BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
29. perhatian kecil


__ADS_3

Ayu yang melihat respon satya seperti itu menjadi malu sendiri. apalagi tatapan Satya tidak lepas dari bola matanya.


"Kenapa Kakak memandangiku seperti itu?? Apakah Ayu salah berucap. Dan kenapa kakak diam saja.."ucap Ayu kembali. Ayu bingung melihat tatapan saat dia seperti itu kepadanya.


"tidak apa, Kakak hanya sangat senang kamu mengkhawatirkan ku. Oh ya, ke mana bapak dan ibu..?"tanya Satya sambil celingak-celinguk mencari keberadaan kedua paruh baya itu. Satya pun juga melepaskan Tangkuban tangannya di pipi Ayu.


"bapak dan Ibu sedang keluar untuk mencarikan beberapa tumbuhan agar dapat merendam kakak. karena ada orang pintar datang ia mengatakan kakak harus dibangunkan."ucap Ayu lagi. mendengar ucapan Ayu Satya pun terkejut.


"loh..!! ini kan sudah malam ay... seharusnya bapak dan Ibu pergi besok saja. dan lagi pula Kakak sudah bangun dan tidak apa-apa."ucap Satya lagi. Satya benar-benar tidak mengerti apa yang ada di kepala kedua orang tua Ayu. Iya juga merasa terharu mendapat perhatian kecil itu.


"Ya mau bagaimana lagi Kak. Kakak tidurnya sangat lama, tentu saja bapak dan Ibu sangat khawatir. apalagi kakak baru saja mengeluarkan atau menjauhkan jin-jin yang melakukan perbuatan jahat itu. kami khawatirnya terjadi apa-apa dengan kakak."terang Ayu lagi. melihat raut wajah Ayu yang khawatir, ingin sekali Satya menggoda Ayu.


"ay kenapa sih kamu cantik sekali.." ucap Satya dengan absrud Nya. mendengar gombalan satya. Ayu pun langsung menenggelamkan cubitan di pinggang Satya.


"auch.. sakit ay..." ucap Satya sambil mengelus-elus pinggangnya yang tadi kenak capitan.


"rasain.. makanya jangan suka menggoda orang.." ucap Ayu dengan ekspresi lucunya. ekspresi tersebut semakin membuat Satya tenggelam dalam hayalannya.

__ADS_1


namun saat mereka sedang mengobrol dan menggombal eh salah menggoda satu sama lain. kedua paruh baya itu pun pulang, dengan membawa tumbuhan yang akan digunakan untuk merendam saat ia nanti.


"eh nak Satya Alhamdulillah.. Kamu sudah bangun nak... apakah terjadi sesuatu..?? atau Ada yang sakit..??"tanya Pak Santoso dengan bertubi-tubi. Satya yang melihat raut kekhawatiran di muka kedua paruh baya itu pun, hatinya langsung menghangat Dan tersenyum.


"Satya tidak apa-apa. terima kasih bapak sama Ibu sudah mengkhawatirkanku." ucap Satya merasa senang.


"syukurlah nak, kami sangat khawatir saat kamu terjatuh. tapi tidak apa-apa, ibu akan segera memasak tanaman ini agar kamu segera berendam." ucap Ibu Sukma bergegas ke dapur dan langsung merebus tumbuhan itu.


tak berselang lama, rebusan itu pun selesai. Ibu Sukma dan Pak Santoso langsung menyuruh Satya untuk segera berendam di salah satu baskom yang sudah diisi dengan air dingin dan juga air panas yang tadi mereka gunakan untuk merebus tanaman tersebut.


Satya pun menurut. Ia hanya melepas bajunya dan langsung masuk ke dalam baskom besar itu kemudian berendam di sana. sontak saja Satya langsung merasakan seperti kolam spiritualnya kembali terisi. tanpa menghiraukan keluarga Ayu Ia pun langsung mengambil posisi Lotus dan mulai bermeditasi. ternyata tanaman tersebut merupakan sebuah tanaman langka yang sudah susah ditemukan. tanaman itu juga memiliki banyak khasiat, salah satunya dapat mengeluarkan racun-racun yang ada di dalam tubuh manusia.


