BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
32. belanja


__ADS_3

akhirnya Ayu dan Satya berangkat ke pasar untuk belanja. Namun ternyata, Satya tak hanya belanja beberapa keperluan dapur saja. tapi Satya juga belanja beberapa perlengkapan rumah yang sekiranya sangat mereka butuhkan.


"ay, ayo temani Kakak membeli baju. kakak ingin membeli beberapa potong baju."ucap Satya menyeret Ayu. Ayu pun ikut berjalan di belakang Satya. tiba-tiba, saat dia berhenti membuat Ayu menabrak punggungnya.


"aduh..!! Kenapa Kakak tiba-tiba berhenti.?" tanya Ayu dengan kesal. Satya pun jadi berbalik.


"seharusnya kamu yang membawa kakak, bukan kakak yang menuntun kamu. ayo ay jalan di depan kakak. jangan jalan di belakang Kakak takut kamu nanti diambil orang."ucap Satya menggoda Ayu. ayo menjadikan bibirnya mendengar gombalan yang keluar dari mulut Satya.


"dasar gombal," umpat Ayu dengan pelan. Tapi tentu saja masih didengar oleh Satya. Satya pun hanya memasang senyum sumringai di wajahnya.


Ayu pun melangkahkan kakinya dan diikuti oleh Satya di belakangnya. Ayu membawa Satya mencari beberapa potong baju untuk Satya selama berada di sini. tentu saja bukan Ayu yang bayar, bayar sendiri. Wkwk..


tak lama mereka sampai di sebuah toko pakaian. ayu pun melenggang masuk dan diikuti kembali oleh Satya. pegawai yang ada di sana pun menyambut mereka dengan Rama. iya mulai menawarkan beberapa potong pakaian untuk pakaian pria.


"ayo Kak pilih. pakaian mana yang kakak sukai..??"ucap Ayu kepada Satya. Satya pun bingung memilih pakaian itu. Jujur saja ia tidak pandai memilih pakaiannya sendiri.


"mmm... pilihkan saja ai, Kakak percayakan padamu. mulai dari baju celana dan pakaian dalam lainnya."ucap Satya tanpa merasa berdosa sedikitpun. seketika pipi Ayu memerah.


(dia pikir aku istrinya, menyuruhku memberikan pakaian dalam untuknya. ck...) batin Ayu.


Ayu pun tidak banyak bertanya, Iya kembali memilihkan beberapa baju untuk Satya yang menurutnya cocok dengan tubuh atletis laki-laki itu. sekitar 10 pasang pakaian sudah Ayu pilihkan. kemudian menyuruh Satya untuk mencoba 10 pakaian itu.


"cobalah dulu kak, mana tahu pakaiannya tidak cocok."ucap Ayu lagi. Satya pun hanya menurut, Iya pun langsung masuk ke ruang ganti dan mencoba pakaian yang dipilihkan oleh Ayu. cukup lama satya berada di dalam, tiba-tiba ia keluar.


"bagaimanakah Apakah sudah pas dan cocok..??"tanya Ayu lagi.


"tentu saja, kapan sih pakaian yang kamu pilihkan tidak cocok denganku..??" ucap Satya menggoda Ayu. Ayu pun tidak menimpali lagi. Ayu langsung mengajak Satya ke kasir dan membayar belanjaan mereka. Setelah itu mereka pun langsung keluar dari toko pakaian itu.

__ADS_1


"sudah Kak, apalagi yang mau kita beli??" tanya Ayu kepada Satya. tapi tiba-tiba Ayu langsung kepikiran untuk berbelanja kebutuhan keperluan dapur.


"Oh iya kak, kita belanja keperluan memasak dan keperluan dapur lainnya yuk. kebetulan Ayu juga bawa uang."Namun ternyata Satya tidak berada di belakangnya. karena tidak ada jawaban dari Satya, Ayu pun langsung menoleh ke belakang. ternyata benar Satya sudah tidak di sana.


"eh ke mana Kak Satya..??"tanya Ayu. ayu mulai mengedarkan pandangannya dan melihat Satya di sebuah toko perabot. Ayu pun langsung menepuk kepalanya. Ia pun bergegas menemui dan menyusul Satya di sana.


"Kak, aku pikir Kakak masih berada di belakangku.!! Kakak ngapain..?? mau beli kasur..??" tanya ayu dengan ketus. Iya kesal karena Satya pergi begitu saja tanpa mengatakan kepadanya. Satya yang melihat wajah betek dari Ayu, Iya Pun menyunggingkan senyum di bibirnya. namun saat dia tidak menanggapinya, Iya malah memilih untuk melanjutkan mencari kasur yang cocok untuk mereka.


"sudah tidak usah manyun begitu. nanti banyak yang naksir.." goda setia lagi. yang tentu saja sukses membuat hati Ayu berbunga-bunga. Ayu yang tidak pernah digoda seperti itu, tentu saja membuatnya jadi salah tingkah.


" is apa sih Kak..." timpal Ayu. padahal hatinya sudah berbunga-bunga akibat mendengar gombalan abang hehehe.🤭


( aduh... kenapa jadi deg degan begini sih.. benar-benar menyesal aku membantu nya dulu.. tapi kok, pengen di goda lagi ya... ais... sadar yu, sadar...) batin ayu merutuki dirinya sendiri.


sementara Satya disibukkan dengan urusannya memilih-milih beberapa kasur spring bed itu. setelah satya selesai memilih, ia langsung menuju kasir dan membayar semua belanjaan nya itu.


