BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
43. ingin kembali


__ADS_3

pangeran Satya pun langsung menaikkan Ayu ke atas kuda. tapi nyatanya Ayu tidak mau, Iya terlalu takut berada di atas kuda.


"Ayu tidak ingin naik kuda, Ayu takut Kak.." ucap Ayu. terlihat di tempat itu sudah kembali membubarkan diri atas perintah pangeran Satya. mereka kembali kepada aktivitas mereka masing-masing. sesekali laki-laki yang melewati mereka memfokuskan pandangan mereka ke arah Ayu. yang tentu saja sukses membuat pangeran Satya marah.


"kakak tidak akan meninggalkan kamu sendiri. cepatlah naik, kakak tidak ingin lebih banyak laki-laki yang melihatmu seperti ini." ucap pangeran Satya. tanpa menunggu persetujuan dari Ayu, pangeran Satya pun langsung mengangkat tubuh Ayu dan meletakkannya langsung di atas kuda. setelah itu pangeran Satya pun ikut naik ke atas kuda tersebut.


kesatria Juno yang melihat hal ini, lagi-lagi tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh pangeran kedua mereka. kesatria Juno melongo dan mengedip kan matanya tak percaya. benar-benar suatu pemandangan yang langka.


"kesatria Juno, jangan bengong terus di sana. ayo kita kembali ke istana." ucap pangeran Satya, menegur kesatrianya.


setelah itu, pangeran Satya langsung melajukan kudanya untuk kembali ke istana dengan kecepatan tinggi, dan diikuti oleh para ksatria dan beberapa pengawal di belakang. pacuan kuda itu sangat membuat Ayu ketakutan, Iya sama sekali tidak berani membuka matanya. Satya yang mengerti bahwa Ayu sedang ketakutan langsung angkat suara.


"Jika kamu takut berbaliklah, dan peluk Kakak dengan erat."( dimodusin dikit nggak papa ya !!🤭🤭) ucap pangeran Satya. Ayu yang mendengar penuturan pangeran Satya pun sangat ingin berbalik, namun untuk bergerak di atas kuda saja ia sudah ketakutan, lalu bagaimana caranya ia harus berbalik menghadap ke arah pangeran satya.


Ayu tidak menjawab dan memilih untuk diam saja. pangeran Satya yang mengerti pun kembali memacu kudanya dengan kecepatan tinggi untuk menuju istana.


***


saat ini mereka telah tiba di gerbang istana. para penjaga yang melihat kedatangan pangeran mereka langsung membukakan pintu gerbang. walaupun beberapa diantara mereka terheran-heran melihat pangeran yang dikenal dengan pangeran yang kejam dan dingin, pulang dengan memboyong seorang perempuan yang cantik.


setelah dibukakan pintu gerbang, Satya pun langsung memasukkan kudanya di dalam lingkungan istana.

__ADS_1


"kita sudah sampai !! selamat datang di kerajaan Kakak Ayu..." ucap pangeran Satya menyambut kedatangan Ayu. pangeran Satya pun langsung turun dari kuda, dan tak lupa Ia juga membantu Ayu turun dari atas kuda.


ternyata aksi pangeran Satya, mengundang banyak mata yang ingin melihat pangeran mereka yang datang membawa seorang gadis yang tidak dikenal. para pelayan dan beberapa pengawal pun mulai bergosip. mereka mulai bertanya-tanya, siapakah perempuan yang di samping pangeran yang berhasil meluluhkan pangeran es itu.


"lihatlah pangeran Satya, Iya datang bersama dengan seorang perempuan. Apakah perempuan itu adalah calon permaisuri dari pangeran.." ucap salah satu para dayang tersebut.


" kamu benar, perempuan itu membuat semua perempuan yang ada di kerajaan ini. pasalnya tak satupun perempuan bangsawan yang meluluhkan hatinya." ucap para dayang yang belum mengenali Ayu.


"lihatlah baik-baik, Bagaimana pangeran Satya tidak tertarik. tanpa polesan pada wajah, perempuan itu terlihat cantik dan natural. lihat saja kulit putihnya, sangat putih seperti susu. aku rasa tak hanya pangeran Satya yang tertarik dengan perempuan itu, pasti di luar sana banyak sekali laki-laki yang meliriknya." ucap salah satu dari mereka lagi. begitulah orang-orang di sana bergosip, namun pangeran Satya sama sekali tidak memperdulikan omongan orang orang itu. Iya hanya berjalan sambil menyeret Ayu masuk ke dalam istana.


ternyata kabar pangeran Satya yang datang dengan memboyong seorang gadis cantik, langsung terdengar di telinga raja Erlangga dan permaisuri Anjani.


