih tersisa. Mau tidak mau... Dia harus mulai berbaur dengan penampilan barunya.


Detak jantungnya itu benar-benar tidak bisa terkendali lagi, selain itu air matanya tak mau berhenti. Dengan energi yang tersisa pula dia menghentikan pendarahan. Keinginannya kini hanya tersisa satu, kabur dan tetap hidup.


Namun, sepertinya tenaganya itu habis.. 'Aku lelah... Apa tidak ada orang yang bisa aku percayai?' batinnya dengan nafas yang terengah-engah.


Kemudian terdengar suara teriakan di sekitarnya... "AKU TAHU SIALAN!?!" suara itu benar-benar familiar. Dengan kepercayaannya itu dia berlari menuju arah suara... Pada akhirnya matanya itu tertuju kepada seorang laki-laki menggunakan kacamata.

__ADS_1


Kalau firasatnya tidak salah, dia pasti bisa berhasil kabur.


[Bakugou P.O.V] Entah mengapa firasatku mengatakan kalau gadis idiot itu memang benar-benar ada disini. Tapi, memang firasat itu tidak bisa diandalkan. Nyatanya tadi aku tidak menemukan apa-apa saat menggunakan alat milik si rambut aneh untuk melihat ke dalam.


Malahan yang kulihat tak lain dari mahluk-mahluk buruk rupa buatan villain-villain bodoh.


Menyebalkan... Seharusnya dari awal penjahat-penjahat itu tidak muncul. "Bakugou-kun ayo kita selidiki di sisi yang lain!" perintah si mata empat. "AKU TAHU SIALAN!?!" teriakku padanya. "Bakubro! Jangan berisik!" tegas si rambut aneh dengan nada yang pelan.


Tch... merepotkan saja! Kalau aku bersama mere-- OI!!?! SIAPA YANG MENARIK LENGAN--


Aku terdiam saat melihat seorang yang tak asing menarik lenganku.


[3 R.d. Person P.O.V] (Y/n) menarik lengan Bakugou dengan tenaga yang masih tersisa. Dia melepaskan ilusi penyamarannya karena ia tak kuat lagi. "Tolong..." katanya dengan suara yang serak.


Hal itu membuat mereka semua menoleh, dan kaget melihat (Y/n) yang sudah berdarah-darah. Pakaian yang sama sekali belum berganti semenjak waktu itu. Wajah yang kusut dengan mata yang sedikit sembab. Selain itu terdapat sisa pendarahan di pergelangan kedua tangannya dan pergelangan kakinya. Bau darah itu benar-benar menusuk penciuman mereka.


"Chottomate! Bisa jadi ini jebakan!" kata Iida dengan waspada. Bakugou membelalakan matanya. Midoriya menahan mereka semua di saat Bakugou berbalik dan memegang kedua pundak (Y/n) untuk memastikan.


Matanya itu hampir berair dikarenakan melihat keadaan (Y/n) yang pucat bagaikan mayat. "Tenanglah kalian dasar orang-orang gila... Ini memang dia" ucap Bakugou.


"B-Bakugou k-kun? Kalian..?" kata (Y/n) yang kemudian ambruk. "(Y/n)!" kata Todoroki yang sedikit berteriak.


Bakugou menahan dirinya agar tidak jatuh ke tanah. "J-ja-angan keraskan suar-ramu... Orang itu masih d-disini" katanya lagi.


Bakugou tersenyum lega. "Aku tahu.. Ayo pulang" kata Bakugou dengan tenang. 'Apa bakubro barusan tersenyum?!' batin Kirishima. 'Kacchan lega?' batin Midoriya.


Bakugou melirik ke arah mereka berdua dengan kesal... Mereka yang baru saja berpikiran seperti itu langsung tersentak karena tindakan bakugou yang seolah-olah tahu kalau mereka mengomentarinya.


"Kau... Darahmu! Kau bisa berjalan?" tanya Iida dengan panik. (Y/n) menunduk di saat Iida berkata seperti itu. Dia tidak tahu harus melakukan apa di saat ia bertemu dengan mereka. Namun jika tebakannya itu benar... Mereka itu datang bukan dengan cuma-cuma... Tetapi untuk memastikan keadaannya.


