
otor minta maaf, jika banyak typo 🤭🤭🙏🙏✌️
***
Mendengar pertanyaan Ayu seperti itu. Satya pun hanya mengangkat kedua bahunya. tanda pertanyaan yang Ayu ajukan itu, Satya tidak dapat menjawabnya. karena memang Satya tidak tahu keuntungan apa yang mereka dapat.
"tentu kita akan berusaha untuk menggagalkan aksi mereka. tapi kalau pendapatan, Kakak kurang tahu juga. tapi kalau di kota-kota biasanya, para dukun santet ini mendapatkan bayaran dari orang-orang yang menyuruh mereka melakukan hal ini."jawab Satya lagi. ayo kembali mengerutkan keningnya,
"lalu bagaimana dengan mereka yang berada di perkampungan. masa iya ada yang menyuruh begitu...? lagian ngapain juga orang-orang di kampung ini melakukan hal seperti itu. toh juga orang yang melakukan hal ini tidak pernah kaya-kaya. jadi Kalau menurut Ayu, ini benar-benar sangat merugikan diri sendiri. nanti kalau seandainya orang tahu siapa yang melakukan perbuatan ini, Apakah keluarga itu tidak malu. setahu aku orang yang melakukan hal ini pasti akan dikucilkan dalam lingkungan masyarakat, dan belum juga dengan dosa-dosa yang mereka lakukan ini."ungkap Ayu mengeluarkan pemikiran yang selama ini bersarang dalam kotaknya.
"tentu saja, mereka tidak akan kaya, kalaupun ada yang membayar mereka. uang yang mereka dapatkan itu tidaklah berkah karena uang itu berasal dari darah dan nyawa manusia. udah ah nanti kita bahas lagi, segera selesaikan sarapannya dan temani Kakak melapor kepada pemerintah setempat. Oh iya ay, nanti siap ini, siap kita melapor. kamu temani Kakak pergi berbelanja membeli beberapa kebutuhan rumah."ucap Satya lagi.
Iya kalau Satya ingin makan enak tentu ia harus mengeluarkan uangnya. dan itu pun tidaklah menjadi masalah untuknya. Ayu dan Satya pun segera menyelesaikan sarapan mereka. setelah itu mereka bergegas pergi ke kantor desa untuk melaporkan keberadaannya di sini. setelah melakukan beberapa pendataan diri akhirnya Ayu dan Satya pun keluar dari kantor tersebut. kini tujuan mereka ialah pergi untuk berbelanja. namun kembali Ayu mengurungkan niatnya.
"Kak sebaiknya kita pergi belanja sekitar jam 03.00 saja. karena biasanya jam segini masih banyak yang belum buka..."ucap Ayu lagi. Satya pun tidak mempermasalahkan hal itu. Iya langsung menyetujui apa yang sudah disampaikan oleh Ayu.
"Baiklah ay. Kakak ngikut yang mana baiknya saja..."ucap Satya lagi. Setelah itu mereka pun bergegas kembali ke rumah. dan segera Ayu melakukan rutinitasnya.
***
di sisi lain. Pak Santoso dengan ibu Sukma sedang berada di sebuah pondok sederhana yang ada di ladang mereka. tampaknya mereka sedang sarapan sambil bercakap-cakap ringan. membahas beberapa masalah yang dihadapi dalam dunia pertanian ini. tapi tiba-tiba Ibu Sukma langsung kepikiran dengan ucapan Satya pagi tadi.
__ADS_1
"Oh iya pak, tadi nak Satya menyampaikan bahwa di rumah kita sangat kental dengan yang namanya aura mistis. katanya rumah kita terdapat berbagai macam bentuk jin yang dikirimkan untuk membuat keluarga kita celaka."ungkap Ibu Sukma yang tiba-tiba teringat dengan ucapan saat yaitu. Pak Santoso yang sedang memakan sarapannya itu menghentikan aktivitasnya sejenak, dan menatap sang istri dengan lekat.
"benarkah Bu...? kalau seandainya Iya berarti mimpi yang bapak alami benar adanya."Ucap pak Santoso lagi. Pak Santoso kembali meletakkan makanan yang ada di tangannya kemudian fokus cerita kepada sang istri.
"memangnya apa yang ada di mimpi bapak..?"tanya ibu Sukma lagi.
walaupun ibu Sukma tidak mengalami mimpi seperti yang dialami sang suami, namun ketika ia berada di rumah ia merasa tidak nyaman dan seperti merasa diganggu oleh makhluk-makhluk yang tidak kasat mata. Namun karena orang desa biasanya tidak akan memperdulikan masalah seperti ini. apalagi mereka belum mengalami sakit atau semacamnya.
"bapak mimpi seperti dikejar-kejar sesuatu yang sangat menakutkan. di tangannya ia membawa barang yang sangat panjang sepertinya ia ingin membunuh bapak. bapak mengalami mimpi tersebut sudah sangat sering dan bahkan kejadiannya sangat sama. begitu juga malam menjelang pagi ini, bapak juga memimpikan hal yang sama. barangkali ini ada sangkut pautnya dengan yang disampaikan oleh nak Satya."jelas Pak Santoso kepada Ibu Sukma.
mendengar cerita sang suami, membuat Ibu Sukma semakin yakin, bahwa memang sepertinya keluarganya sedang diincar untuk dijadikan tumbal.
