
*Chap special? Hehe ini hadiah dari author karena book ini udah ada 2k views yey makasih banyak! Hehe:3 Soalnya aku mau buat chapter tambahan dari movie 1 bnha:3 Jadi... Aku harap kalian menikmatinya ya^^*
*Ada beberapa part yang diganti karena itu saya harap kalian mau membacanya lagi:')*
(Latar tempat dan waktu : Sesudah Y/n diketahui akan menjadi seorang pelajar pertukaran WHS)
3 R.d. Person P.O.V.
Setelah (Y/n) menyelesaikan ujiannya di U.A, ada penawaran yang tak disangka-sangka datang kepadanya sebagai berkah. Terdengar suara langkah kaki yang mendekati ruangan dan ketukan pintu setelah suara langkah itu berhenti.
"Masuklah" ucap Nezu dengan keras di dalam ruangan. (Y/n) membuka pintu dan menutupnya setelah masuk. Dia membungkukkan badannya, "Selamat Siang, Pak Kepala Sekolah" ucapnya kepada Nezu. Nezu tersenyum melihat (Y/n) yang tak lupa akan sopan santunnya.
"Selamat siang, (Y/n)... Kau boleh mengembalikan posisimu" ujar Nezu padanya. (Y/n) mengembalikan posisi tubuhnya seperti semula...
"Saya mendengar anda memanggil saya, ada yang bisa saya bantu?" tanya (Y/n) kepadanya.
"(Y/n)... Kira-kira apa yang kau rencanakan di liburan musim panas?" tanya Nezu padanya. "Pastinya latihan bersama guru-guru untuk masuk WHS?" ucap (Y/n) dengan ragu.
Nezu tertawa kecil, dan kemudian menghentikan tawaannya. "Selain itu...?" tanya Nezu padanya. (Y/n) menggeleng pelan, "Apakah kau sudah mendengar soal I-Island?" tanya Nezu kepadanya. (Y/n) sedikit tersentak dengan itu. "Pulau yang akan mengadakan pameran yang menampilkan hasil dari berbagai penelitian dan pengembangan? Mengapa tiba-tiba... Kepala Sekolah?" tanya (Y/n) padanya.
"Ah, sebaiknya aku memberikanmu ini ya?" ucap Nezu yang kemudian turun dari kursinya dan membuka lacinya. (Y/n) hanya bisa terdiam dengan detak jantung yang waspada. Nezu mendekatinya dan memberikan sebuah surat, "Nah, ini kau boleh membukanya" ucapnya sambil memberikan surat itu kepda (Y/n).
Kemudian (Y/n) mengambilnya dengan dua tangan sebagai tanda bahwa ia menerima surat itu dengan sepenuh hati. "Apa tak apa saya membukanya disini?" tanya (Y/n) kepadanya. Nezu mengangguk, "Memang surat itu tertuju padamu, Nak (Y/n)" katanya sambil tersenyum ramah. (Y/n) menelan ludah dengan kasar, sedangkan Nezu kembali ke tempat duduknya.
Untuk memastikan, (Y/n) membalik sisi surat agar dapat melihat siapa pengirimnya dan surat itu ditunjukkan untuk siapa. Dan benar saja, di sisi depan ada tulisan soal pengirim dan kepada siapa surat itu tertuju.
Matanya sedikit terbuka saat melihat namanya sebagai penerima. Dan koordinator WHS sebagai pengirimnya. Perasaan baik sedikit memenuhi hatinya, dia membuka surat itu dengan baik alias dia tidak menyobek amplopnya secara kasar.
Kini matanya tertuju kepada isi surat yang berada di satu kertas formal yang elegan.
------
Yang terhormat,
(Y/n) (L/n)
Dengan antusias kami mengundang anda ke dalam ujian masuk akademik WHS yang akan diselenggarakan pada tanggal xx/xx/xxxx. Berikut adalah perincian dari kegiatan tersebut :
Tanggal : xx/xx/xxxx
Tempat : Gedung Metro, I-Island.
Waktu diselenggarakan : 08.00 - 12.00
Mata bidang yang akan diuji : seluruh mata bidang SMP (tahun 1-3)
Selain itu kami akan melakukan gladi bersih di hari sebelum pameran diadakan.
Tanggal : xx/xx/xxxx
Tempat : Gedung Metro, I-Island.
Waktu diselenggarakan : 09.00 - 11.00
Kami juga memberikan satu tiket kepada saudari (Y/n) untuk menghadiri pameran sebagai salah satu tamu undangan yang disponsori oleh pihak kami. Kami harap anda dapat menerima undangan kami dengan baik.
Hormat kami,
Koordinator WHS
-----
(Y/n) kaget saat melihat rincian uang dan juga tiket yang dituliskan di rincian surat yang terdapat di kertas satu lagi. "Bukankah ini tawaran menarik, (Y/n)?" tanya Nezu padanya.
"Bukankah ini terlalu banyak, Pak Nezu?" tanya (Y/n) kepadanya dengan ragu. "Iya, tapi kau harus memakluminya... Karena kau sedang berhadapan dengan sekolah jurusan hero terbaik di seluruh dunia" jawab Nezu padanya. (Y/n) sekali lagi berpikir soal tawaran itu, kini ia pun harus memikirkan soal izin kepada orang tuanya.
