
saat ini pangeran Satya belum mengetahui keberadaan Ayu di sini. Begitu juga dengan Ayu, Ayu tidak mengetahui bahwa tempat ia terlempar merupakan daerah asal dari pangeran Satya.
Ayu saat ini telah diboyong oleh dayang kami ke belakang istana, Di mana para dayang ditempatkan di bangunan tersebut.
" yu. mulai sekarang tinggallah di sini. dan untuk sementara statusmu adalah keponakan bibi ya, supaya nanti tidak ada yang mencurigaimu." ucap dayang Ami kepada Ayu. ayu sejenak tidak menjawab, malah mengedarkan pandangannya ke sana kemari menelisik bangunan ini. menurutnya ini adalah sebuah bangunan gubuk namun luas.
"yu, kamu dengarkan apa yang bibi ucapkan tadi..??" tanya dayang Ami lagi. Ayu pun berhenti mengedarkan pandangannya dan pandangannya kini berfokus kepada wanita paruh baya itu.
"iya bi ayo paham," ucap Ayu kepada dayang Ami. dayang Ami tersenyum, Iya sejenak memperhatikan perempuan yang di depannya ini. ia melihat sosok ini sangat cantik, Ia memiliki kulit putih yang halus dan juga mata oval yang sangat menarik hati. rambutnya panjang terurai dan juga tebal yang tentu saja menambah kesan cantik nya itu.
"kalau begitu, kamu tunggu lah Di sini. bibi masih banyak pekerjaan yang harus bibi selesaikan." terang wanita paruh baya itu kepada Ayu. Ayu pun menganggukkan kepalanya dan mengambil tempat duduk di mana ia bisa duduk dengan nyaman.
"Baiklah bi, Ayu tidak akan kemana-mana." ucap Ayu lagi. ayu memang tidak berniat kemana-mana, Iya hanya ingin duduk tenang dan mencari jalan keluar agar keluar dari tempat ini kembali ke dunianya.
sebelum ada yang Ami meninggalkan Ayu sendirian di sana, dayang Kami mempersiapkan beberapa makanan dan minuman serta cemilan sederhana untuk Ayu. karena ada yang Ami tahu, perempuan ini pasti tidak akan tahu di mana dayang kami berada ketika sudah memasuki istana.
"Ayu, bibi sudah menyiapkan semua makanan dan minuman di dekat kamu. Jika kamu lapar dan haus minumlah dan makanlah, bibi tidak yakin akan kembali dengan waktu yang cepat. Karena itu jika kamu merasa lelah dan capek tidurlah di tempat tidur ini." ucap dayang Ami kepada Ayu. Ayu pun mengganggukan kepalanya tanda mengerti.
"baik bi, terima kasih banyak bibi sudah menjamuku. Maaf Ayu sudah merepotkan bibi." ucap Ayu lagi merasa bersalah dalam hatinya. dayang ami pun tersenyum.
__ADS_1
"tidak apa-apa, justru bibi sangat senang melihat keberadaanmu di sini. walaupun bibi tidak mengenal siapa dirimu, tapi bibi yakin kamu adalah perempuan yang baik. kalau begitu bibi tinggal dulu ya..!!" ucap dayang Ami lagi.
setelah itu ada yang kami langsung meninggalkan tempat tersebut dan kembali bekerja di dalam istana. sepeninggalan dayang ami, ayu kembali beranjak dari duduknya. Iya kembali menelisik bangunan-bangunan ini. Ia berpikir apakah iya benar-benar telah berada di dunia zaman kuno.
"Apakah aku benar-benar berada di zaman kuno, kenapa aku bisa sampai di sini. padahal tadi aku sedang di dapur dan mengemasi beberapa barang belanjaanku. tetapi kenapa tiba-tiba aku langsung berada di tempat ini. Ya Tuhan, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa denganku." ucap Ayu kepada dirinya sendiri.
setelah ia merasa lelah menelisik bangunan-bangunan itu, Iya kembali ke tempatnya semula. Iya juga menatap beberapa makanan yang telah disiapkan oleh dayang Ami untuknya. karena ayu sedikit merasa lapar, Iya berjalan mendekat ke arah makanan-makanan itu.