***


"dayang Tia, tolong siapkan satu pakaian perempuan yang tertutup. aku membutuhkannya segera.." ucap pangeran Satya.


"baik pangeran," dayang Tia pun langsung pamit undur diri untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh pangeran Satya kepadanya. pangeran Satya pun langsung membawa Ayu ke dalam kediamannya diikuti oleh ksatria Juno dari belakang.


sesampainya mereka di dalam kediaman, pangeran Satya pun langsung mendudukkan Ayu di salah satu tempat duduk sederhana yang ada di tempat itu. kemudian pangeran Satya pun langsung menyidang Ayu.


"ay, kamu belum menjawab pertanyaan kakak.. sudah sejak kapan kamu berada di sini..??" tanya pangeran Satya kepada Ayu. Ayu yang dulunya menundukkan kepalanya kini ia mengangkat tegak dan menatap ke arah pangeran Satya.

__ADS_1


"Ayu sudah seminggu berada di dunia ini. kakak, Ayu ingin kembali ke dunia Ayu." ucap Ayu dengan pelan dan seperti memelas. entah kenapa pangeran Satya yang mendengarkan pernyataan Ayu itu pun tidak terima. Iya langsung mengepalkan tangannya.


kesatria Juno yang masih setia berada di sana pun menjadi heran mendengarkan penuturan Ayu. pasalnya Ayu mengatakan ingin kembali ke dunianya. memangnya dunia seperti apa yang dimaksud oleh perempuan ini..?? begitulah pikir kesatria Juno.


(dunia seperti apa yang dimaksud, Apakah ia adalah seorang bidadari yang ternyata nyasar ke bumi..??) batin kesatria Juno.


( tapi kalau diperhatikan, perempuan ini memang cantik seperti bidadari. eh memangnya bidadari tampilannya begini ya..??) batin kesatria Juno lagi sambil bertanya kepada dirinya sendiri. Iya juga menatap Ayu lekat-lekat, sehingga tatapannya itu tertangkap oleh pangeran Satya.


"kesatria Juno, jaga tatapanmu. atau aku akan membutakan matamu selamanya." ancam pangeran Satya kepada ksatrianya. sontak saja kesatria Juno langsung menundukkan kepalanya. ternyata pangerannya belum berubah sama sekali.


( ah ternyata pangeran Satya belum berubah sama sekali, masih saja sangat menyeramkan. lebih menyeramkan tatapannya sekarang ketimbang medan perang. benar-benar cinta dapat mengubah perilaku seseorang.) batin kesatria Juno sambil menunduk kan kepalanya.


pangeran Satya pun kembali mengarahkan pandangannya ke arah Ayu.


"Kenapa kamu ingin kembali ke duniamu..?? Apakah kamu tidak senang berada di dekat Kakak..??" tanya pangeran Satya dengan tiba-tiba. lagi-lagi Ayu menegakkan kepalanya.


"bukan tidak ingin berada di dekat Kakak, justru Ayu sangat merindukan kakak." ucap Ayu keceplosan. Ayu segera mengangkat tangan kanannya dan menutup mulutnya.


( ih dasar mulut, ngapain juga harus berbicara jujur. ) batin Ayu sambil merutuki kebodohannya. pangeran Satya yang mendengarkan hal itu tentu saja menjadi besar kepala.


"kamu merindukan kakak..?? tapi kenapa kamu tidak suka tinggal di dekat Kakak..??" tanya pangeran Satya lagi. Jika ada yang memperhatikan raut wajah pangeran Satya, cetak wajah gembira dan hati yang berbunga-bunga mendengar penuturan dari Ayu.

__ADS_1


"Ayu... tidak terbiasa tinggal di sini. Ayu juga sangat takut, apalagi di sini Ayu tidak bisa melakukan kewajiban Ayu sebagai seorang muslim. banyak mata yang menatap Ayu seperti ingin menguliti Ayu." tutur Ayu kepada pangeran Satya. mendengar penuturan Ayu, pangeran Satya pun langsung menarik nafasnya.


***bersambung***


__ADS_2