
pangeran Satya yang mendengarkan penuturan itu tentu saja syok. Iya juga menyalahkan dirinya sendiri karena melonggarkan kewaspadaan. ya pikir setelah ketiga pembunuh bayaran itu mati, dan yang terjadi tidak terjadi, dan juga dengan pekerjaan yang menurutnya cukup memaksa, menyebabkan pangeran Satya sedikit melonggarkan kewaspadaan.
"apa.!! Ayu diculik..!!" seru pangeran Satya. dia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, bahkan ia memberikan sorot mata yang tak biasa kepada orang-orangnya.
"sialan..!! bisa-bisanya Aku terkecoh seperti ini. cepat kalian cari tahu keberadaan Ayu sekarang. dan selidiki Siapa yang telah bermain-main denganku." ucap pangeran Satya dengan nada marah. kemudian ia kembali masuk ke dalam kamarnya setelah memberikan perintah. ia ingin membersihkan dan memperbaiki tampilannya terlebih dahulu sebelum akhirnya melaksanakan kegiatan penyelidikan dan mencari keberadaan Ayu.
***
istana juga dibuat geger dengan informasi ini. pasalnya permaisuri Anjani dan Raja Erlangga cukup menyukai Ayu. gaya dan perawakan Ayu sangat sederhana dan ia juga orangnya tidak sombong. yang memiliki hati yang baik dan mengasihani satu sama lain tanpa memandang dari mana mereka berasal.
"apa..!! Nona Ayu menghilang dari kediaman pangeran Satya.!! bagaimana itu mungkin terjadi. Ya ampun, apa pengawalan di kediaman pangeran Satya dilonggarkan lagi." ucap permaisuri Anjani ketika mendapatkan informasi dari salah satu dayangnya.
"tapi apakah kamu yakin..? masalahnya putraku tentu saja tidak akan membiarkan perempuan yang sangat ia lindungi itu jauh dari jangkauannya." ucap permaisuri Anjani tidak percaya sama sekali.
"mohon maafkan hamba yang mulia permaisuri. namun inilah yang hamba dengar ketika hamba pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk yang mulia." tuturnya lagi dengan perasaan takut. namun perasaan takut itu tidak terjadi karena ternyata permaisuri Anjani orangnya ramah dan bersahaja. karena alasan itulah, Raja Erlangga begitu menyukainya.
***
di sebuah gua di mana Ayu dikurung. Setelah sekian lama terlelap dan tak sadarkan diri karena para penculik itu menambahkan bius kepadanya, sehingga membuat Ayu terlambat untuk bangun dan menyadari keberadaannya.
Ayu membuka matanya dan mendapati ruangan itu begitu gelap dan dingin. Iya terus mengedarkan pandangannya sebelum akhirnya ia bangkit dan duduk di atas batu itu.
"ya Allah, di mana Aku ini. kenapa suasananya terlihat sangat gelap dan menyeramkan." batin Ayu dengan lirih. Ia pun langsung bangkit dari duduknya dan turun dari batu datar itu.
benar-benar gelap, bahkan tak setitik cahaya masuk menerobos ke dalam gua itu. Ayu menjadi bingung harus ke mana, rasa takut mulai menjalar masuk dan menghampiri hatinya. ia mulai panik.
__ADS_1
"Kak Satya..!! kenapa aku berada di sini..!!" serunya lagi. ia berusaha berjalan dengan tertatih-tatih karena tidak ada penerangan. Iya hanya mengandalkan tangannya untuk meraba-raba tempat di sekitarnya. walaupun begitu waspada dan rasa takut terus datang menghampirinya.
"Ya Allah aku di mana ini.. Kenapa sangat gelap sekali. Kak Satya di mana kamu.. tolong Ayu kak.." ucap Ayu dengan lirih. ayu mulai menangis air matanya mulai jatuh tanpa persetujuan darinya.
"tidak tidak... aku tidak boleh menangis. aku harus mencari jalan untuk keluar dari tempat ini." ucap Ayu meyakinkan dirinya.
Iya terus meraba ke sana kemari dinding-dinding gua itu, suhu di dalam gua begitu dingin dan sangat mencekam. sunyi dan tak ada suara apapun di dalam sana.
ayu terus berusaha mencari jalan keluar. sampai pada akhirnya ia merasa lelah, di mana kakinya berpijak di sana ia mendudukkan tubuhnya dengan putus asa.
