
pangeran Satya terkejut mendengar penuturan dari kesatria Juno.
"Apa kamu bilang..!! Ayu tidak enak badan.." tutur pangeran Satya. tanpa mendengar penjelasan lebih lanjut, pangeran Satya langsung meninggalkan meja makan setelah berpamitan kepada ayah dan ibunya serta saudaranya.
setelah itu, pangeran Satya bergegas meninggalkan meja makan dan menuju kediamannya. Iya berjalan dengan tergesa-gesa, bahkan ia tak mengubris saat ksatria Juno memanggil namanya. Iya juga tidak memperdulikan para pengawal dan para dayang yang menyapa dirinya, pikirannya saat ini hanya Ayu dan Ayu. Iya berharap Ayu tidak kenapa-kenapa.
brakkk....
Ayu dan kedua dayangnya terkejut, ketika pintu kediaman pangeran Satya dibuka secara paksa oleh pemiliknya. nampak di sana pangeran Satya ngos-ngosan akibat berjalan terlalu terburu-buru.
"Kak satya.. Kakak kenapa..??" tanya Ayu kepada Satya. tampak saat dia sedang ngos-ngosan, tanpa menjawab pertanyaan dari Ayu, Satya langsung bergegas berjalan ke arah ayu. kemudian tanpa permisi, pangeran Satya mulai membalik-balikkan tubuh Ayu melihat Apakah Ayu baik-baik saja.
"ay.. kamu baik-baik saja kan..??" tanya pangeran Satya kepada Ayu. ayo melongo mendapati Satya yang begitu mengkhawatirkannya.
__ADS_1
"aku baik-baik saja kak, memangnya ada apa..??" tanya Ayu kepada Satya. Satya kemudian menarik nafasnya. kemudian mengarahkan pandangannya kearah kesatria Juno. ia menatap dengan tajam.
kesatria Juno yang mengerti dengan tatapan itu, langsung menundukkan kepalanya.
( aduh .. mati aku..) batin kesatria Juno. ayu yang melihat tatapan tajam yang dilayangkan kearah kesatria Juno langsung menyela.
"kakak jangan memarahi nya, aku yang menyuruh mengatakan hal itu. karena aku masih tidak enak kalau harus bergabung bersama dengan keluarga pangeran." ucap ayu dengan formal. pangeran Satya mengerutkan keningnya. sejak kapan ayu berbicara formal padanya.
"sejak kapan kamu berbicara seperti itu sama kakak ay..??" ucap pangeran Satya sambil menelisik wajah ayu. ayu menjadi gugup.
"kakak ngak setuju, kakak lebih nyaman_" ucapan nya terpotong karena dengan tidak sengaja, matanya menangkap nasi goreng yang ada di depan nya. awalnya ia tidak sadar. melihat itu, matanya langsung berbinar.
"nasi goreng...!! wah..." ucap pangeran Satya. mata pangeran itu berbinar melihat hidangan di depannya. tanpa pikir panjang, pangeran satya langsung melahap semua nasi goreng yang ada disana. hingga tersisa satu piring saja. pangeran Satya langsung menghentikan aktivitasnya. ia mengelus perutnya yang sudah kekenyangan.
__ADS_1
"wah... kenyang..." ucapnya dengan mengelus elus perutnya. ayu dan yang lainnya pun melongo melihat kelakuan pangeran itu. mereka semua menganga. sementara kesatria Juno dan kedua pelayan ayu, meneguk ludah mereka.
( pangeran Satya.. apakah benar dia pangeran kami..) batin kesatria Juno. ia memicingkan matanya. setelah itu, pangeran satya menatap tajam kearah kesatria Juno.
"hari ini, aku memaafkan mu kesatria Juno. besok besok tidak lagi. " ucapnya sambil mengarahkan tatapannya mengancam pada kesatria Juno.
glek..
" i-iya pangeran.." ucap kesatria Juno sambil wajahnya terlihat pucat. kesatria Juno juga menundukkan kepalanya. sementara ayu sejak tadi diam dan menatap kearah pangeran Satya.
"pangeran... kau menghabiskan nasi goreng kami... padahal kami belum mencicipi nya sama sekali." protes ayu kepada pangeran satya. kesatria Juno dan kedua pelayan itu terkejut mendengar protesan dari ayu.
"biar kan saja, siapa suru kamu tidak mau berbagi denganku." ucap pangeran Satya dengan ketus.
__ADS_1
***bersambung***