
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, maafkan teman-teman. otor jarang update, karena sesuatu hal. 🙏🙏 yang merasa kecewa karena otor jarang update, otor minta maaf ya. otor, usahakan akan update selang-seling. hari ini update, besok otor kemungkinan tidak update. 🙏🙏
***
hari ini, raja Erlangga mengadakan pertemuan dengan para petinggi istana. karena beberapa hari, ada sekumpulan kepiting menyerang desa mereka, bahkan membuat perkebunan gandum menjadi gagal panen. mereka merundingkan, bagaimana cara menangkap kepiting itu. pangeran Satya yang belum mendengar bencana ini, Hanya memilih diam terlebih dahulu.
"bagaimana? apakah diantara para menteri sudah menemukan solusi untuk menangkap serangga monster itu.!!" seru yang mulia raja Erlangga. ia menatap satu persatu Mentri nya yang hadir di pertemuan ini.
"ampun Yang mulia raja, kami belum menemukan solusi untuk membasmi serangga itu. karena para pekerja yang kita utus untuk membasmi, Mereka takut melihat monster itu. Jadi kami belum menemukan solusi apapun yang mulia." ujar menteri kemiliteran. raja Erlangga yang mendengar penuturan salah satu menterinya itu hanya mampu menghela nafas berat.
karena, akibat hadirnya serangga-serangga itu, para warga yang bekerja takut untuk keluar rumah. begitu juga dengan tanaman-tanaman yang ada di kerajaan ini, semuanya tak luput dari serangan serangga itu. pangeran Satya yang masih bingung karena belum melihat langsung ke lapangan, Ia pun bertanya kepada yang mulia raja Erlangga.
__ADS_1
"mohon maaf Yang mulia raja, Ananda belum mengerti apa yang sedang dibicarakan sekarang." ucap pangeran Satya sambil menyatukan kedua tangannya memohon kepada yang mulia raja. walaupun raja Erlangga adalah ayahnya sendiri tapi tidak tertutup kemungkinan pangeran Satya harus menaruh hormat kepada ayahnya. raja Erlangga melihat ke arah sang Putra. yang mulia raja langsung menjelaskan apa yang tengah menimpa kerajaan mereka, bahkan ciri-ciri serangga itu disebutkan oleh yang mulia raja.
"Maaf ayahanda, bolehkah Ananda keluar dan melihatnya sendiri..??" tanya pangeran Satya kepada ayahnya. raja Erlangga pun menyetujui urusan pangeran.
***
di tempat lain, saat ini Ayu tengah berjalan-jalan keluar istana bersama dengan kedua dayanya Caca dan Cici. sebelum keluar mereka terlebih dahulu sudah meminta izin kepada pangeran Satya. karena pangeran Satya Ada pertemuan bersama dengan raja dan para menteri, akhirnya ia mengizinkan Ayu ke luar bersama kedua dayangnya dan diikuti oleh kesatria Juno. mereka juga belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"maaf Nona, Nona ingin ke mana..??" tanya salah satu pengawal penjaga pintu gerbang. ayo melihat kesatria Juno dan kedua dayangnya.
"Kami ingin keluar, ada beberapa urusan yang harus kami urus. kami juga sudah meminta izin kepada pangeran Satya." ucap Ayu dengan lancar dan mantap. sehingga tidak menimbulkan kecurigaan bagi keduanya. memang apa yang dikatakan Ayu benar adanya, jadi kedua pengawal itu langsung membukakan pintu gerbang untuk mereka.
__ADS_1
"maaf Nona. sebaiknya Nona hati-hati di luar, karena yang kami dengar, para warga tidak berani keluar rumah karena ada beberapa serangga yang menyerang pemukiman kita." ucap salah satu pengawal memperingati Ayu dan kedua dayangnya. Ayu pun langsung menganggukkan kepalanya mengerti.
"baiklah, kami akan berhati-hati. terima kasih atas peringatannya." tutur Ayu sambil tersenyum ke arah kedua pengawal itu. kedua pengawal itu pun langsung membungkukkan kepala untuk menghormati Ayu. setelah itu, keempat orang tersebut langsung meninggalkan gerbang istana.
saat mereka tiba di luar gerbang, ternyata suasana kerajaan sangat mencengangkan. di mana suasana kota yang dulunya sangat ramai, kini terlihat sangat sepi dan mencekam. Untung saja cuaca hari ini cerah sehingga tidak terlalu mendukung suasana suram itu.
"apa yang terjadi sebenarnya nona, Kenapa kerajaan ini sepertinya sangat sepi.." tutur Caca mengutarakan keheranannya. Ayu mengarahkan pandangannya ke arah mereka.
"aku juga tidak tahu.." jawabnya dengan lirih. tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang tidak asing baginya. dan tentu saja matanya berbinar melihat hal itu.
***bersambung***
__ADS_1