"Dan... Oh, iya aku lupa memberikanmu ini" ucap Nezu yang kemudian menyodorkan sebuah kotak hadiah. "Ini untuk saya?" tanya (Y/n) padanya. "Iya, lalu untuk siapa lagi?" canda Nezu padanya. (Y/n) mengambil kotak yang disodorkan oleh Nezu.
(Y/n) mengambil kotak hadiah yang tampak biasa dari Nezu. "Masih ada sekitar lima hari sebelum kesana... Jadi apa kau ingin menerimanya, (Y/n) tanya Nezu padanya.
"Akan saya pikirkan..." ucap (Y/n) dengan pelan. "Yah~ Kau tak perlu terbebani untuk menerimanya, (Y/n)... Sedari awal mereka memang memasang keinginannya terhadapmu, nak (Y/n)" ucap Nezu sambil tersenyum ramah.
"Terimakasih atas sarannya, Pak" ucap (Y/n) kepadanya. "Apa ada lagi yang mau kau sampaikan?" tanyanya pada (Y/n). (Y/n) mengggeleng dengan pelan, "Baiklah, kau boleh pergi (Y/n)" katanya kepada (Y/n).
"Terimakasih, Pak" ucapnya sambil membungkukan badannya. "Sama-sama, selamat menikmati weekend ya" katanya kepada (Y/n).
"Saya juga mengucapkan hal yang sama kepada anda, Pak... Terimakasih banyak" katanya sambil mengembalikan posisi badannya seperti semula. Kemudian (Y/n) pergi dari ruangan dan memikirkan apa yang baru saja ia dapatkan.
(Y/n) berjalan santai di lorong sambil memikirkan apa yang terjadi. Dia kembali ke kelas dan menemukan anak-anak perempuan yang ada di sana. "Kalian?" sontak (Y/n) dengan kaget saat memasuki kelas. "(Y/n)! Kau lama sekali sih! Ayo pulang bareng yuk!" ucap Mina yang kemudian diangguki yang lainnya. Setelah itu (Y/n) teringat akan janji pulang bareng mereka.
"Ah, iya! Ayo!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Akhirnya, (Y/n)! Kalau begitu ayo kita pulang bersama" ucap Yaomomo dengan antusias seperti sedang menantikan sesuatu. "Bagaimanapun kami harus membuat kenangan bersamamu yang akan pergi ke WHS" balas Jirou dengan nada merendah. (Y/n) tersenyum kecut, "Iya kau benar"jawab (Y/n) dengan sedikit sedih.
Dengan cepat atmosfer sedih itu berubah lagi dikarenakan mereka yang ingin menikmati waktu bersama (Y/n) si murid yang akan pindah sekolah nanti.
"(Y/n)-chan aku sudah membawakan tasmu. Kero" ucap Tzuyu sambil memberikan tasnya. "Ah, arigatou!" jawab (Y/n) dengan senyum cerianya. "Are? Kau ditembak lagi, ya? (Y/n)?" tanya Uraraka setelah melihat ke arah hadiah.
Uraraka berpikir seperti itu dikarenakan popularitas (Y/n) yang sangat menyebar luas di U.A.
"Ah, maksudmu kado ini?" tanya (Y/n) sambil mengangkat kotak kadonya. Uraraka mengangguk, "Sepertinya cowok yang kali ini menembakmu sangat terampil ya" celetuk Jirou sambil memerhatikan kotaknya secara seksama.
"Ah... Mungkin? Tapi jauh daripada yang kalian kira" (Y/n) menghentkan perkataannya sebentar karena ia harus memasukkan surat dan kotak hadiahnya kedalam tas. "Aku dapat ini dari WHS" ucap (Y/n) dengan canggung.
(Y/n) yang tadinya ingin merahasiakannya, kini ia tidak bisa merahasiakannya karena prinsip hidupnya yaitu kejujuran. Mereka yang mendengar hal itu langsung tersentak kaget, "(Y/n)? Itu dari WHS?!" pekik Mina. "Wah! Liat dong!" ucap Toru yang diangguki oleh yang lain terkecuali Jirou.
(Y/n) tertawa kecil melihat mereka, "Kalian ini... (Y/n) udah masukin hadiah itu ke tas loh" celetuk Jirou. Setelah itu mereka menyadari tingkah tidak sopan mereka, (Y/n) tertawa gemas melihat tingkah mereka. "Maaf, (Y/n)!" ucap Mina yang kemudian menyatukan telapak tangannya membentuk pose tangan yang sedang memohon.
(Y/n) tertawa lagi sambil membuka tasnya, "Tak apa kok!" ucap (Y/n) yang kemudian mengambil lagi hadiahnya. "Nah, ini" ucap (Y/n) sambil memberi lihat kotak hadiahnya. "Pegang aja nggak apa-apa kok" ucap (Y/n) dengan ramah.
"Memangnya boleh begitu?" tanya Uraraka dengan ragu. "Aku udah beri kalian izin kok, lagipula kita kan teman!" ucap (Y/n) pada mereka.
"Kalau begiatu ijin pegang!" ucap Mina sambil memegang kotaknya. (Y/n) mengangguk dengan antusias sambil memindahkan kotak itu ke tangan yang berbeda. Mina memegang dengan hati-hati kotak itu.
