BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
59. khawatir


__ADS_3

hari pun mulai senja, pangeran Satya tidak berhasil menemukan ayu dan para pengawalnya itu. ia memilih untuk pulang dan menunggu ayu di kediamannya saja. terlihat pangeran Satya mondar-mandir tak menentu. kesatria Juno hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan pangeran Satya yang tidak biasa itu.


kesatria Juno berpikir, apa salahnya mengutus beberapa pengawal untuk menemukan keberadaan mereka dan melindungi mereka Disana.


nyatanya memang pangeran Satya melupakan hal itu, ia hanya menghawatirkan ayu, hingga kepanikan nya, menutup semua pemikiran nya.


***


tak lama, ayu kembali dengan kedua dayangnya. tampak wajah ayu begitu berseri seri. namun ayu tidak langsung kembali ke kediaman pangeran Satya, ia memilih untuk pergi ke tempat para dayang mengikuti kedua dayang paruh baya itu, sekalian untuk melihat kondisi dayang Isa. ayu sudah sangat merindukan nya.


"bibi Isa...!!" panggil Ayu sambil berlari menghampiri wanita paruh baya itu. dayang Isa yang melihat kedatangan nya pun tersenyum. satu hal yang dayang isa tau, kalau ia sangat menyayangi ayu.


ayu langsung berhambur dan memeluk tubuh wanita paruh baya itu sambil melepaskan rasa rindu dalam hatinya. setelah itu Ayu langsung melepaskan pelukannya.


"apa kabar bibi, kenapa tadi tidak ikut kepasar..??" tanya ayu dengan penasaran. bibi Isa mebelai rambut ayu, ketiga paruh baya itu benar-benar sangat mencintai ayu.


tapi, tiba-tiba. ksatria Juno datang dan langsung mengacaukan acara haru mengharukan itu.


"maaf Nona, pangeran sudah menunggu kepulangan nona." ujar ksatria Juno.


flashback


tiba-tiba, seorang pengawal bayangan yang diutus oleh ksatria juno tanpa sepengetahuan pangeran Satya, datang menghadap.


"maaf kesatria Juno, nona ayu telah kembali, tapi ia berada di kediaman ketiga dayang paruh baya." ujarnya. sontak saja, pangeran Satya yang mendengar penuturan itu langsung menoleh.


"apa..!!! kesatria Juno, segera panggil Ayu untuk pulang.." ucapnya dengan sedikit perintah. kesatria Juno pun langsung membungkuk dan segera meninggalkan tempat itu, begitu juga dengan pengawal bayangan itu.


flas of


ayu pun sedikit memanyunkan bibirnya, padahal niat hati masih ingin bermanja-manja dengan ketiga dayang itu, eh... malah disuruh pulang oleh pangeran Satya, mana di jemput lagi.


"tapi kak, nanti ayu akan pulang. aku masih ingin disini, kakak pulang saja dulu, aku masih ingin disini." ucapnya sambil memanyunkan bibirnya lagi.

__ADS_1


"tidak bisa nona. nona harus pulang sekarang, kalau tidak pangeran Satya akan mengamuk." tuturnya lagi.


( ayolah nona, aku takut, pangeran Satya akan mengikuti ku. sekarang saja tatapannya seperti akan membunuh ku. hais..) batin kasatria Juno.


"huff... Baiklah kak. aku pulang. bibi nanti ayu mampir lagi ya, sekarang ayu harus pulang." ucap ayu sambil memeluk ketiga wanita paruh baya itu untuk berpamitan.


"baiklah nona, hati-hati.. kami akan menunggu kunjungan nona kembali." ucap mereka. ayu pun tersenyum dan mengangguk. setelah itu, ia dan kedua dayangnya dan di ikuti oleh ksatria Juno meninggalkan tempat itu.


***


terlihat di kediaman pangeran Satya. pangeran Satya sedang mondar-mandir seperti gosokan rusak, ia sesekali akan menggigit kuku jarinya karena merasa cemas. ia masih memikirkan hal dimana ayu keluar dari ruang pertemuan itu tanpa sepengetahuan dirinya. ia takut, ayu akan berpikir macam-macam. buktinya, ia tadi sempat kebelakang istana.


tok tok tok


mendengar pintu diketuk, pangeran Satya langsung bergegas membukakan pintu untuk mereka, wibawanya seakan mati ketika sudah berurusan dengan ayu.


"ay...!!" panggilannya dengan nada khawatir. ia bergegas memeluk ayu. sontak mereka semua langsung membulatkan matanya.


