BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
65.


__ADS_3

beberapa pengawal istana yang diutus oleh pangeran Satya, tengah melakukan pencarian terhadap Ayu. sehingga membuat, para pengawal bayangan utusan Putri Anaya itu menjadi terkendala dan sedikit tertunda untuk melaksanakan tugasnya.


"sebaiknya kita jangan terburu-buru. jangan sampai membuat para pengawal-pengawal itu penasaran terhadap kita. dan sebelum mereka menyadari keberadaan kita di sekitar sini, alangkah baiknya kita meninggalkan tempat ini terlebih dahulu." usul salah satu dari mereka. kedua temannya itu pun menyetujui, sehingga mereka memilih untuk meninggalkan tempat itu terlebih dahulu.


***


sementara para pengawal andalan pangeran Satya, sejenak mereka merasakan beberapa aura yang ada di sekitar itu. namun hanya sebentar, setelah itu aura yang mereka rasakan itu Pun menghilang.


mereka berpikir, barangkali itu hanyalah orang-orang yang lewat. sehingga mereka tidak terlalu memperdulikan hal itu.


saat ini pencarian dilakukan di semua pelosok negeri ini. bahkan pangeran Satya tidak melewatkan tempat satupun yang sering didatangi oleh Ayu. namun sudah sampai selarut ini ia belum menemukan tanda-tanda apapun mengenai keberadaan Ayu. itu langsung membuat pangeran Satya menjadi tidak berdaya dan tak bersemangat.


"ke mana aku harus mencarimu ay... pulanglah Aku sangat merindukanmu." ucap pangeran Satya begitu lirih dan menyayat hati. berulang kali ia merututi kebodohannya.


tapi tiba-tiba, sebuah kekuatan datang menyapanya. itu adalah seorang bidadari yang turun dari kayangan untuk bertemu dengan saudara laki-lakinya. ( kalian masih tahu kan dengan cerita Di mana pangeran Satya adalah keturunan dari Raja kayangan.)


"kanda pangeran Satya..." ucap suara itu dengan lembut. bentuk itu berupa bayangan, tak ada satu orang pun yang menyadari kedatangan bidadari itu.


pangeran Satya yang merasa terpanggil langsung merubah posisinya menghadap bayangan itu. setelah melihat sosok yang saat ini berada di depannya. pangeran Satya langsung bergegas berdiri.


"kamu..."ucap pangeran Satya masih menebak-nebak.


"Iya kanda, Aku adalah kandita saudara seayah denganmu. aku juga adalah perwujudan dari cahaya sama dengan sebagian dari dirimu." jelas kandita. mendengar penuturan kandita, pangeran Satya hanya mampu mengganggu anggukkan kepalanya tanda mengerti.


"kanda, pergilah ke arah selatan dari istanamu. Nona Ayu dikurung di tempat itu oleh beberapa orang yang berpenampilan seperti ninja. tapi adinda tidak dapat mengatakan Siapa orangnya. namun kanda bergegaslah ke tempat itu. karena mungkin saja ia sedang tidak baik-baik saja." tutur bidadari kandita kepada saudaranya. pangeran Satya yang mendengar penuturan itu sontak saja dadanya langsung berdetak kencang karena takut dan cemas.


"Apakah kamu yakin Dinda..?" tanya pangeran Satya lagi.

__ADS_1


"Iya kanda. jika Dinda boleh memberi saran, setelah bertemu dengan Ayu maka kembalikanlah Ayu ke dunianya. di sini terlalu ekstrem untuknya. di dunianya, orang mungkin akan iri hati saja dan tidak akan melakukan apapun, sementara di sini orang yang iri hati akan melakukan apapun untuk melenyapkan nyawa Ayu. jadi tolong Kakak pikirkan baik-baik."ucap kadita lagi.


setelah mengatakan hal itu, bidadari kandita langsung menghilang dari pandangan pangeran Satya. pangeran Satya yang sudah mendapatkan informasi tentu saja tidak ingin membuang-buang waktunya.


"sialan..!!" umpat nya.


Iya segera memanggil beberapa pengawal bayangannya untuk menuju ke arah selatan dari istananya. Mereka pun langsung bergegas ke sana.


