BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
18. kilatan petir


__ADS_3

Setelah siap, mereka pun langsung pergi. mereka menaiki kendaraan umum, untuk menuju ketempat tujuan mereka.


Tak berapa lama di jalan, akhirnya mereka, tiba-tiba berhenti di satu tempat. Kalau ayu ngak salah, itu adalah tempat untuk membeli alat transportasi atau yang di kenal dengan nama showroom.


mereka pun langsung masuk. ayu melihat satya sedang memilih-milih mobil. seketika Ayu bertanya-tanya, apakah ia ingin membeli mobil?. Satya pun mendekat kearah ayu dan Ia bertanya padanya, mobil mana yang bagus menurut ayu.


“yu, menurutmu mobil mana yang bagus..?”tanyanya. ayu mengalihkan pandangannya dan melihat beberapa mobil. namun nyatanya ayu tidak bisa memilih, sebab semua mobil bagus di matanya.


“aku tidak tau kak, menurutku semuanya bagus..” ucapnya dengan polos.😂😂


“kalau begitu kita beli semuany saja.” Ucapnya. seketika ayu langsung terkejut. 😳😳(membeli semuanya, yang benar saja..) Buru-buru ayu menghentikannya.


“eh.. untuk apa mobil sebanyak itu nanti…?” tanya ayu. “ ambil satu saja kak, lagi pula, kakak ingin memakai semuanya..?” ucap ayu lagi. Satya pun langsung merespon.


“baiklah kalau begitu..” ucapnya. ayu pun bertanya lagi.


“memang kakak bisa menggunakannya ?” Tanya ayu meragukan keahlian satya. Ia melihat kearah ayu dan tersenyum. ( kenapa sih suka sekali tersenyum. Kan dedek jadi meleleh…)


“tentu saja bisa yu. Kakak juga sudah punya sim untuk mengemudikan mobil itu nanti.” Ucapnya. ayu pun hanya menaggapinya dengan ber o saja. Ayu tidak penasaran lagi, karena Ayu paham kalau Satya ini sudah belajar banyak hal mengenai dunia modern ini. bahkan Satya lebih tahu daripada dirinya.


Setelah mereka memilih mobil, dan satya menyelesaikan administrasinya, mereka pun berlanjut untuk pergi jalan-jalan. mereka pergi dengan memesan maxim. Karena mobil itu belum bisa mereka bawa pulang, karena masih harus menyiapkan bebrapa surat untuk kendaraan itu.


"kita akan kemana lagi Kak..?"tanya Ayu dengan penasaran. Satya pun langsung mengalihkan pandangannya dari handphone ke wajah ayu.


"kita ke taplau saja, entah kenapa kakak ingin berjalan-jalan di tepi pantai."ucap Satya. dan seperti biasa Ayu pun hanya mengikut saja.


mereka memilih jalan-jalan di tepi pantai atau taplau. Karena Disana biasanya banyak sekali jajanan dan juga pengunjung yang datang. Jadi taplau adalah pilihan terbaik.


Sesampainya mereka disana, satya pun langsung mengajak ayu duduk di sebuah kafe disana. satya juga memesan makanan dan minuman untuk mereka.

__ADS_1


"mau makan dan minum apa yu?"tanya Satya. Ayu pun langsung mengalihkan pandangannya.


"terserah saja kak. asalkan jangan beli racun tikus..😁😁"ucap Ayu bergurau kepada Satya. Satya pun ikut terkekeh mendengar candaan Ayu itu.


"memangnya siapa juga yang ingin membelikanmu racun tikus. kalau begitu tunggulah sebentar."ucap Satya. setelah itu Satya langsung memesan beberapa menu makanan dan minuman untuk mereka.


Saat mereka duduk menunggu pesanan, entah kenapa, ayu melihat semua tatapan para cewek mengarah pada satya, dalam hatinya ayu menjadi kesal sendiri.


“ngapain sih, para cewek lihat kesini terus..” gumamnya pelan, namun masih terdengar di telinga satya. satya pun mengedarkan pandangannya mengikuti arah mata ayu. melihat ibu semua, Satya pun mengukir senyum di bibirnya dan ternyata sukses membuat para ciwi-ciwi itu histeris.


“aaaa…. Lihat… dia ganteng baget. Tapi sayang ceweknya jelek…” ucap salah satu cewek yang masih tertangkap sama inda pendengarannya.


