
Satu jam proses pembersihan yang dilakukan Satya terhadap keluarga Ayu. tak hanya membersihkan makhluk-makhluk itu, Satya juga mengobati beberapa sakit yang kedua orang tua Ayu alami akibat perbuatan makhluk-makhluk tersebut. tiba-tiba Pak Santoso tersadar dari pingsannya. ketika ia bangun ia merasa kebingungan. melihat raut wajah bingung dari Pak Santoso Satya pun mengajukan pertanyaan.
"Ada apa Pak..? Kenapa bapak terlihat bingung seperti ini ?"tanya satya. Pak Santoso menggarut kepalanya yang tidak gatal sambil terus matanya melihat kanan kiri seperti mencari sesuatu.
ternyata semasa Pak Santoso pingsan, di bawah alam sadarnya Pak Santoso bertemu dengan seseorang pemuda yang bersinar seperti cahaya ilahi yang dipancarkan dalam tubuhnya. Pak Santoso juga mendengar suara tersebut yang berasal dari pemuda bercahaya itu. pemuda itu mengatakan, bahwasanya di belakang rumah Pak Santoso yang terdapat sebuah ukiran kayu berbentuk monyet, itu merupakan sarang dan tempat tinggal para jin yang dikirim untuk menyakiti mereka.
pemuda itu juga mengatakan agar menanam sebuah tanaman merambat di belakang rumah itu yang bisa digunakan sebagai obat dalam maupun luar. cukup lama pemuda yang bercahaya itu berbicara kepada Pak Santoso tiba-tiba pemuda itu Pun menghilang dan akhirnya Pak Santoso tersadar. Pak Santoso pun langsung mengutarakan apa yang dialami dan yang ia dengar di alam bawah sadarnya. secara nalar dan akal pikiran ini merupakan sesuatu kejadian yang tidak masuk akal. namun patut untuk dipercayai Karena pada dasarnya manusia juga berdampingan dengan para jin.
dan para jin ini ada yang jahat ada juga yang baik. Sebagaimana pengakuan mereka yang diabadikan Allah dalam al-Qur’an. “Dan sesungguhnya di antara kami ada yang orang yang shalih dan diantara kami ada yang tidak demikian. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al-Jin: 11)
mendengar penuturan Pak Santoso. tiba-tiba Satya kehilangan kesadaran dan tumbang di atas karpet yang terbentang tadi. Pak Santoso dan kedua perempuan tersebut terkejut melihat satya yang tiba-tiba jatuh seperti itu. sontak saja mereka semua jadi khawatir. Satya tidak mempercayai kitab Alquran ataupun semacamnya. namun saat dia percaya bahwa dunia yang fana ini berdampingan dengan dunia gaib. dan dari sana juga Satya memiliki banyak pengetahuan.
di bawah alam sadar Satya.
Satya saat ini sedang berada di Padang rumput yang sangat luas dan sangat indah. angin di tempat itu berhembus dengan sejuk menyapa kulit kulit manusia. Satya pun terbangun dari posisi tidurnya di atas rumput yang ada di Padang yang luas itu.
"Aku sedang berada di mana saat ini.. ? kenapa rasanya tempat ini sangat asing.."ucap Satya pada dirinya sendiri. Ia pun mencoba untuk bangkit dan mencari tempat berteduh di bawah sebuah pohon. Satya melihat salah satu pohon yang ada di tempat itu kemudian dengan langkah yang terseok-seok ia berjalan menghampiri pohon yang rindang tersebut. sesampainya di sana ia pun berteduh dan mendudukkan tubuhnya di bawah pohon itu. saat ia sudah sedang duduk bermenung tiba-tiba ada yang mendatanginya.
__ADS_1
"halo saudaraku..."siapa laki-laki yang memiliki wajah yang sama dengannya. Satya yang mendapati orang yang mirip dengannya ini pun terkejut. Iya mengapa mengamati orang tersebut, Satya menilai dari atas sampai bawah laki-laki ini mengenakan pakaian putih namun di belakangnya Ia memiliki sayap yang lebar. laki-laki itu pun tersenyum ke arah Satya.
"Siapa kamu..?"tanya Satya kepada sosok yang bersayap lebar itu. laki-laki itu pun kembali tersenyum ke arah Satya.
" Aku adalah kamu dan kamu adalah aku."ucap sosok yang mirip itu dengan ambigu. tentu saja pernyataan tersebut semakin membuat saat ia bertambah bingung. Ia pun mengerutkan keningnya.
"Apa maksudmu.. Bagaimana mungkin kamu adalah aku dan bagaimana mungkin aku adalah kamu.."ucap Satya lagi. sosok itu pun mendekat dan langsung menyembunyikan sayapnya. sejenak saat dia terpaku melihat kejadian seperti ini. Iya sadar bahwasanya makhluk yang memiliki sayap ini berasal dari golongan bangsa peri yang hidup dan tinggal di benua atas. atau yang sering kita sebut adalah negeri kayangan. sosok itu pun menepuk pundak saat ya.
"Iya saudaraku. Kamu sebenarnya adalah seorang peri dan aku adalah bagian dari kekuatanmu." jelasnya.
