
setelah Ayu selesai melakukan aktivitas bersih-bersihnya. kini ia berjalan keluar dari kamar itu. saat ayu keluar, ternyata di luar pangeran Satya sudah tidak ada, hanya yang ada di sana dua dayang yang sebaya dengannya.
"selamat pagi Nona... Kami adalah para dayang yang diutus oleh pangeran Satya untuk melayani nona." ucap salah satu dayang yang dikenal dengan nama Cici. Ayu tidak menolak diberikan pelayan oleh pangeran Satya. pasalnya Ayu memang membutuhkan beberapa orang untuk menemaninya di dunia ini.
"baiklah, kalau begitu tolong mbak perkenalkan nama Mbak siapa..??" tanya Ayu kepada keduanya. kedua dayang yang dipanggil mbak oleh Ayu pun tersenyum simpul.
"Nona tidak perlu memanggil kami dengan sebutan Mbak, sebut saja nama kami nona. derajat kita tidaklah sama. namun perkenalkan nama hamba adalah Cici, dan di samping saya adalah Caca. kami berdua adalah saudara sepupu. Jadi jika Nona memerlukan sesuatu katakan saja kepada kami tanpa harus menyentuhnya." ucap Cici panjang lebar. Ayu tersenyum mendengarkan penuturan Cici. pasalnya di negeri ini ternyata masih berlaku sistem strata dan kasta.
"tidak perlu seperti itu Mbak Cici, derajat seseorang tidaklah dipandang dari mana ia dilahirkan. namun saya memandang derajat seseorang dari sikap dan sopan santunnya. Jika ia santun terhadap kita maka kita wajib menghormatinya juga, namun jika ia semena-mena terhadap kita, kita berhak untuk membela diri. itulah yang aku tahu Mbak Cici." ucap Ayu kepada keduanya. kedua ada yang itu pun kembali menunjukkan kepala. mereka tidak menyangka ternyata perempuan asing ini berhati baik dan lembut.
"kalau begitu terima kasih nona. kami sangat beruntung dipercaya oleh pangeran Satya untuk melayani Nona di sini." ucap Caca yang sedari tadi diam dan menyimak. Ayu pun kembali mengukir senyum.
"Ya sudah kalau begitu, karena kalian sudah dipercaya oleh pangeran Satya untuk menemaniku selama di sini, sekarang tolong temani aku untuk pergi ke dapur." ucap Ayu lagi. kedua gadis sebaya dengannya itu pun melotot, mereka bertanya-tanya, apa yang akan Ayu lakukan di dapur.
"mohon maaf kelancangan saya Nona.. tapi untuk apa Nona pergi ke dapur.?" tanya Caca lagi dan dibalas anggukan oleh Cici. lagi-lagi Ayu hanya memberikan senyum ketika kedua ada yang itu bertanya.
" nanti kalian akan tahu, sebaiknya kalian ikut saja aku dulu ke dapur. Ayo..." ucap Ayu langsung berjalan melewati kedua daya yang masih duduk bersimpul di lantai.
melihat Ayu sudah pergi meninggalkan mereka, kedua ada yang itu pun buru-buru berdiri dan mengejar Ayu yang saat ini telah menjadi junjungan mereka.
__ADS_1
mereka bertiga berjalan menuju dapur, dengan Cici dan Caca berada di belakang Ayu. tak lama mereka sampai di dapur istana. Ayu pun akan melangkahkan kakinya masuk ke dalam, Tapi tiba-tiba Cici kembali bersuara.
"Nona tidak perlu masuk ke dalam dapur, katakan saja kepada kami apa yang Nona butuhkan. dapur adalah tempat yang sangat kotor." ucap Cici dengan khawatir. Ayu pun berbalik dan menatap Cici dan Caca. kemudian Ayu mengangkat sebelah tangan kanannya dan menepuk pundak Cici.
"kamu tidak perlu khawatir ci, aku orangnya suka kotor, jadi tidak perlu cemas seperti itu. ayo kita masuk.." tanpa menunggu protes dari kedua dayang itu, Ayu pun langsung bergegas masuk ke dalam dapur.
ternyata di dapur, di sana ada bibi Ami, Ani dan bibi Isa. melihat ketiga dayang paruh baya itu membuat senyum Ayu langsung mekar. tak segan Ayu langsung memanggil nama ketiganya.
