
Satya menarik nafasnya dalam-dalam. iya paham apa yang Ayu sampaikan kepadanya. apalagi di kerajaan ini memang sifatnya masih tertutup. ditambah lagi dengan keyakinan, tidak ada yang menganut agama Islam di daerah ini kecuali agama Hindu Budha.
"kamu tidak perlu takut ay. di sini ada kakak, kakak pasti akan jaga dan lindungi kamu selama kamu di sini." ucap pangeran Satya kepada Ayu. pangeran Satya berusaha memberikan pengertian kepada Ayu agar tetap berada di sisinya.
"tidak bisakah Kakak mengantar ayu pulang?, Ayu benar-benar tidak bisa menjalani kehidupan di sini Kak. ayu sama sekali tidak terbiasa." tuturnya lagi. lagi-lagi pangeran Satya mengepalkan tangannya kuat-kuat.
namun ia berusaha untuk merendam amarahnya agar tidak mengamuk. untuk menghindari percakapan itu, Satya ingin mengalihkan pembicaraan mereka. tapi tiba-tiba, dayang tia datang dengan membawa beberapa pakaian yang tertutup. ternyata pakaian yang tertutup yang dimaksud hanyalah pakaian seperti gaun yang dadanya terbuka. itu sama saja namanya pakaian terbuka. mau bagaimana lagi, memang seperti itu pakaian yang terdapat di kerajaan ini.
"Maaf pangeran, saya membawakan baju yang pangeran minta." tutur dayang Tia sambil memberikan baju itu kepada pangeran Satya. pangeran Satya pun menerima baju tersebut.
"Ayu, di sini hanya ada pakaian seperti ini. Kakak juga tidak menginginkan kamu memakainya apalagi terlihat dadanya terbuka. namun lebih baik kamu memakai pakaian seperti ini ketimbang pakaian para dayang." tutur Satya kepada Ayu. Ayu pun menerima pakaian itu.
sebelum Ayu mengenakan pakaian tersebut, Iya lebih dulu membuka pakaian itu dan melihat desain pakaian tersebut. ayu benar-benar tidak menyangka dengan pakaian ini. tapi mau bagaimana lagi, terpaksa ayu memakai pakaian itu.
***
di tempat lain, raja erlangga yang sudah mendengar bahwa pangeran Satya membawa seorang perempuan bersamanya langsung mengutus seorang penasehat untuk bertemu dengan pangeran Satya, raja Erlangga meminta pangeran Satya untuk menemuinya.
tok tok tok
"permisi yang mulia, Maaf mengganggu waktu anda. saya ke sini ingin menyampaikan perihal yang disampaikan oleh yang mulia raja." ucap penasehat diwangkara.
penasehat diwangkara adalah seorang penasehat istana yang sangat dipercayai oleh raja Erlangga. tampak sang Senopati itu sedang berlutut di hadapan pangeran Satya.
__ADS_1
"Ada apa Paman diwangkara, Apakah ada sesuatu yang penting yang ingin ayahanda sampaikan kepadaku..??" tanya pangeran Satya.
"hamba kurang tahu yang mulia, yang mulia raja hanya meminta hamba untuk menyampaikan kepada yang mulia pangeran agar menghadap yang mulia raja segera." ucapan nasehat diwangkara lagi. pangeran Satya pun langsung mengerutkan keningnya mendapatkan kabar tersebut. apa gerangan yang membuat ayahnya meminta untuk menghadapnya.
"Baiklah penasehat, katakan pada ayah aku akan segera menghadap. "ucap pangeran Satya lagi.
"Baiklah yang mulia pangeran, kalau begitu hamba pamit undur diri." ucapin nasehat diwangkara lagi. setelah itu penasehat itu pun langsung meninggalkan kediaman pangeran Satya. saat itu Ayu sedang berada di dalam kamar mengganti pakaiannya.
tak lama mereka menunggu, Ayu pun langsung keluar dengan pakaian yang sudah ia kenakan. pakaian itu berwarna biru laut yang sangat kontras dengan kulitnya, sehingga menambah kesan cantiknya seorang Ayu Andini.
pangeran Satya dan ksatria Juno, menatap Ayu tanpa bisa mengedipkan mata mereka. seolah Mereka takut, jika mereka mengedipkan mata mereka maka Ayu akan segera lenyap dari pandangan mereka. saat mereka sedang menatap Ayu dengan tatapan mengagumi, tiba-tiba mereka disadarkan oleh suara Ayu.
