
selepas kepergian ayu, disana raja Erlangga terus memperhatikan pangeran Satya dengan Anaya. tampak mereka sangat akrab. raja Erlangga menganggukan anggukan kepalanya. kemudian melirik kearah menteri keuangan, menteri keuangan pun hanya menganggukkan dan tersenyum kepadanya. setelah itu, raja Erlangga langsung angkat bicara.
"para menteri dan para bangsawan sekalian. ada yang ingin kusampaikan." ucap raja erlangga dengan suara yang berwibawa. semua yang ada di sana pun langsung menoleh ke arah sang Raja. begitu juga dengan pangeran Satya. namun, ketika ia menoleh, ia tidak menemukan ayu disampingnya, pangeran Satya pun langsung celinga-celinguk, mencari keberadaan ayu.
"apakah itu yang mulia.." tanya salah satu Mentri nya.
"karena itu, tolong dengar kan. saya raja Erlangga, akan menjodohkan pangeran Satya dengan putri Anaya.. bagaimana menurut kalian..??" tanya raja Erlangga.
duar!!!
seketika pangeran Satya langsung terkejut mendengar penuturan sang ayah. tentu saja ia tidak setuju, pangeran Satya hanya menganggap Anaya seperti adiknya sendiri. sementara Anaya yang berada disampingnya sangat senang mendengar penuturan raja Erlangga. semua yang ada disana juga merasa sangat senang mendengar berita itu.
__ADS_1
pangeran Satya langsung berhenti menengok kiri dan kanan, kali ini tatapannya fokus pada ayahnya. tapi, tak lama, ia langsung tersadar. kemudian ia bergegas membantah ayahnya.
"mohon ampun yang mulia raja, bukan Ananda tidak menghormati keputusan yang mulia. namun ananda tidak dapat menerima perjodohan ini. tolong beri Ananda pilihan ayah.." ucap pangeran Satya sambil menyatukan kedua tangannya dan sedikit mensejajarkan tangannya dengan kepalanya.
penuturan itu langsung membuat senyum putri Anaya luntur. ia tidak menyangka bahwa pangeran Satya akan menolak perjodohan ini.
"mohon maaf pangeran, tapi keputusan yang mulia raja adalah mutlak, dan itu tidak bisa di ganggu gugat." ucap Anaya dengan pelan, mengingatkan pangeran Satya. pangeran Satya pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah Anaya dengan tatapan datar
(kenapa ekspresi pangeran Satya sangat tidak bersahabat. apa pangeran Satya tidak menyukai ku..??) batin Anaya. raja Erlangga dan para menteri yang Hadir di sana terkejut, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa. dan seperti nya mereka salah mengartikan kedekatan pangeran Satya dengan Anaya.
"kalau boleh ayah tau, apa yang menyebabkan mu pangeran menolak perjodohan ini.?" tanya raja Erlangga kepada pangeran Satya. pangeran Satya kembali membungkuk.
__ADS_1
"maaf yang mulia, tapi ini adalah masalah hati. hamba tidak dapat mengatakan nya. mohon kiranya yang mulia mengerti." ucap pangeran Satya lagi-lagi dengan ekspresi datar. raja Erlangga tidak dapat berbuat apa-apa. ia hanya mampu menganggukan kepalanya mengerti.
"baiklah.." ucap raja erlangga, ia mengarahkan pandangannya ke arah menteri keuangan, bermaksud ingin meminta pendapat, namun menteri keuangan lagi-lagi hanya mengangguk saja.
"baiklah pangeran. maaf ayah. dan untuk mu putri Anaya, lebih berusaha lagi untuk meluluhkan hati pangeran Satya. karena saya pun tidak bisa memaksanya." ucap raja erlangga diselingi dengan candaan dan tawa. Anaya yang disinggung oleh raja Erlangga pun langsung membungkuk.
"baiklah yang mulia, hamba akan berusaha melakukan nya." ucapnya dengan malu-malu. walaupun dengan ekspresi begitu, dalam hatinya ia tetap tidak terima dengan perlakuan yang di terima itu, ia bertekad dalam hatinya untuk memenangkan hati pangeran Satya.
(lihat saja pangeran, aku pasti akan mendapatkan mu. kamu hanya boleh menjadi milikku saja.) batin Anaya bertekad pada dirinya sendiri untuk meluluhkan hati pangeran Satya.
***bersambung***
__ADS_1