
Setelah acara jual beli selesai, dengan disaksikan oleh pak RT dan lima warga lainnya. para warga itu pun langsung membubarkan diri. Sementara mereka kembali masuk kedalam rumah itu. saat masuk kedalam ayu mulai ngomong.
“kak, kenapa harga jual rumah ini sangat murah ? dari sudut pandang aku, rumah ini bisa berkisar miliaran. Tapi kok Cuma 300 aja ?” protes ayu tidak mengerti. sebenarnya Ayu ingin menyadarkan Satya. bahwa Ayu tidak nyaman berada di rumah itu. dari sudut pandang saja Ayu sudah dapat menebak kalau rumah itu dihuni oleh makhluk tak kasat mata.
“ bagus dong.. jadi kita tidak perlu bayar mahal.” uCapnya bercanda.
mendengar ucapan Satya sukses membuat Ayu menjadi kesal.
“ ta-tapi menurutku, rumah ini agak kurang sedikit nyaman.” Kali ini sepupu ayu yang bersuara. Iya juga dari tadi merasa tidak nyaman dengan rumah itu. entah apa yang terjadi dengan mereka, seolah kedua perempuan itu peka terhadap lingkungan rumah itu. serta aura yang dipancarkannya. mendengar penuturan Mbak Endah, Satya pun menyela, sepertinya Satya memang benar menutupi sesuatu.
“mungkin karna lama tidak ditinggali saja kak.” Katanya. Padahal ia sepertinya mengetahui sesuatu. setelah mereka bercakap-cakap membahas mengenai rumah itu, akhirnya saat dia mengajak mereka pulang ke kos.
Pov satya
Hari ini, aku berencana mengajak ayu untuk membeli rumah di sebuah lokasi. Menurut penerawanganku di jauh-jauh hari, ada sebuah rumah kosong yang tak jauh dari tempat tinggal kami ini, palingan dapat di tempu selama 5 menit jika menggunakan kendaraan umum. dan sepertinya rumah itu tidak ditempati karena memiliki kesan misterius. aku dapat menangkap aura yang berasal dari rumah itu. aku pun segera mengutarakan niatku kepada Ayu.
“yu.. hari ini, kita cari rumah ya. Ngak enak nompang terus dirumah pak kos kamu. Apa lagi, mata-mata tetangga, seperti ingin menelan kita saja.” Ucapku sambil bercanda. Tak kusangka ternyata Ayu menyambut baik niatku itu. Ia pun langsung merespon.
“baiklah.. kemana kita akan mencari rumah yang kamu inginkan.” Tanyanya padaku.
“kamu ikut saja, tak jauh dari sini ada rumah yang dijual murah.” Ucapku padanya. Ia pun setuju dan menyerahkan semuanya kepadaku. setelah kami sama-sama setuju, akhirnya, kami bersiap-siap, kami pun pergi ketempat yang akan kami tuju.
Disini kami tidak pergi berdua melainkan ada sepupu ayu juga. Kami pergi dengan menaiki angot saja, selama beberapa jam akhirnya kami smpai di tempat.
Saat kami sampai disana. Kulihat tatapan ayu, menyiratkan ketakutan. aku berpikir barangkali Ayu merasakan sesuatu. Tapi aku berusaha menutupinya.
Mungkin dia mengetahui sesuatu tentang rumah ini, namun aku berusaha untuk menutupinya dulu agar ia mau dan setuju aku membeli rumah ini. Karena aku punya rencana sendiri.
__ADS_1
Singkat cerita, akhirnya rumah itu berpindah tangan, dan jadilah rumah itu milikku seutuhnya. sebelum pergi, kami masuk kembali kedalam rumah. Melihat apa yang perlu kami bersihkan dan siapkan nanti. Tapi tiba-tiba ayu bersuara.
“kak, kenapa harga jual rumah ini sangat murah ? dari sudut pandang aku, rumah ini bisa berkisar miliaran. Tapi kok Cuma 300 aja ?” protesnya padaku. Aku pun menanggapinya, berusaha mengalihkan pertanyaannya itu dengan memberikan pengertian.
“ bagus dong.. jadi kita tidak perlu bayar mahal.” uCapku bercanda.
sebenarnya ayu sedikit memberikan atau menunjukkan perasaan bahwa ia tidak setuju Kalau aku membeli rumah ini. ada perasaan curiga yang berasal dari sorot matanya.