"Iya Ibu benar kita harus segera pulang... Tapi bapak selesaikan dulu beberapa pekerjaan yang masih tanggung..."Ucap pak Santoso lagi.
Pak Santoso dan ibu Sukma pun kembali melanjutkan sarapan mereka yang tertunda. setelah mereka selesai sarapan mereka kembali mengolah beberapa tanaman dan juga lahan yang menurut mereka tinggal sedikit lagi. jadi rasanya tanggung jika tidak diselesaikan pekerjaan itu secepatnya.
***
kembali kepada Satya dan Ayu. saat ini Satya dan Ayu sedang berada di rumah. sambil menunggu waktu untuk mereka berangkat ke pasar, ayo membersihkan pekarangan rumah yang ditumbuhi dengan rumput-rumput dan ilalang. melihat kegiatan Ayu Satya juga tidak mau tinggal diam. Iya juga kembali mengambil posisi Lotus. agar aktivitas itu tidak terganggu saat ia terlebih dahulu mengatakan kepada Ayu.
"ay kakak ingin bersemedi sebentar. Jadi Kakak mau pinjam kamar kamu agar kegiatan Kakak ini tidak terganggu dengan orang lain."ucap Satya menuturkan keinginannya kepada Ayu. Ayu yang sudah stand by di pekarangan rumah itu pun langsung mengalihkan pandangannya kepada sumber suara.
__ADS_1
"Iya Kak Kakak pakai saja.. "ucap Ayu. setelah mendapat persetujuan dari pemilik kamar, Satya pun langsung masuk ke dalam kamar dan memulai ritualnya.
Satya duduk di atas sebuah tikar yang terbentang di kamar Ayu. kemudian Satya menarik nafas dan kembali memfokuskan pikirannya. ia merasakan energi spiritual di tempat ini masih ada dan bisa dikatakan masih cukup besar ketimbang kekuatan atau energi spiritual yang ada di kota. Satya juga dapat merasakan dari bermil-mil jauhnya ia merasakan bahwa memang di desa ini masih ada tempat-tempat atau hutan yang belum terjamah atau tersentuh oleh manusia.
dan biasanya di tempat itulah dapat terdapat energi spiritual yang murni. Satya juga dapat merasakan energi hitam yang melingkupi rumah Ayu ini. Iya juga dapat merasakan kehadiran makhluk-makhluk tak kasat mata sedang mengintai keberadaan mereka. untungnya adalah setan atau jin yang dikirim untuk membunuh keluarga Ayu ini tidak akan mengikuti penghuni rumah jika mereka sedang berada di luar atau di tempat lain. pelan tapi pasti energi-energi terkumpul di kolam spiritual Satya.
Iya juga dapat menembus penglihatan melihat Ayu yang masih berada di luar walaupun dibatasi oleh dinding rumah. namun saat dia masih bisa melihat keberadaannya. selama satu setengah jam saat dia mengambil posisi Lotus itu akhirnya ia selesai melakukan meditasi. tubuhnya juga terasa ringan diisi oleh beberapa energi yang terdapat di sekitaran perkampungan desa permai ini. setelah ia selesai Satya pun langsung keluar dari kamar Ayu.
sesampainya Satya di luar ia mendapati kedua orang tua Ayu telah pulang dari berladang. mereka sedang duduk mengelilingi meja yang ada di teras rumah sambil mengobrol ringan. Satya pun langsung berjalan ke arah mereka.
"eh, bapak sama Ibu sudah pulang..."ucap Satya basa-basi. semenjak Satya 30 menit melakukan meditasi kedua orang tua Ayu pun pulang.
awalnya kedua paruh baya ini melihat Ayu yang sedang membersihkan pekarangan rumah dari rumput-rumput liar dan ilalang. mereka juga menanyakan keberadaan Satya karena mereka tidak mendapatinya. setelah Ayu menjelaskan apa yang saat ini Satya lakukan kedua paruh baya itu pun tidak berani mengganggu bahkan mengeluarkan suara sedikitpun. bahkan mereka mengobrol hanya dengan sebatas telinga mendengar saja.
"Iya nak Satya. Apakah kegiatan nak Satya sudah selesai...??"tanya Pak Santoso kepada Satya.
Satya pun langsung ikut bergabung dan mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi kosong yang ada di sebelah Ayu. semenjak melakukan meditasi selama satu setengah jam itu Satya dapat melihat beberapa penampakan makhluk tak kasat mata sedang berusaha untuk menyakiti keluarga Ayu termasuk dan yang paling utama adalah Pak Santoso. sejenak Satya terdiam dan mengamati beberapa makhluk yang tak kasat mata itu berlalu lalang di belakang kedua paruh baya itu dan kepada Ayu.
"Kak Kenapa Kakak diam saja... dan memandang bapak sama Ibu seperti itu..."ucap Ayu bertanya mengeluarkan keheranannya terhadap Satya yang dari tadi diam saja. Ayu juga ingin tahu apa yang sedang Satya pikirkan dan mungkin ia menangkap atau melihat beberapa sosok yang ada di rumah ini. karena Ayu sudah tahu siapa Satya sebenarnya jadi Tidak diragukan lagi bahwa pasti Satya sedang mengamati sesuatu.
***bersambung***
__ADS_1