
selepas kepergian Ayu, tinggallah kesatria Juno dan pangeran Satya di sana.
"ksatria Juno, kamu juga silakan beristirahat. Tapi ingat jangan longgarkan kewaspadaan." ucap pangeran Satya lagi. kesatria Juno pun menganggukkan kepalanya dan memberi hormat sebelum akhirnya meninggalkan pangeran Satya di kediamannya dan kembali ke tempatnya.
***
tak terasa, 6 bulan lamanya Setelah kejadian penyerangan waktu itu. walaupun tampaknya, pengawalan di kediaman pangeran Satya sudah mulai dilonggarkan, namun beberapa pengawal bayangan tetap berkeliaran di kediaman itu.
saat itu juga, rencana Putri Anaya langsung dilaksanakan. Di mana mereka harus menculik Ayu dari kediaman pangeran Satya.
malamnya tiba, saat orang semua sudah terlelap. beberapa orang yang berpakaian hitam yang tak lain adalah pengawal bayangan yang kali ini turun sendiri untuk menyelesaikan perintah dari Anaya, tengah mengendap-endap di atas genteng kediaman pangeran Satya.
dan yang paling menguntungkan mereka ialah, pangeran Satya sedang tidak berada di kediaman nya. saat ini ia tengah melakukan perjalanan pulang, karena baru saja menyelesaikan beberapa permasalahan yang diperintahkan oleh Raja Erlangga kepadanya.
"cepat, ini adalah kesempatan bagus.." ucapnya memberi kode kepada kedua teman yang ada di belakangnya.
tanpa menunggu terlalu lama, Mereka pun langsung masuk ke dalam ruang peristirahatan Ayu. tampak, ayu tidur begitu pulas dan terlelap.
mereka bertiga tidak menimbulkan suara apapun, ketiganya pun saling beradu pandang sebelum akhirnya mereka membius Ayu dan membawanya pergi dari sana.
selepas Mereka pergi meninggalkan kediaman pangeran Satya, ketiganya langsung membawa Ayu ke dalam sebuah gua yang lumayan jauh dari lingkungan istana. di batu yang datar, mereka meletakkan Ayu di sana kemudian pergi meninggalkannya dan menutup pintu gua itu dengan rapat.
Setelah itu mereka meninggalkan gua tersebut, dan pergi melapor kepada putri Anaya kalau rencana yang ia berikan kepada mereka telah selesai mereka laksanakan. tinggal menunggu waktu, dan tindakan apa yang akan Putri Anaya lakukan untuk Ayu nanti.
"salam kepada putri Anaya.." ucap salah satu pengawal bayangan sambil memberikan hormat kepadanya.
Putri Anaya yang memang sejak tadi menunggu kedatangan mereka, begitu sangat antusias mendengar keberhasilan rencana itu.
"bagaimana..??" tanya Putri Anaya.
__ADS_1
"menjawab tuan putri, rencana telah berhasil dilaksanakan. sekarang kami telah mengurung perempuan itu di salah satu gua yang sangat jauh dari lingkungan istana. jadi, tinggal bagaimana nona melaksanakan atau melanjutkan rencana itu lagi." ucap pengawal bayangan itu.
Putri Anaya tersenyum sinis dan misterius, Jika memang seperti itu, takkan Ada orang istana yang akan mengetahui tempat tinggalnya. juga ia tidak perlu repot-repot membuat Ayu menjauh dari pangeran Satya. dan ia rasa itu sudah lebih cukup, karena Ayu yang terkurung di dalam gua itu pasti tidak akan bertahan lama, dan mungkin akan meninggal dalam waktu yang cukup dekat.
"baiklah, kalian tidak perlu melakukan apapun. biarkan saja perempuan itu membusuk di dalam gua itu. aku yakin, takkan ada satu orang pun yang dapat menemukan keberadaan perempuan itu. jadi kita tidak perlu membuat banyak jejak untuk menghilangkan perempuan itu. dan ingat, setelah ini jangan tinggalkan bukti apapun." ucap Putri Anaya memberikan peringatan kepada pengawal bayangannya.
"baik Putri, semuanya dapat hamba mengerti. kalau begitu hamba mohon pamit undur diri." setelah mendapatkan persetujuan dari Putri Anaya, pengawal bayangan itu pun langsung meninggalkan kediamannya dan kembali bergabung dengan teman-temannya.
setelah kepergian pengawal bayangan itu, Putri Anaya tertawa begitu keras dan sangat senang.
"hahaha..!! ternyata tidak sesulit itu menyingkirkanmu perempuan murahan. aku tentu tidak akan membiarkan perempuan manapun berdekatan dengan pangeranku. hanya aku yang boleh mendekatinya, dan hanya aku yang pantas menjadi permaisurinya." ucap Putri Anaya sambil tersenyum misterius.
"setelah ini, nikmati saja kehidupanmu itu. aku yakin pangeran Satya tidak akan bisa menemukanmu. hahaha..!!" ucap Putri Anaya lagi sambil tertawa bahagia.
***
pangeran Satya langsung memasuki kediamannya, Iya berniat ingin ke kamar Ayu terlebih dahulu untuk melihat keadaan perempuan itu. namun ia urungkan karena takut akan mengusik tidur Ayu. Iya pun langsung berbelok pergi ke kamarnya. jangan lupa di belakangnya, kesatria Juno masih setia menemani pangerannya.
