BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO
61. menyelidiki asal dari token


__ADS_3

ayu Masih tidak percaya dengan apa yang dialaminya, inilah yang ia takutkan ketika berada di dunia persilatan ini.


"apa yang terjadi sebenarnya..?? dan siapa kamu..??" tanya ayu kepada Mahesa. ia penasaran, kenapa tiba-tiba pembunuh bayaran datang masuk kedalam istana ini dengan orang yang menolongnya ini. Mahesa menunduk sebelum menjawab.


"perkenalkan nona, saya adalah Mahesa, saya diutus oleh pangeran Satya untuk menjadi pengawal bayangan untuk melindungi anda nona." jelasnya. ayu terdiam, waktu pun sudah menunjukkan mulai malam.


"lalu, dimana pangeran Satya..??" tanya ayu lagi. Mahesa menundukkan kepalanya.


"yang mulia pangeran sedang pergi keluar istana, katanya beliau sedang dibebani pekerjaan dari yang mulia raja Erlangga." tutur nya. setelah mendengar penuturan itu, Ayu tidak bertanya lagi.


"baiklah, tolong temani aku kembali ke kediaman." ucap Ayu. sebenarnya Ayu benar-benar sangat merasa takut, tapi ia harus berani karena inilah risiko yang harus ia hadapi ketika berada di dunia persilatan ini.


setelah mengatakan hal itu, Caca dan Cici serta Mahesa langsung membantu Ayu untuk kembali ke kediaman pangeran Satya.


***


sementara di tempat pangeran Satya, salah seorang pengawal bayangannya datang menemuinya.


"salam kepada pangeran Satya, mohon maafkan hamba telah lancang mengganggu pekerjaan yang mulia." tutur pengawal bayangan itu. pangeran Satya langsung menghentikan aktivitasnya, Iya langsung mengangkat wajahnya dan melihat ke arah pengawal bayangan itu.


"bukankah aku mengutusmu untuk menjaga keselamatan Ayu, lalu hal apa yang ingin kamu sampaikan sampai kamu melalaikan tugas yang aku berikan." tutur pangeran Satya dengan penuh wibawa dan dengan suara dingin dan datar. pengawal itu lagi-lagi memberi hormat.


"maafkan hamba yang mulia, karena hal itu hamba berada di tempat ini. hamba ingin menyampaikan bahwa, tadi siang Nona Ayu telah diserang oleh tiga orang pembunuh bayaran. ketika hamba ingin menanyakan informasi tentang orang-orang ini, mereka lebih memilih untuk bunuh diri dengan menggigit racun yang mereka letakkan di bawah lidah mereka. Karena itulah hamba tidak mendapatkan informasi lebih lanjut. namun di dalam tubuh mereka hamba menemukan sebuah token." ucap pengawal bayangan itu yang tak lain adalah Mahesa.


Mahesa langsung menyerahkan token yang berbentuk bulat itu kepada pangeran Satya. pangeran Satya pun langsung menerima token tersebut. setelah mendengarkan penuturan dari pengawal bayangan ini, langsung membuat pangeran Satya tidak bisa tenang. tapi ia juga bingung karena tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.


"yang mulia tenang saja, sekarang Nona Ayu sudah tidak apa-apa. saya juga sudah menempatkan dua orang pengawal bayangan semasa saya meninggalkan Nona Ayu." tuturnya lagi.

__ADS_1


"baiklah, terima kasih banyak Mahesa. sekarang tolong bantu aku untuk menyelidiki asal muasal token ini. dan selidiki juga siapa yang berusaha untuk melenyapkan nyawa Ayu dan Apa tujuan mereka."ucapan pangeran Satya memerintahkan pengawal Mahesa untuk menyelidiki tentang masalah pembunuhan ini.


"dan kesatria Juno, tolong bantu pengawal Mahesa untuk menyelidiki hal ini. kalian tidak perlu melibatkan banyak orang, cukup kalian saja yang melakukannya." ucapan pangeran Satya membuyarkan lamunan kesatria Juno. Iya masih syok mendengarkan Ayu yang tengah mendapat serangan dari pembunuh bayaran. Iya bingung dan juga tidak habis pikir, Siapa orang yang berusaha untuk mengincar nyawanya.


"baik pangeran, hamba mengerti." ucap kesatria Juno. seketika itu kesatria Juno langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh pangeran Satya, Begitu juga dengan pengawal Mahesa.


"Siapa yang berusaha bermain-main di belakangku, dan mengganggu orang-orang ku." ucapan pangeran Satya dengan datar.


"sebaiknya Aku selesaikan pekerjaan ini terlebih dahulu sebelum aku kembali ke kediaman dan melihat kondisi Ayu." ucap pangeran Satya. pangeran Satya pun langsung mengerjakan kebut pekerjaannya itu agar cepat selesai, ia ingin segera menemui Ayu yang sangat ia khawatirkan.


