
semua kejadian itu, terjadi di depan kediaman pangeran Satya. karena Disana, mereka sedang menikmati hidangan kepiting itu. raja Erlangga berpikir sejenak. ia kembali menatap kearah ayu. pangeran Satya yang menangkap pandangannya raja Erlangga itu, Langsung menyelah.
"jangan merepotkan ayu ayah, aku tidak setuju." ucap pangeran Satya dengan mulut yang masih penuh dengan daging kepiting. ayu yang mendengar ucapan pangeran Satya itu membulatkan matanya. Iya menepuk punggung pangeran saja. pangeran Satya pun langsung menoleh ke arah nya. terlihat ayu sedang berkomat-kamit seperti mengatakan sesuatu. pangeran Satya langsung mengedip-edipkan matanya kearah ayu. kelakuan pangeran Satya lagi-lagi membuat semua orang yang ada di sana tercengang.
(siapa gadis ini, kenapa pangeran Satya yang dikenal sangat dingin dengan perempuan, tapi sangat baik terhadap gadis ini.) batin para menteri yang ada disana.
"hm.. begini pangeran, Ayah tidak akan merepotkan Ayu, tapi biarkan Ayu menunjukkan cara untuk menangkap kepiting itu." tutur raja Erlangga ia memberikan pengertian kepada pangeran Satya.
"baiklah yang mulia, hamba setuju," ucap ayu dengan cepat, tatapan pangeran Satya langsung mengarahkan pandangannya.
tanpa mendengar protesan lagi, raja Erlangga langsung mengajak ayu keluar dari kediaman pangeran Satya di ikuti oleh ayu dan para pengawalnya.
pangeran Satya, mau tidak mau, ia harus mau. ia juga bangkit dari duduknya dan pergi mengekori yang lain. ia tidak mungkin membiarkan Ayu pergi sendiri tanpa mendampingi nya.
__ADS_1
***
berbondong-bondong pengawal dan beberapa utusan raja lainnya yang keluar dari istana. masing-masing dari mereka sudah membawa ember sebagai tempat penampungan kepiting itu. terlihat warga yang yang melihat hal itu, satu persatu keluar dari dalam rumah mereka.
"ada apa ini.. kenapa para pengawal berbondong bondong keluar dari istana." bisik salah satu warga. para pengawal menuju ladang gandum yang tidak jauh dari kota itu.
" mungkin kah mereka akan mengatasi serangga ganas itu..!!" seru yang lain.
"kenapa sangat ramai ya,, apa yang terjadi.." begitu lah bisik bisik warga yang ada di sana. sepanjang jalan, warga tidak melewatkan hal itu.
****
para pengawal akhirnya sampai di tempat tujuan mereka. ayu segera mengambil posisi.
__ADS_1
"kakak pengawal, tolong di perhatikan. caranya seperti ini." ucap ayu sambil mempraktekkan cara menangkap kepiting itu. terlihat seperti kepiting itu memberontak ingin lepas, terlihat ngeri menurut para pengawal itu.
"nona, apakah tidak apa-apa seperti itu..??" tanya salah satu pengawal itu. Ayu menanggapinya dengan senyuman.
"tentu saja tidak apa-apa Kakak pengawal, yang penting jangan memegang capitnya kalau tidak tanganmu akan dicabut sampai patah." tutur Ayu lagi dengan senyuman. mereka semua pun mengganggu anggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Baiklah kalau begitu nona." setelah Ayu memberikan instruksi kepada para pengawal itu, mereka Langsung melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Ayu. terlihat semua pengawal sangat kerepotan menangkap kepiting kepiting itu. sementara Ayu dan kedua pengawalnya pun ikut membantu. tapi karena pangeran Satya tidak mengizinkan Ayu bekerja, Iya hanya bisa melihat orang-orang itu berlalu lalang mengumpulkan kepiting-kepiting itu.
tak hanya para pengawal, bahkan semua warga pun ikut turun menangkap kepiting kepiting itu, dari tadi juga mereka ikut menyimak apa yang disampaikan oleh Ayu.
ketika malam menjelang, akhirnya aktivitas itu pun berhenti. tanpa para pengawal sudah membuat pagar besi untuk mengurung kepiting-kepiting yang banyak itu. Setelah itu mereka mulai beristirahat.
***bersambung***
__ADS_1