“ tatapi menurutku, rumah ini agak kurang sedikit tidak nyaman.” Kali ini sepupu nya yang bersuara. Aku pun berkilah, jangan sampai ayu menyadarinya, namun sepertinya insting mereka cukup kuat. walaupun begitu aku tetap berusaha menghalau perasaan mereka itu.
“mungkin karna lama tidak ditinggali saja kak.” Ucapku lagi. Padahal aku hanya menutupi fakta yang ada. Aku punya rencana sendiri, karna sepertinya hantu-hantu dirumah ini tidak jahat, namun sepertinya mereka butuh pertolongan.
Setelah melihat-lihat kedalam, akhirnya aku memutuskan untuk mengajak mereka pulang ke kosan. Tapi besok kami akan kembali.
“sebaiknya kita pulang, tapi besok kita kembali dan langsung pindah. Lagi pula, tidak banyak yang perlu di bersihkan lagi.” Ucap ku pada ayu dan saudara sepupunya.
“eh.. mana boleh begitu, kalau aku pindah, otomatis kamu harus ikut aku, tidak ada tapi-tapian dan aku tidak mau menerima alasan apapun. Oke…” ucapku padanya menekannkan.
“tapi…” protenya lagi.
“ngak ada tapi-tapian. Kakak juga boleh ikut tinggal kalau mau..” ucapku pada saudara sepupunya.
“ya.. kita lihat saja nanti..” ucap saudara sepupunya. Setelah itu, kami pun pergi dari sana.
Pov satya off
tak lama mereka pun sampai di kosan. Mbak Enda memutuskan untuk kembali ke kosannya setelah mereka pulang dari tempat itu.
__ADS_1
di kos, ayu dan kak satya sudah mulai berkemas, biar besok tinggal angkat barang lagi. Dalam hati sebenarnya ayu tidak mau pindah, namun mengingat pengeluaran juga membengakak, akhirnya mau tidak mau, akhirnya ayu setuju juga.
***
Ke esok harinya, ayu izin tidak masuk kuliah. Karena ia harus pindahan. mereka memesan mobil pick up untuk mengangkut barang-barang mereka itu, dan sekalian juga pamitan dengan pemilik kos.
Setelah itu, mereka pun pergi dengan menaiki mobil pick up itu. tak lama, mereka pun sampai. Semua barang mereka turunkan dan memasukan kedalam rumah. sebelum mereka menempati rumah itu, terlebih dahulu, mereka membersihkan nya.
mereka mulai berkemas, merapikan setiap sudut ruangan itu, dan memilih kamar masing-masing, ayu memilih kamar yang di bawah, supaya ayu tidak naik turun tangga. Namun tuan rumah malah berkata lain.
“kak, aku pilih kamar bawah ya..” ucap ayu. mendengar ucapan ayu, Satya pun menoleh.
“tidak. Kamar kamu harus di sebelah kamarku.” Ucapnya sedikit menegaskan, tanpa sepengetahuan ayu pun, semua barang-barang ayu sudah ia taruh kedalam kamar itu.
( entah kenapa, aku sangat manja. Aku tidak bisa berjauhan sedikit dengan ayu ) batinya. Ya karena ayu tidak bisa membaca pikirannya, akhirnya ayu nurut saja, selagi itu masuh wajar.
Sambilan membersihkan rumah, ayu memasak untuk makan siang mereka. supaya tidak terlalu menunggu lama kalau ingin makan. Setelah, bersih-bersih. mereka pun istirahat dan makan siang.
“besok, tinggal beli perabotan lagi,” ucap Satya disela makan mereka. Ayu tidak mennggapi dan lanjut makan. Setelah makan dan beristirahat sebentar. mereka kembali melanjutkan pekerjaan lagi, mengemasi rumah itu sampai sore. Dan akhirnya pekerjaan itu pun selesai.
***
Malam pun datang, ayu semakin merasa tidak nyaman. Ada rasa takut mulai menghampirinya, entah kenapa, padahal ayu cukup dikatakan bukan cewek penakut. Tapi kali ini berbeda. Ayu tidak bisa tidur dan seolah, ia merasakan sesuatu.
Tiba-tiba, ayu dikejutkan dengan suara piring jatuh. disana Ayu mulai semakin takut, ayu membungkus tubuhku di bawah selimut. Ayu ingin keluar, pergi ke kamar satya, namun ayu tidak berani beranjak.
***bersambung***
__ADS_1