
keesok harinya. seperti biasa Pak Santoso dan ibu Sukma akan berangkat ke ladang. namun ada yang berbeda hari ini. di mana Ayu memutuskan untuk ikut ke sawah membantu kedua orang tuanya. membantu orang tuanya memang salah satu keinginan ayu. kerena itu, ia memaksa untuk pulang kampung.
terlihat, Ibu Sukma dan Pak Santoso sedang berada di dapur dan juga sedang mempersiapkan beberapa bekal yang akan mereka bawa ke sawah nanti. melihat kedua orang tuanya sedang berbenah, Ayu pun berjalan mendekat ke arah sang ibu dan bersuara.
"Pak, Bu. bapak sama ibu akan ke sawah hari ini...??" tanya Ayu. Ibu Sukma yang masih mengemasi barang-barang yang akan mereka bawa nanti, langsung menoleh ke arah Ayu.
"Iya yu, hari ini bapak dan ibu akan ke sawah. berhubung sudah seminggu ini bapak dan Ibu tidak ke sawah. jadi pergi ke ladangnya libur dulu, tapi hari ini jadwalnya bapak dan Ibu ke sawah." ucap Ibu Sukma sambil tangannya terus mengemasi beberapa barang dan dimasukkannya ke dalam keranjang. sesekali Ayu mengambilkan beberapa barang yang dibutuhkan oleh ibunya.
"Ayu ikut ya Bu, Ayu juga sudah malas berada dan diam diri di rumah. semua pekerjaan di rumah juga sudah tidak ada. semua yang ada di rumah sudah selesai Ayu bersihkan dan bereskan. jadi hari ini Ayu memutuskan untuk ikut dengan bapak dan ibu.." ucap Ayu. Ibu Sukma pun tersenyum.
Ibu Sukma pernah mengajak Ayu berladang atau ke sawah di saat ia sedang tidak ada kegiatan sekolah dulu. namun ke esok harinya Ibu Sukma berpikir kembali agar anaknya tidak kecapekan mengerjakan pekerjaan rumah, akhirnya Ibu Sukma pun mengurungkan niatnya untuk membawa sang anak ke ladang padahal kemarin mereka sudah membuat janji.
"kalau Ayu ikut bagaimana dengan Satya nak.. siapa yang akan menemaninya di rumah.." ucap Ibu Sukma. tiba-tiba Satya langsung menyelah.
"kalau begitu Satya juga ikut Bu. Satya juga ingin melihat seperti apa sawah ibu dan bapak." ucap Satya. Satya sudah bersiap-siap juga untuk ikut Pak Santoso dan ibu Sukma ke sawah.
"Ya sudah kalau begitu..."ucap Ibu Sukma. Sementara Pak Santoso tidak langsung berangkat, karena jarak sawah dengan rumah lumayan jauh. Jadi mereka ke sawah dengan mengendarai motor buntut itu. namun karena sudah ada dua motor jadi mereka memutuskan untuk berangkat sama-sama.
setelah mereka selesai berbenah, dan Ayu membersihkan beberapa barang agar tidak keteteran nanti setelah pulang dari sawah. Mereka pun menaiki motor masing-masing. di mana Ayu satu motor dengan Satya. sementara Ibu Sukma satu motor dengan suaminya. Mereka pun langsung melajukan motor menuju tujuan mereka.
tak lama setelah 10 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah sawah yang sebentar lagi akan panen. saat ya yang dulunya tidak pernah melihat pemandangan sawah kecuali darah dan berperang terperangah dan merasa takjub. Bagaimana tidak sawah-sawah itu terbentang luas bagaikan karpet yang dibentangkan.
__ADS_1
udaranya juga sangat sejuk dan sangat cocok untuk bersantai di tempat ini. saat mereka sedang berjalan menuju pondok kecil di tengah-tengah sawah, tak henti-hentinya Satya merasa takjub dan benar-benar menikmati pemandangan ini.
"Wah !!! ai udaranya di sini sangat sejuk. Kakak sangat suka.."ucap Satya di tengah-tengah mereka berjalan menuju pondok kecil itu. mendengar penuturan Satya Ayu pun mengerutkan keningnya. Ayu berpikir Apakah sebegitu bahagianya Kak Satya melihat sawah, Apakah sebelumnya Kak Satya benar-benar tidak tahu seperti apa sawah ini.
"Kakak kok lebay banget ya. memangnya Kakak belum pernah melihat sawah yang terbentang seperti ini..??"tanya Ayu dengan penasaran. Satya pun menggelengkan kepalanya tanda benar adanya, bahwa Satya sama sekali belum pernah melihat pemandangan yang indah dan asri ini.
