
Satya saat ini sedang berada di kamarnya. Iya sedang berusaha mencari jalan keluar untuk kembali ke dunia modern. Ia juga bertekad dalam hatinya agar bisa menemukan jalan keluar itu.
karena hatinya terlalu berantakan akibat detak jantung yang tidak selaras dengan sifat tenangnya, Satya kembali duduk dan mengambil posisi Lotus. Ya berusaha untuk bermeditasi sambilan untuk menenangkan pikirannya. namun dalam hatinya ia memikirkan keberadaan Ayu saat ini. tanpa ia tahu kalau tubuhnya benar-benar bereaksi. di dalam tubuhnya mengeluarkan cahaya yang ke emas-emasan, seolah ia sedang memanggil sesuatu.
***
di tempat lain tepatnya di belakang istana.
bruk
"aduh..!!" seru orang tersebut. orang itu mengelus-halus pantatnya yang barusan tadi mencium tanah. Iya juga mengepak-epakan pakaiannya membersihkan pakaian itu dari debu dan kotoran. Iya belum menyadari di mana ia saat ini. saat ia sedang sibuk dengan aktivitasnya itu, tiba-tiba seorang dayang datang menemuinya dan bertanya.
"siapakah anda nona..??" tanya dayang tersebut. sontak saja perempuan itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara. saat perempuan tersebut melihat tampilan orang yang berada di depannya itu sontak menjadi terkejut, Iya langsung tersadar dan mengedarkan pandangannya.
loh !! bukankah Iya tadi sedang berada di dapur, Kenapa tiba-tiba ia sudah berada di sebuah istana yang megah yang yang berpenampilan seperti istana zaman dulu.
"eh aku di mana ini..?? kenapa sangat asing sekali.." ucap perempuan yang tak lain adalah Ayu. Ayu sedang memasak di dapur tiba-tiba ia langsung lenyap begitu saja di sana. ayu kemudian tersadar dan bertanya kepada orang tersebut.
"Maaf bibi, bolehkah aku bertanya. Di mana tempat ini sekarang..??" tanya Nisa kepada dayang tersebut.
__ADS_1
dayang yang ditanya dengan sopan itu pun membungkukkan tubuhnya, entah apa yang dayang itu pikirkan. Ayu yang melihat tingkah laku seperti itu pun mengerutkan keningnya.
"bibi, Kenapa bibi membungkuk seperti itu,? Aku sedang bertanya..??" ucap ayu merasa heran. bibi itu pun menjawab dengan posisi masih membungkuk.
"anda berada di kerajaan Blambangan nona, dan saat ini sedang berada di istana." ucap dah yang tersebut dengan sopan.( pinjam nama kerajaan tetangga ðŸ¤ðŸ¤) sontak saja Ayu membulatkan matanya. kerajaan blambangan, apa maksudnya. pikir Ayu.
"maksudnya bi..??" tanya Ayu lagi. Ayu pun tidak bisa berpikir jernih, saat ini kepalanya dipenuhi dengan rasa takut dan kekhawatiran. dayang yang melihat raut wajah khawatir dari Ayu tersebut pun mengerutkan keningnya.
"Ada apa nona..?? Apakah Nona membutuhkan sesuatu..??" tanya dayang tersebut. dayang itu pun menegakkan kepalanya, Iya kembali mengamati wajah cantik ayu.
"Apakah Nona tersesat..??" tanya ada yang itu kembali. ayu yang mendengarkan pertanyaan itu sontak menganggukkan kepalanya.
tiba-tiba beberapa orang Dayang lainnya datang menghampiri mereka. di sana juga Mereka melihat keberadaan Ayu.
"dayang Ami, Siapa dia..??" tanya salah satu dari mereka. mereka mengamati wajah dan tubuh Ayu sejenak. cantik itulah kesan pertama mereka melihat keberadaan Ayu. dayang Ami yang mendapatkan pertanyaan seperti itu menjadi bingung. Iya bingung ingin mengatakan apa kepada kedua orang ini.
"dia adalah keponakanku, dia datang dari jauh untuk bertemu denganku. tapi sepertinya ia tersesat karena menyelonong masuk ke dalam istana." ucap dayang Ami mencari alasan. terpaksa dayang kami berbohong mengatakan kalau Ayu itu adalah keponakannya.
"Oh begitu, cantik ya keponakannya dayang Ami. sebaiknya segera bawa masuk saja. sebelum ada yang melihat kedatangannya." ucap salah satu dayang itu. dayang kami pun langsung menganggukkan kepalanya menyetujui.
__ADS_1
"baiklah.." setelah itu kedua ada yang tersebut meninggalkan dayang Ami dan ayu di sana. dayang Ami langsung mengarahkan pandangannya ke arah Ayu.
"maafkan bibi neng, bibi tidak tahu harus mengatakan apa. karena di lingkungan istana ini sangat kejam, maka hanya cara seperti ini agar neng bisa terlindungi." ucap dayang Ami. Ayu yang mendengarkan penuturan seperti itu menjadi takut. pasalnya memang seperti itu, orang yang tidak dikenal masuk ke dalam istana akan dianggap sebagai mata-mata dan tentu saja harus dilenyapkan. Ayu yang paham dengan kondisi ini pun langsung berterima kasih.
"kalau begitu terima kasih banyak bibi. tapi aku benar-benar bingung harus ke mana." ucap Ayu lagi sambil telinga celingnguk ke sana kemari entah apa yang ia cari.
"neng tenang saja, neng ikut bibi masuk ke dalam saja. neng untuk sementara bisa tinggal di belakang istana bersama dengan Kami para dayang istana." ucap bibi itu lagi. Ayu yang tidak punya pilihan lain pun langsung menyetujuinya.
"Baiklah bibi terima kasih." ucap Ayu dengan tulus. dayang Ami pun tersenyum melihat gadis yang cantik ini, menurutnya sudahlah berwajah cantik berkulit putih dan juga bertutur kata dengan lembut.
"sama-sama, kalau bibi boleh tahu bibi memanggil neng dengan nama apa..??" tanya dayang Ami lagi. Ayu pun langsung memperkenalkan dirinya.
"panggil saja Ayu bi," ucap Ayu dengan sopan. Setelah itu mereka pun langsung meninggalkan taman belakang istana dan pergi ke tempat kediaman para dayang.
***
di dalam kamar pangeran Satya, saat ini tubuhnya sudah kembali fit dan ia sudah mengakhiri meditasinya. tapi entah kenapa, jantungnya berdetak tak karuan semakin menjadi-jadi. Satya meletakkan satu tangannya di atas dadanya dan merasakan detak jantungnya yang berpacu seperti itu.
"Apa yang terjadi..?? kenapa rasanya jantungku semakin cepat saja berdetaknya." gumam pangeran Satya. Tapi saat dia tidak peduli, Iya malah masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Iya tidak tahu saja, kalau aksi dan pikirannya itu telah membawa Ayu terlempar ke dunianya.
__ADS_1
***bersambung***