"Kak Kenapa Kakak membeli 3 buah spring bed, memangnya Kakak bisa memakai semuanya..??" tanya Ayu penasaran. Satya yang mendapatkan pertanyaan seperti itu pun tersenyum. Satya kemudian mengelus kepala Ayu yang dilapisi oleh hijab.


"tentu saja spring bed itu Kakak beli untuk kita semua. nggak mungkin kan, Kakak beli satu sementara masih ada kalian. sudahlah tidak usah banyak tanya.. pokoknya kamu ikut saja.." ucap Satya kepada Ayu. Satya pun langsung mengatakan kepada pemilik toko, untuk segera mengantarkan barang-barang yang ia beli itu ke rumah Pak Santoso di desa permai. Satya juga langsung memberikan ongkos kirimnya. karena mereka tidak mungkin memboyong itu sendiri Sementara mereka hanya menggunakan motor.


setelah mengurus pengiriman barang tersebut, kini mereka beralih belanja membeli beberapa perlengkapan dapur dan bahan makanan. tentunya yang membeli itu semua adalah Satya.


sebenarnya Ayu protes kepada Satya, namun Satya sama sekali tidak mengindahkan penuturan atau protes yang Ayu keluarkan. lagi pula Ia memiliki banyak uang untuk menanggung keluarga itu.


"Kak Kenapa semua belanjaan kakak yang beli..?? Ayu juga bawa uang.." protes Ayu. Satya tidak menanggapi dan hanya mengajaknya pulang saja.


"sudahlah tidak usah manyun-manyun seperti itu. ayo kita pulang.." ucap setia lagi langsung menyeret Ayu yang masih belum terima. Setelah membeli semua perlengkapan dan ikan untuk mereka sampai nanti, mereka berdua pun langsung meninggalkan pasar tersebut dan pulang ke kediaman Pak Santoso.

__ADS_1


sesampainya mereka di desa, tepat melintasi jalan raya yang tidak terlalu ramai, ada dua pasang mata yang menatap mereka dengan iri Dan benci. Siapa lagi kalau bukan nyonya sati dan Pak Septian yang sudah sembuh dari sakitnya itu.


sebenarnya Satya menyadari adanya orang yang memperhatikan mereka dari jarak jauh. Satya sudah tahu Setelah merasakan aura orang tersebut. kemudian Satya mengarahkan pandangannya saat mereka masih di atas motor dan melaju untuk pulang ke rumah Pak Santoso.


(cih !! ternyata mereka. kentara sekali busuk hatinya..) batin Satya. namun Satya tidak memperdulikan mereka, Iya terus melajukan motor buntut Pak Santoso itu menuju kediaman Pak Santoso.


***


sesampainya mereka di kediaman Pak Santoso, ternyata Pak Santoso dan ibu Sukma sudah pulang. Di sana juga sudah ada banyak barang yang sudah dikirimkan di rumah mereka. semua barang-barang itu adalah barang-barang belanjaan Satya dan Ayu. tapi yang lebih banyak adalah barang belanjaan Satya. sesampainya mereka di rumah, mereka langsung mendapat ceramah dari ibu Sukma akibat terlalu boros dan banyak pembeli barang yang tidak berguna.


bukan tidak berguna, maksud ibu Sukma adalah setidaknya mereka tidak terlalu menghambur-hamburkan uang dulu, karena mengingat Ayu masih menempuh pendidikan. Ibu Sukma juga tidak enak dengan Satya yang tentunya barang itu akan menjadi milik mereka.


"syukurlah ternyata kalian sudah pulang." ucap Ibu Sukma dengan khawatir. Jujur saja ia benar-benar khawatir kepada kedua pemuda-mudi itu.


"Iya Bu, Kami sudah pulang memangnya Apa yang terjadi. sampai wajah Ibu terlihat cemas seperti itu." tutur Satya.


sebelum mereka, Satya dan Ayu pulang kembali ke kediaman Pak Santoso, terlebih dahulu Satya sudah memesan satu motor baru untuk Pak Santoso dan ibu Sukma dan motor itu juga sudah sampai di kediaman Pak Santoso. bukan apa-apa, Satya sangat menyayangi keduanya ditambah lagi Satya sepertinya juga tertarik dengan Ayu.


"dari mana semua barang-barang ini nak..?? Kenapa diantarkan ke rumah kita.." tanya ibu Sukma kepada keduanya. Ayu pun hanya diam membisu dan tidak menjawab. sementara Satya ia masih sibuk menurunkan beberapa barang yang mereka bawa.


"itu barang belanjaan Satya dan Ayu bu. dan itu semua untuk kita. Jadi bapak dan Ibu tidak perlu tidur di kasur yang keras lagi. Satya juga sudah membelikan 3 buah spring bed, 1 untuk bapak dan ibu, satu untuk Ayu dan satu lagi untuk Satya."ucap Satya. sontak saja Ibu Sukma dan Pak Santoso terkejut. bukan apa-apa kasur Itu terbilang sangat mahal, tapi dengan mudahnya saat dia membelikan mereka barang-barang mahal tersebut.


tak hanya kasur saja yang Satya balikan, Satya juga membeli mesin cuci, kulkas, sofa dan lain-lainnya.


"tapi nak ini..." ucap pak Santoso ingin memprotes.


"sudahlah Pak, Bu. bapak dan ibu tidak usah ribut seperti itu. percuma saja, di pasar juga Ayu sudah menceramahi Kak Satya. namun Kak Satya tetap kekeh ingin membelikan ini semua. jadi kita nikmati dan syukuri saja.. hehehe.. hitung-hitung kita ditraktir.." ucap Ayu lagi. mendengar penuturan Ayu Satya hanya tersenyum saja. Sementara Pak Santoso dan ibu Sukma tidak lagi berdebat.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2