"Apakah aku akan mati di sini. sungguh aku tidak ingin mati seperti ini. ayah, ibu !! maafkan Ayu tidak bisa membahagiakan kalian... tolong Ayu. Ayu benar-benar takut berada di sini. hiks.." isak tangis suaranya pun keluar. ayo menangkapkan wajahnya diantara kedua kakinya.
ya terus melafazkan doa di dalam hatinya, agar ada seseorang yang bisa membantu dan menyadari keberadaannya di sini.
namun, sudah sangat lama Ayu berada di sana berjam-jam, namun tak ada tanda-tanda orang akan datang mencarinya serta menolongnya. dengan putus asa, ayu menyandarkan kepalanya di sebuah batu yang ada di gua itu. belum lagi, rasa lapar dan haus mulai ia rasakan.
***
sementara di istana. pangeran Satya dibuat kalang kabut dan bahkan emosinya menjadi berkali-kali lipat lebih mengerikan daripada biasanya. Iya juga tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri atas hilangnya Ayu dari jangkauannya.
namun tanpa putus asa, pangeran saja terus melakukan pencarian walaupun hari sudah menunjukkan malam. tapi itu tak menyurutkan semangatnya untuk dapat menemukan Ayu.
"pangeran, sebaiknya pencarian kita lanjutkan besok pagi saja. ini sudah malam dan sangat berbahaya." ucap kesatria Juno mengingatkan pangeran Satya.
bukannya mendengarkan nasehat yang diberikan, pangeran Satya malah melayangkan tatapan tajam ke arah ksatria Juno.
__ADS_1
"Kalau kau ingin pulang.. silakan..!! tapi jangan pernah menghentikanku untuk mencari keberadaan Ayu...!!" seru pangeran Satya sedikit meninggikan suaranya. bahkan pangeran Satya juga melewatkan waktu makan siang dan makan malamnya.
***
Putri Anaya yang mengetahui bahwa pangeran Satya menjadi kesetanan karena kehilangan Ayu, lagi-lagi ia menjadi cemburu dan marah.
(sialan..!! sehebat apa perempuan itu sampai pangeran Satya bela-belain mencarinya di malam hari sampai melupakan kesehatannya sendiri.) batin Putri Anaya.
Putri Anaya saat ini tengah berada di istana. Iya datang bersama dengan ayahnya atas panggilan yang mulia Raja Erlangga. yang mulia Raja Erlangga memanggil menteri keuangan tentu saja Ini berkaitan dengan hilangnya Ayu.
sementara Putri Anaya, ia meminta ikut karena ia pikir kalau pangeran Satya hanya memerintahkan beberapa pengawal kepercayaannya saja untuk mencari keberadaan Ayu. ternyata itu semua di luar dari perkiraannya, sudah sehari Anaya berada di istana menunggu kepulangannya, tapi nyatanya pangeran Satya tak kunjung kembali.
( sialan..!! aku harus segera melenyapkan perempuan itu. sebelum akhirnya pangeran Satya mencintainya begitu dalam. aku rasa seperti itu.. aku tidak boleh membiarkan perempuan itu bebas dan ditemukan oleh pangeran Satya.) batin Putri Anaya lagi.
setelah mengatakan hal itu dan berperang dalam hatinya. Putri Anaya pun langsung segera meninggalkan istana dan kembali ke kediamannya, tentu saja ia harus minta izin kepada yang mulia raja dan permaisuri serta ayahnya.
"salam kepada yang mulia raja dan permaisuri. hamba menghadap karena hamba mohon undur diri untuk kembali ke kediaman hamba."ucap Anaya sambil membungkukkan badannya.
"Baiklah Putri Anaya.. Tapi sebaiknya kamu kembali ke kediaman dengan pengawal. kita tidak tahu, mana tahu hilangnya Nona Ayu juga dapat menyebabkan hilangnya gadis-gadis yang ada di kerajaan kita."ucap Raja Erlangga memberikan peringatan.
"hamba rasa tidak perlu yang mulia. saya juga masih memiliki beberapa pengawal bayangan yang menemani saya. dan terima kasih atas perhatian yang mulia. kalau begitu saya pamit undur diri." setelah mengatakan hal itu dan tanpa menunggu waktu yang lama, Putri Anaya langsung meninggalkan tempat tersebut.
ternyata, Putri Anaya ingin mengutus beberapa pengawal bayangannya yang ia suruh untuk menculik Ayu agar menghabisi nyawa Ayu malam ini juga.
"segera lakukan apa yang Aku perintahkan. ingat bunuh perempuan itu dan buang mayatnya." ucap Putri Anaya kepada ketiga pengawal bayangannya.
__ADS_1
"baik Putri.." setelah mengatakan hal itu. Mereka pun langsung pergi. tapi nyatanya, semua tak semudah yang mereka kira.
***bersambung***