'Mereka ini benar-benar parah... Bukankah nanti mereka akan dimarahi oleh pihak sekolah jika mereka melakukan ini?' batin (Y/n) secara sekilas.


Iida yang bingung karena pertanyaannya yang tidak terjawab itu... "Kau tidak bisa berjalan?" tanyanya. 'Kalau dia sehabis bertahan dan melawan para penjahat dia pasti kehilangan tenaga, mata empat' batin Bakugou.


Dia menghela nafas kasar. "Naik" perintah Bakugou padanya yang kemudian jongkok di depannya. Mungkin karena (Y/n) kehabisan tenaga... Dia tidak banyak bicara dan langsung naik.


'Eh? Langsung nurut?!' batin beberapa dari mereka. Bakugou perlahan berdiri mengangkat (Y/n). "Bakugou kau tahu apa yang harus kau lakukan kan? Perlakukan dia dengan baik--" ucapan Iida terpotong oleh Bakugou.


"Aku tahu, mata empat!!" jawabnya dengan ketus. "Bakugou, apa dia berat? Biar aku saja" usul Todoroki. 'Memangnya dia seberat patung liberty?' batin Bakugou.


"Tidak, kalau begitu biar aku saja! Bakubr--" Bakugou mengernyitkan keningnya. "Nggak sialan! kalian fokus saja" tentang Bakugou.


"Ini bukan waktunya untuk berdebat!" kata Iida. "Kalau begitu, ayo kita kabur sekarang" kata Midoriya. 'Pertentangan sederhana ini benar-benar menenangkanku... Inikah yang disebut ketenangan?' batin (Y/n) secara sekilas.


Gadis itu langsung merebahkan kepalanya di pundak Bakugou yang lebar. Tentu saja hal itu membuat Bakugou tersentak kaget, kini jantungnya itu berdetak tak karuan. 'Ugh, sial! Tenanglah sedikit, Katsuki!' batinnya.


Kemudian mereka mulai berjalan di gang yang sepi itu. "B-Bakugou kun... Apa aku berat?" tanya (Y/n) dengan suaranya yang kecil. Suaranya bahkan nafas (Y/n) yang lembut itu membuat Bakugou tidak bisa tenang.


"Iya" ketus Bakugou. 'Padahal sebenarnya perkataan Bakugou tidak mendeskripsi keadaan sebenarnya. Kalau (Y/n) berat, mengapa dia masih mau menggendongnya?' begitulah yang dipikirkan Kirishima secara sekilas. Bagaimanapun tentangan Bakugou itu tidak masuk akal.. 'Jika dia berat kenapa kau tidak kesusahan membawanya?' itulah yang terlintas di pikiran beberapa dari mereka.


Hal itu membuat (Y/n) merasa tak enak, "Begitu kah?" tanya (Y/n) sambil tersenyum kecil. "Kalau begitu Bakugou! Biar ak--" ucapan Todoroki terpotong.


"Fokus saja sialan! Biar aku saja!" protes Bakugou dengan nada datar. "Kau yakin, kacchan?" tanya Midoriya. "Aku harus bilang apa biar kau yakin, ha?!" protesnya lagi dengan nada yang datar.


'Rasanya aneh mendengar Bakubro dengan nada datar yang seperti itu' batin Kirishima. 'Dia meratakan nadanya agar tidak mencari masalah?' batin Todoroki.


"Rasanya aku malah membebani kalian... Aku minta maaf" kata (Y/n) dengan suara yang kecil. "Ah, sama sekali tak apa (Y/n)-san!" kata Yaoyorozu. (Y/n) tertawa, "kalian memang anak-anak yang bandel" katanya dengan suara yang kecil. "Bukannya menutup mulut dan memulihkan dirimu. Kau malah mengajak berbicara sialan" kata Bakugou sambil mengernyitkan keningnya.


"Iya juga... Tapi saat ini aku benar-benar tidak bisa menguasai quirkku lagi. Rasanya ini seperti bukan tubuhku" kata (Y/n). Mereka semua tersentak, "tenang saja... Justru aku berterimakasih kepada kalian yang datang. Kalau tidak.. Mungkin saja aku sudah mati disana" kata (Y/n) sambil tertawa.