Ayu pun langsung melihat kearah satya, barang kali mungkin satya malu jalan bersamanya. Ayu juga sadar, kalau ayu hanya memiliki wajah pas-pasan. jika pun begitu, Ayu tetap sadar diri kok. terlihat Ayu menatap lama ke arah Satya.


“kenapa melihat kakak seperti itu, sudahlah tidak usah kamu fikirkan…” ucapnya pelan.


Ayu pun kembali merunduk. Jujur saja, ia sebagai perempuan normal, tentu ayu juga menyimpan kekaguman untuknya, dan mungkin ayu mulai menyadari bahwa ia mencintainya.


“silahkan pesanannya kak…” ucap pelayan kafe itu. pelayan itu pun meneyediakannya diatas meja mereka.


“terima kasih kak…” ucap mereka secara bersamaan.


“ia kak sama-sama..” jawannya dan langsung meninggalkan ayu dan satya. tak memperdulikan apapun, mereka pun makan dengan diam da menikmati makanan di kkafe itu.


ketika mencicipi makanan itu, seumur-umur, ayu baru merasakan makan di kafe seperti ini. Tak lama, mereka pun selesai makan. Setelah membayar, mereka langsung keluar mencari tempat di tepi pantai.


mereka pun duduk sambil menikmati minuman es buah dan juga, mendengar deru ombak dipantai. Tiba-tiba, satya bersuara.


“yu… kakak sebenarnya mendaftar kulia di universitas A jurusan kedokteran.” Uapnya. seketika Ayu terkejut. Bagaimana caranya ia bisa mendaftar, sementara Satya tidak memiliki izazah. begitu pikir ayu. ayu pun menoleh ke arahnya.

__ADS_1


“kakak ingin kuliah..?” Tanya ayu lagi. Ia mengangguk.


“ya,,,”. “ kok kakak bisa mendaftar, bukannya kakak tidak memili ijazah kak..?” Tanya ayu lagi dengan heran.


“kakak sudah memilikinya. Kakak mengikuti serangkaian tes untuk mendapatkan izasah itu. dan akhirnya aku mendapatkannya dan langsung mendaftar di universitas itu.” ucapnya dengan semangat.


“ooo makanya kak, mendiamkan aku selama sebulan. Kakak ingin belajar dan fokus ya…?” Tanya ayu lagi. Ia pun menganggukan kepalanya.


“baguslah kalau begitu kak, semangat ya. Biar jadi dokter…” ucapnya. Entah kenapa dalam hati nya, ayu merasa aneh, apa lagi pas ia kuliah, satya pasti akan bertemu dengan banyak perempuan cantik di sana. (Huh…. Kenapa pikiranku jadi ngelantur sih..


)


“oh ya yu… kamu sudah selesai UAS ya. Setelah ini kalian masih kuliah atau libur..?” tanyanya. Ayu seketika menegakkan kepalanya dan berhenti menyedot minumannya.


“iya kak, kami libur. Dan rencana aku ingin pulang kampung selama libur..” ucapnya selow. mendengar penuturan ayu, Satya pun terkejut dan menatap kearah ayu.


“kamu akan pergi meninggalkan kakak sendiri..?” ucapnya dengan agak sedikit tegas. seketika Ayu menatap matanya lagi. ( aduh, aku bisa meleleh melihat matanya, seolah-olah aku akan menjadi eskrim di buatnya.)


“iya, lagi pula kan ayu tidak lama kak, Cuma sebualan saja..” ucapnya lagi. Satya langsung menggelengkan kepalanya, entah kenapa ia menggeleng seperti itu.


“tidak. Kakak tidak mengizinkan kamu pergi. Pokonya tidak boleh, kamu disini saja, temani kakak di kota ini.” Ucapnya dengan sedikit memerintah. Ayu sedikit terkejut dengan responnnya.


“kenapa kak, lagi pula ayu rindu pengen pulang kampung…” ujarnya ketus.


“tetap tidak boleh. Sekali kakak bilang tidak ya tidak, kamu jangan membantah..” ucapnya lagi. Bibir ayu pun berkedut, ayu tidak tau mau ngomong apa lagi.


Saat mereka sedang duduk, tiba-tiba di tengah laut terlihat sambaran petir yang sangat menyilaukan mata. Ayu terkejut dan langsung ketakutan.


Tak hanya ayu, namun semua pengunjung yang ada di situ pun histeris karena fenomena itu. bahkan kejadiannya tidak sekali, berkali-kali terjadi hujah petir di tengah laut. Semua yang ada di situ pun mulai membubarkan diri.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2