BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
46. merindukan dunia asal


__ADS_3

di luar tampak sepasang manusia yang sedang duduk menikmati suasana di malam hari, ternyata malam hari di wilayah ini udaranya sangatlah sejuk apalagi langit malamnya itu dipenuhi dengan bintang-bintang.


semenjak menghadap yang mulia raja Erlangga, Ayu merasa lega karena Iya tidak jadi di pancung atau dihukum. Ayu mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke atas langit. aktivitas seperti itu tak lepas dan tak luput dari pandangan sang pangeran.


"kenapa..??" tanya pangeran Satya dengan lembut. Ayu yang mendapatkan pertanyaan seperti itu pun tersenyum. ayu menoleh ke arah pangeran Satya.


"entahlah... tapi yang pasti aku merindukan duniaku.." ucap Ayu dengan jujur. sontak saja membuat raut wajah pangeran Satya menjadi gelap.


"Apakah kamu tidak ingin bersamaku..??" tanya pangeran Satya. walaupun hatinya sedang bergemuruh mendengar penuturan Ayu, namun ia masih berusaha untuk bertahan dan mengeluarkan suara yang lembut.


"Aku sangat ingin bersamamu Kak, tapi aku juga merindukan tempat tinggalku. ternyata begini rasanya merindukan sesuatu yang kita tinggalkan tidak sengaja." ucap Ayu kembali memfokuskan matanya ke arah bintang-bintang.

__ADS_1


pangeran Satya yang mendengar bahwa Ayu merindukan dunia asalnya, hatinya tiba-tiba menjadi sendu dan tak bersemangat. ia teringat pas pertama kali ia terdampar di dunia modern. saat itu Satya juga merindukan dunia asalnya.


( aku harus membuat Ayu nyaman berada di sini, agar ia tidak mengingat dunia asalnya.) batin pangeran Satya.


( tapi tidak mungkin aku melakukan hal itu. dia di sana juga punya keluarga, namun aku juga tidak bisa mengekangnya di sini. di sini juga terlalu bahaya.) batin pangeran Satya lagi.


( ah sudahlah, Yang penting dia di sini dulu bersamaku. nanti pikirkan rencana kedepannya.) batin pangeran Satya lagi memutuskan. pangeran Satya mengangkat pandangannya ke arah Ayu. Iya sedikit menikmati wajah cantik ayu yang sangat menggoda itu.


"maksud kakak.. Ayu tinggal di istana bersama kakak..?? begitu kak..??" tanya Ayu lagi. Satya pun menganggukkan kepalanya pasti. melihat hal itu, Ayu Hanya bisa menarik nafasnya dengan pelan.


"aku tidak mungkin membiarkanmu tinggal di tempat para dayang, aku hanya ingin kamu berada di sisiku. Jadi Kakak harap, jangan ada penolakan dan alasan lagi." ucap pangeran Satya.

__ADS_1


"Baiklah Kak, tapi apakah tidak apa-apa Ayu tinggal di istana bersama kakak..?? karena aku bukanlah bagian dari istana ini." ucap ayu menghawatirkan nasibnya. melihat kekhawatiran Ayu, pangeran Satya pun tersenyum.


"kamu tidak perlu takut ay, di sini kakak akan menggantikan peran orang tuamu untuk melindungimu. jadi tidak perlu takut dengan apapun." ucap Satya meyakinkan Ayu. Ayu tidak menjawab apapun lagi, Iya hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. cukup lama mereka berada di luar menikmati udara malam di negeri dongeng ini, akhirnya pangeran Satya dan Ayu memutuskan untuk kembali ke dalam istana. Satya juga tak segan-segan menempatkan ayu di kediamannya.


***


esok hari pun menjelang, Ayu menggeliat dan terbangun dari tidurnya itu. Ayu mengerjap-ngerjakan matanya, berharap kejadian kemarin adalah sebuah mimpi. sejenak Ayu Pun bangun dari tidurnya dan duduk di atas peraduan. ia mengedarkan pandangannya meneliti setiap sudut yang ada di kamar ini.


"sepertinya aku harus bersabar, bapak ibu, jangan mengkhawatirkanku ya.." ucap Ayu lirih pada dirinya sendiri.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2