
raja Erlangga belum menjawab pertanyaan dari pangeran satya. Karena ia masih terkejut dengan apa yang ia lihat.
"ayah.." panggil pangeran Satya lagi. mendengar suara anaknya, raja erlangga pun langsung tersadar.
"eh.. iya ada apa..??" jawab yang mulia raja dengan perasaan bengong. pangeran Satya merasa malas menjawab pertanyaan ayahnya lagi. ia pun memilih untuk duduk dan menyambar kepiting itu. membuka kulitnya dan memakan isinya. semua yang ada disana terkejut.
"pangeran..!!" seru kesatria Juno. ia merasa khawatir melihat pangeran Satya memakan serangga itu. namun kekhawatiran mereka tidak mendasar. tampaknya pangeran Satya sangat menikmati hidangan itu. raja dan para menteri pun di buat tak berkutik melihat kelakuan pangeran Satya. sejak kapan pangeran mereka suka makan serangga, itulah pikir mereka.
pangeran Satya memakan kepiting itu, orang-orang yang melihat pangeran Satya, memberikan ekspresi yang berubah-ubah. yang menatap jijik, ada yang ingin mencoba, ada juga yang kebingungan.
ayu yang ada disana merasa risih atas keberadaan petinggi-petinggi istana. tapi ayu tak berani bersuara, hanya tatapan matanya yang tajam, melihat kearah pangeran Satya.
__ADS_1
(aduh.. ini sipangeran sudah berapa Minggu tidak makan. dan seharusnya,ia juga mengajak yang lain untuk makan, bukan malah menikmatinya sendiri. dasar ) batin ayu merasa geram.
"hm... pangeran, bolehkah aku mencobanya juga.." ujar kesatria Juno memberanikan diri. ia menatap pangeran Satya dan mengedit-edipkan matanya dengan gemes. pangeran satya yang melihat hal itu, langsung menghentikan aktivitasnya mengunyanya sejenak. ia melihat kelakuan kesatrianya.
"Yaaa... Kalau mau coba, coba saja. tidak perlu mengedip-ngedip seperti itu, jijik ngeliatnya.." tutur pangeran Satya berteriak diawal kalimatnya. ayu yang mendengar ucapan pangeran Satya itupun langsung terkekeh.
tanpa pikir panjang, kesatria Juno pun langsung mengambil sepotong makanan itu, awalnya ia menatap dan mengamati bentukan dari monster itu. ternyata Monster ini bisa di eksekusi. pikir kesatria Juno. sejenak, kesatria Juno melihat ke arah pangeran Satya, ia mengamati bagaimana cara membuka kulit kepiting itu. dan dengan cepat, kesatria Juno langsung bisa.
kesatria Juno kesusahan menelan salivanya, ia menatap daging kenyal itu sebelum memasukkan nya kedalam mulutnya.
"makan saja kesatria Juno. itu rasanya sangat enak.." tutur ayu dengan lembut. kesatria Juno mengalihkan pandangannya kearah ayu. ia pun langsung menganggukan kepalanya. kesatria Juno menutup matanya, dan langsung melahapnya. kunyahan pertama, kesatria Juno langsung membuka matanya, ternyata rasanya diluar dari pemikiran nya.
__ADS_1
enak... itulah yang dapat kesatria Juno gambarkan.
"mmm.... makanan ini sangat enak, aku baru memakannya dan merasakannya sekarang, tapi aku langsung menyukainya." ujar kesatria Juno dengan bangga. orang-orang yang ada disana pun ikut penasaran. tanpa meminta izin terlebih dahulu, mereka langsung berebut untuk mencoba. melihat hal itu, membuat pangeran Satya memasang wajah kesal.
"eh... jangan ambil banyak-banyak, sisahkan untukku..!!" ujar pangeran Satya, padahal kepiting kepiting itu masih banyak di mangkuk besar yang ada di depannya. tapi mereka tidak mengindahkan Ucap pangeran Satya, begitu juga dengan yang mulia raja Erlangga.
ketika sepotong daging kepiting itu menyapa indra perasa mereka, mereka langsung terkejut. rasanya sangatlah enak. mereka sangat bahagia merasakan makanan itu. saat itu juga, raja Erlangga langsung membuat ultimatum.
"dengarkan semuanya. ini adalah perintah. segera kalian tangkap serangga serangga itu dan bawa kesini. kita akan berpesta mencoba makanan ini. kapan lagi kita akan merasakan nya." ucap raja erlangga. semua yang ada disana Langsung antusias. namun mereka masih bingung, bagaimana cara menaklukkan serangga itu.
"maaf yang mulia, lalu bagaimana cara kita menangkap serangga itu, mendekat saja kita takut." ujar salah satu pengawal sambil bersimpuh.
__ADS_1
***bersambung***