Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 19 - Feeling's


__ADS_3

...*Extra Scene after Sport Festival (tentunya ini gak ada di animenya yey:3 Aku tambahin scene ini di sela saat mereka libur dua hari)....


3 R.d. Person P.O.V.


"Kerja bagus! Jadi takkan ada kelas untuk besok dan lusa... Aku yakin para pro ingin mengrekrut kalian, tapi kamu akan mengkonsolidasi dan mengumumkan semuanya saat kalian sudah kembali. Tunggu itu dan istirahatlah yang cukup, ya" ucap Aizawa sensei di hadapan murid kelas 1-a.


"Baik!" jawab murid-murid kelas 1-a secara bersamaan. 


(Y/n) P.O.V. [Sepulang sekolah, saat berjalan keluar sekolah]


Libur dua hari? Sepertinya itu waktu yang cukup untuk memulihkan tenagaku... Habisnya hari ini... Aku benar-benar menghabiskan banyak energi...! Bayangin deh... Tadi dipakai buat beli takoyaki pas pagi-pagi, lomba lari, petempuran berkuda, sama semi-final tadi... Pokoknya sehabis ini aku bisa bersantai semauku-


"Hoi, kau melupakan sesuatu ya?" ucap seorang yang sedikit mengagetkanku. Siapa lagi kalau bukan Bakugou?


"Eh, iya kenapa?" tanyaku padanya. Dia sedikit mengernyitkan keningnya dan memasang senyum meremehkannya itu padaku, apa aku melakukan kesalahan?


"Kau tak mengakui kekalahanmu?" tanyanya padaku. "Oh, tadi saat festival ya?" tanyaku padanya. "Aku memang kalah kok! Tapi- Bakugou, sepertinya kau tidak pernah memperlihatkanku jurus seperti yang kau tunjukkan pada todoroki?!" protesku padanya dengan nada yang sedikit merajuk itu. "ITU BUKAN JURUS YANG BISA SEMBARANG KUPAKAI SIALAN?!" protesnya padaku.


"Iya sih... Bakal susah kalau tidak sedang terdesak" ucapku sambil mengiyakan perkataannya. "Kalau begitu selamat ya Bakugou!" ucapku dengan senyum ceriaku itu. 


3 R.d. Person P.O.V.


Bakugou yang salah tingkah mendengar ucapan (Y/n) itu membuang wajahnya ke arah lain, "AKU TAK BUTUH SEMANGATMU ITU DARI KAU SIALAN! SUDAHLAH AKU MAU PULANG!" ucap Bakugou yang salah tingkah itu. 'Tapi sepertinya tadi aku mau bilang sesuatu padanya.. Entah mengapa aku melupakan itu secara mendadak... AH UDAHLAH! LEBIH BAIK AKU PULANG SAJ-' 


Kemudian ocehan Bakugou dalam hati itu terhenti saat (y/n) memegang pundaknya, "HOI KENAPA KAU-" (y/n) memotong perkataannya. "Kau mau kupulihkan secara gratis atau tidak?" tanya (y/n) sambil mengalirkan quirknya. "TIDAK USAH SIALAN! NANTI KAU PINGSAN AKU YANG REPOT! LEPASKAN TANGANMU IT-" secepat kilat (y/n) menahan tangannya.


"Anggap saja ini sebagai hadiah dariku, oke?" ucap (Y/n) dengan senyum tulusnya itu.


'Sialan-'


"Tch... Terserah kau gadis payah!" ucap Bakugou dengan pasrah.


(Y/n) P.O.V.


Aku pun memberikan cadangan terakhir energi-ku untuknya, kemudian setelah selesai... "Beres! Kalau begitu aku pulang dulu ya, Bakugou-kun!" pamitku padanya.


"Tunggu" ucapnya pelan. Apa aku tidak salah dengar? Kemudian aku berbalik dan melihatnya, "Rumahmu itu... Apakah jauh?" tanyanya sambil melihat jam di ponselnya.


Ah... Sepertinya dia mau membalas kebaikanku ya?


"Rumahku lumayan jauh... Karena aku harus naik subway ke stasiun C, karena itu kau tak usah menunggu ku" ucapku dengan tidak enak.