Ayu mengambil satu potong roti dan memasukkannya ke dalam mulutnya. sontak raut wajah Ayu langsung berubah.
"makanan apa ini, Kenapa teksturnya sangat keras sekali. Apakah ini memang bisa dimakan..??" tanya Ayu sambil membolak-balikkan roti tersebut.
Ayu sejenak mengamati makanan-makanan itu lagi, tak ada yang menarik hatinya. begitu menurutnya, Namun karena perutnya sudah meronta-ronta meminta untuk diisi, terpaksa Ayu kembali mengambil roti tersebut dan memakannya dengan pelan. walaupun Ayu tidak menyukai roti itu, Iya tetap harus menghabiskannya. di dunia nya, Ayu bukanlah orang yang suka membuang-buang makanan. karena itu sebisa mungkin ia harus menghargai makanan tersebut.
***
( kenapa dari kemarin jantungku berdetak sangat cepat. Apakah aku memiliki riwayat penyakit jantung..?? ah tapi tidak mungkin..) batin pangeran Satya.
karena pangeran Satya malas berpikir terlalu jauh, Iya langsung memutuskan untuk keluar dari istana berjalan-jalan ke pasar. Ia ingin melihat apa saja yang berubah semenjak ia meninggalkan zaman kuno ini.
__ADS_1
saat ini pangeran Satya telah berada di atas kudanya, diikuti oleh beberapa pengawal dan juga kesatria yang senantiasa mengekorinya kemanapun ia pergi.
"pangeran kita akan kemana hari ini..??" tanya kesatria Juno. Kak Satria Juno juga menunggangi kuda, ia berada tepat di belakang pangeran Satya.
"ke pasar, Aku ingin melihat keadaan kota ini semenjak aku meninggalkannya. Apakah kota ini berubah atau tidak sama sekali." ucap pangeran Satya kepada ksatria Juno. ksatria Juno pun mengangguk-anggukan kepalanya.
***
di tempat lain. Ayu benar-benar merasa bosan, sudah hampir seminggu lamanya ia mendekam di dunia kuno ini. sudah seminggu pula ia hanya duduk diam di bangunan belakang istana. Iya tidak berani keluar dan pergi ke mana-mana.
namun kebetulan saat ini, dayang Ami dan dua orang lainnya akan pergi ke pasar untuk mencari beberapa kebutuhan di istana. saat dayang kami masuk ke dalam ruangan di mana ayu berada, ia melihat Ayu sedang termenung sambil menatap keluar dari sela-sela dinding yang memang sengaja di bolong itu. dayang Ami paham, kalau sebenarnya Ayu merasa kebosanan tinggal dan tidak kemana-mana.
"Apakah kamu merasa bosan nak..??" tanya dayang Ami tiba-tiba. Ayu yang sedang termenung pun langsung tersadar. ia mengarahkan pandangannya ke arah dayang Ami.
"iya bi, Ayu sangat merasa bosan." ucap Ayu. kali ini Ayu telah berpenampilan seperti para dayang. Di mana mereka akan memakai baju yang tidak memiliki leher hanya sebatas dada saja. karena tak ada pakaian lain, terpaksa ni Ayu memakai pakaian tersebut. maka tampaklah kulit putih cantik yang terekspor itu.
"Baiklah kalau begitu nak, kebetulan bibi dan kedua teman bibi akan pergi ke pasar untuk membeli beberapa perlengkapan dan kebutuhan lainnya di dalam istana. Apakah Ayu mau ikut..??" tanya dayang Ami. Ayu yang mendengar pernyataan itu tidak bisa tidak menjadi senang.
"tentu saja bibi Ami, Ayu sudah sangat bosan berada di sini." ucap Ayu lagi.
__ADS_1
"kalau begitu segeralah siap-siap kita berangkat." ucap dayang Ami lagi. setelah itu dengan riang gembira Ayu mulai bersiap-siap untuk ikut ke pasar bersama dayang Ami dan dua dayang lainnya. setelah mereka siap, Mereka pun langsung bergegas dan pergi meninggalkan istana.
***bersambung***