***


sementara di tempat lain, Anaya yang mendengar kalau rencananya gagal untuk melenyapkan perempuan yang tengah berada di samping pangeran Satya itu benar-benar sangat marah.


"goblok kalian semuanya..!!! benar-benar tidak becus.. !!!" marahnya kepada salah satu pengawal bayangannya yang ia utus untuk menyelesaikan masalah ini.


"aku yakin, pangeran Satya pasti akan mencari bukti Siapa yang telah berusaha untuk mengganggu perempuan itu. sekarang tugas kalian ialah, lenyapkan semua bukti apapun yang bertujuan kepadaku. Apakah kalian mengerti.!!" seru Putri Anaya lagi. kedua pengawal bayangan itu pun langsung mengangguk mengerti.


"kami mengerti Putri, Kami yakin tidak akan mengecewakan kepercayaan Putri lagi."ucap mereka.


"mm.. bagus..!! kalau begitu segera kalian laksanakan." ucapnya lagi. setelah mengatakan hal itu kedua pengawal bayangan itu pun langsung meninggalkan kediaman Putri Anaya di kediaman menteri keuangan.


"sial !!! hanya menghabisi satu nyawa saja mereka tidak berhasil. aku harus menyusun rencana yang kedua." tuturnya lagi.


Setelah insiden yang terjadi waktu itu. Anaya untuk sementara waktu mengurungkan niatnya untuk menyingkirkan Ayu dari sisi pangeran Satya.


sementara pangeran Satya, semenjak kejadian itu, Iya tidak lagi membiarkan Ayu jauh dari jangkauannya. setiap 30 menit sekali, mereka harus melapor apa yang terjadi kepada Ayu dan sedang apa yang ia lakukan. bahkan semua aktivitas Ayu tak luput dari pengamatan pangeran Satya. tentu saja hal ini membuat Anaya semakin cemburu.

__ADS_1


suatu ketika, Ayu dan kedua pelayannya sedang pergi ke bagian belakang istana untuk bertemu dengan ketiga dayang paruh baya yang sudah tiga minggu lamanya tidak bertemu dengan mereka. tentu saja Ayu sangat merasa Rindu.


sesampainya mereka di bagian belakang istana Di mana para dayang ditempatkan, suara Ayu langsung menggelegar memanggil tiga nama yang benar-benar ia rindukan.


"bibi Ani..!! bibi Ami..!! bibi Isa..!! aku datang..!!" seru Ayu dengan riang gembira. para dayang yang mendengar suara Ayu itu pun sangat senang, pasalnya menurut mereka, Ayu adalah orang yang paling asyik diajak bicara. Iya juga tidak akan membeda-bedakan teman, menurut mereka Ayu adalah sosok yang rendah hati dan berbudi pekerti serta berhati lembut dan baik hati. pantas saja pangeran Satya begitu menyukainya.


"nona, jangan berteriak-teriak seperti itu, takut yang lain keganggu." ucap dayang Ami memberikan sedikit nasihat kepada Ayu.


"ups Maaf Ayu tidak sengaja, habisnya Ayu sangat senang..!!" ucap Ayu menutup mulutnya dan juga berhambur memeluk dayang Ami yang saat ini berada di depannya.


"bibi, ayu sangat merindukanmu..." ucap Ayu kepada Ami sambil memeluk erat tubuh paruh baya itu.


"bibi juga sangat merindukanmu, lama sekali kamu datang berkunjung kembali." ucap dayang Ami kepada Ayu. seketika itu ia langsung melerai pelukan mereka.


"Oh iya, bibi Ani dan bibi Isa ke mana..?? Kenapa Ayu tidak melihat mereka..??" tanya Ayu kepada dayang Ami. dayang Ami mengajak Ayu duduk terlebih dahulu, sementara dayang Ami melayani Ayu begitu telaten.


Tak hanya dayang kami yang melayani Ayu di sana, kedua dayang dan beberapa dayang yang ada di sana juga ikut andil.


"bibi Ani dan bibi Isa sedang pulang ke kampung halamannya. bibi Ani pulang karena anaknya sedang sakit, sementara bibi Isa pulang karena mendapat kemalangan. suaminya telah meninggal dunia."tutur dayang ami dengan ekspresi sedih. mendengar pernyataan dari dayang ami, membuat Ayu menjadi ikutan sedih.


"Oh begitu bi.. kasihan sekali. Apakah bibi Ani dan bibi Isa akan kembali lagi bi..??" tanya Ayu dengan ekspresi sedih. entah kenapa Iya benar-benar sangat menyayangi ketiga dayang paruh baya itu.


dayang Ami yang mendengar pertanyaan dari Ayu, Iya menggelengkan kepalanya pelan.


"bibi tidak tahu pasti. namun mereka pernah mengatakan akan datang kembali jika kondisi mereka akan baik-baik saja." ucap dayang Ami dengan perasaan campur aduk, yang pasti Ia juga sangat sedih karena kedua teman akrabnya yang menjadi tempat suka dukanya harus berjauhan dengannya.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2