"Sudahlah, biar ku antar" ucapnya dengan inisiatif. "Eh... Bukankah kau sibuk?" tanyaku padanya.


Kemudian dia mengernyitkan keningnya itu, "KAU INI BERISIK SEKALI SIALAN!?! KALAU KAU MAU KUANTAR IKUTILAH AKU! JIKA TIDAK YASUDAH TIDAK USAH SIALAN?!" protesnya padaku dengan suaranya yang keras itu.


Dia ini mau nganter apa maksa sih...


"Ah baiklah... Tapi aku mau beli takoyaki dulu, apa kita bisa puter balik?" tanyaku padanya.


"HAH?! KAU GAK BOSAN?!" Uh... Aku ini banyak alasan banget berarti ya...


"Kalau begitu gak us-" aku menghentikan ucapanku karena Bakugou yang berbalik arah. "Bakugou kau mau kemana?" ucapku sambil mengikuti langkahnya. "kita kan mau pul-" perkataanku itu terpotong olehnya...


"KAU MAU MAKAN DULU ATAU TIDAK SIALAN?! JANGAN BUAT KEPALAKU PUSING ATAU KULEDAKKAN KAU!!?!" ucapnya lagi.


Sial... Kenapa aku mau ketawa...


3 R.d. Person P.O.V.


(Y/n) yang tidak bisa menahan tawanya itu kemudian terkekeh geli melihat tingkah laku Bakugou, "JANGAN TERTAWA HOI!?! SUARA TAWAMU ITU JELEK TAHU!!!" protes Bakugou yang tidak mau harga dirinya itu dipermalukan oleh (Y/n).


***


(Di Stand Takoyaki)


"Oji-chan! Beli takoyaki dong!" ucap (y/n) dengan ceria. "Ah datang lagi, nak?" tanya Oji-chan penjual takoyaki kepada (y/n).


(Y/n) mengganguk dengan tegas, matanya berbinar-binar penuh harap kepadanya. "Apakah oji-chan persediannya sudah habis? Apa aku datang telat?" tanya (y/n) dengan nada yang merendah.


"Untungnya tidak... Oji-chan sudah memperkirakan kau akan datang" balas Oji-chan penjual takoyaki sambil tersenyum ramah.


"Yukatta...!" ucap (Y/n) dengan lega. "Apa kau mau beli anak muda?" tanyanya kepada Bakugou yang ada di sebelah (Y/n).


Kemudian (Y/n) merasakan aura kemarahan dari diri Bakugou, secepat kilat dia menanggulangi hal itu agar tidak terjadi.


"Dia tidak mau beli Oji-chan, karena it-" ucapanku dipotong olehnya. "Aku beli dua, satu untukku satu untuk gadis ini... Yang punyaku diberi bubuk pedas sebanyak-banyaknya" hal itu membuat (y/n) sedikit malu dan tercengang dengan perkataannya itu.


"Oh? Seperti biasa ya? Baiklah... Untung aku masih punya adonan cadangan" ucap Oji-chan sambil mulai menyalakan kompor.


'Apa maksudnya seperti biasa ya? Apa Bakugou sering beli juga? Apa karena waktu itu dia pernah membelikan ini untukku?' batin (Y/n).

__ADS_1


"Tapi sepertinya tadi kalian memenangkan pertandingan ya? Selamat" ucap Oji-chan kepada (Y/n) dan Bakugou.


"Terimakasih, Oji-chan!" jawab (y/n) kepada ucapan selamatnya itu.


"Bagaimanapun kalian sudah bekerja keras, tapi sepertinya setelah ini kalian akan jadi terkenal kan? Kalian tak perlu memikirkan masa depan, karena kalian sudah pasti diterima di agensi manapun" gumamnya sambil membuat pesanan.


"Saya harap begitu, Oji-chan... Tapi nyatanya kita pun harus belajar lebih lagi untuk itu" jawab (y/n). 'Si gadis cahaya ini, dia memang tahu di saat mana dia merendah dan tidak.... Tetapi enth mengapa hal itu membuatku kesal' batin Bakugou.