"ksatria Juno, kembalilah dan beristirahatlah. aku akan membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu akan beristirahat." ucap pangeran Satya memberikan perintah kepada kesatria Juno. ksatria Juno pun langsung membungkukkan badannya memberi hormat kepada pangeran Satya.
"Baiklah pangeran, kalau begitu hamba undur diri." setelah mendapatkan persetujuan dari pangeran Satya, kesatria Juno pun langsung meninggalkan kediaman pangeran Satya dan pergi ke tempatnya untuk beristirahat.
Begitu juga dengan pangeran Satya, selepas kepergian kesatria Juno. Iya langsung membersihkan dirinya dan setelah itu ia beristirahat.
pangeran Satya membaringkan tubuhnya di atas peraduan, matanya menatap langit-langit kamar sebelum akhirnya ia terlelap.
****
esok hari menyingsing. semua penghuni yang ada di muka bumi ini terbangun dari tidur nyenyak mereka dan melakukan aktivitas seperti biasa. Begitu juga dengan pangeran Satya dan para pelayan yang ada di kediaman itu. saat pangeran Satya tengah mengumpulkan kesadarannya, tiba-tiba dua orang pelayan datang dengan tergopoh-gopoh dan mengadu kepadanya.
__ADS_1
Brak..
suara pintu kamar pangeran Satya didobrak oleh keduanya. pangeran Satya jadi terkejut, ia melihat kedua dayang yang ia utus untuk mendampingi Ayu tengah berlari dan berlutut di hadapannya. menyaksikan hal itu, pangeran Satya langsung memicingkan matanya.
"ada apa..!! Kenapa kalian memasuki kamarku dengan seenaknya begitu..!! Apakah kalian ingin dihukum..!!" ucap pangeran Satya dengan datar dan dingin. kedua ada yang itu tak berani menatap ke arah sang pangeran, mereka dengan setia menundukkan kepala mereka dan mengarahkan pandangan mereka ke bawah.
"mohon maafkan kami yang mulia pangeran..!!" seru salah satunya yang tak lain adalah Caca, mereka berdua bersujud di hadapan pangeran Satya.
"pangeran..!! Kami ingin menyampaikan bahwa Nona Ayu tak berada di kamarnya. kami pun sudah mencarinya kemana-mana, tapi tak kunjung menemukan keberadaannya. karena kami tahu pangeran telah pulang, karena itu kami menerobos masuk ke dalam kamar pangeran..!! sekali lagi maafkan kami pangeran..!! tapi kami tidak tahu harus mengadu kepada siapa mengenai hal ini." ucap Caca kepada pangeran Satya.
pangeran Satya yang mendengar bahwa Ayu perempuan pujaannya tidak berada di kediamannya, sontak saja menjadi terkejut dan khawatir. tanpa mengatakan apapun, Iya langsung bergegas keluar dari kamarnya dengan penampilan yang tentu saja khas orang bangun tidur.
pangeran Satya berlari menuju kamar di mana Ayu berada. Iya juga meneriaki nama Ayu dan memanggilnya.
"ay...!! Kamu di mana ay..!!" serunya lagi sambil berlari, di belakangnya juga senantiasa kedua dayang itu mengikuti pangeran Satya. mereka juga ikut mencari dan memanggil-manggil nama Ayu. namun tak kunjung mendapat jawaban.
pangeran Satya juga, sudah mendatangi tempat-tempat Di mana biasanya Ayu menghabiskan waktu, tak luput Iya pergi di tempat para dayang di belakang istana.
melihat pangeran Satya datang dengan tergopoh-gopo disertai dengan wajah panik, para dayang yang ada di sana langsung memberikan hormat kepadanya.
"salam kepada pangeran Satya..!!" ucap mereka dengan serentak. pangeran Satya tidak menanggapi salam yang mereka ucapkan kepadanya.
"Apakah kalian melihat Ayu datang kemari..?!!" tanya pangeran Satya dengan sedikit nada tinggi karena sedang khawatir.
"maafkan kami yang, dari tadi kami tidak mendapat kunjungan dari nona Ayu." ucap dayang Ami yang ternyata ada di sana. setelah mendapatkan penuturan seperti itu, pangeran Satya tidak ingin menghabiskan waktu di sana. setelah mendengar hal itu ia langsung bergegas meninggalkan kediaman para dayang dan kembali ke kediamannya.
ternyata di sana, sudah ada kesatria Juno dan pengawal bayangan Mahesa. saat pangeran Satya pergi, pengawal bayangan Mahesa juga diperintahkan untuk melakukan hal lain oleh yang mulia pangeran. sehingga waktu itu, pengawalan yang Ayu dapatkan cukup longgar.
"pangeran... kami sudah mendengar semuanya dari kedua dayang ini. kami jauh juga langsung bereaksi menyelidiki apa yang terjadi di kamar Nona Ayu. dan menurut penyelidikan kami, sepertinya Nona Ayu diculik." tutur pengawal Mahesa dan langsung dibalas anggukan kepala oleh kesatria Juno.
__ADS_1