BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
42. bertemu


__ADS_3

dengan mengendarai kereta istana, akhirnya Ayu dan ketiga ada yang tersebut sampai di pasar. satu persatu dari mereka pun keluar dari kereta. ketika ayu keluar dari kereta, beberapa mata langsung mengarahkan pandangannya ke arah Ayu. mereka sangat terkesima melihat kulit cantik dan wajah cantik Ayu yang terekspos. ayu memakai pakaian orang-orang biasa. namun rambutnya sengaja ia gerai karena lehernya terbuka.


"wah !! lihatlah bibi, ternyata di sini sangat seru sekali. ramai banyak orang berlalu lalang ke sana kemari." ucap Ayu kepada ketiga dayang paruh baya itu.


Ayu sangat senang melihat pasar yang begitu ramai, beda halnya ketiga dayang paruh baya itu. mereka sedang mencari cara untuk menutup tubuh Ayu yang terekspos, karena banyak sekali mata yang menatap Ayu dengan tatapan lapar. semasa mereka di istana, mereka lupa membawakan selendang atau semacamnya untuk Ayu kenakan.


"bibi Ami, Ani, dan bibi isa kenapa..?? Kenapa sepertinya sangat kebingungan seperti itu." tanya Ayu tiba-tiba.


saat Ayu bicara, dan karena tidak mendapat tanggapan dari ketiganya ayu mengarahkan pandangannya ke arah mereka. ternyata ketiga dayang tersebut sedang kebingungan mencari sesuatu. entah apa yang mereka cari.


"Oh tidak apa-apa nak.." ucap dayang Ami. ada yang Ami mendekat ke arah Ayu, kemudian ia menata rambut Ayu untuk sedikit menutupi dadanya yang terbuka.


"maafkan bibi nak, bibi lupa membawakan selendang untuk menutupi kulit putihmu. lihatlah mata pria-pria itu." ucap dayang Ami kepada Ayu. sontak saja Ayu mengikuti tatapan dayang Ami, dilihatnya semua lelaki yang ada di sana benar-benar menatapnya dengan tatapan lapar. sontak saja ayu menjadi tidak berani bergerak.


"lalu bagaimana bi, Ayu takut.." ucap Ayu sambil menggandeng lengan dayang Ami.


"tidak perlu takut nak, sebaiknya Ayu gandeng saja lengan dayang ami dan jangan dilepas." kali ini dayang Ani yang bersuara. Ayu pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu. ayo kita belanja dengan cepat agar kita segera cepat kembali. bibi sangat merasa tidak nyaman melihat mata-mata lelaki lelaki ini." timpal dayang Isa.


mereka semua pun langsung meninggalkan tempat tersebut dan masuk dalam keramaian pasar. setiap keempat perempuan beda usia itu lewat, para lelaki baik muda maupun paruh baya, mereka sangat berminat melihat kulit cantik ayu. bahkan tak sedikit dari laki-laki tersebut yang langsung on ketika melihat kulit putih mulus itu.

__ADS_1


Ayu sendiri, Iya tidak melepaskan lilitan tangannya di lengan dayang Ami. sementara kedua ada yang lainnya, mereka berada tepat di belakang dayang ami dan Ayu. saat mereka sedang berbelanja dari kejauhan terlihat rombongan pangeran Satya yang tengah berjalan-jalan melihat keadaan pasar.


melihat kedatangan seorang pangeran, salah satu dari warga di sana pun berteriak mengabarkan bahwa pangeran Satya memasuki pasar.


"pangeran Satya memasuki pasar" ucap salah satu warga. ketika mereka mendengar pangeran Satya memasuki pasar, mereka semua langsung mengambil posisi tak terkecuali dayang Ami dan yang lainnya. mereka langsung membuat barisan menyambut kedatangan pangeran Satya.


saat pangeran Satya sedang berjalan di atas kudanya, tiba-tiba matanya memandang satu sosok yang sangat ia kenali. Siapa lagi kalau bukan Ayu.


"Ayu.." panggil pangeran Satya dengan suara pelan dan lirih. pangeran Satya pun langsung mengangkat tangannya untuk memberhentikan rombongannya.