'Entah apa jadinya, selama aku berada di dekatnya... Rencana untuk tidak berteman dengan siapapun dan menjatuhkan semuanya dari posisi atas itu bukanlah rencana yang baik. SIALAN! APA YANG KUPIKIRKAN SIH?!' katanya dalam hati.


"Bakugou ada masalah?" tanya (y/n) yang menyadari amarah Bakugou itu. "JANGAN PEDULIKAN AKU SIALAN!?!" protes Bakugou yang tidak mau dikhawatirkan itu.


"Ini pesanan kalian ya" ucap Oji-chan penjual takoyaki memberikan pesanan kepada Bakugou dan (y/n).


"Terimakasih, Oji-chan! Aku mau bayar pakai subwa-" ucapan (Y/n) terhenti saat Bakugou memberikn uang langsung kepadanya.


Uang itu cukup untuk membayar dua porsi, "Pesanannya sudah cukup kan? Apa kau membayar punya temanm-" pertanyaannya dipotong oleh Bakugou. "SUDAH CUKUP DAN AKU BAYAR SEMUANYA!?! APA KAU MASIH MAU BERTNYA LAGI PAK TUA?!" hal itu membuat (y/n) tersentak. "Bakugou! Kau tak boleh begi-" ucapan (y/n) pun dipotong.


"KENAPA SIALAN?! KAU JUGA TAK USAH BAYAR LAGI *****!?! KITA KAN MAU PULANG!?!" protes Bakugou.


'Sesaat aku berpikir dia mulai merubah sifatnya... Ternyata sama saja hahaha' batin (y/n) secara sekilas.


"He?! Gak bisa begitu kenapa kau mau baya-" "BERISIK!?! MAU PULANG NGGAK?! SIMPAT DUITMU DN IKUTLAH AKU SIALAN!!"


Skipped time //(Y/n) P.O.V.


Tadi... Pada akhirnya aku dan Bakugou mengalami pertentangan kecil... Aku berkali-kali meminta maaf kepada Oji-chan dan juga kepada Bakugou... Tapi daritadi...


//Flashback on


"AKU GAK BUTUH PERMINTAAN MAAFMU ITU!?!!"


"BERISIK!"


//Flashback off


Pada akhirnya kami diam-diaman seperti ini... Canggung banget...


3 R.d. Person P.O.V.


(Y/n) yang saat itu takut mengajak bicara itu memilih untuk diam, berpegangan erat kepada pegangan subway. Karena saat itu subway penuh, mereka berdua terpaksa harus berdiri...


Kemudian subway terhenti, hal itu membuat (Y/n) sedikit oleng dan mengenai pundak Bakugou yang ada di sebelah kirinya.


"Pintu terbuka, stasiun G" kemudian orang itu pergi keluar dari subway.


'Gadis bodoh itu... Dia gak khawatir ya kalau penyakitnya kambuh?!' batin Bakugou.


"Hoi" panggil Bakugou kepada (Y/n). (Y/n) tidak menjawab panggilannya itu karena tenggelam dalam pikirannya.


Hal itu membuat Bakugou kesal karena dia diabaikan, "HOI! BONGEK!" panggil Bakugou dengan kasar. Hal itu membuat (y/n) tersadar dari lamunannya, "Eh, maaf... Kau butuh sesuatu, Bakugou?" tanya (Y/n) kepadanya.


"KENAPA KAU GAK PEKA SEKALI SIH?! DUDUK DISINI SIALAN!" perintah Bakugou sambil menunjuk ke kursi kosong.


"Eh?! Nggak usah! Kau saj-" ucapan (Y/n) dipotong oleh Bakugou yang kesal karena tingkah basa-basi (Y/n). "AKU GAK MAU MENGGENDONGMU KALAU KAU PINGSAN! CEPAT DUDUK SIALAN!" perintah Bakugou lagi.


'Alasannya itu realistis sekali ya...' batin (y/n). "Baiklah, terimakasih Bakugou!" ucap (Y/n) dengan senyum manisny itu.


'Kh- Senyum sialan itu lagi..!' batin Bakugou sambil memalingkan wajahnya.


