
kini, kepiting itu mulai diolah oleh pihak istana. terlihat istana sangat sibuk menyiapkan hal itu. setengah jam mereka berkutat di dapur, akhirnya kepiting itu di hidangkan. pangeran Satya mengambil alih menunjukkan cara makan kepiting itu.
semua yang ada di sana makan dengan diam, ada juga yang ragu-ragu memakan kepiting itu. singkat cerita, akhirnya acara makan-makan itu pun selesai.
saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba seorang putri bangsawan, putri itu sangat cantik, dan juga berwajah natural, bernama Anaya, datang ketempat itu. Anaya adalah putri dari menteri keuangan. ia berjalan dengan gemulai, pergi menghadap raja Erlangga, sesekali matanya akan melirik kearah pangeran Satya. pangeran Satya juga melihat Anaya dengan tatapan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya. ayu yang melihat hal itu, tentu saja merasakan cemburu, namun ia segera sadar diri. tingkah mereka itu juga tak luput dari perhatian ayu.
(ada hubungan apa kak satya dengan gadis ini ya,.. sepertinya, hubungan mereka cukup baik.) batin ayu sambil melirik mereka secara bergantian.
"salam kepada yang mulia raja Erlangga.. semoga panjang umur dan damai selalu." ucap Anaya sambil membungkuk memberikan hormat kepada raja Erlangga. raja Erlangga tersenyum melihat keramah tamahan Anaya.
"salam dan doa mu ku terima anakku. bangunlah.." ujar Raja Erlangga mempersilahkan Anaya bangun dari sujudnya. Anaya pun langsung menegakkan kepalanya dan kembali ketempat duduknya. ternyata tempat duduknya sama dengan pangeran Satya.
__ADS_1
"salam pangeran Satya.." ucap Anaya sambil membungkuk memberikan hormat kepada pangeran Satya. pangeran satya tersenyum.
"tidak perlu seperti itu nona Anaya, seperti siapa saja.." tutur nya.
Anaya adalah teman masa kecil pangeran Satya, sampai sekarang. hubungan pertemanan mereka sangat baik, bahkan sempat ada rumor kalau mereka adalah sepasang kekasih. tatapan seperti itu membuat ayu tambah cemburu. ayu menarik nafasnya gusar.
(aduh... tenang yu, tenang. jangan cemburu begitu. aku harus berpikir bagaimana cara kembali ke dunia ku. untuk masalah hubungan kak satya dengan gadis ini, aku tidak ada urusan.) batin nya lagi. walaupun ia berkata seperti itu, batin dan kenyataan tetap berlawanan.
"putri Naya, apakah kamu ingin mencoba kepiting ini..??" tanya pangeran Satya. Anaya yang ditanya seperti itu oleh pangeran Satya, seperti mendapatkan angin segar. tapi, beda halnya dengan ayu, ia merasa sesak di dadanya.
"tentu saja pangeran,... apakah pangeran bersedia mengajar kan hamba un_" ucapan Anaya langsung terpotong karena pangeran Satya sudah selesai mengupas kepiting itu dan mengarahkan nya kepada Anaya.
__ADS_1
Anaya yang mendapatkan perlakuan seperti itu sangat senang. tapi berbeda dengan ayu, ia hanya mampu mengepalkan tangannya dan menahan sesak di dadanya.
(sabar yu, sabar. tau diri.) batin nya. ia memejamkan matanya sejenak, kemudian menghela nafasnya. ayu pun langsung memilih untuk pamit untuk dari tempat itu. daripada hatinya semakin sesak.
ayu pun langsung berjalan menghadap raja Erlangga, sementara pangeran Satya belum menyadari hal itu karena ia sibuk bercengkrama dengan teman masa kecilnya.
"mohon ampun yang mulia raja, hamba pamit undur diri. ada sesuatu yang harus hamba lakukan.." ucap ayu sambil membungkuk. raja Erlangga pun langsung merespon baik.
"baiklah nona, silahkan." ujar Raja Erlangga sambil menyilahkannya. setelah itu, Ayu pun langsung meninggalkan tempat itu, sejenak Ayu melirik kearah pangeran Satya. ternyata pangeran Satya masih asik mengobrol dengan Anaya. tanpa pikir panjang lagi,ayu langsung meninggalkan tempat itu.
***bersambung***
__ADS_1