Berbagi Cinta : DUA CINCIN

Berbagi Cinta : DUA CINCIN
Keputusan Danu


__ADS_3

...Part ini sudah direvisi....


.


...***...


Danu membawa Raffi ke rumah kedua orang tuanya. Dia sengaja menjemput Raffi yang tengah bermain di taman komplek tempatnya tinggal bersama pengasuhnya.


Danu menyetir sambil menekan angka di ponselnya.


“Pak Bram, tolong siapkan berkas perceraian dan hak asuh anak atas nama saya. Untuk detailnya akan kita bicarakan di rumah orang tua saya.”


“....."


“Baik, terima kasih.”


Pengasuh Raffi terkejut mendengar apa yang baru saja dia dengar dan hal itu tidak luput dari perhatian Danu.


“Kamu tidak perlu terkejut, kamu akan tetap saya pekerjaan untuk mengasuh Raffi hingga dia bisa mandiri. Jadi jangan khawatir.”


Ada kelegaan yang Danu lihat di mata pengasuh anaknya. Bagaimanapun Danu tidak akan marah atau melakukan hal yang merugikan orang yang tidak bersalah. Tidak lagi. Dia tidak akan pernah mengulangi kesalahan di masa lalu, perlakuan tidak adil seperti yang pernah dia lakukan terhadap Ayu.


Danu tersenyum miris, mungkinkah ini karma baginya karena telah mengkhianati pernikahan mereka dulu dan juga hukuman atas perbuatan tidak adilnya terhadap Ayu.


Yang ada dipikirannya saat ini adalah bagaimana caranya menjelaskan ini semua dan meminta maaf kepada Ayu.


Sedangkan untuk bertemu saja, Danu sudah diliputi rasa bersalah dan malu yang sedemikian besar.


Sesampainya di kediaman orang tuanya, Danu memerintahkan kepada pangasuh Raffi untuk membawa anaknya ke lantai atas. Ada hal penting yang harus dia bicarakan kepada kedua orang tuanya.


Baru saja Danu hendak mencari kedua orang tuanya, Bu Wati datang dengan wajah kesal dan sepertinya Danu tahu penyebabnya.

__ADS_1


“Kamu apa-apaan, Dan? Kenapa mau menceraikan Rika, karena perempuan mandul itu! Ibu tidak akan membiarkan ini terjadi. Tidak akan pernah!” ujar Bu Wati penuh penegasan.


Rahang Danu mengeras mendengar perkataan ibunya, sedangkan sang Ayah hanya diam menunggu penjelasan dari anaknya.


“Suka, tidak suka. Danu akan tetap menceraikan Rika secepatnya, hak asuh Raffi juga akan aku urus. Pak Bram, akan ke sini untuk mengurus semuanya berkasnya.”


“Apa kamu lebih memilih kembali kepada perempuan mandul itu daripada mempertahankan pernikahanmu dengan Rika? Jawab ibu, Dan!”


“Cukup! Sudah cukup ibu menghina Ayu.”


“Kamu berani membentak ibu—”


“Itu karena ibu menghina Ayu, padahal ibu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Andai saja aku tidak menuruti permintaan konyol ibu untuk menikah dengan Rika, aku pasti sekarang masih bahagia bersama Ayu.”


“Kamu menyesal karena menceraikan perempuan mandul itu dan menyalahkan ibu?”


“Bukan Ayu yang mandul, tapi aku!” Suara Danu meninggi dan menggema di seluruh ruangan.


Tubuhnya jatuh terduduk di sofa, bahunya bergetar karena menangis.


Sedangkan Bu Wati terpaku di tempatnya setelah mendengar pengakuan dari sang anak.


“Ka-kamu, apa maksudnya ini? Lalu Raffi...”


Danu menyugar rambutnya frustasi. Menatap mata ibunya.


“Danu yang mandul Bu, kemarin setelah mengetahui semuanya dari Bi Ijah. Danu mendatangi rumah sakit tempat kami melakukan tes kesuburan, Danu dinyatakan tidak bisa memiliki keturunan dan untuk Raffi, Raffi bukanlah anakku. Melainkan anak Rika dengan selingkuhannya.”


Napas Bu Wati tercekat. Baru saja dia ingin mengatakan sesuatu, tapi dadanya terasa sakit dan napasnya sesak. Bu Wati memegangi dadanya dan limbung, Pak Gunawan yang berdiri di sampingnya menangkap tubuh istrinya sebelum jatuh ke lantai.


Danu dan Pak Gunawan panik melihat Bu Wati tidak sadarkan diri. Dibantu oleh supir pribadi, Danu dan Gunawan segera membawa Bu Wati ke rumah sakit.

__ADS_1


Di lain tempat, di kamar yang biasa Rika tempati bersama Danu. Wanita itu tampak begitu kacau. Setelah menelpon ibu mertuanya, mengatakan kebohongan agar Bu Wati mencegah Danu menceraikannya. Rika masih tidak tenang dan tak lama kemudian ponsel miliknya bergetar.


Rika berpikir itu ibu mertuanya, tapi bukan. Itu adalah pesan dari Danu, mengatakan jika ibunya masuk rumah sakit dan menyalahkan Rika atas segalanya. Danu juga akan mempercepat proses perceraiannya.


Rika semakin tertekan. Dia lalu menghubungi Daffa.


Setelah panggilannya tersambung, Rika menangis.


“Mas Danu menceraikan aku.”


“Apa? Bagaimana bisa?”


Rika menceritakan semuanya. Tentang dirinya yang ketahuan berselingkuh dengan Daffa, tentang siapa ayah biologis Raffi.


“Kamu mau kan, nikahin aku Daff? Ayo kita menikah.”


Daffa masih belum menjawab pertanyaan Rika, namun tiba-tiba ...


“Sayang lagi telponan sama siapa sih? Ayo dong, kita lanjutin lagi.” Ujar wanita itu dengan suara manja.


Rika terpaku, dia bukannya tidak mengerti ke mana arah pembicaraan wanita tersebut. Tapi, Daffa? Rika kehabisan kata-kata.


“Nanti aku hubungi lagi”


Tut.


Panggilannya terputus. Daffa memutuskan panggilan tanpa menjelaskan apapun kepadanya. Rika semakin tergugu, memeluk kedua lututnya. Bahunya bergetar karena tangisannya.


Dia bingung, entah bagaimana nasibnya sekarang dan dirinya juga harus dipaksa hidup terpisah dari Raffi anak semata wayangnya.


...****...

__ADS_1


__ADS_2