Yang lain pun ikut melihat karena penasaran. "WHS benar-benar berkualitas ya" ungkap Jirou dengan jujur. "Iya, benar sekali kero" ucap Tzuyu pada mereka.
Mereka menatapi dengan seksama kotak hadiah itu, "Aku belum membuka kotaknya... Karena aku masih memikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya" ucap (Y/n) kepada mereka.
Hal itu tentu saja membuat Mina mengembalikan kotaknya setelah melihat, "Memangnya mereka menyuruhmu apa (Y/n)-san? Apa hadiah itu sebagai tanda negosiasi?" tanya Momo dengan penasaran. "Sepertinya begitu... Karena aku akan diuji oleh pihak sana" kata (Y/n) dengan canggung.
"He? Kau diuji lagi?" tanya Totu yang sedikit kaget. "Memang ya... Kualitas WHS tidak bisa diremehkan... (Y/n) yang diundang sebagai pertukaran pelajar saja... Harus melewati banyak ujian dan tes yang berderet" ujar Uraraka.
"(Y/n) akan memasuki sekolah internasional... Karena itu sudah wajar kan?" kata Mina to the point. "Tapi... Aku dengar-dengar ujian dari sana memiliki tingkat kesulitan yang tinggi... Apa kau sudah belajar (Y/n)?" kata Yaomomo dengan perasaan kasihan.
(Y/n) tertawa sambil menutup tasnya, "Sudah kok! Kau tak perlu khawatir... Lagipula yang diuji itu semua bidang mata pelajaran di SMP... Jadi aku sebagai anak SMA nggak perlu khawatir" kata (Y/n).
'Tapi pelajaran SMP juga sedikit sulit' batin mereka terkecuali Yaomomo. "(Y/n) kau perlu bantuan?" tanya Yaomomo padanya. "Ehm... Bukankah itu malah merepotkanmu?" kata (Y/n) dengan perasaan tidak enak.
"Tidak apa-apa! Aku akan mengajarkanmu dengan sepenuh hati!" ucap Yaomomo dengan antusias. "Terimakasih banyak! Yaomomo-san!" ucap (Y/n) sambil tersenyum ceria.
__ADS_1
Tentu saja Yaomomo mau mengajarkan (Y/n) sebagai tanda balas budi dan juga hadiah terakhir sebelum (Y/n) pergi ke WHS. Dan juga, (Y/n) lah yang membuatnya jadi lebih percaya diri dari sebelumnya.
#Pesawat
Mereka berjalan bersama dengan penuh canda dan tawa, untung saja mereka melupakan topik 'sponsor (Y/n)' saat itu. Karena itu (Y/n) sekarang bisa bernapas lega.
"Teman-teman... Sebenarnya aku mempunyai kelebihan undangan menuju I-island yang akan mengadakan pameran" hal itu membuat mereka semua tersentak kecuali Yaomomo sendiri.
"Yaomomo? Kau yakin?" pekik mereka dengan girang secara bersamaan. (Y/n) hanya bisa tersenyum canggung melihat mereka semua yang girang.
"(Y/n) dostano?" tanya Momo padanya. "Ah! Nggak apa-apa! Aku juga kaget" ucap (Y/n) dengan canggung. "Namun, aku hanya memiliki 2 kelebihan undangan" lanjut Momo kepada mereka. Tentunya, mereka semua terdiam membatu.
"Kalau begitu kita lakukan undian saja!" kata Toru memutuskan. "Ide bagus!" ucap mina dengan semangat.
"Aku yakin, kalau keberuntunganku bagus!" ucap Toru juga. "Chottomatte, minna-san... Apa ini sama sekali tidak apa-apa?" kata Yaomomo dengan perasaan tidak enak. Semuanya mengangguk terkecuali (Y/n).
Hal itu membuat mereka semua tertuju pada (Y/n). "(Y/n) apa itu tidak apa-apa?" kata Yaomomo dengan ragu. Kemudian (Y/n) sadar dari lamunannya, "Ah! Iya! Tak apa!" kata (Y/n) secara tiba-tiba.
Yang lain hanya bisa tertawa melihat tingkah (Y/n) yang kaget itu... "Eh, eto... Hari itu juga... Aku sudah mendapatkan undangan yang serupa... Karena itu aku masih memikirkan secara dua kali untuk ikut" ucap (Y/n) dengan canggung.
"He? (Y/n)! Kau ini selalu membuat kaget saja!" ucap Mina dengan perasaan sedikit iri. "Aku jadi iri padamu!" lanjut Toru.
"Eh? Biasa-biasa aja kok!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Bukankah kau juga memiliki ujian WHS (Y/n)-chan?kero" tanya Tzuyu. "Ehm... Sebenarnya," kata (Y/n) sambil melihat ke arah lain karena malu untuk mengungkapkan yang sebenarnya.
//In Another Side
"Kau sudah memberikan imbalan yang sangat banyak untuk si anak pertukaran pelajar itu kan?" tanya Robbert Miller si Kepala sekolah WHS. "Iya... Saya sudah memberikannya juga kartu black card yang bisa dipakai selama ia berada di I-island" jawab si koordinator WHS.
Robbert Miller memasang senyum licik, "Bagaimanapun kau sudah memastikannya agar dia menerima tawarannya?" tanyanya. Si Koordinator itu mengangguk...