"Ada apa pangeran..??" tanya kesatria Juno. tapi pangeran Satya tidak menjawab. pandangannya tertuju kepada salah satu sosok. demi memastikan bahwa sosok itu beneran adalah sosok yang ia kenal, Iya segera turun dari kudanya.


pelan-pelan pangeran Satya langsung mendekati ketiga dayang tersebut dan juga Ayu.


Ayu yang mendengar suara yang tidak asing di telinganya, langsung mengangkat kepalanya melihat ke arah sumber suara. saat itu juga Ayu terkejut dan membulatkan matanya. matanya dan mata pangeran Satya pun langsung beradu pandang. tiba-tiba mata Ayu mulai berkaca-kaca.


"Kak Satya..." ucap Ayu dengan pelan. air mata Ayu pun, ada rasa rindu di dalam hatinya. ingin sekali Ayu memeluk tubuh kekar dan gagah itu. namun ia tidak berani, Ayu malah memilih untuk menundukkan kepalanya karena saat ini Satya bukanlah orang biasa.


Satya pun mendekat ke arah Ayu, Satya mengapit dagu Ayu dan mengangkatnya untuk melihat wajahnya. sekilas senyum terbit di bibir pangeran Satya.


"Ayu, kamu beneran berada di sini." ucap pangeran Satya dengan hati yang sangat senang. tiba-tiba rasa rindu kepada Ayu langsung terobati.

__ADS_1


ketiga dayang yang senantiasa berada di dekat Ayu itu pun menjadi bingung. Mereka ingin bertanya, tapi mereka urung karena terlalu takut untuk bertanya kepada junjungan mereka.


pangeran Satya pun langsung menarik Ayu dan memeluk tubuhnya, ia tidak peduli mengenai tanggapan orang lain saat ini. Ia hanya ingin menyalurkan rasa rindu yang telah berhari-hari ia rasakan dan sukses membuatnya tidak tenang.


tak lama pangeran Satya melepaskan pelukannya, sejenak ia mengamati tubuh Ayu yang saat ini telah terekspos dan dilihat oleh banyak orang. kulit cantik dan putih serta mulus itu, telah dilihat oleh orang lain selain dirinya. tapi mau bagaimana lagi, pangeran Satya paham bahwa rata-rata perempuan di sini memang berpakaian seperti itu.


pangeran Satya ingin marah, namun pangeran Satya tidak bisa. akhirnya pangeran Satya membuka jubah kebesarannya itu, dan langsung memasangkannya di tubuh Ayu untuk menutupi kulit cantiknya itu. semua yang ada di sana sangat tercengang melihat perlakuan pangeran yang mereka kenal dingin dan tidak berperasaan itu, namun baik hati jika terhadap mereka yang menghormatinya.


mereka berpikir, ada hubungan apa pangeran Satya dengan perempuan cantik itu.


"Apakah dunia ini akan terbalik..??" gumam kesatria Juno yang juga ikut turun dari kudanya.


"sudah berapa hari kamu di sini..??" tanya pangeran Satya tiba-tiba kepada Ayu. namun sebelum Ayu menjawab, Iya langsung mengajak Ayu pergi dari sana.


"sebaiknya kamu ikut denganku ay.." ucap pangeran Satya menggandeng tangan Ayu.


"tapi Kak, Ayu datang ke sini bersama dengan bibi Ami, Ani dan bibi Isa. Ayu tidak mungkin meninggalkan mereka." ucap Ayu memprotes.


semua yang ada di sana terkejut mendengar panggilan Ayu kepadanya. pasalnya Ayu yang memanggil pangeran Satya dengan panggilan Kak. padahal pangeran Satya tidak memiliki saudara perempuan apalagi adik perempuan.


"biarkan ketiga dayang itu, mereka juga akan kembali ke istana. sekarang kamu ikut kakak pergi dari sini." ucapan heran Satya kepada Ayu.

__ADS_1


ayu masih tidak rela meninggalkan ketiganya. Ayu pun mengarahkan pandangannya ke arah dayang Ami, dayang Ani dan dayang Isa. ke-3 ada yang itu pun langsung menganggukkan kepala. tidak mungkin mereka membantah ucapan pangeran mereka. akhirnya dengan berat hati, Ayu langsung mengikuti pangeran Satya.


***bersambung***


__ADS_2