Berbagi Cinta : DUA CINCIN

Berbagi Cinta : DUA CINCIN
Saling Memaafkan


__ADS_3

...Part ini sudah direvisi...


...***...


“Dokter, dokter tolong!”


Teriakan Daffa ketika memasuki pelataran rumah sakit. Petugas rumah sakit segera membantunya. Dokter memeriksa keadaan Rika yang masih pingsan.


Setelah mendapatkan pengobatan, Rika yang setengah sadar berkata dengan lirih. Meminta tolong pertolongan kepada dokter tersebut.


“Tolong saya dokter, tolong saya.”


Dokter yang mendengar dan melihat kondisi Rika seperti habis mendapatkan tindakan kekerasan segera menghubungi pihak yang berwajib.


Sayangnya Daffa sempat mendengar pembicaraan dokter tersebut.


Secepat mungkin Daffa pergi dari sana, sebelum polisi datang untuk meminta keterangan atau malah menangkapnya.


Dilain tempat. Danu baru saja habis mandi, mendengar nada dering ponselnya segera mengambil ponsel itu dari atas meja.


Ada panggilan masuk dari nomor tidak dikenal.


Siapa? Pikirannya.


Jarinya lalu menggeser tombol hijau.


“Selamat malam, benar ini dengan bapak Danu Gunawan.”


Mengernyitkan alisnya heran mendengar suara seorang pria di ujung telepon.


“Benar, ini dengan saya sendiri. Maaf dengan siapa saya bicara sekarang?”


“Kami dari pihak rumah sakit Citra Medika ingin mengabarkan, jika pasien atas nama Nyonya Rika Pradinda kini tengah berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan.”


“Apa?”

__ADS_1


“Untuk lebih jelasnya, bapak dimohon segera datang ke rumah sakit saat ini. Selain untuk urusan administrasi juga ada pihak kepolisian yang ingin meminta keterangan secara langsung.”


“Baik, saya akan segera ke sana.”


“Baik, Pak. Kalau begitu, selamat malam.”


Tut.


Panggilannya berakhir.


Rika kecelakaan.


Hati Danu resah, ada rasa khawatir dalam dirinya. Mungkin Rika pernah mengecewakan dan membuatnya marah, tapi bagaimanapun dia adalah ibu dari Raffi dan pernah menjadi istrinya. Danu menghela napasnya berat. Dia segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit, tempat di mana Rika berada.


Sesampainya di sana pihak kepolisian meminta Danu keterangan darinya. Menanyakan beberapa hal berkaitan dengan hal yang terjadi kepada Rika.


Polisi dan Dokter mengatakan, jika Rika mengalami kekerasan oleh kekasihnya yang bernama Daffa. Pria itu sempat ingin melarikan diri dari apartemennya, tapi berkat kesigapan petugas kepolisian. Daffa berhasil dibekuk saat tengah berkemas, bersiap untuk pergi.


Kini Rika tengah dirawat, kepalanya terluka akibat terkena benda tumpul. Meskipun sempat mendapatkan jahitan akibat lukanya, tapi tidak ada dampak yang lebih serius. Hanya saja wanita itu masih mengalami trauma.


“Sama-sama, itu sudah menjadi tugas kami.”


Setelah polisi berpamitan, Danu segera mengurusi semua keperluan administrasi mantan istri keduanya itu.


Rika masih terbaring tidak sadarkan diri, mungkin karena pengaruh obat yang diberikan oleh dokter


...***...


“Emh,” suara erangan terdengar dari mulut Rika.


Perlahan matanya mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.


“Kamu sudah sadar?”


Rika tertegun melihat Danu di sana. Air matanya perlahan mengalir, terdengar suara isakan.

__ADS_1


“Mas, aku, aku minta maaf. Maafkan kesalahanku terhadap kamu.” Ujar Rika tulus disertai isakan.


Danu menghela napasnya. Memang bukan kesalahan Rika sepenuhnya, karena wanita di hadapannya ini pun juga korban keegoisan ibunya.


“Aku sudah memaafkan kamu, semuanya sudah berlalu.”


“Terima kasih, a-aku juga mau minta maaf sama A-ayu, Mas.”


Meskipun Danu sedikit terkejut, tapi kemudian dia tersenyum.


“Nanti setelah kamu lebih baik, aku coba ajak Ayu ke sini karena aku juga akan minta maaf sama dia.”


“Keadaan Raffi gimana, Mas? Aku kangen.”


“Dia baik, dan sehat. Aku sudah suruh orangku untuk bawa Raffi ke sini bersama pengasuhnya.”


“Terima kasih, Mas. Maaf kan aku, Daffa—pria itu– tidak sebaik yang aku kira, d-dia selalu menyiksaku.” Bahu Rika semakin bergetar karena menangis.


Danu memegang erat tangan Rika, mencoba menenangkan wanita yang pernah menjadi istrinya itu. Setelah lebih tenang Danu mengatakan, jika dia memberikan rumah serta toko agar Rika bisa memulai kehidupannya lagi.


Untuk hal asuh Raffi tetap pada Danu, tapi dia tetap mengizinkan Rika untuk bisa menengok putranya. Rika berkali-kali mengatakan kata maaf dan terima kasih kepadanya dan berjanji tidak akan mengecewakan Danu untuk kesekian kalinya.


...****...


...Terima kasih sudah membaca ceritaku selama ini, aku berharap kalian akan selalu setia menunggu. Jangan segan untuk memberikan kritik dan saran ya~...


...klik tombol 👍 untuk like...


...klik tombol ❤️ untuk favorit...


...klik tombol 🎟️ untuk vote...


...Nantikan part berikutnya ya~...


...Love,...

__ADS_1


...Zii...


__ADS_2