"Baiklah, kau boleh pergi" ucapnya kepada si Koordinator. 'Yukami... Quirk evolusi cahaya yang hebat dari semua quirk cahaya yang ada... Aku harus mendapatkan anak itu untuk langkahku selanjutnya, bagaimanapun juga aku juga harus mengetahui kemampuannya dan juga spesialisasinya' batin Robert.
//Back to (Y/n) side : 3 R.d. Person P.O.V.
(Y/n) menjelaskan semua yang terjadi kepada mereka, tentu saja mereka sedikit kaget dikarenakan keinginan WHS yang sangat berambisi. 'WHS benar-benar menginginkan (Y/n) ya' begitu kira-kira yang ada di batin mereka.
"Kalau begitu kalian mau ngundi kan?" ucap (Y/n) langsung kepada mereka. "Iya, undiannya gimana ya?" balas Uraraka. "Bagaimana kalau kertas gunting batu, kero?" usul Tzuyu. "Ide bagus" lanjut Jirou. "Sepertinya aku butuh alat peraga untuk memeragakan kertas, gunting dan batu" kata Toru sambil berpikir keras.
(Y/n) dan Momo melihat satu sama lain dan tersenyum, "Serahkan saja pada kami" ucap mereka berdua secara bersamaan. Singkat cerita, setelah Toru memiliki alat peraga yang dibuat oleh (Y/n) dan Yaomomo. Yang beruntung hanyalah Uraraka dan Jirou yang bisa menikmati pameran di hari pertama. Sisanya hanya bisa meratapi keberuntungan mereka.
"Kalau begitu (Y/n)... Apa WHS sudah menentukan jadwal keberangkatan pesawat?" tanya Yaomomo. "Ehm, belum" kata (Y/n).
"Ah... Besar kemungkinan kita akan memiliki jadwal penerbangan yang berbeda" ungkap Mina dengan sedih. "Iya, benar! Aku agak putus asa...!" lanjut Toru.
(Y/n) tersenyum, "Akan kuajukan kepada mereka... Karena itu kalian tenang saja" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "(Y/n)...!" gumam mereka berdua dengan terharu. (Y/n) tertawa gemas melihat tingkah temannya itu.
***
Sesuasana penerbangan yang tenang dengan irama candaan anak-anak perempuan. Kini, (Y/n) dan teman-temannya itu berada di jadwal penerbangan dan di pesawat yang sama. Setelah (Y/n) menerima tawaran WHS, (Y/n) juga meminta WHS agar bisa memesankan pesawat dengan jadwal yang sama dengan teman-temannya.
Tentu saja, WHS menyetujuinya dikarenakan (Y/n) sangatlah penting bagi mereka.
"Teman-teman! Lihatlah itu!" ucap Mina yang melihat jendela di samping. "Kita sudah dekat ya?" sambung uraraka yang juga duduk di pinggir sambil melihat jendela pesawat. "Iya, tapi (Y/n)-chan apa kau tak apa? kero" tanya Tzuyu kepada (Y/n) yang menegang. "Ah! Aku tak apa!" ucap (Y/n) dengan wajah yang memaksan senyum di saat wajahnya itu memucat. "(Y/n), apa kau sakit? Nanti kau nggak usah ikut pameran dan istirahat saja ya?" tanya Jirou yang merasa kasihan padanya. "Ah, sama sekali tidak apa-apa kok! Aku bisa! Lagipula aku kan memang ada urusan dengan WHS" ucap (Y/n) sambil kembali memasang mode fotosintesis.
"Eh iya juga... Aku sempat lupa dengan (Y/n) dan ujiannya" gumam Toru. (Y/n) mengangguk, wajahnya yang tadi memucat kembali cerah saat ia menggunakan fotosintesis. "Iyap! Maka dari itu, aku pasti bisa!" ucap (Y/n) sambil tersenyum lebar.
Sedangkan Yaomomo hanya bisa menatap (Y/n) dengan sedikit sedih. "(Y/n)... Apa kau sama sekali tak apa?" tanyanya.
"Tak apa Yaomomo-san! Aku sama sekali tidak apa!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. 'Ya... Tapi aku tidak bisa menjamin kalau aku akan ikut pergi ke pesta... Melakukan mode fotosintesis di pesawat memang sangat tidak enak... Dan lagi daya kehilangan energi itu cepat sekali... Apakah mungkin karena gravitasi? Apa ini adalah hal yang bagus untukku tanyakan kepada Uraraka yang biasa menggunakan quirknya?' batin (Y/n).
'Aku samarkan saja deh pertanyaannya...' batin (Y/n). "Ochaco-san" panggil (Y/n) dengan lembut padanya. "Ya?" balasnya sambil memunculkan badannya ke atas kursi untuk menjawab (Y/n).
"Oh iya!" ucap (Y/n) dengan mode cerianya. "Ngomong-ngomong uraraka-san... Jika kau memakai quirkmu untuk terbang di udara... Apakah memang quirkmu akan menyerap beberapa bobot energi untuk memudahkan kamu terbang di udara? Aku penadsara!" ucap (Yn) dengan nada andalannya. Tentu saja hal itu membuat mereka sedikit gemas dengan tingkah laku (Y/n) dan melupakan kejadian (Y/n) yang sebelumnya.