"bibi Ami, bibi Ani, bibi Isa..." panggil Ayu sambil berlari menghampiri mereka. semua para dayang yang ada di sana pun langsung menoleh ke arah sanggadis cantik yang baru saja memasuki dapur.
Ketiga ada yang paruh baya yang merasa namanya terpanggil pun langsung menoleh. mereka terkejut mendapati keberadaan Ayu di dapur. pasalnya Ayu telah menjadi bagian dari istana ini. jangan sampai pangeran Satya mengetahui bahwa Ayu memasuki dapur.
"bibi, Ayu sangat merindukan bibi." ucap Ayu tiba-tiba mengeluarkan sifat manjanya itu. para dayang yang ada di sana pun masih merasa syok melihat seorang perempuan cantik yang tengah menjadi perbincangan panas di dunia ini masuk ke dalam dapur.
"aduh nona... pangeran pasti akan memarahi kami jika nona masuk ke dalam dapur seperti ini masuk ke dalam dapur seperti ini.." tegur dayang yang lain. Ayu pun langsung melepaskan pelukannya dari tubuh bibi Ami.
"urusan pangeran Satya, adalah urusanku. mbak-mbak yang ada di sini tidak perlu khawatir. dan aku di sini juga mau memasak sarapan untukku." ucap Ayu dengan gamblangnya.
jedar...
__ADS_1
mereka semua yang ada di sana pun membelalakkan matanya. apa tidak salah seorang putri cantik akan memasak dan memegang alat-alat perkakas yang ada di dapur. Yang benar saja.. pikir mereka semua. Ayu pun tidak memperdulikan Mereka lagi, Iya langsung mengambil bagian di dapur itu.
"sebaiknya bibi dan yang lainnya melanjutkan memasak lagi, dan aku juga akan melakukan aktivitasku di sini." ucap Ayu sambil tersenyum manis. mereka yang ada di sana pun tidak kuasa untuk menolak, yang perlu mereka lakukan adalah menjaga keselamatan Ayu.
Ayu pun mulai mengambil bagian, ia meminta tolong kepada Caca dan Cici untuk membantu menyediakan bahan-bahan yang ia perlukan. karena ia akan membuat menu sarapan pagi, maka ia hanya mengingat untuk membuat nasi goreng.
"Caca Cici, tolong bantu aku menyediakan beberapa bahan-bahan yang aku perlukan." ucap Ayu kepada keduanya. sontak keduanya langsung bergegas setelah Ayu menyebutkan bahan apa yang ia butuhkan. tak berselang lama, semua bahan yang Ayu butuhkan telah tersedia di atas meja dapur. di sana sudah tersedia nasi, sayur selada, bawang putih bawang merah, cabe secukupnya, telur dan masih banyak beberapa lagi yang Ayu butuhkan.
sebenarnya Caca dan Cici cukup terkejut ketika Ayu meminta nasi untuk membuat nasi goreng itu. pasalnya, nasi itu diperuntukkan untuk para dayang yang bekerja di istana. sementara untuk para petinggi-petinggi istana, mereka lebih memakan gandum yang dijadikan sebagai makanan pengganjal perut mereka.
namun Caca dan Cici tidak berani bertanya, mereka lebih memilih mengikuti apa saja yang diperintahkan kepada mereka.
dengan telaten, Ayu pun memulai proses memasak nasi goreng. dari awal sampai akhir Ayu memasak nasi goreng itu, semua aktivitasnya tidak luput dari penglihatan para dayang yang ada di sana.
"Akhirnya selesai juga.." ucap Ayu sambil menata nasi goreng itu di atas piring. sontak saja harum wangi khas makanan enak itu langsung menyeruak memenuhi ruangan dapur itu. bahkan Caca dan Cici tidak henti-hentinya menelan ludah mereka.
"nona, makanan apa ini..?? Kenapa aromanya benar-benar sangat enak." ucap Caca tiba-tiba. ternyata semua ada yang telah mengerumuninya. Ayu pun memandangi mereka semua Dan tersenyum.
"nama makanan ini adalah nasi goreng. kalian juga boleh mencicipinya, dan Caca Cici. ambilkan tiga porsi makanan untuk kita dan bawa di kediaman." ucap Ayu lagi. setelah selesai memberi perintah, Caca dan Cici pun langsung mengambil 3 piring nasi goreng untuk junjungan mereka dan langsung pergi mengekori Ayu yang sudah meninggalkan dapur terlebih dahulu.
__ADS_1
***bersambung***