BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
45. menghadap raja Erlangga


__ADS_3

di sinilah pangeran Satya dan Ayu. mereka berada di aula dan menghadap kepada raja Erlangga yang tengah duduk di kursi kebesarannya dan didampingi oleh permaisurinya.


di ruang pertemuan itu juga tak hanya ada raja, Di sana juga ada beberapa bangsawan dan petinggi-petinggi istana. saat mereka melihat pangeran Satya masuk dengan menggandeng seorang perempuan yang sangat asing di mata mereka, mereka sama-sama tercengang. perempuan ini sangat berbeda dari perempuan kebanyakan di kerajaan ini.


"pangeran, bisakah pangeran menceritakan dan memperkenalkan Siapa gadis cantik jelita ini..??" tutur raja Erlangga kepada putranya.


raja Erlangga merupakan raja yang sangat arif dan bijaksana, Iya tidak pernah mengambil keputusan berdasarkan dari kemarahan dan nafsu. ia selalu bersikap adil kepada rakyat maupun kepada para bangsawan. sehingga mereka yang berada di dalam naungannya, sangat merasa aman dan terlindungi.

__ADS_1


raja Erlangga juga tidak memiliki selir, Iya sangat setia kepada istrinya permaisuri Anjani. raja Airlangga juga tidak pernah memaksakan putra-putranya untuk selalu menjadi yang nomor satu, ia selalu menekankan bahwa keluhuran itulah yang paling utama.


saat ini pangeran Satya dan Ayu sedang berlutut di depan sang raja dan permaisuri. tanpa pangeran Satya bersikap biasa-biasa saja tanpa mengurangi rasa hormatnya kepada ayahnya, sebaliknya dengan Ayu, Iya sangat grogi dan ketakutan sampai-sampai telapak tangannya menjadi dingin. Iya teringat dengan kisah-kisah kerajaan di mana orang asing itu akan dibunuh karena dianggap sebagai mata-mata.


"tentu saja ayahanda, perkenalkan namanya adalah Ayu Andini, dia adalah perempuan yang Ananda cintai. iyalah orang yang menolong Ananda ketika Ananda mendapatkan musibah dan menghilang dari istana." ucap pangeran Satya berbohong kepada ayahnya. namun dengan cinta, pangeran Satya tidak berbohong. Iya benar-benar mencintai gadis ini semenjak masih di dunia modern.


di bibir Ayu tidak ada senyum ketika mendengar pernyataan itu, bukan tidak bahagia. ia merasa ketakutan dengan keterustenan pangeran Satya. Iya takut sang raja pasti akan menghukumnya.

__ADS_1


tak berbeda jauh dengan Ayu, semua orang yang berada di sana juga terkejut mendengarkan pengakuan spontanitas dari pangeran mereka. mereka tidak menyangka bahwa ternyata ada masanya seorang Satya Diningrat akan mengakui seorang perempuan yang ia cintai. bukankah seorang pangeran Satya tidak tersentuh oleh perempuan..??


"Apakah benar seperti itu anakku..?? jangan mengatakan hal yang tidak-tidak yang akan merugikan orang lain termasuk gadis cantik ini. bunda bukannya tidak percaya kepadamu, hanya saja selama ini bunda cukup mengenalimu bahwa kamu tidak pernah menganggap satu orang perempuan pun selain bunda yang ada di sisimu." tutur permaisuri Anjani. ia mengarahkan pandangannya kepada pangeran Satya dan Ayu secara bergantian, raja Erlangga yang mendengarkan penuturan permaisurinya itu menganggukkan kepalanya setuju.


"Ayah juga setuju dengan penuturan ibundamu, Ayah tahu hidup menjadi seorang pangeran sangatlah sulit. namun kesulitanmu jangan sampai membuat gadis cantik jelita ini terseret oleh kelakuanmu." ucap raja Airlangga kepada putranya. pangeran Satya yang memang menegakkan kepalanya mendengar penuturan kedua orangnya itu pun tersenyum.


"ayah ibu, bukankah kalian sudah mengenal Ananda, dan seperti apa sifat Ananda. setiap kata yang keluar dari mulut Ananda bukanlah sebuah kebohongan melainkan merupakan sebuah kenyataan. Dan ini juga tidak jauh berbeda dengan pernyataanku bahwa aku mencintai gadis ini. dan ayah, gadis ini memang cantik jelita, dan si cantik jelita ini bernama Ayu Andini. jadi ayah jangan memanggilnya seperti itu kecuali aku." tutur pangeran Satya lagi dengan posesif. raja Erlangga benar-benar tersenyum melihat sikap posesif putranya itu. sementara dari tadi, Ayu benar-benar masih ketakutan.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2