"ay...suruh saja bapak dan Ibu untuk beristirahat. kasihan mereka. sepertinya bapak dan Ibu sangat kelelahan." ucap Satya sebelum masuk ke kamar kecil untuk mengganti pakaiannya. Ayu pun langsung mengarahkan pandangannya kepada ayah dan ibunya. benar saja kedua paruh baya itu tertidur dengan posisi duduk.


"Pak, Bu. tidur di kamar saja. Kak Satya sudah tidak apa-apa."ucap Ayu kepada kedua orang tuanya. Pak Santoso dengan ibu Sukma yang mendengar suara lembut Ayu pun segera membuka mata. dengan mata yang masih mengantuk, Mereka pun langsung melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam kamar mereka. Setelah itu mereka melanjutkan tidur.


Begitu juga dengan Ayu dan Satya. setelah Satya selesai mengganti bajunya, Ayu juga sudah selesai menyiapkan tempat tidur saatnya di ruang tamu. Mereka pun langsung menyusul kedua paruh baya itu dan tertidur pulas.

__ADS_1


***


di tempat lain, tepatnya di kediaman Tuan sepian dan nyonya sati. mereka adalah orang-orang yang ingin membuat keluarga Ayu celaka dengan mengirimkan santet dan guna-guna serta menumbalkan keluarganya.


di tempat ini sedang terjadi kegaduhan. akibat perbuatan yang dilakukan oleh Satya kepada keluarga Ayu. ia mengobati dan membebaskan keluarga Ayu itu dalam ritual pertumbalan. namun walaupun begitu, untuk membebaskan keluarga Ayu itu belum sepenuhnya selesai.


"sialan !! Siapa yang berani-berani menggagalkan semua rencanaku."ucap Tuan sepian dengan marah. sementara nyonya satu yang masih berada di tempat itu menjadi heran mendengar teriakan sang suami. karena mendengar teriakan suaminya itu, nyonya sepian pun masuk ke ruang rahasia tersebut.


"Ada apa suamiku, Kenapa kamu berteriak seperti orang kesetanan begitu."tutur nyonya sati. nyonya sati sejenak mengamati ruangan tersebut, beberapa wadah yang mereka gunakan untuk memulai ritual mengorbankan nyawa keluarga Pak Santoso itu hancur dan berantakan. ruangan tersebut nampak acak-acakan, melihat hal itu nyonya sati langsung mengerutkan keningnya.


"Apa yang terjadi suamiku.? Kenapa ruangan ini terlihat berantakan dan beberapa benda-benda yang kita gunakan untuk ritual ini hancur."ucap nyonya sati menunjuk-nunjuk tempat benda-benda itu hancur. Tuan sepian selaku dukun yang selalu mendominasi tempat tersebut pun menghembuskan nafasnya kasar.


"sepertinya rencana kita Untuk menumbalkan keluarga Santoso itu gagal. karena keluarga itu sepertinya ada yang melindungi dan berusaha untuk melawan. bahkan semua leluhur-leluhur yang kita kirim ke sana itu dikembalikan dengan keadaan yang sudah dirantai."ucap Tuan sepian. Tuan sepian menyebut makhluk-makhluk gaib itu dengan sebutan leluhurnya. karena makhluk-makhluk itu mengambil dan menyerupai tubuh keluarga atau nenek buyut mereka yang sudah meninggal.


Tuan Sepian juga percaya, bahwa para leluhur yang ia anggap ini mampu untuk memberikannya ilmu hitam.


Nyonya sati yang mendengar penuturan suaminya itu menjadi terkejut. karena nyonya sati sangat berharap keluarga Santoso itu mati dengan cepat. karena nyonya sati iri kepada keluarga itu, walaupun hidup mereka pas-pasan. namun Mereka tampak selalu santai dalam menjalani kehidupan mereka. apalagi anak Tuan Santoso satu-satunya sedang menganyam pendidikan. nyonya sati iri karena tak satupun dari anak-anaknya yang merasakan dunia perkuliahan. apalagi, setiap Ayu pulang ia akan terlihat seperti anak orang kaya. yang memiliki wajah cantik putih dan glowing.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2