Kejadian sebelumnya? Tentunya kejadian dimana (Y/n) sempat mabuk di udara. "Ah... Kalau itu sudah jelas..." ucap Uraraka dengan singkat. (Y/n) merasa sedikit kecewa karena tidak ada penjelasan. Kini, dia harus kembali menyelesaikan suatu puzzle di otaknya.
Awalnya (Y/n) tidak mau menggunakan otaknya untuk berpikir dan memecahkan masalah sebelum gladi bersih... Namun, dia kini sedikit terpaksa untuk membuat pilihan.
Diantara cari kebenarannya sekarang atau tunda untuk nanti.
Uraraka duduk langsung ke kursinya setelah dia merasa sedikit tidak enak kepada (Y/n) yang tiba-tiba terdiam. Namun, (Y/n) yang meminta maaf karena pertanyaan yang mendadak kepadanya itu membuat dirinya melupakan rasa bersalah.
"Aku rasa, kemampuan Ochaco-san memang berhubungan dengan pengurangan daya energi. Menurut hipotesaku dan beberapa teori yang ada, tindakan untuk menolak gravitasi adalah hal yang dapat membuat manusia kehilangan beberapa bobot energi. Ini dikarenakan tekanan yang berbeda... Bukankah begitu?" ucap Yaomomo dalam mode pintarnya. (Y/n) merasa sedikit kaget dengan penjelasan Yaomomo.
Namun dia sadar... Kalau untuk saat ini (Y/n) lebih baik mengontrol diri agar dirinya itu tidak mudah terbaca. Bagaimanapun... Jika dia tidak menjaga dirinya, hal itu membuat dirinya gampang terbaca 'kalau dirinya itu benar-benar tidak kuat dengan keadaan di pesawat'
Dan... Dirinya yang terlihat seperti 'orang yang kelihatannya memaksakan untuk beradaptasi menggunakan mode fotosintesis yang terbatas'
"Begitu ya rupanya? Terimakasih atas jawabannya Ochaco-san, Yaomomo-san!" ucap (Y/n) dengan ceria.
#I-Island
Kota bergerak buatan yang dihuni oleh lebih dari sepuluh ribu ilmuwan, I-Island. Pulau ini dibuat bisa bergerak untuk melindungi para ilmuwan dan hasil penelitian dari para penjahat. Dan merupakan tempat yang populer saat ini dan memiliki teknologi canggih dan sistem kemanannya seketat penjara tartarus... Dan selama itu tidak ada tindak kejahatan disini. Itulah tempat tujuan (Y/n) dan teman-temannya.
'Sesaat lagi, kami akan melakukan pemeriksaan pengunjung'
'Pemeriksaan pengunjung selesai'
'Saat ini di I-island sedang ada pra pembukaan pameran yang menampilkan hasil dari berbagai penelitian dan pengembangan'
'Jika anda memiliki undangan, sihlakan datang ke pameran tersebut'
Pemandangan yang sangat cerah memenuhi mata mereka semua, I-Island... Kota yang ditinggali oleh berbagai Ilmuwan itu benar-benar sangat worth-it untuk dikunjungi dan didatangi.
"Ini dia! I-Island!" ucap Toru dengan antusias. "Yeah!" lanjut Mina.
Sedangkan (Y/n) dia kini kaget dikarenakan intensitas cahaya yang sangat tinggi disini. Tentu saja... Hal itu membuatnya langsung menyerap cahaya sebanyak-banyaknya. Ini juga merupakan salah satu pencegahan agar (Y/n) bisa bertahan sampai sore nanti.
(Y/n) menarik nafas dalam-dalam agar dirinya bisa bertahan dari keadaan mabuk udaranya.
Tentu saja, Jirou yang peka akan keadaan itu langsung menanyakan keadaannya. "(Y/n)-san kau tidak apa-apa?" tanya Jirou. Hal itu juga membuat yang lain khawatir dengan keadaan (Y/n). "Ah... Tidak apa!" ucap (Y/n) kepadanya. "Kalau begitu... Aku pergi dulu?" ucap (Y/n) kepada mereka.
"Ah... Kita memang harus berpisah sekarang ya?" balas Uraraka. "Apa maksudmu kita berpisah lagi? Kita kan akan bertemu lagi nanti, yey!" ucap (Y/n) dengan senang. Hal itu tentu saja membuat atmosfer yang tadiya tenang menjadi ceria lagi.
"Kalau begitu aku akan telepon nanti? Kalau ada waktu aku juga akan pergi ke tempat kalian deh!" kata (Y/n). "Tapi kau nggak berjanji kan?" tebak Jirou. (Y/n) hanya bisa tertawa dengan canggung.
Setelah basa-basi dan pamit, (Y/n) pergi ke tempat tujuannya yaki Gedung Metro.
#Gedung Metro, I-Island (08.30 Am) -(Y/n) P.O.V.
1 langkah, 2 langkah... Kembali aku menghitung langkahku menuju gedung metro. Dikarenakan keadaan yang tadi aku alami di dalam pesawat. Aku jadi kewalahan dalam mengatur energi dalamku. Aku pun dapat mengakui kelemahanku jika sedang berada di udara... Dulu pun aku begitu, tapi bedanya. Dulu aku belum menguasai mode fotosintesis untuk menjaga energi. Dan ini merupakan kali pertama aku menggunakan mode itu... Dan tentu saja itu meleset dari dugaanku.