***


sementara 3 orang pengawal bayangan yang diutus oleh Putri Anaya untuk melenyapkan nyawa Ayu, kini mereka telah berada di mulut gua. hanya sekali hentakan, mulut gua yang disumbat dengan batu itu pun langsung hancur.


duar..!!!


ketiga orang itu pun langsung masuk ke dalam gua yang sudah dipenuhi dengan cahaya. Ayu yang sudah merasa lemas, ketika melihat cahaya masuk ke dalam gua, Iya langsung bangkit dan bersemangat.


"maafkan kami nona. tapi kami harus mencabut nyawa Nona sekarang sesuai dengan yang diperintahkan." ucap salah satu dari mereka dengan suara yang pelan agar tidak membuat Ayu ketakutan.


namun yang namanya manusia yang tidak memiliki skill apapun dalam dunia persilatan ini, sekali mendengar kata mencabut nyawa langsung membuatnya takut. Ayu mematung, Iya melihat mereka satu persatu sambil mencari peluang untuk bisa melarikan diri dari mereka.


tanpa menjawab apapun dan tanpa merespon apapun, Ayu langsung menerobos mereka bertiga ketika ketiganya sedang lengah.


ketiga pengawal bayangan itu terkejut, target mereka sudah melarikan diri dan keluar dari gua. Tapi tentu saja mereka tidak khawatir, karena tempat ini cukup lumayan jauh dari pemukiman maupun istana.


Ayu yang berhasil kabur, langsung berlari cepat tanpa melihat ke belakang lagi. padahal kondisinya begitu lemah. Iya terus berlari dan berlari tanpa arah.


ternyata di belakangnya, ketiga pengawal itu sudah mengejarnya dengan menggunakan ilmu peringatan tubuh mereka.

__ADS_1


ayu terus berlari ketakutan sambil berteriak minta tolong.


"tolong...!" teriak Ayu sekeras mungkin. tapi karena suara Ayu memang terkesan lembut sehingga tidak terlalu mengeluarkan suara yang besar.


"berhenti nona. Anda tidak akan bisa melarikan diri." ucap ketiganya langsung menghadang jalan Ayu.


"Siapa kalian..?? kenapa kalian ingin membunuhku.?? Apakah aku mengenal kalian dan menyinggung kalian..??" tanya Ayu dengan sedikit memohon.


ketiga orang itu saling memandang satu sama lain. tentu saja mereka tidak saling mengenal, Ayu juga tidak menyinggung mereka. Namun semua ini harus mereka lakukan karena mendapat perintah dari junjungan mereka.


"maafkan kami nona, kita memang tidak memiliki masalah apapun. tapi kami mendapat amanat untuk membunuh dan melenyapkan Nona. mau tidak mau kami harus melakukannya." jawab mereka dengan datar. ayu menggeleng-gelengkan kepalanya. ayu tidak menyangka, kalau akhir hidupnya akan berakhir di tempat ini tanpa ada keluarga ataupun lainnya.


"tidak !!! aku mohon !!! jangan bunuh aku." ucapnya sedikit lirih. ketiga pengawal bayangan itu sempat kasihan kepadanya. tapi pekerjaan tetaplah pekerjaan.


tanpa mendengar permohonan dari Ayu, mereka langsung bersiap untuk melenyapkan nyawa Ayu. melihat itu semua, ayu langsung putar arah dan lari kembali. walaupun nafasnya sudah tersengal-sengal dan juga tenaganya sudah tidak kuat lagi, Iya tetap harus berjuang sampai titik darah penghabisan.


para pengawal bayangan itu pun juga tidak ingin terlalu lama untuk menyelesaikan permasalahan ini. salah satu dari mereka menebaskan pedangnya dan mengenai punggung Ayu, karena Ayu sedang berlari menjauh otomatis kepalanya tidak langsung mengenai pedang itu.


sontak saja darah mulai merembes keluar dari kulit Ayu akibat tebasan yang menganga di punggungnya. seketika itu Ayu jatuh ambruk ke tanah sambil menahan rasa sakit.


( maafkan Ayu ayah dan ibu. ayu menyayangi kalian ) batin Ayu. seketika itu Ayu jadi tidak sadarkan diri.


ketiga pengawal itu pun juga langsung melakukan aksinya lagi. salah satu dari mereka mengangkat pedang akan memisahkan tubuh Ayu dengan kepalanya. Iya langsung mengayunkan pedangnya dan


blussss....


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2