***


"Pintu terbuka, Stasiun C"


Kemudian (Y/n) berdiri, "Ah... Kalau begitu aku pergi deluan ya, Bakugou-kun" ucapnya sambil tersenyum.


"Aku ikut" ucap Bakugou. "He?! Tidak usah! Sampai di stasiun saja sudah cukup!" tolak (Y/n).


Kemudian Bakugou yang kesal itu langsung menarik tangan (Y/n) keluar subway. "KAU INI BANYAK BICARA SEKALI SIALAN! AKU TAK BUTUH SIFAT BASA BASIMU ITU *****!!?! KALAU KAU PINGSAN AKU JUGA YANG REPOT!?!" ucap Bakugou dengan terang-terangan.


'Kenapa dia ini terlalu baik sih' batin mereka berdua dengan cara pengataan yang berbeda.


Kemudian mereka pun keluar dari subway, melewati loket bayar keluar. Tetapi sebelum itu, (Y/n) dan Bakugou sempat bertengkar karena hal kecil...


"Bakugou, kau yakin mengantarku? Ongkosnya nanti dua kali loh... Biar aku yang bayar biaya keluar!" pinta (Y/n) kepadanya. "KAU INI REPOT SEKALI SIH?! AKU GAK BUTUH UANG DARIMU ITU SIALAN!?!" bantah Bakugou.


"He-?! Gak Boleh gitu! Ini kan daerah rumahku... Setidaknya terimalah uang-" ucapan (Y/n) dipotong oleh Bakugou. "UANG- UANG- UANG! SUDAH KUBILANG AKU AKAN MEMBAYARNYA!" katanya sambil langsung menempelkan kartunya ke mesin bayar subway.


"Bakugou!?!" ucap (Y/n) dengan nada sedikit meninggi. "HAH?! APA?! MAU PROTES?! AKU SUDAH KELUAR NIH! CEPAT KAU JUGA KELUAR?! AKU TIDAK PUNYA WAKTU UNTUK RIBUT DENGANMU!!!" katanya lagi dengan terang-terangan.


'Aduh gimana ini... Yasudahlah aku terima saja' batin (y/n). 'Apa aku harus senang atau tidak ya soal ini? Rasanya aku terlalu berharap padanya' kata (y/n) dalam hati.

__ADS_1


Kemudian (Y/n) keluar sambil membayar biaya subway, "Trimakasih banyak ya, Bakugou-kun" ucap (Y/n) sambil tersenyum tulus ke arahnya.


"Jujur aku tak enak denganmu" gumam (y/n) dengan jujur. "Ini masih tak seberapa dengan apa yang kau lakukan," kata Bakugou dengan nada merendah.


Hal itu membuat (y/n) tak percaya dengan apa yang di katakan, 'Tak seberapa dari apa yang kulakukan? Apa aku salah dengar?' batin (y/n).


"Maaf, bisa kau ulang-" ucapan (Y/n) dipotong oleh Bakugou. "NGAPAIN AKU HARUS ULANGI PERKATAANKU HAH?! SUDAHLAH AYO KITA JALAN!" kata Bakugou sambil memulai langkah cepat.


"Eh Iya-iya!" jawab (y/n) sambil mulai berjalan mengikuti langkah Bakugou. "Tapi, rumahmu itu dimana?" tanya Bakugou pada (Y/n) sambil menghentikan langkahnya.


"Eh... Aku belum memberi tahumu ya?" tanya (Y/n) sambil ikut menghentikan langkahnya.


Hal itu membuat Bakugou kesal, "TENTU SAJA BELUM SIALAN!?!" protes Bakugou padanya.


'Tetapi jika dipikir-pikir lagi... Waktu itu juga aku tidak pernah memberi alamat atau memintanya pulang bersama' batin (Y/n).


"Rumahku ada Perumahan *324**State" Jawab (Y/n) dengan tenang. "Berarti rumahmu itu tak jauh dari sini?" tanya Bakugou sambil memulai langkahnya.