" maksudmu aku tidak mengerti.. Aku adalah Satya aku berasal dari dunia persilatan dan tidak mungkin aku memiliki kekuatan peri Karena aku bukan berasal dari golongan bangsa peri." ucap Satya lagi.
"kamu memang dilahirkan di dunia manusia. atau lebih tepatnya di dunia persilatan di antara dunia fana dan dunia gaib. kenapa Kamu terlahir di dunia manusia karena ibumu adalah seorang manusia biasa yang berasal dari dunia persilatan itu. kamu juga menyandang sebagai gelar pangeran satya diningrat. tapi itu bukanlah identitas kamu yang sebenarnya. Kamu adalah seorang pangeran yang berasal dari negeri kayangan namun tidak dapat tinggal di negeri itu. karena hanya keturunan murni lah yang bisa tinggal di negeri tersebut. sementara kamu berasal dari perpaduan dua dunia, Namun karena kamu terlahir sebagai laki-laki makanya kamu dianugerahkan oleh raja kayangan ayahmu kekuatan peri ini. dan sudah saatnya kamu mendapatkan kekuatanmu."jelas sosok itu lagi.Satya tercengang mendapat kabar ini. ternyata dia adalah keturunan dari raja kayangan. pantas saja kekuatan dan keahliannya melebihi orang-orang yang ada di dunia persilatan.
"kalau memang aku adalah keturunan raja kayangan dan memiliki kekuatan peri ini.. Kenapa bukan dari dulu aku memilikinya..?"tanya Satya lagi.
"karena ayahmu memiliki suatu alasan. di dunia persilatan orang-orang dan para pendekar sangat ambisius untuk meningkatkan kekuatan mereka. agar menghindari pertumpahan darah memperebutkan keturunan peri waktu itu, akhirnya raja kayangan memutuskan untuk memberikan kekuatannya kepadamu setelah kamu tumbuh dewasa. karena raja kayangan mengharapkan ketika kamu sudah dewasa kamu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk."jelas sosok itu lagi. dari sana Satya mulai paham. alasan kenapa raja kayangan tidak menganugerahkan kekuatan peri di saat ia dilahirkan di dunia ini.
__ADS_1
"kalau kamu sudah mengetahuinya. maka bersiaplah, Aku akan segera menyatu dengan tubuhmu.."ucap sosok itu kembali. tak lama sosok itu pun kembali mengeluarkan sayapnya. maka tampaklah sayap yang sangat elegan dan lebar serta sangat mempesona itu.
sosok itu langsung menyuruh Satya untuk mengambil posisi Lotus dan memusatkan pikirannya serta jika seandainya kekuatan spiritual dapat ia dapatkan di tempat ini itu juga tidak buruk. Satya yang mendapatkan pengarahan dari sosok itu pun langsung melakukannya. ia mengambil posisi Lotus dan kembali memusatkan pikirannya. sontak saja sosok itu langsung tersedot ke dalam tubuh Satya dan menyatu dengan tubuhnya.
saat tubuh itu sudah menyatu dengan kekuatannya Satya tidak langsung membuka matanya. di depan matanya ada beberapa kilatan bayangan yang mengajarkan kepada Satya untuk menggunakan kekuatan peri ini. Satya berada di posisi Lotus itu selama berjam-jam sampai akhirnya penyatuan itu pun selesai. Satya membuka matanya bola matanya sudah berubah menjadi biru dan menenangkan.
sementara di dunia nyata.
saat ini Satya sudah pingsan selama 10 jam. waktu juga sudah menunjukkan malam hari. Namun sepertinya tidak ada tanda-tanda bahwa saat dia akan sadar. Ayu juga sudah memanggil para bidan untuk memeriksa keadaan Satya. namun mereka hanya mengatakan bahwa Satya hanya tertidur. saat Ayu sedang duduk melihat ke arah saat ya tiba-tiba tangan saat dia bergerak dan mengerjakan matanya. sontak Ayu langsung menghampiri Satya dan tersenyum cerah.
"Kak syukurlah Kakak sudah bangun.. Kakak membuatku ketakutan.."ucap Ayu tiba-tiba sambil matanya terus mengeluarkan buliran-buliran bening itu. entah apa yang Ayu rasakan saat Satya terbujur dan tertidur selama itu. Satya pun membuka matanya dan melihat Ayu yang sedang menangis. refleks Satya langsung mengangkat tangannya dan mengusap pipi Ayu dengan pelan kemudian bangun dari tidurnya dan duduk berhadapan dengan Ayu.
"Kenapa kamu menangis hm... ?"tanya Satya dengan penuh perhatian dan kelembutan. Ayu mengusap air matanya walaupun tangan Satia masih menempel di kedua pipinya.
"Ayu sangat takut kehilangan kakak. Ayu juga sangat khawatir melihat Kakak tertidur sampai 10 jam."ucap Ayu sambil seseguhkan menahan tangisnya agar tidak keluar. Satya pun tersenyum entah kenapa hatinya menghangat melihat perempuan yang sepertinya membuat dia jatuh cinta. Satya pun tidak mampu mengeluarkan kata-kata selain menangkup kedua pipi Ayu dan mengamati mata sebab Ayu itu.
***bersambung***
__ADS_1