
saat ini, ayu sudah berada di sebuah mall yang menyediakan berbagai macam kebutuhan, baik itu kebutuhan pribadi, maupun kebutuhan pangan lainnya. ayu berjalan sendiri sambil mendorong troli, mulai membeli semua kebutuhan yang mereka butuhkan dalam dua Minggu ke depan. jika di bilang tidak memiliki uang, ayu memiliki uang banyak, yang diberikan oleh Satya kepadanya. jadi, ia tidak perlu khawatir mengenai masalah uang, uang itu tidak akan habis selama tuju turunan.
iya mulai berbelanja semua kebutuhan. cukup lama ia menghabiskan waktu, akhirnya ia menyudahi belanjanya dan pergi ke kasir untuk membayar. Setelah semuanya ditotal, akhirnya Ayu kembali ke kediaman Satya. Iya juga pulang dengan mengendarai taksi online. dalam mobil ia berharap, sesampainya di rumah, Satya telah kembali.
tak lama, ayu pun sampai di rumah. setelah me masukkan semua barang belanjaan, Ayu kembali menerawang rumah besar ini. awalnya ia merasa senang karena pasti Satya telah kembali, ternyata ia harus kecewa karena sampai sekarang Satya belum menampakkan batang hidungnya. tiba-tiba perasaan Ayu menjadi sendu.
( Apakah benar Kak Satya pergi begitu saja. mudah-mudahan dia tidak apa-apa.) batin Ayu lagi. ayu memasukan semua barang belanjaannya dan memasukkannya ke dalam tempat masing-masing.
***
di tempat lain, saat ini Satya sedang berada di ruang pertemuan keluarganya di dalam istana. di sana sudah ada raja Erlangga dan permaisuri Anjani, serta putra mahkota AdiPutra. mereka berada di ruang pertemuan keluarga menanyakan perihal ke mana saja Satya diningrat selama ini.
"pangeran, Dari mana saja kamu selama ini..?? Kenapa kamu tiba-tiba menghilang tanpa jejak..??" tanya raja Erlangga kepada Satya. sementara yang menjadi objek utama saat ini sedang larut dalam pemikirannya.
__ADS_1
karena tak kunjung ada jawaban dari sang putra, permaisuri Anjani mengusap pundak putranya itu yang sukses mengejutkan pangeran Satya. pangeran Satya langsung mengarahkan pandangannya ke arah sang bunda.
"Ada apa Ibunda..??" tanya pangeran Satya, raut wajahnya sangat sayu seperti sedang memikirkan sesuatu.
"ayahandamu bertanya nak, Dari mana saja kamu selama ini. kamu sudah berbulan-bulan menghilang dari istana tanpa jajak. kami pun berbulan-bulan mencari dan menunggumu." ucap permaisuri Anjani. pangeran Satya menarik nafasnya dengan dalam, kemudian menghembuskannya.
"maafkan aku ayahanda, ibunda. tapi masalah ini sangat sulit untuk Satya jelaskan kepada ayah dan juga ibunda. jadi biarkan Ananda terlebih dahulu menenangkan pikiran Ananda." ucap pangeran Satya dengan memohon. keluarga Satya pun mengganggu anggukkan kepalanya. mereka mengerti, barangkali pangeran Satya ingin menenangkan pikiran terlepas dari semua apa yang telah Ia alami selama ini. mungkin saja ia mengalami trauma atau semacamnya.
"terima kasih ayahanda dan Ibunda, kalau begitu Ananda pamit undur diri." ucap pangeran Satya. setelah berpamitan kepada keluarganya itu, Satya langsung kembali ke kamarnya.
sesampainya Satya di dalam kamar, Iya menelisik dan menerawang setiap sudut yang ada di ruangan kamarnya ini. tidak ada yang berubah menurutnya.
( seharusnya aku senang karena bisa kembali. tapi aku sama sekali tidak merasa senang kembali ke istana. Aku memikirkan Ayu, Apakah di sana Ayu baik-baik saja, Apakah Ayu sedang mencariku saat ini..?? Ayu, Kakak sangat merindukanmu.) batin pangeran Satya. Iya menarik nafasnya dengan dalam. sejenak ia merebahkan tubuhnya di atas kasurnya itu. kemudian menatap lamat-kelamat langit-langit kamarnya.
__ADS_1
tiba-tiba sesuatu ingatan terlintas di pikiran pangeran Satya. mengenai asal usulnya, waktu masih berada di desa permai, Satya pernah mendapatkan cerita dan kembali mendapatkan kekuatan peri yang katanya itu adalah kekuatan yang berasal dari negeri atas Awan. Iya ingin bertanya kepada ibundanya mengenai kebenaran cerita tentang dirinya. sontak saja pangeran Satya langsung terduduk dari tidurnya.
"Iya aku baru ingat, Apakah cerita yang aku dapatkan waktu itu benar adanya. Apakah benar aku adalah putra dari penguasa negeri kayangan. aku harus menanyakan hal ini kepada ibunda." ucap pangeran Satya lagi. pangeran Satya kemudian beranjak dari duduknya dan akan keluar dari kamarnya. namun tiba-tiba, Iya mengurungkan niatnya itu.
"nanti saja aku tanyakan kepada ibunda. sekarang aku ingin mencari jalan untuk kembali ke dunia modern. aku yakin pasti ada jalan untuk kembali." ucap pangeran Satya lagi.
pangeran Satya pun mendudukkan kembali tubuhnya di atas tempat tidur, Iya kemudian menerawang dan kembali mengingat memori waktu di mana ia sedang berlatih kuda dan tiba-tiba menghilang, dan akhirnya muncul di dunia modern.
pangeran Satya juga mengingat simbol yang tadi menyedot dirinya waktu ia masih berada di dunia modern. Iya yakin pasti simbol itu berkaitan dengan dunia ini Dan dunia modern.
"aku harus segera menemukan jalan Kembali ke dunia modern.." tekad pangeran Satya kepada dirinya.
***bersambung****
__ADS_1