Lalu (Y/n) mengangguki pernyataannya, setelah itu mengikuti langkah Bakugou. Kemudian mereka menaiki tangga dan keluar dari metro, tanpa bertanya-tanya lagi Bakugou langsung berjalan menuju arah pulang yg biasanya (y/n) suka lewati.


"Bakugou, kau sudah familiar ya dengan daerah ku?" tanya (y/n). "TENTU SAJA AKU FAMILIAR!?!" protes Bakugou kepada (Y/n).


Seperti biasa... Dia protes seperti itu karena merasa dirinya sedang diremehkan, apalagi (y/n) itu wanita... Karena itu dia protes dengan suara keras miliknya itu.


'MASA ORANG JEPANG ASLI TAK MENGENALI DAERAHNYA?! APA DIA BODOH?! SUDAH SEHARUSNYA KAN SEORANG CALON PRO HERO MENGENAL DAERAH?!' batin Bakugou.


'Ya tapi alasannya... Bisa dibilang karena aku sering mengunjungi teman si nenek tua untuk mengantarkan barang dari si nenek tua...' batinnya lagi.


"Bagaimanapun Bakugou, baguslah kalau begitu!" ucap (y/n) dengan ceria.


'APA-APAAN SENYUMNYA ITU?!" batin Bakugou yang salah tingkah dengan perlakuan (y/n).


Kemudian Bakugou memalingkan wajahnua, "TERSERAH KAU MAU BILANG APA AKU GAK PEDULI!?!" balas Bakugou.


"Baiklah..." ucap (y/n) sambil tertawa canggung.


Cekrek! Ada suara kamera yang cukup terdengar oleh mereka berdua, kemudian Bakugou menghentikan langkahnya. "Kau mendengar sesuatu?" tanya Bakugou sambil melihat ke belakang.


Alisnya mengernyit menyatakan kalau dia tidak suka dengan gangguan itu, secara terang-terangan dapat terlihat bahwa Bakugou merasa terganggu, tidak suka, sekaligus waspada.


Sikapnya yang waspada ini membuat (y/n) sedikit terpengaruh, "Apa maksudmu itu suara kamera?" tanya (y/n) pada Bakugou. Bakugou mengangguk, kemudian (y/n) melihat ke sekeliling.


'Nggak mungkin ada apa-apa kan? Sepertinya aku terlalu sensitif' batin Bakugou.


"Nggak jadi, ayo kita teruskan ke rumahmu" ucap Bakugou sambil memutar balik arah. "He? Baiklah..." ucap (Y/n) sambil kembali berjalan.


'Kalau mau ribut dengan penjahat, aku lebih kasihan kepada gadis payah ini yang sudah kehbisan banyak energi untuk hari ini... Sebentar- KENAPA AKU MALAH MENGKHAWATIRKANNYA SIH?!" batin Bakugou.


//Side P.O.V. (Unknown)


Huft... Untunglah aku tak ketahuan... Kenapa kameranya bersuara sih?! Bisa-bisa aku dikira penguntit!!! Wadididaw~ Untunglah aku masih aman sampai sekarang!


Kalau begitu biar kukirim dulu ke dia, kebetulan aku dapat foto si gadis primadona dengan wajahnya yang cantik itu... Kira-kira apa benar ya si gadis itu yang dia maksud?


......Chat room with 'Yura mah bestie'......


^^^^^^Heyy! Aku sepertinya bertemu dengan temanmu yang juara 3 di festival! Apa ini?^^^^^^


^^^(insert photo)^^^


^^^Kasih tau dong itu bener atau nggak yura~?!^^^


^^^Gila temanmu itu cantik banget **^^^


^^^Send - 16.05 P.M.^^^


Yura P.O.V.


Notif? Apa ya kira-kir....


*Prang!*


3 R.d. Person P.O.V.


Kemudian Yura melempar ponselnya itu ke tembok, 'Sialan, sialan, sialan!?! Darimana dia dapat foto itu?!' batinnya.


-To Be Contunied~!


Makasih bagi kalian yang mau baca dan like ya TvT...


Maafin aku yang gak bisa update sampai 4000 words kyk biasanya:')

__ADS_1


Sampe besok ya ^^!


__ADS_2