
Setelah Kasim mengabarkan kedatangan ksatria Juno, semua orang yang ada di ruangan tersebut bungkam dan melihat ke arah pintu. tanpa di sana kesatria Juno berjalan dengan gagahnya. sampai di depan raja Erlangga, kesatria Juno langsung membungkukkan badannya menghadap kepada yang mulia raja.
"salam kepada yang mulia raja, semoga selalu diberikan kedamaian serta ketentraman di dalam hidup." ucap kesatria Juno sambil membungkuk memberikan penghormatan.
"mm... bangunlah ksatria Juno, katakan apa yang membuatmu datang ke tempat pertemuan ini." tanya yang mulia raja Erlangga. kesatria Juno pun menjadi gelagapan.
"begini yang mulia, hamba ingin bertemu dengan yang mulia pangeran Satya sebentar. ada sesuatu yang ingin hamba sampaikan kepadanya. setelah itu mungkin yang mulia pangeran akan menyampaikannya kepada yang mulia raja." ucap kasatria Juno kepada yang mulia raja Erlangga. raja Erlangga pun langsung menyetujui permintaan ksatria Juno.
"Baiklah segera lakukan." setelah mengatakan hal itu dan setelah ksatria juga mengucapkan terima kasih, ia berjalan mendekati arah pangeran Satya. di mana Di sana pangeran Satya menunggu kedatangannya. setelah sampai di depan pangeran Satya terlebih dahulu kesatria Juno membungkuk kembali.
"mm... Ada apa kesatria Juno, bukankah aku memerintahkanmu untuk menemani ayu keluar dan melindunginya. lalu sedang apa kamu di sini." tanya pangeran Satya kepada ksatrianya itu.
__ADS_1
"mohon ampun Yang mulia pangeran, yang mulia pangeran harus ikut dengan hamba. kata Nona Ayu, Iya mau masak kepiting yang kami tangkap dan berserakan di luar istana. mungkin serangga ini yang ditakutkan oleh para warga." tutur kesatria Juno dengan pelan. pangeran Satya yang memang merasakan bagaimana enaknya makanan itu pun langsung bangkit.
"Apa kamu yakin kesatria Juno..??" tanya pangeran Satya lagi dengan tatapan tajam. kesatria Juno pun menjadi takut, Iya takut bahwa pangeran itu akan mengamuk.
"i-iya pangeran, bahkan hamba yang membantu Nona Ayu untuk menangkap kepiting kepiting itu."
"kalau begitu tunggu apa lagi, ayo bergegas ke sana. aku sudah tidak sabar ingin mencicipinya." ucap pangeran Satya dengan lantang. tentu saja yang ada di sana merasa heran, Apa yang membuat pangeran Satya berbicara begitu lantang dan bersemangat. raja Erlangga yang melihat sifat yang tidak biasa dari putranya itu pun bertanya.
"ampun ayahanda, sepertinya serangga yang dimaksud oleh ayahanda dan para menteri adalah kepiting. kepiting itu adalah makanan yang sangat enak. menurut dari penuturan ksatria hamba, Ayu menangkap serangga itu dan sudah memasaknya. karena itu Ananda ingin ke sana dan melihat Apakah benar itu adalah kepiting atau tidak." ucap pangeran Satya kepada raja Erlangga.
raja Erlangga pun langsung terkejut. Apakah benar seorang perempuan yang terlihat lemah lembut itu bisa menangkap serangga itu ?. pikir yang mulia raja Erlangga.
__ADS_1
"kalau begitu, biarkan ayah ikut dan Melihat nya." ucap raja Erlangga. semua nya pun setuju dan ikut pergi ketempat itu.
***
disini lah mereka sekarang. dimana, ada tiga meja yang dipenuhi dengan kepiting yang sudah mereka masak. raja dan para menteri yang melihat kepiting atau yang mereka anggap Monster itu, merasa kesusahan menelan ludah mereka.
ayu dan para dayang yang ada disana, terkejut melihat kedatangan raja dan orang-orang penting itu. pangeran satya langsung berbinar melihat hidangan itu.
"ayah, lihatlah. apakah ini serangga yang kalian maksud..??" tanya pangeran Satya.
***bersambung***
__ADS_1