BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
38. kecemasan ayu


__ADS_3

di tempat lain. ayu sedang kebingungan mencari keberadaan Satya. ia terus mondar-mandir tak menentu dengan perasaan gelisah. ia sangat merasa cemas. ia ingin tidak mempercayai semuanya, namun yang terjadi di depan matanya sangat jelas. ia tidak bisa melupakan kenyataan yang terjadi. ada rasa takut dalam hatinya.


"aduh... ini gimana..?? apa yang terjadi dengan Kak Satya. Kalau aku melapor ke polisi, mereka tidak akan percaya. aduh..!! gimana dong, takut terjadi apa-apa dengannya." ucap ayu dengan penuh ke khawatiran. ia terus mondar-mandir seperti setrika. ia benar-benar bingung harus bagaimana. ia tidak tau harus ngomong sama siapa, karena ia tau, di dunia modern ini, orang akan sangat sulit percaya mengenai hal-hal yang tidak masuk akal. tapi benaran terjadi.


"ya Tuhan... "ayu pun langsung mendudukkan tubuhnya di sofa dengan kasar. ayu belum sadar, bahwa Satya adalah orang yang datang dari zaman kuno. tapi, tiba-tiba ia teringat sesuatu. barangkali Satya itu kembali ke dunianya.


"apa kak Satya kembali ke zamannya ya..?? tapi kok nggak ngomong.." ucap ayu. ayu berpikir, ia pun segera bergegas ketempat dimana Satya menghilang tadi.


ia pun langsung bergegas menuju pohon yang ada di belakang kediaman itu, dimana Satya terhisap oleh cahaya dan menghilang sampai sekarang. ia memegangi pohon itu, tepat dimana Satya terhisap.


ayu duduk disana, dan mengamati pohon tersebut. matanya langsung menyadari dengan adanya gambar atau simbol di pohon tersebut. melihat simbol itu, ayu sedikit mengerutkan keningnya.


(apakah ini penyebab kak Satya menghilang..?? tapi, apa ini, seperti gambar simbol zaman kuno.) batin ayu. ketika ia mengatakan zaman kuno. ayu langsung membelalakkan matanya.

__ADS_1


(apa..!! jangan bilang, kalau kak satya sudah kembali ke zamannya.) batin ayu dengan ekspresi yang sulit diartikan. ada rasa sedih dan takut kehilangan yang bercampur menjadi satu.


ayu sebenarnya senang jika Satya kembali ke zaman nya. namun, ada sesuatu di dalam hatinya, yang membuat ia seperti tidak rela Satya Kembali.


(jika memang telah kembali, kenapa sepertinya aku tidak rela ya..) batin ayu lagi. ia sejenak memandangi simbol dan sedikit tertegun. setelah ia merasa puas memandangi simbol tersebut. ia langsung kembali masuk kedalam rumah dengan tubuh yang lemah. ia seolah tidak bertenaga lagi.


sesampainya di ruang tamu, ayu langsung mendudukkan tubuhnya di sofa lagi. ia menatap lurus ke atas langit rumah, dengan pikiran yang berkecamuk. tak terasa, air matanya menetes keluar. ayu yang menyadari nya langsung menghapus air matanya.


untuk menghindari pikiran yang macam-macam, ayu memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya. ia, memutuskan untuk berpikir positif, dan akan menunggu Satya pulang. barang kali, Satya akan kembali.


"aku harus berpikir positif, dan menunggu kak Satya, barang kali ia akan kembali." ucapnya bertekad.


Setelah itu, ayu masuk kedalam kamarnya, membersihkan diri dari sisa keringat yang menempel di tubuhnya, kemudian memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas kasur. ia menatap langit-langit kamar nya. pikirannya mulai bercabang lagi. walaupun ia berpikir positif, namun tetap menghawatirkannya juga.

__ADS_1


"kemana kak Satya sebenarnya, iya kalau sudah kembali ke tempat asalnya. bagaimana kalau Tidak." ia mulai memikirkan hal yang tidak-tidak. ia takut terjadi apa-apa dengan Satya. sejenak ia langsung merasa cemas.


"tenang-tenang.. kak Satya pasti tidak apa-apa. lagi pula, ia pandai bela diri." ucap ayu lagi menenangkan diri nya dari rasa cemas yang tiba-tiba menyerang perasaannya. ayu terus menarik nafas dan menghembuskannya dengan pelan. ia mengulang aktivitas itu berkali-kali sampai ia merasa tenang.


"sebaiknya, aku menyibukkan diri di dapur, mana tau, kak Satya akan kembali lagi." ucap ayu menghibur dirinya. ia langsung beranjak, memasang jilbabnya dan turun kelantai satu pergi menuju dapur.


sesampainya ayu disana, ia membuka pintu kulkas dan melihat bahan makanan. sejenak ia menepuk jidatnya.


"aduh... kulkas kosong. kemarin kan baru balik... sebaiknya aku berangkat ke pasar dulu deh. eh,.. ke mall dulu, baru ke pasar." ucap ayu pada dirinya sendiri. ia menutup kembali pintu kulkas itu dan segera bersiap.


"apa jam segini, mall sudah buka ya." pikirannya lagi. walaupun begitu, ia tetap mempersiapkan dirinya untuk pergi. setelah itu, ia langsung bergegas untuk pergi belanja. karena ia tidak bisa menjalankan mobil yang Satya beli, akhirnya ia memesan maxim dan berangkat.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2