"Ini benar-benar gawat" gumamku pelan. Setelah itu aku dapat melihat gedung tinggi yang mewah, kupandangi sebentar disaat aku menghentikan langkahku.
Aku yakin, inilah Gedung Metro yang dimaksudkan oleh mereka. Kupandangi ponselku sekali lagi untuk memastikan Gedung ini sama seperti yang ada di internet.
"Permisi" ucapku kepada penjaga yang berada disana. "Ah, iya.. Ada yang bisa dibantu?" tanya nya dengan ramah.
__ADS_1
"Apakah ini Gedung Metro?" tanyaku padanya. "Iya, dek. Adek punya urusan apa?" katanya. "Karena Gedung ini tidak bisa ditangi oleh sembarang orang" katanya dengan tegas.
"Sebenarnya saya adalah anak yang akan menjalankan gladi bersih ujian disini" hal itu membuatnya tersentak kaget. Apa dia tidak tahu? Bukankah seharusnya dia sudah tahu? Itulah yang ada di pikiranku secara sekilas.
"Apa kamu anak yang bernama (Y/n) (L/n)?" tanyanya kepadaku dengan tatapan mata yang sebelumnya tegas menjadi ramah kembali. "Iya benar, itu nama saya... Apakah pihak WHS sudah mengonfirmasikannya?" dia mengangguk.
"Maaf atas ketidaksopanan saya... Lagi-lagi saya bersikap tegas kepada para tamu" katanya dengan perasaan menyesal. "Itu sama sekali tidak apa kok, Pak! Saya dapat memakluminya" balasku sambil memasang senyum ramah.
Bagaimanapun Pak penjaga ini sudah bekerja dengan sangat keras untuk menjaga pintu masuk. "Untuk memastikan bolehkah anda menunjukkan kartu pelajar? Saya sengar U.A juga memiliki kartu pelajar kan?" aku mengangguk.
Untung saja aku selalu membawa kartu pelajarku kemana-mana. Kalau saja aku tidak membawanya mungkin aku tidak bisa masuk.
3 R.d. Person P.O.V. //Bakugou Side
Saat itu Bakugou juga datang ke I-Island dikarenakan undangan yang ia dapatkan dari festival olahraga. Dia datang kesini dikarenakan rasa penasarannya mengenai penelitian yang dilakukan oleh para Ilmuwan di pulau ini.
"Bakugou, kau ingin melihat pra pembukaanpameran?" tanya Kirishima padanya. "Besok aja" kata Bakugou dengan tenang.
Sebelum mereka berdua check-in penginapan... Tentunya Bakugou yang penasaran itu berjalan-jalan keliling pulau. Dan mengikuti sebuah acara pengujian dimana dia harus meledakkan para robot.
#Skipped Time (12.30 Am)
Saat itu WHS juga sudah memberikan (Y/n) konsumsi untuk pulang. Dan tentu saja (Y/n) juga diberikan undangan untuk mendatangi pesta nanti malam. Keadaannya yang sekarang sudah agak membaik, membuatnya membulatkan tekad untuk mendatangi pesta nanti malam.
(Y/n) yang baru menyelesaikan Gladi bersih itu keluar dari Gedung sambil menarik nafas lega.
Kemudian membuka ponselnya dan menelpon teman temannya. Telepon itu pun diangkat oleh Yaomomo yang kini berada di arena tantangan. "Halo, (Y/n)?" kata Yaomomo sambil mengangkat teleponnya. "Halo, momo! Aku sudah selesai melakukan urusanku. Kalian ada dimana?" tanya (Y/n) padanya.
"Kami di area tantangan tengah kota. "Tengah kota? Bisakah kau membagikan lokasimu Yaomomo?" tanya (Y/n) kepadanya. "Baiklah aku akan membagikannya, (Y/n)-san" ucap Yaomomo padanya. "Terimakasih, Yaomomo!" ucap (Y/n) kepadanya.
"Sama-sama (Y/n)-san! Kalau begitu biar aku tutup teleponnya dan membagikannya padamu ya?" ujar Yaomomo dengan ramah. "Yap, ditunggu ya Yaomomo-san!" balas (Y/n) lagi.
Setelah itu Yaomomo mematikan teleponnya dan mengirim lokasi, "Apa (Y/n) sudah selesai?" tanya Uraraka padanya.
"Iya, karena itu aku ingin membagikan lokasiku padanya" balas Yaomomo padanya. Kebetulan, saat itu Bakugou sedang mengamuk dengan apa yang terjadi. Todoroki yang baru saja datang dan langsung mencuri peringkatnya, dan Midoriya yang hampir mendekati peringkatnya itu membuat Bakugou mengamuk sampai tersorot di layar. Karena itu para anak laki-laki berusaha untuk menahan Bakugou dari amarahnya. Setelah (Y/n) mendapatkan lokasinya dia langsung pergi tanpa memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Memang itu bisa dibilang kejadian yang tak disengaja, "Teman-teman... Apa kalian mau menunggu (Y/n) sebentar? Sepertinya sebentar lagi dia akan datang" hal itu membuat Bakugou yang masih mengomel itu terdiam merenungi apa yang ia lakukan pada (Y/n) sebelumnya.