"kamu dari mana saja..!! kenapa kamu keluar tanpa izin terlebih dahulu pada ku. kamu tau, tindakan mu ini membuat ku khawatir..!!" seru pangeran Satya. ayu memandang sorot mata pangeran Satya, entah apa yang ia cari.


"kalian berdua kembalilah, ingat..!! apa yang sudah kalian lihat disini, jangan sampai kalian sebarkan keluar. kalau sempat saya mendengar ada berita miring tentang pangeran Satya dan Nona, maka orang pertama yang akan saya cari adalah kalian..!!" seru kesatria Juno sambil memberi peringatan kepada keduanya. mereka berdua membungkuk.


"baik kesatria Juno, kami mengerti. kalau begitu kami pamit undur diri." ucap mereka berdua. setelah itu, mereka langsung meninggalkan kediaman pangeran Satya. sementara kesatria Juno, menutup pintu kediaman pangeran Satya.


kembali kepada pangeran Satya dan Ayu.


"ayu tidak kemana-mana, lagi pula ayu tidak pergi sendiri.." tutur nya lagi.


memang ayu tidak pergi sendiri, tapi pangeran Satya hanya cemburu dengan tatapan laki-laki yang ada diluar sana yang memandangi ayu dengan tatapan lapar. itulah kenapa, pangeran Satya sangat protektif terhadap nya.


"kenapa keluar begitu saja dari ruang pertemuan..?? kenapa tidak menyikut ku." tutur pangeran Satya lagi. ayu kembali menarik nafasnya.


"tidak apa-apa pangeran. sudah ya, aku ingin masuk mau istirahat." ucap ayu lagi. ia juga melepaskan tangan pangeran Satya yang menangkup kedua pipinya. tapi, pangeran Satya langsung menggendong ayu dengan gaya bridal style. sontak ayu langsung terkejut.

__ADS_1


"apa-apaan sih pangeran..!!" seru ayu dengan seketika.


"diamlah, kamu bilang capek, makanya aku gendong." tutur nya sambil berjalan dengan ayu yang berbeda di gendongan nya. ayu pun sudah tidak melakukan apapun, ia hanya menurut saja.


***


malam hari menjelang, tiga orang yang berpakaian serba hitam menyelinap masuk ke halaman kediaman pangeran Satya. suasana disana begitu mencekam.


bugh..


orang orang itu berhasil menerobos masuk dan langsung menuju kamar dimana ayu berada. mereka bertiga berjalan dengan pelan dan mengendap-endap, sampai akhirnya mereka sampai di kamar dimana ayu berada.


disana Ayu sedang terlelap, damai dalam tidurnya. ketiga orang itu menatap wajah ayu dengan takjub. pasalnya, wajah itu sama sekali tidak ditutupi dengan polesan make up apapun, terlihat juga bahwa perempuan ini sangat menarik.


( ada ya gadis secantik ini di dunia persilatan ini. ? aku tidak berani membunuhnya, ia sangat cantik. bolehkah aku bawa pulang saja..) batin salah satu dari mereka. yang lain pun berpikiran sama dengan nya. mengagumi wajah cantik ayu.


ayu merasa ada yang memperhatikan nya, ia pun langsung membuka matanya dan langsung terkejut melihat tiga orang berpakaian serba hitam berdiri tegak di depannya.


"aaaaa....." reflek ayu langsung berteriak keras. ketiga orang itu pun langsung gelagapan karena tersadar dengan teriakan ayu. pangeran Satya yang mendengar teriakkan itu pun langsung bergegas.


"ayu..!!!" teriaknya dan langsung mendobrak pintu kamar itu.


Brak..!!!


"ay..!! ada apa..??" tanya pangeran Satya. terlihat ayu menarik nafasnya seperti orang yang habis berlari jauh. ia memandangi wajah pangeran Satya.


"pangeran, aku takut huuuuu...." ucapnya langsung menangis dengan keras. pangeran Satya langsung mendekat dan menenangkan nya.


"tenanglah dulu. setelah tenaga, cerita kan apa yang terjadi." ucap pangeran Satya sambil mengelus punggung ayu yang berada dalam pelukannya.


"pangeran, aku mau pulang, kembali keduniaku. aku takut..hiks.." ucapnya, langsung membuat pangeran Satya terngungu. ia diam sejenak, kemudian ia melerai pelukannya dengan lembut. ia menangkup wajah ayu dengan kedua tangannya, wajahnya sudah di penuhi dengan air mata. terlihat ayu masih terisak.


"katakan, apa yang terjadi dan..??" tanya pangeran Satya lagi.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2