Berbagi Cinta : DUA CINCIN

Berbagi Cinta : DUA CINCIN
Perubahan


__ADS_3

...Part ini sudah direvisi...


...***...


Hari ini Ayu memasak makanan kesukaan suaminya, kebetulan malam tadi Danu mengabari akan pulang hari ini. Urusannya di luar kota sudah selesai.


Dan tadi siang suaminya mengabari, jika sedang dalam perjalanan pulang. Mungkin menjelang sore atau malam baru sampai di rumah.


Setelah semuanya beres, Ayu menyajikan semua makanan di atas meja dan bergegas mandi membersihkan dirinya. Dia harus berdandan untuk menyambut Danu, dia tidak ingin menyambut suaminya dalam keadaan masih beraroma bumbu dapur.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Ayu bisa mendengar suara mobil memasuki halaman rumahnya, karena kebetulan sedang menonton televisi di ruang keluarga sembari menunggu kepulangan sang suami. Dia segera berlari ke arah pintu keluar, karena begitu tidak sabar menyambut kepulangan Danu.


“Mas Danu, Ayu kangen.” sapa Ayu menyambut Danu dengan memeluk suaminya. Begitu suaminya baru saja turun dari mobil.


Tubuh Danu sedikit limbung karena ketidaksiapan menyambut pelukan Ayu.


“Assalamualaikum.” Danu memberikan salam.


“Waallaikumsallam,” jawab Ayu kemudian melepas pelukannya. “Maaf, lupa salim. Habisnya kangen.” Ayu tersenyum kepada Danu.


Danu hanya terkekeh melihat sikap manja istrinya.


“Masuk yuk, Ayu sudah siapkan air hangat sama makanan kesukaan mas Danu.” Sembari menggandeng tangan suaminya.


Danu mengangguk mengikuti istrinya. Setelah membersihkan diri dan makan malam, Danu bersiap untuk tidur.


“Maaf ya, Ay. Mas lelah banget soalnya.”

__ADS_1


Danu meminta maaf kepada istrinya karena sikapnya yang tadi terlihat begitu dingin saat keduanya makan bersama.


“Iya, nggak apa-apa. Aku ngerti, kok, Mas pasti capek banget. Mas Danu mau Ayu pijatin nggak?”


“Boleh, kalau kamu nggak keberatan.”


“Nggak kok, aku nggak keberatan. Sini, mas baringan. Ayu pijitin biar enakan badannya.”


Entah karena terlalu lelah atau karena memang pijatan Ayu yang enak, Danu tertidur begitu pulas tak lama kemudian.


Ayu mengusap kepala suaminya dengan lembut.


“Mimpi indah ya, sayang.” Kemudian ia mengecup kening Danu dan ikut merebahkan tubuhnya di samping sang suami.


...***...


Entah perasaannya saja atau memang sikap suaminya yang berubah semenjak kepulangannya dari luar kota satu bulan lalu.


Tapi Ayu tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Danu, kadang saat bersama Ayu pria itu sering tak fokus. Danu lebih seringkali melihat ponselnya.


Bahkan akhir-akhir ini ibu mertuanya seringkali menelpon, bisa dikatakan hampir setiap hari.


Apakah ada masalah di perusahaan cabang milik keluarga suaminya? Atau kesehatan mertuanya yang mungkin drop lagi? Pertanyaan itu terus bermunculan di kepala Ayu.


Dan saat dia bertanya kepada Danu, pria itu selalu menjawab.


“Nggak ada apa-apa.” Begitu katanya.

__ADS_1


Danu semakin tertutup kepadanya, berbeda ketika awal-awal pernikahan mereka dulu. Selalu saling terbuka, tapi sekarang suaminya seakan membangun dinding tak kasat mata untuk dirinya.


Karena sering memikirkan perubahan sikap suaminya itu, tak jarang di tempat kerjanya Ayu juga terkadang ikut melamun. Sampai-sampai melakukan kesalahan dalam menulis laporan. Untung saja atasannya adalah Raka. Seandainya orang lain, mungkin Ayu sudah diomeli habis-habisan dan diberikan surat SP.


... ***...


Jari ini tubuhnya sangat lelah, Ayu segera menjalankan mobilnya menuju rumah agar bisa segera mandi dan berendam air hangat agar pegal di tubuhnya berkurang.


Begitu sesampainya di rumah, dia belum mendapati keberadaan suaminya.


Dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan segera membersihkan dirinya.


Begitu selesai, dia mengecek ponselnya. Takut suaminya menghubunginya.


Dan benar saja, ada panggilan masuk yang tak terjawab dan pesan dari suaminya.


Danu


Ay, jangan tunggu Mas pulang. Mas saat ini sedang pergi keluar kota. Ada urusan mendadak, maaf baru mengabari.


Ayu hanya bisa mengehala napasnya, begitu melihat pesan sang suami.


Tadinya dia hendak menelpon, tapi dia urungkan niatnya. Jadi dia hanya mengetik pesan balasan yang ditujukan untuk suaminya.


^^^Ayu^^^


^^^Iya, Mas. Bawa mobilnya hati ya, sayang❤️^^^

__ADS_1


Dia segera merebahkan tubuhnya, melewati makan malam yang karena nafsu makannya menguap entah kemana saat membaca pesan masuk dari suaminya tadi.


...****...


__ADS_2