'Aku tidak berkembang, ini semua karena kau!'
'Aku benci kamu!'
Suara yang menggema dari waktu itu, membuat dirinya kesal dan frustasi.
Kemudian Bakugou melepaskan diri dari tahanan Todoroki dan Kirishima, juga Midoriya yang ada di belakangnya. "Aku mau balik" katanya sambil berjalan pergi. "Semuanya!" teriak (Y/n) sambil melambaikan tangannya. Bakugou tersentak saat (Y/n) berada tepat di depan matanya. Mereka berdua sempat melakukan Eye Contact untuk beberapa detik ketika ingin berpapasan.
Waktu berhenti sejenak ketika Bakugou melihat (Y/n) yang melewati dirinya dengan perasaan yang biasa saja. "Untung aku nggak kesasar yey!" lanjut (Y/n) yang kini sudah melewatinya.
"Oh, (Y/n) juga datang?" ucap Todoroki dengan santai. "Sepertinya iya?" lanjut Midoriya.n"Iya, (Y/n) juga datang dikarenakan ada sedikit urusan disini" ungkap Jirou dengan jujur.
Aroma itu, tempo langkah, suaranya, serta mimik wajahnya itu membuat Bakugou sadar kalau dia dan (Y/n) sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Terasa sesak bagi dirinya... Dikarenakan (Y/n) yang mengabaikan dirinya seolah angin lewat.
"Semuanya! Maaf sudah menunggu!" ujar (Y/n) kepada mereka. Bakugou yang memroses apa yang terjadi itu diam sejenak. Hal itu membuat beberapa dari mereka menyadari kalau Bakugou dan sistem otaknya itu sedang rusak.
"Bakubro! Bukankah kau mau pulang?" tanya Kirishima padanya yang menyadari apa yang terjadi. Karena itu lebih baik dia mengajak Bakugou pulang...
"Gimana gladi bersihnya?" tanya Jirou kepada (Y/n). "Lancar jaya! Gila gedungnya bagus banget! Terus aku bisa liat pemandangan yang bagus disana... Kayaknya bagus kalua buat difoto deh!" ucap (Y/n) dengan ceria. Bakugou melihat ke belakang disaat (Y/n) sedang tersenyum ceria, dia melihat secara sekilas lalu pergi. "Oi! Tunggu aku, bro!" kata Kirishima yang mengikutinya. "KAU LAMBAT SIALAN!" protes Bakugou padanya. "Kacchan kau tidak mau ikut kami?" tanya Midoriya dengan kemampuan basa-basinya.
"NGGAK MAU SIALAN! LEBIH BAIK AKU MEREBAHKAN DIRIKU DI KASUR DIBANDING AKU HARUS BERJALAN-JALAN!?!" protes Bakugou lagi. Hal yang sama terasa bagi (Y/n), dirinya itu masih belum bisa melupakan Bakugou secara utuh. Bentakannya itu pun menjadi salah satu hal yang ia rindukan.
Kini, jarak itu semakin melebar di antara mereka... Jarak itulah yang membuat (Y/n) dan Bakugou seolah-olah orang asing yang tidak pernah dekat sama sekali. (Y/n) juga melihat sekilas ke arah Bakugou, lalu dia memasang senyum lebar di depan teman-temannya sebagai tanda bahwa ia benar-benar senang.
Namun kenyataan menyadari (Y/n) untuk mengenyampingkan itu semua. Dia menggunakan quirknya untuk ke sekian kalinya agar dia bisa mengisolasi perasaan sedihnya itu.
"(Y/n), disana banyak banget yang terjadi ya?" tanya Uraraka padanya. (Y/n) mengangguk dengan antusias, "Iya! Tapi..." kemudian (Y/n) menghentikan perkataannya. "Kenapa, (Y/n)-san?" tanyanya pada (Y/n). 'Aku mau cari Takoyaki.. Kira-kira ada nggak ya? Nanti aja deh nanyanya' batin (Y/n) secara sekilas.
"Tidak apa-apa nanti saja, ngomong-ngomong gadis ini siapa? Imut banget!" ucap (Y/n) yang mendekati Melissa kenalan Midoriya.
"Ah, kamu juga murid U.A?" tanyanya pada (Y/n). (Y/n) mengangguk dengan antusias untuk kedua kalinya, "Perkenalkan aku (Y/n) (L/n)!" kata (Y/n) sambil tersenyum ceria. "Ah iya, Melissa-san... Dia juga salah satu teman sekelasku" ucap Midoriya sambil memperkenalkan. "Eh... Midoriya-kun, apa ini kenalanmu?" tanya (Y/n) padanya. "Ah, iya" ucap Midoriya dengan canggung.
(Y/n) tersenyum, "Salam kenal!" lanjut (Y/n) sambil membungkuk. "Salam kenal, (Y/n)-san! Aku Melissa shield" katanya juga sambil memperkenalkan diri. Namun dia yang kebingungan itu membuat dirinya juga membungkuk sedikit dengan canggung.
"Ah, maaf! Aku membuatmu sedikit canggung ya?" tanya (Y/n) sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal. "Nggak kok! Kau ini memiliki kesopanan yang bagus ya?" katanya sambil menyipitkan matanya dan tulang pipiny itu naik membuat senyum yang indah.
