BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
57. ke pasar lagi


__ADS_3

sementara ditempat lain. ayu memilih untuk menjauh dari tempat pertemuan itu. ia juga berjalan menuju belakang istana, dimana dulu ia terlempar dan muncul di dunia ini. ia ingin mencari jalan keluar untuk kembali ke dunianya.


"aku harus dapat menemukan jalan pulang. aku tidak mungkin menunggu dan tinggal disini. kalau bisa datang, pasti bisa Kembali." tutur ayu. ia berjalan tergopoh-gopoh seperti ada yang mengejarnya.


tak lama, ia sampai disana, terlebih dahulu, ayu mengamati tempat itu. ia kembali mengedarkan pandangannya kesana kemari. ia juga mendekati pohon untuk mencek, tak hanya pohon, batu dan juga apapun yang ada disana ia periksa. namun ia tidak menemukan apapun, tapi tiba-tiba matanya menangkap sebuah tugu yang sudah dipenuhi dengan lumut tebal, ayu berjalan mendekati tugu itu, tapi tiba-tiba dayang Ami dan dayang Ani datang dan menyapa nya.


"nona, nona sedang apa disini..?? apa nona kehilangan sesuatu..??" tanya mereka. langkah ayu terhenti. kemudian ia menoleh ke arah sumber suara. ayu tersenyum melihat mereka.


"bibi Ami, bibi Ani. ayu sangat merindukan kalian.." ucap ayu sambil berlari dan memeluk keduanya secara bergantian. kedua dayang itu pun membalas pelukan ayu. mereka tidak menyangka, kalau ayu sangat menyayangi mereka dan tidak pernah jijik kepada mereka yang rendahan ini. ayu melepaskan pelukannya dan mengamati keduanya.


"bibi berdua mau kemana..??" tanya ayu dengan penasaran. sementara ia sudah melupakan tugu itu. ia bertanya karena ia melihat bibi Ani dan Ami membawa keranjang seperti mau belanja.


"oh, ini kita mau pergi belanja nona. beberapa keperluan dapur sudah habis." tutur bibi Ani. ayu menganggukan kepala nya.

__ADS_1


"mmm..... lalu dimana bibi Isa, biasanya kalian akan bertiga kalau kepasar..??" tanya ayu lagi. bibi Ani tersenyum.


"bibi Isa sedang banyak pekerjaan jadi tidak bisa ikut." tutur nya. ayu pun mengangguk tanda mengerti.


"mmm.... yasudah kalau begitu. bagaimana kalau ayu saja yang temani..?" ucap ayu menawarkan dirinya. dayang Ami dan dayang Ani saling memandang. ayu yang menyadari hal itu langsung bersuara.


"bibi, ayu sudah sangat bosan tinggal di istana. sesekali Ayu keluar, kan tidak apa-apa.." tutur ayu dengan ekspresi merayu. kedua dayang itu pun terkekeh melihat kelakuan ayu.


"baiklah, nona boleh ikut, tapi jangan memisahkan diri ya.." tutur dayang Ami. ayu pun mengangguk senang.


tak lama, mereka tiba di pasar, hiruk-pikuk suasana khas pasar mulai terasa. terlihat para penjual dan pembeli berlalu lalang kesana kemari mencari apa yang mereka butuhkan.


ketiga nya pun turun dari kereta. terlihat wajah ayu sangat berseri-seri dan mengarahkan pandangannya ke arah pasar yang begitu ramai. Mereka pun langsung memulai ritual belanja.

__ADS_1


***


di tempat lain, pangeran Satya keluar dari ruang pertemuan dan mencari keberadaan ayu, ia benar-benar gusar karena tidak menyadari ketika ayu keluar dari ruangan itu.


"kenapa aku sampai tidak menyadari kalau ayu sudah keluar dari sana. dasar bodoh.!!" umpatnya pada dirinya sendiri.


pangeran Satya pun langsung berjalan kearah kediamannya, dan dibelakangnya sudah ada kesatria Juno yang mengikutinya sejak tadi. sesampainya mereka disana, pangeran Satya langsung mencari keberadaan ayu.


"ayu..!! ay..!!" panggil pangeran Satya, tapi ternyata tidak ada tanda-tanda keberadaan ayu. kedua dayang yang selalu mengikutinya pun tidak terlihat. pangeran Satya berdecak pinggang.


"kemana mereka, kenapa tidak ada disini.." lirih nya. pangeran Satya pun mengarahkan pandangannya kepada kesatria Juno.


"Jun, tolong cari dan temukan ayu. aku sedang malas berjalan.." ucap pangeran Satya itu. kesatria Juno pun segera melaksanakan perintah.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2