"Bagaimanapun itu memang tugas kami (Y/n)-san" kata Midoriya padanya. "Untungnya kau juga langsung datang ke sini" komentar Iida. "Jadi kami tak perlu berkeliling mencarimu" lanjut Todoroki. 'Anak ini berdarah-darah... Sebenarnya apa yang dia lakukan saat disana?' batin Bakugou.


'Masa dia disiksa?' batin Bakugou lagi. "Ngomong-ngomong... Yaoyorozu, apa kita bisa keluar tanpa hambatan?" tanya Kirishima kepada Yaoyorozu yang masih melihat sekeliling sembari melihat alat pelacaknya. "Sejauh ini tidak ada tanda-tanda" kata Yaoyorozu.


Kemudian terbesit suatu insting kepada Bakugou dan juga (Y/n). Tentu saja hal itu membuat (Y/n) yang tadinya merebahkan kepalanya di pundak Bakugou langsung menegakkan posisinya.


"Kenapa kau gadis bodoh?" tanya Bakugou kepadanya. "Aku merasa ada sesuatu yang tak beres" jawabnya. 'Ternyata si gadis bodoh menyadarinya?' batin Bakugou.


Setelah itu (Y/n) merasakan detak jantungnya itu berdetak dengan cepat. Pernafasannya terganggu, bahkan itu juga membuatnya menahan batuk. "(Y/n)!" sontak beberapa dan mereka. "Kalau kau mau batuk, batuk saja sialan! Aku itu memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat daripadamu" ujar Bakugou.


Gadis itu menarik satu tangannya secara cepat. "Oi!?!" protes Bakugou atas tindakannya. Saat tangannya menutup mulut, dan mulai berbatuk-batuk... Semburan darah itu pun mengenai tangan mungilnya. Dia melihat ke arah tangannya...


Mereka semua tersentak karena tidak pernah melihat (Y/n) seperti itu. 'Kepalaku seperti berputar-putar...' batin (Y/n) yang kemudian mengerucutkan keningnya agar bisa menahan sakit kepala. Kejadian itu membuat (Y/n) paranoid... Apalagi dengan insting yang ia dapatkan secara kilat. "Lebih baik kita bersembunyi, kita seperti sedang diawasi" kata Bakugou pada mereka.


Kemudian ada suara langkah kaki yang tidak asing bagi (Y/n). Satu tangan (y/n) yang semula melingkar di leher Bakugou berpindah ke pundak Bakugou. "Kau mau apa, ha? Bisakah kau diam sedi--" ucapannya terpotong saat melihat seorang laki-laki dengan alat bantu pernafasan.


Tubuh (y/n) bergetaran hebat, "Wah-wah lihat siapa disini.. Yukami? Kau membawa teman-temanmu ya?" kata All for One sambil tersenyum licik.


-To Be Continued~


Gais maaf telat updatee TvT... Aku salah nginput waktu publikasi... Seharusnya pasang tanggal 5 juli... Malahan 5 agustus TvT...


Ada apa dengan manga toon T>T //atau malah saya yang salah input TvT...


Pokoknya gitu deh.. Maaf ya TvT...


Selain itu...Aku mau ngasih tau pengumuman... Karena author sempet ngalamin writers block dan author sekarang lagi mempersiapkan untuk pelajaran di semester baru...


Jadi aku mau kasih tau kalau Be My Side bakal update dengan jadwal 1 minggu update terus-terusan... dan 1 minggu lagi istirahat.


Jadi secara sistematis kita dapat katakan : setelah update 1 chap sehari selama 1 miinggu... Aku akan ambil libur 1 minggu untuk pengerjaan naskah cerita ini...


Sebenernya kalau soal alur aku udah kepikiran sampe tamat... Tapi merealisasikannya itu yang butuh perputaran otak...


Jadi? Hari ini tanggal 6 Juli sampai tanggal 13 Juli aku bakal ngerjain naskah untuk update tanggal 14 sampai 20 Juli. Untuk minggu ini rencananya begitu sih... Untuk setelah tanggal 20 apakah aku bakal libur lagi atau nggak(?)...


Itu gimana stok naskahnya aja ya TvT...


Kalau naskah untuk update terus2an abis... Kemungkinan aku bakal ambil cuti seminggu lagi kayak jadwal ini.


Jadi? Sampai tanggal 14 ya^^! Untuk informasi selanjutnya aku bakal konfirmasiin lagi nanti ya^^~

__ADS_1


__ADS_2