"Benarkah? Tapi, saya rasa saya masih butuh banyak belajar soal itu" ucap (Y/n) yang kemudian mengembalikan posisi tubuhnya dan memasang senyum. Setelah itu, (Y/n) merasakan seluruh hormon bahagia memenuhi dirinya dengan cepat.Mulai dari jajan gulali di pinggir jalan, tertawa bersama teman-temannya, dan membuat foto-foto kenangan.
Waktu berjalan begitu cepat, hingga langit berubah menjadi warna oranye.
'Hari ini, pameran akan tutup pukul 18.00'
'Terimakasih telah datang berkunjung'
"Mineta, Kaminari! Terimakasih atas kerja samanya" ucap Midoriya kepada mereka sambil melambaikan tangan. "Iyap! Kerja bagus!" lanjut (Y/n). Mereka sediit tersentak melihat (Y/n) setelah sekian lama tidak melihatnya. "(Y/n)?!" pekik mereka dengan kaget.
"Halo? Kejutan!" ucap (Y/n) dengan senang. "Kalian sudah bekerja keras ya?" lanjut Iida kepada mereka. Kemudian Iida memberi lihat dua tiket undangan kepada mereka. "Apa ini?" tanya Mineta padanya.
"Undangan untuk menghadiri pesta resepsi" ucap Yaomomo pada mereka.
"Pesta..?" tanya Mineta sambil memegangi tiketnya. "Untuk kami berdua?" tanya Kaminari. "Melissa yang memberikannya" kata Jirou. "Ia ingin kalian sedikit bersenang-senang" lanjut Urarak. "Ada kelebihan undangan sih, kalua mau pakai saja" ucap Melissa dengan malu.
"Kaminari..!" ucap Mineta. "Mineta!" lanjut Kaminari. Kemudian mereka menangis terharu di tempat karena kebaikan hati Melissa. "Kudengar pesta itu juga akan dihadiri oleh beberapa pahlawan professional. Agar tak mempermalukan nama baik U.A, pakailah baju formal dan mari kita hadiri pesta bersama-sama!" ucap Iida pada mereka semua.
"Kita akan berkumpul pukul 18.30 di lobi Menara pusat! Harus datang tepat waktu, aku yang akan memberitahu Todoroki dan Bakugou! Baiklah, bubar!" katanya sambil berlari pergi.
"Sampai jumpa lagi ya!" ucap Uraraka kepada Midoriya dan Melissa yang pergi kea rah yang berbeda. Kemudian mereka berpisah. Namun di tengah jalan, di saat (Y/n) dan teman-temannya berjalan beberapa langkah... (Y/n) menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal.
"Teman-teman... Aku angkat telepon dulu ya" ucap (Y/n) kepada mereka. Kemudian mereka berhenti dan mengangguk, "Ah! Sambil jalan saja tak apa kok!" ucap (Y/n) kepada mereka. "Baiklah, (Y/n)-san" jawab Yaomomo yang mempersihlakannya.
"Halo, ada yang bisa dibantu?" kata (Y/n) dengan nada yang ramah. "Halo, Nona (Y/n)! Ini dari WHS... Bisakah kau datang lagi ke Gedung metro? Ada hal yang perlu kami sampaikan kepadamu" ucap seorang Wanita dalam telepon.
"Ah... Baiklah, apakah harus sekarang?" tanya (Y/n) sambil menghentikan langkahnya. Hal itu tentu saja membuat mereka bingung dan ikut-ikutan berhenti.
"Iya, benar... Apa tidak apa-apa, nona (Y/n)?" tanyanya. "Ah, tidak apa-apa saya akan segera kesana" ucap (Y/n) memutuskan. Setelah berpamitan lewat salam penutup, (Y/n) mematikan panggilannya.
"Teman-teman... Maaf, aku sepertinya tidak bisa pulang bersama kalian... Aku akan menyusul oke?" kata (Y/n) dengan canggung. "He? Kenapa?" pertanyaan Jirou itu kemudian diangguki oleh Uraraka. "WHS menelponku... Mereka bilang ada yang harus kuurus" ucap (Y/n) pada mereka.
"Jadi... Apakah tidak apa-apa aku menyusul?" tanya (Y/n) kepada mereka. "Tidak apa kok, (Y/n)! Nanti kabarin lagi ya" ucap Yaomomo kepada (Y/n). Ia mengganggukan kepalanya dan pamit.
(Y/n) berjalan menjauh untuk pergi ke Gedung Metro, terdengar suatu langkah yang mengikutinya. (Y/n) yang penasaran itu melihat ke belakang untuk memastikan...
Di sela ia ingin melihat ke belakang, ada sebuah tangan yang sangat cekatan yang menodongnya dengan pisau di lehernya. Tentu saja hal itu membuat (Y/n) kaget, aliran darahnya yang tadinya tenang itu menjadi tegang dikarenakan kejutan itu.
"Tetap lihat ke depan kalau kau mau selamat"
-To Be Contunied to Bonus Chapter #2
Halo gais~ Makasih udah mau baca^^
__ADS_1
//Berhubung naskahku udah ada stok jadi aku balik up tiap hari ya