"Kak Satya.. Kenapa kalian memandangiku seperti itu. Apakah ada yang salah dengan penampilanku..??" tanya Ayu lagi. sontak keduanya langsung tersadar, pangeran Satya yang mengerti bahwa ksatria Juno juga memandang Ayu langsung melemparkan tatapan tajam ke arah ksatria Juno.
"hmm... Ayu begini, segera ikut kakak untuk menghadap raja." ucap pangeran Satya sambil berdehem. Iya berdehem untuk menetralkan detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak sangat cepat.
Ayu yang mendengarkan penuturan Satya pun langsung membulatkan matanya. ada rasa takut dan khawatir yang tiba-tiba menghinggapi hatinya. Iya tidak berani bertemu dengan sang raja, Iya takut bahwa raja tersebut akan menuduhnya macam-macam seperti yang sering ia baca pada sejarah-sejarah zaman dulu. Di mana orang asing akan dicurigai sebagai mata-mata dari negara lain atau kerajaan lain.
pangeran Satya yang melihat ketakutan dari Ayu pun bertanya.
"ay, kamu mendengarkan Kakak bicara kan..?" tanya pangeran Satya kepada Ayu. ayu menganggukkan kepalanya takut-takut.
"maaf Kak, kalau seandainya aku bertemu dengan raja, Ayu tidak akan diapa-apain kan..??" tanya Ayu kepada Satya. pangeran Satya mengerutkan keningnya, di apa-apain Bagaimana menurut Ayu.
__ADS_1
"maksudnya ay..??" tanya pangeran Satya tidak mengerti. ayu menarik nafasnya, iya khawatir menyampaikan apa yang ia khawatirkan.
"mm... maksud Ayu kak, yang mulia raja tidak akan menuduh Ayu macam-macam kan ?? yang mulia raja tidak akan membegal kepala Ayu kan..??" ucap Ayu dengan spontan. ksatria Juno dan pangeran Satya yang mendengar kekhawatiran dari Ayu pun langsung menepuk jidat Dan tersenyum.
"tentu saja tidak ay, palingan Ayah hanya akan menanyaimu beberapa hal. tapi kalau kakak boleh memberi saran, kamu jangan jujur bawa kamu berasal dari dunia lain. kakak tidak ingin terjadi setelah itu hal kepadamu."ucap pangeran Satya.
kesatria Juno yang masih berada di sana lagi-lagi dibuat melongo. dunia lain Apa yang dimaksudkan pangeran Satya dengan Ayu itu.
(dunia lain lagi, Apakah ada dunia lain selain dunia ini.. sebenarnya dari mana perempuan cantik ini, Apakah benar dunia lain yang dimaksud itu adalah kayangan..??) batin kesatria Juno.
( kalau memang perempuan cantik ini berasal dari negeri kayangan, berarti memang tidak boleh membocorkan identitasnya. pantas saja yang mulia pangeran menjaganya seperti itu.) batin kesatria Juno lagi. pangeran Satya yang sadar bahwa di sana masih ada Juno selain mereka berdua, karena itu sebelum mereka keluar terlebih dahulu pangeran Satya berbicara kepada ksatria Juno.
"kesatria Juno, Aku harap kamu tidak mengatakan apapun setelah mendengar percakapan kami tadi. jangan bocorkan kepada siapapun bahwa Ayu bukan berasal dari dunia ini." ucap pangeran Satya. kesatria Juno lagi-lagi dibuat melongo.
"Baiklah yang mulia, tetapi kalau boleh hamba tahu, berasal dari manakah putri cantik itu." ungkap Juno menambahkan cantik dalam pertanyaannya. Satya yang memiliki hati posesif kepada Ayu langsung melayangkan tatapan tajam kepada ksatrianya. tatapan itu langsung membuat kesatria Juno melongo.
( Kenapa yang mulia menatapku seperti itu, Apakah pertanyaanku ada kesalahan di dalamnya..??) batin kasatria Juno lagi.
"jangan memanggil Ayu dengan kata cantik, panggil dia dengan sebutan Nona saja. karena hanya aku yang boleh mengatakan kata itu kepadanya." ucap pangeran Satya kepada kesatrianya.
"maafkan hamba yang mulia.." ucap kesatria Juno.
(walah ternyata pangeran Satya cemburu toh..) batinnya lagi. Ayu yang mendengar penuturan dari pangeran Satya pun ikut melongo. Apa maksud dari pernyataan tersebut. namun sebelum Ayu melayangkan pertanyaannya, terlebih dahulu ayu langsung diseret oleh pangeran Satya untuk bertemu dengan raja erlangga.
__ADS_1
***bersambung***