"Ini pertama kalinya kakak melihat pemandangan seperti ini. Kamu kan tahu di tempat tinggal kakak memang ada sawah, Tapi itu bukan sawah melainkan mereka menanam gandum sebagai pengganti nasi. dan pemandangannya tidak se hijau ini."tutur Satya tanpa merasa malu. Sementara Pak Santoso dan ibu Sukma sudah lebih dulu berjalan jauh. Ayu yang mendengar penuturan Satya pun hanya mengganggu anggukkan kepalanya.
ayu berpikir, tentu saja Satya baru melihat pemandangan yang seperti ini. memangnya ada pangeran yang mau repot-repot datang ke sawah hanya untuk melihat betapa indahnya pemandangan dan sejuknya udara di tempat ini. Ayu pun hanya diam dan melihat Satya betapa antusiasnya ia melihat pemandangan di sawah yang terbentang luas ini. Ayu juga tidak ingin mengorek terlalu dalam tempat tinggal Satya. Iya tidak ingin membuat Satya merasa sedih dengan membahas tempat asalnya.
tak lama mereka berjalan menyusuri sawah dan padi-padi orang yang nyatanya sudah siap panen, akhirnya mereka sampai di pondok yang sudah Pak Santoso buat untuk melepas penat atau tempat beristirahat mereka. lagi-lagi Satya sangat merasa takjub.
" iya nak. kita sudah sampai..." jawab Pak Santoso. Mereka pun langsung meletakkan barang bawaan mereka di atas atau di dalam pondok itu. mereka semua pun duduk untuk melepas lelah dan menikmati sejuknya udara yang ada di sawah ini.
Satya juga ikut mendudukkan tubuhnya sambil kakinya menjuntai ke bawah mengayun ke depan dan belakang. Satya menikmati hembusan angin lembut yang benar-benar membuat tenang. bahkan Satya pun sampai mengantuk akibat hembusan angin sepoi-sepoi ini.
"udara di sini benar-benar sejuk Pak.."ucap Satya memejamkan matanya menghirup udara sejuk dan segar ini sebanyak-banyaknya. mereka yang ada di sekeliling Satya pun tersenyum mendengarkan penuturannya. tapi tiba-tiba Ibu Sukma angkat bicara.
"ayo kita sarapan dulu nak, sebelum bekerja." ucap Ibu Sukma. semua makanan yang mereka bawa dari rumah, sudah terhidang di depan mereka. bermacam lauk pauk dan nasi serta sayuran yang tersaji dan siap untuk disantap.
Pak Santoso dan Satya pun mendekat ke arah Ibu Sukma dan Ayu yang sudah duduk terlebih dahulu di dekat makanan itu.
__ADS_1
"sebelum memulai aktivitas, alangkah baiknya kita makan terlebih dahulu." Ucap pak Santoso yang masih menangkap raut wajah heran di wajah Satya.
"Oh begitu ya pak. Satya pikir kerja dulu baru makan.." ucapnya sambil menggarut-garut kepalanya.
"bisa saja nak. siap kita bekerja pun boleh makan dan istirahat jika lelah." ucap Tuan Santoso. sementara Ayu dan ibu Sukma tidak mengeluarkan sepatah kata pun. mereka lebih memilih fokus makan sebelum bekerja.
tak lama mereka pun selesai makan atau sarapan bersama. setelah Ayu dan ibu Sukma membereskan semua piring yang sudah mereka pakai, Mereka pun mengistirahatkan perut mereka terlebih dahulu sebelum akhirnya memulai aktivitas mereka.
saat mereka sedang beristirahat. tak henti-hentinya mata saat dia mengedarkan pandangannya dan mengamati buah padi yang sepertinya tidak terlalu bagus. menurutnya banyak sekali biji-biji padi itu tidak berisi.
"Pak, Bu. sepertinya buah padinya tidak terlalu bagus, banyak biji-biji padi tidak berisi."ucap satya menuturkan pendapatnya. Pak Santoso pun menghembuskan nafasnya pelan.
"Iya nak sepertinya panen empat minggu lagi akan gagal. karena banyak buah padi yang tidak bagus."Ucap pak Santoso dengan lesu. sebenarnya kalau Satya amati, hanya milik Pak Santoso dan ibu Sukma yang tidak terlalu bagus. tapi padi-padi yang ada di sebelah sawah Pak Santoso dan ibu Sukma itu, masih kelihatan bagus. namun yang lebih parah adalah sawah milik Pak Santoso.
"bapak tenang saja, nanti kan bapak akan menyemprot padi kembali sebelum dipanen ya pak. nanti biar Satya saja yang semprot. "ucap Satya bersungguh-sungguh. Pak Santoso dan ibu Sukma pun saling beradu pandang.
mereka berpikir, Apakah anak yang dari kota ini benar-benar bisa melakukannya. Begitu juga dengan Ayu, iya berpikir sama dengan kedua orang tuanya mengingat saat dia adalah seorang pangeran yang tentu saja ia tidak biasa memegang benda-benda yang keras atau bekerja di bawah terik matahari. Satya yang melihat Ayu dan kedua orang tuanya bingung, Iya tersenyum dan meyakinkan mereka.
"tidak perlu khawatir, aku bisa mengerjakannya.. gini gini, aku bisa melakukan apapun. Jadi bapak dan Ibu tidak perlu khawatir.." ucap Satya lagi.
***bersambung***
__ADS_1